<< Go Back
THE SIMBOLIC CODE
Jilid 13 No. 3, 4
KONFEDERASI AKHIR ZAMAN
Januari – Februari
1958
(Hasil penyelidikan ini diberikan oleh V.T. Houteff pada tanggal 30 September 1939 dan tanggal 22 Juni 1940).
Melalui nubuatan Yesaya pasal 7 dan 8 kita menyaksikan dengan jelas, bahwa umat Allah sedang mendekati suatu masa yang akan menuntut dari mereka iman yang luas untuk mempercayai sepenuhnya pada Firman Allah saja.
Karena pengalaman-pengalaman yang tercatat di dalam Alkitab telah ditulis sebagai teladan-teladan atau contoh-contoh pelajaran bagi umat Allah di waktu ini (1 Korinthi 10 : 11), maka marilah kita membaca beberapa ayat dari Yesaya pasal 7 dan kemudian Pasal 8, lalu memetik dari pelajaran itu apa-apa yang mungkin tersembunyi disana bagi kita.
Yesaya 7 : 1:
“Maka terjadilah di zaman Ahaz bin Jotham, bin Uzziah, raja Yehuda, bahwa Rezin raja Syria dan Pekah bin Remaliah, raja Israel, mendatangi Yerusalem memeranginya, tetapi tidak berhasil mengalahkannya”.
Ayat ini dalam kaitan dengan ayat-ayat yang menyusulnya mengungkapkan, bahwa Allah menyayangi Yehuda (kerajaan dua suku itu) sekalipun pada waktu yang sama Ephraim (kerajaan sepuluh suku itu) juga adalah umat-Nya. Alasan mengapa Ia menyayangi Yehuda dalam hal ini ialah karena saudara-saudara mereka (Ephraim) telah bergabung dengan kekuatan-kekuatan kapir untuk berperang melawan Yehuda. Itulah sebabnya, maka Allah tidak dapat memberkati usaha Ephraim.
Dari pengalaman ini kita sebagai umat Kristen akan memperoleh pelajaran, bahwa Allah tidak akan memberkati usaha-usaha dari setiap umat-Nya apabila mereka bergabung dengan kekuatan-kekuatan kapir untuk memperoleh kuasa dalam usahanya mengalahkan saudara-saudaranya dalam Kristus, yang karena beberapa hal mereka ingin singkirkan sebagai penghalang. Persekutuan yang sedemikian ini tidak mungkin dapat berhasil.
Yesaya 7 : 2:
”Maka dikabarkan oranglah kepada isi rumah Daud, bunyinya, Syria (orang Syam) sudah berkonfederasi dengan Ephraim. Maka berdebarlah hati baginda raja, dan hati semua rakyatnya, seperti pohon kayu di hutan yang bergetar oleh tiupan angin”.
Rakyat Yehuda menjadi takut.
Bagaimanakah perasaaan kita sekiranya, pengalaman yang sama itu menimpa kita sekarang? Apakah yang akan menunjang kita melewati peristiwa itu? — Kembali Tuhan akan menjadi satu-satunya harapan bagi umat-Nya.
Yesaya 7 : 3 – 9:
”Maka firman Tuhan kepada Yesaya: Keluarlah sekarang menemui Ahaz, yaitu kamu dan Shearjashub puteramu, pada ujung saluran kolam yang tinggi pada jalan raya padang benara; lalu katakanlah kepadanya: Perhatikanlah baik-baik, dan tenangkanlah dirimu, jangan takut, maupun kecil hati terhadap kedua buntut puntung api yang berasap ini, yaitu terhadap kehangatan amarah Rezin bersama Syria, dan putera Remaliah itu. Sebab Syria, Ephraim, dan putera Remaliah, telah bersekongkol jahat melawan kamu, dengan mengatakan: Marilah kita naik memerangi Yehuda, dan menyakiti dia, dan membagi-bagikan tanahnya bagi kita, dan menobatkan putera Tabeal sebagai raja di tengah-tengahnya. Demikianlah firman Tuhan: la itu tidak akan jadi, bahkan tak akan terlaksana. Karena kepala dari Syria ialah Damaskus, dan kepala dari Damaskus ialah Rezin; maka dalam enampuluh lima tahun lagi Ephraim akan hancur, sehingga ia itu tidak lagi berupa suatu bangsa. Dan kepala dari Ephraim ialah Samaria, dan kepala dari Samaria ialah puteranya Remaliah. Jika engkau tidak mau percaya, pasti tidak akan engkau ditetapkan”.
Di sini Allah sedang berbicara kepada Yehuda agar supaya jangan mereka takut akan persekutuan ini karena IA tidak membantunya, Israel dan Syria tidak bergantung pada apa pun yang lebih besar dan kuat, selain hanya pada raja-raja mereka saja dan ibu kota ibu kota dari bangsa-bangsa mereka. Kepada Yehuda diperintahkan supaya bergantung pada Firman Allah yang menyatakan, bahwa persekutuan penguasa-penguasa ini akan gagal menguasai mereka. Lagi pula kepada Yehuda disampaikan: “Jika engkau tidak mau percaya, pasti engkau tidak akan ditetapkan”. Dengan perkataan lain, kepada Yehuda disampaikan, bahwa jika mereka tidak percaya akan apa yang dikatakan Allah kepada mereka, mereka akan kalah. Oleh sebab itu, maka ketahanan (survival) mereka itu sepenuhnya adalah bersyarat, tergantung pada keyakinan mereka yang penuh pada janji Allah saja, bahwa persekutuan yang dibentuk melawan mereka itu akan gagal.
Hari itu akan datang apabila engkau dan saya pun wajib sepenuhnya bergantung pada Firman Allah saja. Namun tanpa kita mengetahui apa Firman Allah itu, maka tak akan mungkin bagi kita untuk percaya pada-Nya.
Yesaya 8 : 9:
“Bersekutulah kamu, hai segala bangsa, maka kamu akan dihancurkan berkeping-keping; dan dengarlah, semua kamu dari negeri-negeri yang jauh; sandangkanlah pedangmu, maka kamu akan dihancurkan berkeping-keping; sandangkanlah pedangmu, maka kamu akan dihancurkan berkeping-keping.”
Di sini Allah sedang menantang sesuatu pergerakan yang menuju kepada suatu bentuk federasi bangsa-bangsa. Dengan adanya Perang Dunia I kita mulai mendengar berbagai anjuran yang mengusulkan persekutuan bangsa-bangsa ke dalam suatu badan tunggal. Pada waktu ini usul itu dihidupkan kembali, dan berbagai usaha sedang dibuat menghadapi pembentukan suatu perserikatan bangsa-bangsa yang kuat dan dapat bekerja. Memang, bukan saja pendapat yang memikirkan federasi internasional yang terus bertumbuh di mana-mana, tetapi juga di dalam pikiran banyak orang besar terdapat keyakinan yang pasti, bahwa kesinambungan cara hidup bangsa mereka yang berhasil adalah sepenuhnya bergantung pada persekutuan dan kerja sama yang erat semua bangsa yang saling menggantungkan cara hidup mereka.
Amaran yang diberikan di dalam pasal ini kepada bangsa-bangsa dan semua orang ialah jangan bersekutu dan menyandangkan pedang atau mengikat janji bersama, karena ia itu akan berakhir dengan sia-sia saja. Mungkin ada sesuatu makna dalam mengulang-ulang amaran itu. Jika demikian, ia itu akan menunjukkan, bahwa baik dua atau mungkin tiga usaha akan dibuat di antara bangsa-bangsa untuk bersekutu dan menyandang pedangnya, dan itu hanya akan berakhir dengan kegagalan. Jika masih akan ada lagi suatu usaha yang lain yang terlibat di dalamnya suatu peperangan melawan Yehuda, maka Yehuda yang tidak memiliki senjata pertahanan yang memadai di antara orang-orangnya, akan harus membuat Allah menjadi senjata pelepasan mereka.
Yesaya 8 : 10:
“Berembuglah bersama-sama, maka ia itu akan gagal; bicarakanlah perkataanmu, maka ia itu tidak akan berhasil: karena Allah ada bersama kami”.
Umat Allah akan mengambil suatu sikap yang kuat dan tidak terikat karena mereka yakin, bahwa Allah ada menyertai mereka. Kebanyakan manusia agaknya adalah seperti Petrus. Kita memiliki iman yang besar sebelum kita berhadapan muka dengan muka dengan sesuatu ujian. Sungguhpun demikian, apabila ujian yang dinubuatkan di sini itu tiba, maka umat Allah harus mengetahui, bahwa Allah ada menyertai mereka, dan mereka harus berdiri teguh pada sisi-Nya. Melalui ayat ini kita diberi pengertian akan alasan yang sebenarnya bagi kegagalan tertentu bangsa-bangsa dalam usaha mereka meniadakan kegenapan ketakutan-ketakutan mereka. Allah tidak ada bersama mereka. Oleh sebab itu, ia itu menjadi nyata terbukti, bahwa adalah kewajiban yang mendesak dari setiap negara dan setiap pribadi yang takut akan Allah untuk mencari dengan jujur kehendak Allah tinggal dengan DIA, kalau saja kita mau bertahan dan maju.
Yesaya 8 : 11, 12:
”Karena demikian Tuhan berbicara kepadaku dengan suatu tangan yang kuat, dan memerintahkan kepadaku agar jangan aku berjalan pada jalan bangsa ini, katanya: Janganlah dikatakan olehmu, Suatu konfederasi, kepada semua mereka terhadap siapa bangsa ini akan mengatakan, Suatu konfederasi; dan juga jangan kamu takut akan ketakutan mereka itu, atau pun kecil hati”.
Umat Allah bukan saja diperintahkan untuk tidak ikut serta dalam konfederasi itu, tetapi mereka harus juga menentangnya “kepada semua orang terhadap siapa bangsa ini akan mengatakan, Suatu konfederasi”.
“Jangan kamu takut akan ketakutan mereka itu, atau pun kecil hati”. Adalah karena akar dari sesuatu ketakutan, maka konfederasi itu dibentuk. Tetapi apa yang menjadi alasan ketakutan mereka itu tidak akan membuat takut umat Allah.
Yesaya 8 : 13:
“Sucikanlah olehmu akan Tuhan serwa sekalian alam saja; dan biarlah DIA menjadi ketakutanmu, dan biarlah DIA menjadi kengerianmu”.
Allah saja yang harus ditinggikan; Allah saja yang harus ditakuti dan dipandang dengan ngeri. Sekiranya tidak ada kemungkinan untuk takut pada masa kegenapan pasal ini, maka tidak perlu adanya petunjuk dan penegasan kembali jaminan ini. Adalah ditunjukkan dengan nyata, bahwa umat Allah akan mendapatkan diri mereka benar-benar tak berdaya, dan mereka akan tampak tak berdaya kepada semua orang lainnya. Kemudian mereka akan memperoleh kelepasan dari Allah, dan semua orang akan menyaksikannya.
Sekiranya umat Allah sedang mendekati masa itu apabila mereka harus memilih berkonfederasi atau mengorbankan hidup mereka, maka mereka harus mengembangkan iman itu yang akan membuat mereka percaya, bahwa “pada masa itu orang akan kelak mencari mati, tetapi tidak akan menemukannya; dan akan menyukai mati, tetapi kematian akan lari daripada mereka”. Wahyu 9 : 6.
Yesaya 8 : 14:
”Maka Ia akan menjadi sebuah tempat berlindung yang suci bagimu; tetapi bagi kedua isi rumah Israel akan menjadi sebuah batu sandungan dan sebuah bukit penghalang, menjadi suatu jaring dan jerat bagi semua penduduk Yerusalem”.
Sebuah tempat kesucian ialah suatu tempat berlindung. Di samping merupakan suatu tempat berlindung bagi umat Allah yang setia, Ia juga akan menjadi sebuah bukit penghalang bagi kedua isi rumah Israel — Yehuda dan Israel — dan sebuah jaring dan jerat bagi semua penduduk Yerusalem. Yerusalem ialah kota pemerintahan dari Yehuda. Dari sini jelas, bahwa melalui konfederasi ini Allah akan menjadi sebuah jaring dan jerat bagi Yehuda contoh saingan.
Yesaya 8 : 15:
”Maka banyak di antara mereka akan terantuk, lalu jatuh, dan hancur, dan terjerat, dan tertangkap”.
Nubuatan ini menyatakan, bahwa konfederasi itu akan menjadi suatu jerat — suatu lubang — dan bahwa banyak orang akan jatuh dan tertangkap di dalamnya. Ia itu akan merupakan suatu lubang yang menakutkan dan akan memisahkan umat Allah. Demikianlah Tuhan akan menguji semua umat-Nya lalu membiarkan mereka mengungkapkan sendiri berapa banyaknya iman yang dimiliki oleh masing-masingnya. Dalam menghadapi amaran ini, kita harus mempersiapkan diri secukupnya supaya kita tidak akan jatuh ke dalam jeratnya. Allah telah lebih dulu mengamarkan dengan jelas kepada umat-Nya supaya mereka tidak akan terjerat secara tak diduga-duga.
Di dalam Yesaya pasal 24 kepada kita diberitahu, bahwa akan terjadi suatu keguncangan bagaikan keguncangan pohon zait dan hanya sedikit orang yang akan tertinggal.
Konfederasi yang sedang kita pelajari sore ini akan dimulai sebelum Seruan Keras dan sebelum pembantaian dari Yeheskiel pasal 9. Ia itu bukan Patung dari Binatang itu, karena persekutuan ini terjadi mendahului Patung dari Binatang itu, dan konfederasi itu dibentuk sewaktu bangsa-bangsa sedang menyandang pedangnya untuk berperang. Ambillah cara lain, konfederasi itu akan dimulai sesudah pemeteraian dan barangkali tepat menjelang pembantaian dari Yeheskiel pasal 9. Lagi pula, ia itu adalah dalam masa apabila bangsa-bangsa Kristen bersatu sehingga perempuan “Babil” itu akan duduk pada tujuh “kepala” (Wahyu 17 : 9), yang melukiskan juga persekutuan gereja-gereja di bawah Babil.
Semua orang yang tidak menantikan adanya konfederasi itu, tetapi sebaliknya sedang menantikan berikutnya pemunculan kembali keunggulan gereja Romawi atau perang Armageddon atau sesuatu yang lainnya, mereka akan jatuh ke dalam jerat ini, karena ia itu tampak bagi mereka tidak berbahaya dan bahkan barangkali merupakan sesuatu perkara yang baik. Tetapi justru itulah yang akan menjadi jerat mereka.
Yesaya 8 : 16 – 18:
“Ikatkanlah kesaksian itu, meteraikan hukum itu diantara murid-murid-Ku. Dan aku hendak menantikan Tuhan, yang menyembunyikan wajahnya daripada isi rumah Yakub, maka aku akan menunggui DIA. Bahwasanya, aku dan anak-anak yang telah dikaruniakan Tuhan kepadaku adalah untuk menjadi tanda-tanda alamat dan berbagai keajaiban di Israel dari Tuhan serwa sekalian alam, yang tinggal di Gunung Sion”.
Seseorang akan memiliki iman. Allah bukan bermaksud dengan ini, bahwa Ia sedang mempertahankan berkat-berkat-Nya dari Yakub, melainkan ini menunjukkan, bahwa sekalipun kita tidak dapat melihat wajah-Nya, kita masih dapat menyaksikan kuasa-Nya.
Yesaya 8 : 19:
“Maka apabila mereka kelak mengatakan kepadamu, Bertanyakanlah kepada orang-orang yang mempunyai roh-roh tenung, dan kepada dukun-dukun yang meramal, dan membisik-bisik; bukankah harus orang bertanyakan kepada Allah mereka, kepada yang hidup daripada kepada yang mati?”.
Ini menunjukkan, bahwa dunia akan makin berkerohanian jahat (is going spiritualistic).
Yesaya 8 : 20:
“Akan torat dan akan kesaksian: jika mereka berbicara tidak sesuai dengan Firman ini, maka itu adalah karena tidak ada terang dalam mereka”.
Ini bukan dimaksudkan, bahwa mereka adalah setan-setan, melainkan mereka berada dalam kegelapan. Apabila mereka mempelajari Kebenaran, maka mereka akan berbicara sesuai dengan hokum torat dan kesaksian Yesus.
Yesaya 8 : 21, 22:
“Maka mereka akan lewat melaluinya, melarat dan lapar: maka akan jadi kelak, bahwa apabila mereka lapar, mereka akan rewel sendiri, lalu mengutuk rajanya dan Allah mereka, dan memandang ke atas. Dan mereka akan melihat ke bumi; maka tengok kesusahan dan kegelapan, kesuraman dan ketakutan; maka mereka akan dihalau ke dalam kegelapan”.
******
291 total, 2 views today


