Surat 2
<< Go Back


 

2


REKAN ANGGOTA YANG KEKASIH!

 

 

Satu-satunya jalan bagimu untuk melepaskan diri dari tangkapan serigala-serigala yang berpakaian domba ialah jika anda senantiasa ingat akan kenyataan, bahwa pekabaran Pehukuman, pekabaran yang terakhir itu sebelum kedatangan Kristus yang kedua kali, ialah pekabaran yang membuat kita menjadi umat; artinya, karena pekabaran itu sudah datang, dan karena ia itu harus diberitakan, maka kita orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh muncul keluar, dan kita tentunya ingin tetap tinggal di sana sampai pekerjaan selesai. Janganlah kita menjadi sebuah angka bilangan dari belakang seperti halnya gereja-gereja Protestan karena mereka telah menolak pekabaran-pekabaran satu menyusul yang lainnya. Dijauhkan Allah kiranya kita daripada “diludahkan keluar” lalu terlambat sampai kesiangan di tengah hari. Dan apakah kebenaran mengenai Pehukuman itu?

 

 

Pehukuman itu sebagaimana anda ketahui terdapat dalam dua bagian terkenal yang terpisah, yang satu menyusul yang lainnya — pertama Pehukuman bagi orang-orang mati, dan terakhir Pehukuman bagi orang-orang hidup. Demikian inilah yang kita ketahui, maka janganlah kita membiarkan pengaruh-pengaruh jahat yang tidak dikenal, bahkan sekiranya mereka itu berjubahkan baju Masehi Advent Hari Ketujuh sekalipun, mengalihkan pandangan kita dari kebenaran ini. Bagian kita dari pekabaran Pehukuman itu semenjak dari tahun 1844 sebagaimana anda ketahui ialah memberitakan Pehukuman Orang Mati, bukan Pehukuman Orang Hidup. Apakah Pehukuman bagi Orang Mati itu?

 

 

Telah diajarkan kepada kita oleh Ilham, bahwa ia itu akan memisahkan yang baik daripada yang jahat, bukan secara fisik, melainkan di dalam kitab-kitab, sebab sebelum kebangkitan, orang-orang mati itu tidak ada atau tidak memiliki “bagian” “dalam hal apapun yang dibuat di bawah matahari.” Alkhatib 9 : 5, 6. Pekerjaan pehukuman ini akan memungkinkan malaikat-malaikat untuk mengetahui siapa yang akan bangkit dalam kebangkitan pertama, dalam kebangkitan orang-orang yang suci itu (Wahyu 20 : 4, 5, 11 – 14), dan siapa yang akan bangkit dalam kebangkitan kedua, dalam kebangkitan orang-orang yang tidak suci. Terhadap hal inilah Daniel menyatakan “Pengadilan itu duduk, lalu kitab-kitab dibuka.” (Daniel 7 : 10).

 

 

Demikian inilah maka Ilham menyebut pekerjaan pehukuman itu, “penyucian kaabah kesucian ” (Daniel 8 : 14); artinya, setiap orang yang mengaku beragama yang pernah mati semenjak dari adanya dosa, kini akan diadili dan perkara dari masing-masing orang diputuskan apakah untuk menghantarkan dia bangkit dalam kebangkitan pertama atau dalam kebangkitan kedua; yaitu untuk menghapuskan dari kitab-kitab nama dari setiap orang berdosa yang tidak bertobat, atau untuk menghapuskan untuk selama-lamanya dari Buku dosa-dosa dari setiap orang berdosa yang bertobat. Inilah tugas pekerjaan Sorga semenjak dari tahun 1844, dan setiap orang Masehi Advent Hari Ketujuh yang belajar memahaminya.

 

 

Kini karena pekabaran Pehukuman bagi Orang Hidup adalah jauh lebih penting daripada pekabaran Pehukuman bagi Orang Mati, maka tak dapat tiada diharapkan bahwa Alkitab akan lebih banyak berbicara mengenai yang terakhir ini daripada yang pertama. Memang demikian halnya karena Pehukuman bagi Orang Hidup berkaitan dengan orang-orang hidup itu sendiri, dengan para pembawa pekabarannya, daripada dengan orang-orang yang sudah mati. Oleh sebab itu, dalam kepentingannya tidak ada perbandingan di antara keduanya. Bagaimanakah dapat kita memperoleh pekabaran Pehukuman bagi Orang Hidup?

 

 

Jawabannya adalah jelas bagi semua: Kita akan memperolehnya dalam cara yang sama dengan pekabaran satunya yang telah kita peroleh dalam tahun 1844. Karena ia itu pada waktu itu datang oleh perantaraan Ilham dan melalui alat perantara pilihan Allah sendiri, maka tentunya pekabaran tambahannya pun (Early Writings, p. 227) akan datang dalam cara yang sama; yaitu oleh Ilham melalui agen pilihan Allah sendiri. Memang Kebenaran tidak pernah diungkapkan dalam cara lain terkecuali oleh Ilham saja. Lihat 2 Petrus 1 : 20.

 

 

Sebagaimana kita dahulu harus mendengarkan pekabaran yang lama itu dihotbahkan baharu kita menyambutnya, kita sekarang akan mendengarkan pekabaran yang baru dihotbahkan, tetapi bagaimanakah akan kita “mendengar tanpa penghotbahnya” (Rum 10 : 14)? Dan sebagaimana pekabaran yang lama itu pada mulanya tidak dikenal, sehingga telah diejek, ditertawakan, dipermainkan dan diolok-olok oleh orang-orang yang berkedudukan dan berpengaruh, maka tentu diharapkan juga bahwa pekabaran yang baru berikut para juru kabarnya akan diterima dan dilayani tidak lebih baik bahkan lebih buruk. Dahulu adalah merupakan masalah pribadi yang ketat, tidak seorang pun imam atau pendeta dapat mencampuri urusan suara hati nurani orang lain, dan tak dapat tiada demikian itu juga di waktu ini. Setiap jiwa harus membuat keputusannya sendiri di dalam ruangan tertutup yang rahasia dengan bantuan Roh Kebenaran.

 

 

Apakah mungkin seseorang akan hilang apabila pekabaran mengenai Pehukuman bagi Orang Hidup mulai disuarakan, sekalipun ia tidak hilang sewaktu pekabaran Pehukuman Orang Mati berbunyi? Roh Nubuat menjawabnya sebagai berikut: “Tidak ada yang harus kita takuti terhadap masa depan, terkecuali jika kita kelak melupakan jalan dimana Tuhan telah memimpin kita, dan ajaran-Nya selama masa lalu kita.” — Life Sketches, p. 196. Memang, inilah satu-satunya yang kita takuti. Oleh sebab itu hendaklah kita ingat dan benar-benar meyakini bahwa Allah kini memimpin kita dalam cara yang sama seperti yang dilakukan-Nya dalam tahun 1844 dan sepanjang segala zaman. Yakinilah seyakin-yakinnya agar anda tidak mengikuti jenis kepemimpinan yang lain, agar anda tidak membiarkan seorang pun mengalihkan perhatianmu dari jalan yang lurus ini — agar anda tidak membiarkan seorang pun membuat anda percaya, bahwa Allah kini sedang memimpin oleh perantaraan setiap orang yang bernama Tomy, Dicky dan Harry. Janganlah kita melupakan hal ini jika kita hendak berlomba dan berhasil menyusuli orang-orang suci yang sudah mendahului kita, dan jika kita ingin diselamatkan. Jika kita melupakan hal ini, maka pasti sebagaimana kita berdiri sekarang, orang akan membawa kita keluar dari pekabaran Allah lalu membalikkan kita menentang juru-juru kabar-Nya sama seperti yang dilakukan oleh para imam Yahudi dahulu membalikkan para pengikut mereka melawan Kristus. Dijauhkan Allah kiranya kita daripada berdosa melawan Roh Suci oleh menolak pekabaran-Nya apabila ia itu datang kepada kita. Hanya oleh mematuhi perintah Ilahi ini dengan ketat dapatlah kita dibawa dengan benar dan luput dari Pehukuman bagi Orang Hidup apabila ia itu mulai “memisahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar.” Matius 13 : 49.

 

 

Apakah artinya Pehukuman bagi Orang Hidup, dan apakah yang terjadi terhadap orang-orang benar, dan apakah yang terjadi terhadap orang-orang jahat, setelah mereka itu diadili? Dalam perumpamaan-perumpamaan-Nya Kristus melukiskan, bahwa orang-orang benar, sebagai ikan yang baik, akan dimasukkan ke dalam keranjang-keranjang; sebagai gandum, mereka akan dimasukkan ke dalam lumbung; dan sebagai domba, mereka itu pergi masuk ke dalam hidup yang kekal — mereka ditempatkan dalam kesentausaaan yang mutlak — dimeteraikan bagi hidup kekal. Tetapi orang-orang jahat, sebagai ikan yang jelek, mereka akan dicampakkan keluar; sebagai lalang-lalang, mereka akan dibakar habis; dan sebagai kambing-kambing, mereka akan dikirirn ke dalam hukuman yang kekal. “Demikianlah hal itu kelak jadi pada akhir dunia ini: malaikat-malaikat akan keluar, lalu memisah-misahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar, dan akan mencampakkan mereka itu ke dalam dapur api: di sana kelak akan ada tangisan dan keretak gigi.” Matius 13 : 49, 50.

 

 

Di sini kita saksikan, bahwa pelaksanaan pengadilan bagi orang-orang hidup telah dilukiskan dalam berbagai cara, dan secara berbeda-beda disebut: “Pehukuman” (Daniel 7 : 10, Wahyu 14 : 7, 1 Petrus 4 : 17); “Pembersihan Kaabah Kesucian” (Daniel 8 : 14); “Menyucikan Kaabah-Nya” (Maleakhi 3 : 1 – 3); “Penuaian” (Matius 13 : 30); “Penyaringan besar,” “Penyucian Sidang,” (5 Test., p. 80).

 

 

Mengenai pelaksanaan pengadilan ini Roh Nubuat mengatakan sebagai berikut:

 

 

” ….. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang mendekat dengan cepatnya. Allah hendak memiliki suatu umat yang suci dan benar. Dalam penyaringan besar yang akan segera jadi kita akan kelak lebih mampu mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda mengungkapkan bahwa saat itu sudah dekat apabila Tuhan akan menyatakan bahwa kipas-Nya sudah ada di dalam tangan-Nya, maka Ia hendak membersihkan keseluruhan lantai-Nya ………. Mereka itu tidak memiliki terang yang bersinar-sinar dalam cahayanya yang terpusat atas kamu. Tetapi, mungkin di bawah suatu lahiriah yang kasar dan tidak menarik suatu tabiat Kristen yang murni dan cemerlang akan diungkapkan.” Testimonies, vol. 5, pp. 80, 81.

 

 

Dari kenyataan mengapa pekabaran mengenai Pehukuman bagi Orang Hidup jauh lebih luas dibicarakan oleh semua nabi-nabi Alkitab daripada Pehukuman bagi Orang Mati, akan terbukti dengan sendirinya bahwa masalah itu adalah maha penting. Tetapi saya hanya dapat membicarakannya secara sangat singkat di dalam surat ini — hanya intisarinya yang diberikan:

 

 

Sebagaimana yang diperlihatkan sebelumnya, dalam Pehukuman bagi Orang Mati orang-orang berdosa dipisahkan daripada orang-orang benar hanya di dalam kitab-kitab saja, tetapi dalam Pehukuman bagi Orang Hidup orang-orang berdosa dan orang-orang benar secara fisik dipisahkan satu daripada yang lainnya sesuai yang dijelaskan Ilham melalui nabi Yeheskiel sebagai berikut:

 

 

“Maka kemuliaan Allah Israel sudah naik dari cherubium, pada mana Ia berada, menuju ke ambang pintu rumah itu. Lalu dipanggil-Nya orang yang berpakaian kain khasah itu, yang memiliki pena penyurat pada lambungnya; lalu firman Tuhan kepadanya: Pergilah lewat tengah-tengah kota itu, lewat tengah-tengah Yerusalem (sidang), dan bubuhlah sebuah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis karena semua kekejian yang telah diperbuat di tengah-tengahnya (di dalam sidang). Dan kepada mereka yang lainnya firman-Nya pada pendengaranku: Pergilah mengikuti dia melewati kota itu, dan bunuhlah: janganlah matamu menaruh sayang, atau pun menaruh kasihan; bunuhlah semuanya baik tua maupun muda, baik anak- anak dara, maupun anak-anak kecil, dan wanita-wanita; tetapi janganlah menghampiri orang yang padanya terdapat tanda itu; dan mulailah pada kaabah kesucian-Ku. Kemudian mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.” Yeheskiel 9 : 3 – 6.

 

 

Dan melalui nabi Maleakhi kepada kita diberitahu bahwa sebelum itu Tuhan akan mengirim seorang utusan, dan bahwa setelah ia mempersiapkan jalan, Tuhan akan tiba-tiba datang ke kaabah-Nya (sidang) tak lain hanya untuk menyucikannya, terutama untuk menyucikan bani Lewi, yaitu pihak kependetaan.Baca Maleakhi 3 : 1 – 3. Kemudian Roh Nubuat mengatakan: “Hanya orang-orang yang berhasil tahan melawan cobaan dalam kuasa dari Dia yang maha kuasa yang akan diijinkan ikut serta memberitakannya (Pekabaran Malaikat Yang Ketiga) apabila ia itu kelak berkembang menjadi Seruan Keras.” — The Review and Herald, Nov. 19, 1908. Dan terhadap “wahyu yang mengejutkan ini” (Testimonies to Ministers, p. 445) nabi Yesaya menambahkan:

 

 

“Karena, tengok, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan kereta-kereta-Nya bagaikan suatu angin puyuh, untuk melampiaskan amarah-Nya dengan kehangatan murka, dan tuduhan-Nya dengan nyala-nyala api. Karena oleh api dan oleh pedang-Nya Tuhan akan berbicara kepada segala manusia: maka besarlah kelak jumlah orang yang dibunuh Tuhan. Mereka yang menyucikan diri sendiri, dan membersihkan dirinya sendiri di dalam taman-taman di balik sebuah pohon di tengah-tengahnya, yang makan daging babi dan berbagai kekejian, dan juga tikus, mereka akan dihabiskan sama sekali, demikianlah firman Tuhan. Karena Aku tahu segala perbuatannya dan segala pikirannya: ia itu akan datang bahwa Aku akan menghimpunkan semua bangsa dan bahasa; dan mereka itu akan datang, dan menyaksikan kemuliaan-Ku. Maka Aku akan membubuhkan suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari mereka itu kepada bangsa-bangsa, ke Tarshis, Pul, dan Lud, yang menarik panah ke Tubal, dan Javan, kepada pulau-pulau yang jauh-jauh, yang belum mendengar kemasyuran nama-Ku, dan juga belum menyaksikan kemuliaan-Ku; maka mereka akan menyatakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi. Dan mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan keluar dari semua bangsa dengan menumpang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan usungan-usungan, dan dengan menumpang bagal, dan unta-unta yang cepat, menuju ke gunung kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, sebagaimana halnya bani Israel menghantarkan suatu persembahan dalam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan.” Yesaya 66 : 15 – 20.

 

 

Karena pembantaian yang diramalkan oleh nabi Yesaya itu terjadi di antara orang-orang yang mengaku disucikan dan dibersihkan (secara keliru percaya tidak memerlukan apa-apa lagi), dan karena orang-orang yang luput dari antara mereka itu akan diutus kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi untuk menghotbahkan injil, maka lima hal yang mencolok dan maha penting muncul dengan jelas: (1) karena korban-korban dari pembantaian itu ialah orang-orang yang bertentangan dengan pengetahuan karunia Allah mereka telah didapati memakan daging babi dan berbagai kekejian lainnya, dan karena orang-orang yang luput itu adalah cakap dalam pekerjaan injil dan cukup mampu untuk diutus mengajarkannya kepada orang-orang yang bukan Yahudi, maka pembantaian itu tampaknya terjadi di dalam sidang; (2) orang-orang yang luput itu menurut Yeheskiel ialah orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis menentang semua kekejian itu dan dengan demikian mereka memperoleh tanda kelepasan; (3) karena  mereka itu diutus memberitakan injil kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi sesudah mereka luput dari pembantaian itu, maka merekalah “orang-orang yang tertinggal itu”, orang-orang yang tersisa, hamba-hamba Allah yang akan datang; (4) karena mereka akan menghimpun dari bangsa-bangsa bukan Yahudi semua saudaranya, semua orang yang mungkin dapat diselamatkan, maka merekalah orang-orang yang akan menyelesaikan pekerjaan injil di seluruh dunia; (5) karena terdapat dua pemisahan — yang satu dari sidang (orang-orang Israel) dan yang satunya dari orang-orang bukan Yahudi, yaitu orang-orang yang luput dan orang-orang yang dihimpunkan, maka yang pertama itulah buah-buah pertama dan yang kedua ialah buah-buah kedua, yaitu orang-orang dari Wahyu 7 : 4, dan Wahyu 7 : 7 – 9, yang satu dari segala suku bangsa bani Israel, dan yang satunya dari bangsa-bangsa bukan Yahudi.

 

 

Rekanku, semua kata-kata injil ini dan lebih banyak lagi seperti yang anda saksikan sendiri, jelas menunjuk kepada pembersihan sidang, kepada hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu (Maleakhi 4 : 5), kepada Pehukuman bagi Orang Hidup dan pengumpulan umat kesucian — yaitu “penuaian” yang telah ditulis oleh setiap nabi, sebagian lebih banyak dan sebagian kurang. Karena memang demikian halnya, maka anda tentu akan melihat, bahwa para pendeta kita kini sedang melakukan apa yang telah diperbuat oleh para imam di zaman Kristus, dan juga yang telah dilakukan oleh para pemimpin agama sepanjang Reformasi sampai kepada hari ini, dan yang tidak kurang tekadnya untuk menyingkirkan pekabaran ini dari para anggota, dan dengan begitu menyesatkan juga umat pilihan itu, mereka 144.000 itu, buah-buah yang paling pertama dari penuaian, yaitu orang-orang yang akan luput dari Pehukuman “di dalam rumah Allah” (I Petrus 4 : 17), hamba-hamba Allah yang akan datang.

 

 

Kalau saja ini bukan tujuan musuh di balik perbuatan-perbuatan permusuhan ini dari para Pendeta, dan kalau sekiranya Kebenaran ini dapat disangkal, maka mereka tidak mungkin bertindak seperti orang gila, tidak akan menghindari diri dari diskusi-diskusi bersama kami, tidak akan mengusir kami keluar dari sidang-sidang dengan harapan agar kami tidak mungkin dapat lagi berkomunikasi dengan para anggota, tidak akan menganjurkan kepada anda supaya jangan membaca melainkan membakar buku-buku kami, tidak akan mengancam untuk mengasingkan anda karena mempelajari pekabaran ini, melainkan akan duduk dan mempersalahkannya sekiranya ia itu tidak benar sama seperti halnya mereka duduk bersama-sama dengan semua orang lainnya yang tidak sepaham dengan mereka.

 

 

Tidakkah anda melihat bahwa roh yang kini sedang memanifestasikan dirinya melalui saudara-saudara pembenci Kebenaran ini ialah roh yang telah memanifestasikan dirinya dahulu melalui orang-orang Yahudi, dan melalui musuh-musuh Kebenaran selama reformasi Protestan, dan juga pada permulaan pergerakan tahun 1844? Tidakkah anda melihat bahwa karena mereka tidak mungkin dapat menyerang pekabaran ini atas dasar kebenarannya sendiri, maka mereka lalu menyerang pribadi orang-orang yang memberitakannya dengan cara menjelek-jelekkan tabiat, memfitnah dan memburuk-burukkan nama dengan apa saja dengan harapan dapat mengalihkan anda untuk menentang Pekabaran ini berikut juru kabarnya. Roh Nubuat telah meramalkan kejahatan ini dalam kata-kata berikut:

 

 

“Aku tampak bahwa roh pernyataan palsu yang sesungguhnya, yang akan memutar-balikkan kebenaran menjadi kepalsuan, yang baik menjadi jahat, dan yang tidak bersalah menjadi kejahatan, kini sedang giat. Setan bersukaria atas kondisi orang-orang yang mengakui dirinya umat Allah ……….” Testimonies, vol. 5, pp. 94, 95.

 

 

Bagi para Pendeta untuk memberi tahu anggota mana yang boleh dibaca dan mana yang tidak boleh dibaca, dengan siapa berbicara dan dengan siapa tidak boleh berbicara, siapa yang boleh diijinkan memasuki rumah-rumah mereka dan siapa yang tidak boleh diijinkan, adalah sama dengan membuat orang menjadi tolol, menjadi manusia-manusia otomatis, dan orang-orang yang lumpuh secara rohani. Harus diberitahukan kepada para Pendeta itu bahwa mereka sedang membebani dirinya sendiri dengan beban-beban pikulan yang lebih berat daripada yang diperbuat oleh orang-orang Yahudi atau para pendeta pada gereja-gereja kita sebelumnya sewaktu banyak dari kita sementara mempelajari pekabaran Advent. Mereka itu dapat saja dibantu sekiranya para anggota memberitahu mereka bahwa ini adalah masalah yang akan ditentukan di antara para anggota dengan Allah mereka; bahwa jika seseorang hendak masuk ke dalam Kerajaan ia harus sampai ke sana dengan kemampuan karunia Allahnya sendiri. Tunjukkanlah kepada mereka apa yang dikatakan oleh Roh Allah di bawah ini:

 

 

“Terang yang berharga akan memancar keluar dari firman Allah, maka janganlah seorang pun mengira dia dapat mendikte apa yang boleh atau apa yang tidak boleh ditawarkan ke hadapan umat dalam pekabaran-pekabaran penerangan yang akan dikirim- Nya, lalu dengan demikian memadamkan Roh Allah. Apapun juga kedudukan kekuasaannya tidak seorang pun berhak untuk menutup terang dari umat. Apabila sesuatu pekabaran datang dalam nama Tuhan kepada umat-Nya, maka tidak seorang pun dapat dimaafkan untuk tidak melakukan penyelidikan terhadap berbagai tuntutan yang terkandung di dalamnya. Tidak seorang pun boleh mundur dalam sikap acuh dan keyakinan sendiri, lalu mengatakan: ‘Saya tahu apa artinya kebenaran. Saya sudah puas dengan kedudukan saya. Saya sudah mengambil resiko, maka saya tidak mau lagi beralih dari kedudukan saya, apapun juga yang akan datang. Saya tidak mau mendengar pekabaran dari juru kabar ini; karena saya tahu ia itu tidak mungkin kebenaran.’ Adalah karena mengikuti jalan inilah maka gereja-gereja yang terkenal telah tertinggal dalam kegelapan sebagian, dan itulah sebabnya mengapa pekabaran-pekabaran dari sorga tidak berhasil mencapai mereka”. Counsels on Sabbath School Work, p. 28.

 

 

Rekanku, inilah yang dimaksudkan oleh ungkapan “kebebasan agama” itu. Bukankah ini cara yang sepatutnya, jujur, dan terhormat untuk berhadapan dengan keadaan sekarang? Hendakkah anda mengikuti perkataan manusia, atau maukah anda mengikuti Kristus dan Kebenaran-Nya? Beritahukanlah kepada para Pendeta yang bermusuhan itu bahwa serangan mereka itu adalah bukan melawan “Tongkat, Gembala”, melainkan melawan Allah dan melawan jiwa-jiwanya sendiri.

 

 

” …. Orang-orang yang melatih pikirannya untuk menangkap apa saja yang dapat mereka gunakan sebagai paku untuk menggantung keragu-raguannya,” demikian kata Roh Nubuat, “lalu menganjurkan pemikiran-pemikiran ini kepada orang lain, akan senantiasa menemukan kesempatan untuk ragu. Mereka akan mempertanyakan dan mengeritik apa saja yang timbul dari ungkapan kebenaran, mengeritik pekerjaan dan kedudukan orang-orang lain, mengeritik setiap cabang dari pekerjaan di mana mereka sendiri tidak ikut serta. Mereka akan mengenyangkan dirinya dengan kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan orang-orang lain, ‘sampai kelak’, malaikat mengatakan: ‘Tuhan Yesus akan bangkit berdiri dari tugas keimmamatan-Nya di dalam kaabah kesucian sorga, lalu kelak memakaikan diri-Nya dengan pakaian-pakaian pembalasan, lalu mengejutkan mereka pada perayaannya yang tidak suci; maka mereka itu akan menemukan dirinya tidak siap bagi perjamuan kawin Anak Domba.’ Selera mereka telah sedemikian rupa dikacaukan sehingga mereka akan cenderung mengeritik juga meja Tuhan di dalam kerajaan-Nya”. — Testimonies, vol. 5, p. 690.

 

 

Roh Nubuat melanjutkan: ” ….. Pemisahan itu menimbulkan sakit dan kepedihan bagi kedua belah pihak. ltulah pertengkaran yang dikatakan Kristus Ia datang membawakan pertengkaran. Tetapi orang-orang yang bertobat akan merasakan suatu kerinduan yang terus menerus bahwa teman-teman mereka kelak meninggalkan semua bagi Kristus, karena mereka tahu bahwa jika tidak mereka lakukan, maka akan terjadi suatu pemisahan terakhir yang kekal. Selagi bersama-sama dengan teman-teman yang tidak beriman orang Kristen yang sejati tidak mungkin berlaku remeh dan main-main. Nilai dari jiwa-jiwa yang karenanya Kristus telah mati adalah amat besar.” Testimonies, vol. 5, p. 83.

 

 

Rekanku, percayalah, bahwa sekiranya pekabaran Pehukuman bagi Orang Hidup itu bukan diungkapkan secara Ilahi kepada kita, sekiranya ia itu kurang serius daripada kenyataannya, sekiranya ia itu tidak juga jelas-sejelas-jelasnya, dan sekiranya kami tidak diperintahkan untuk menghantarkannya kepadamu, maka kami tidak akan mau memburu umat Allah yang bagaikan tersesat di batu-batu karang dan di gunung-gunung (Yeremiah 16 : 16) — kami tidak mau dibebani sedemikian beratnya dengan tanggungan dan biaya untuk mendatangi dari rumah ke rumah di seluruh dunia Masehi Advent Hari Ketujuh untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan Laodikeanya; juga tidak akan mungkin dengan kekuatan sendiri bagi kami untuk dengan begitu saja menerima celaan dan penghinaan yang dilontarkan kepada kami pada hampir setiap jam oleh pria dan wanita yang mengakui dirinya sedang melayani Allah.

 

 

Roh Allah mengatakan: “………. Pada waktu ini emas akan dipisahkan dari sanganya di dalam sidang. Peribadatan yang benar akan jelas dapat dibedakan daripada peribadatan yang dalam rupa saja. Banyak bintang yang pernah kita kagumi karena kecemerlangan kepandaiannya akan kelak pergi masuk ke dalam kegelapan. Sekam bagaikan awan akan diterbangkan oleh angin, bahkan juga dari tempat-tempat di mana kita menyaksikan hanya lantai-lantai yang berkelimpahan gandum. Semua orang yang mengenakan berbagai perhiasan kaabah tetapi tidak berpakaian pakaian kebenaran Kristus, akan keluar dalam malu ketelanjangannya sendiri. ………. Orang-orang yang malu-malu yang kurang percaya diri akan menyatakan dirinya secara terbuka bagi Kristus dan kebenaran-Nya. Mereka yang terlemah dan ragu-ragu di dalam sidang akan kelak jadi seperti Daud yang rela bertindak dan berani ………. Kemudian sidang Kristus akan tampak ‘indah bagaikan bulan, cerah bagaikan matahari, dan hebat bagaikan suatu bala tentara dengan panji-panjinya.'”Testimonies, vol. 5, pp. 81, 82.

 

 

Daud-Daud ini yang kini sedang dimunculkan keluar oleh Allah ke hadapan kita akan segera mendatangi anda untuk menjelaskan rencana-rencana Allah bagimu. Sambutlah hamba-hamba Allah ini dalam pergerakan anggota ini dengan sopan santun yang sama dengan yang anda harapkan dari mereka untuk menyambut anda.

 

 

Kami datang kepada anda dengan Firman Allah yang murni dan semua yang kami harapkan ialah semoga anda tidak berprasangka jelek memberikan kepada kami kesempatan berbicara apabila kami bertamu ke rumah anda. Karena anda menyaksikan sendiri bahwa surat ini berisikan Kebenaran yang jelas dan tak bernoda, maka sekiranya anda mendengar seseorang berbicara menentangnya dapatlah anda membantunya dengan meminta kepadanya agar diberikan sesuatu yang lebih baik lagi yang membicarakan Injil ini sekiranya ia memilikinya, dan jika tidak, agar jangan ia menganggu anda.

 

 

Jika anda hendak membantu musuh-musuh Kebenaran itu, maka beritahukanlah kepada mereka bagaimana mereka melatih para anggota bahwa mereka telah memiliki semua Kebenaran, sehingga mereka itu tidak memerlukan apa-apa lagi, bahwa mereka memiliki pekabaran yang terakhir, bahwa Roh Nubuat mengatakan sedemikian itu sekalipun yang dikatakan-Nya bertentangan, adalah jelas palsu. Beritahukanlah kepada mereka, bukan Pehukuman bagi Orang Mati melainkan Pehukuman bagi Orang Hidup yang merupakan pekabaran yang terakhir, dan mereka belum memilikinya, dan gantinya mereka mencarinya, mereka justru sedang memeranginya. Beritahukanlah mereka bahwa Alkitab membuktikan semua perkara ini demikian, atau tidak dibuktikan-Nya sama sekali. Jika memang tidak terbukti, maka mintalah dari mereka supaya menunjukkan bahwa Alkitab tidak membuktikannya.

 

 

Tanda dari Allah (Yeheskiel 9 : 4) dan tanda dari binatang itu (Wahyu 13 : 16) terlihat di sini merupakan dua yang bertentangan sama seperti halnya dua wanita dari Wahyu pasal 12 dan pasal 17 — wanita yang sejati dan wanita tiruan.

 

Kepada kita diberitahukan bahwa binatang itu ialah seseorang (Wahyu 13 : 18). Oleh sebab itu, maka tuntutan untuk menyembah, mematuhi perintah binatang itu ialah suatu tuntutan untuk menyembah (mematuhi) manusia yang mengganti Allah. Kedua tanda itu tak lain adalah untuk maksud menentukan siapa dan siapa — siapa pada pihak Allah dan siapa pada pihak binatang itu. Mereka yang lebih mematuhi pekabaran Pehukuman dari Allah daripada keputusan binatang itu akan menerima tanda dari Allah. Dan mereka yang lebih mematuhi keputusan binatang itu daripada pekabaran dari Allah akan menerima tanda binatang itu. Kedua tanda yang berbeda ini, anda saksikan, akan memisahkan orang-orang penyembah Allah daripada orang-orang yang menyembah manusia. Dan karena Yesus menyatakan bahwa pemisahan ini akan jadi selama masa penuaian, dan sebagaimana anda saksikan kini bahwa “penuaian” dan “Pehukuman” bagi orang-orang hidup adalah dua sebutan yang sama maksudnya, maka kesimpulannya ialah, bahwa karena tanda dari Allah itu ditawarkan kepada orang-orang yang percaya pada pekabaran PehukumanNya di dalam sidang, dan karena tanda binatang itu ditawarkan kepada orang-orang yang menyembah binatang itu selama Pehukuman di dunia, maka masalahnya menjadi jelas: Musuh-musuh yang melawan pekabaran Pehukuman di dalam sidang, dan musuh-musuh yang melawan pekabaran Pehukuman di dunia kedua-duanya diilhami oleh roh dari binatang itu — keduanya melakukan jenis perbuatan yang sama melawan umat Allah, pertama di dalam sidang kemudian di dunia. Satu-satunya perbedaan di antara keduanya ialah, bahwa di dunia tanda binatang itu dipaksakan melalui hukum-hukum sipil, sedangkan di dalam sidang tidak, sekalipun musuh-musuh yang menentang pekabaran Pehukuman telah berbuat segala-galanya dalam kemampuan mereka untuk mendapatkan lengan bantuan hukum untuk melawan kita. Kini terserah kepada masing-masing anggota sidang secara pribadi apakah mau memperhatikan pekabaran Pehukuman dari Allah lalu menerima tanda kelepasan-Nya, atau menuruti pembicaraan orang yang sia-sia lalu mati di bawah senjata-senjata pembantai dari malaikat-malaikat.

Teman setiamu bagi pengumpulan
buah-buah pertama,

tertanda

V.H. Jezreel, H.B.
Direktur Pergerakan Anggota M A H K
5 T 80, 81

 

 255 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart