Surat 7
<< Go Back


7

BERHATI-HATILAH TERHADAP
NABI-NABI PALSU!

REKAN YANG KEKASIH,

 

Anda menyaksikan dengan jelas, bahwa melalui gambar-gambar kartun ini Sekolah Sabat triwulanan kita ingin anda memahami Kebenaran itu seperti halnya dalam Yesus karena hanya itulah yang akan membebaskan setiap orang. Dengan begitu untuk menjadi salah satu dari, atau salah satu bersama-sama dengan mereka 144.000 hamba-hamba Allah yang tidak memiliki tipu itu akan merupakan suatu kemenangan besar yang terakhir, kesentausaan yang kekal, dan hidup untuk selama-lamanya. Sekaranglah kesempatanmu dan anda tidak mungkin terlalu terlambat di siang hari. Karena alasan inilah saya menuliskan kalimat-kalimat ini bagimu. Dan karena nasehat dari Ilham mengatakan: “Belajarlah menunjukkan dirimu berkenan kepada Allah, sebagai pekerja yang tidak perlu malu, yang membagi-bagikan firman Kebenaran itu dengan benar” (2 Timotius 2 : 15), maka engkau pasti mengetahui bahwa inilah yang Allah menghendaki engkau perbuat.

Hendaklah dicatat bahwa mereka 144.000 itu bukan berasal dari bangsa-bangsa Kapir, melainkan benar-benar dari sidang saja, dari kedua belas suku bangsa bani Israel — dari keturunan-keturan Yakub (Wahyu 7 : 3 – 8). Jadi, untuk menyimpulkan bahwa tidak akan ada lagi yang melebihi 144.000 umat kesucian itu apabila Yesus datang pada kedua kalinya, akan sama dengan mengatakan bahwa tidak seorangpun dari bangsa-bangsa Kapir akan diselamatkan, yang mana tentunya akan bertentangan dengan ajaran-ajaran Alkitab, tidak sesuai dengan Yeremiah 8 : 20, tidak sejalan dengan kesaksian dari para nabi, sekalipun sejalan dengan hukum.

Lagipula, mereka 144.000 itu adalah hanya buah-buah pertama (Wahyu 14 : 4) maka dimana terdapat yang pertama tak dapat tiada harus ada juga buah-buah kedua, sebab jika tidak, tidak mungkin terdapat yang pertama. Karena ada suatu kebangkitan yang pertama, maka kita mengetahui bahwa ada kebangkitan yang kedua. Oleh sebab itu, maka orang-orang yang terlihat sesudah pemeteraian mereka 144.000 itu, rombongan besar dari segala bangsa itu ialah buah-buah kedua.

Di samping identifikasi garis keturunan mereka terdapat juga kata-kata “pertama,” “buah-buah”, “hamba-hamba Allah,” “dimeteraikan” dan “berdiri di Gunung Sion” dengan mana untuk mengidentifikasi siapa mereka 144.000 itu dan bagaimana mereka itu. Jelaslah mereka disebut buah-buah karena mereka adalah hasil dan “penuaian”, yaitu masa yang memisahkan lalang daripada gandum. Kata-kata “pertama” berarti juga bahwa mereka adalah hasil panen (kelompok) yang pertama yang dituai — yang dipisahkan daripada “lalang”, karena Yesus menjelaskan bahwa penuaian ialah masa dimana untuk memisahkan lalang daripada gandum (Matius 13 : 30). Penuaian itu disebut dengan berbagai ragam: (1) pembersihan sidang (Testimonies, vol. 5, p. 80); (2) pekerjaan penghabisan bagi sidang (Testimonies, vol. 3, p. 266); (3) masa dimana ikan yang jelek akan dibuang, dan ikan yang baik dimasukkan ke dalam keranjang-keranjang (Matius 13 : 47, 48); (4) penyucian kaabah kesucian (Daniel 8 : 14); (5) pembersihan kaabah (Maleakhi 3 : 1 – 3); (6) Pehukuman di dalam Rumah Allah (1 Petrus 4 : 17); (7) Pemeriksaan “Pengadilan” bagi orang hidup (Daniel 7 : 10). Anda mengetahui, inilah Kebenaran yang pasti, dan setiap orang Masehi Advent Hari Ketujuh juga mengetahuinya.

Kata-kata “dimeteraikan”, dimasukkan ke dalam “lumbung”, dimasukkan ke dalam “keranjang-keranjang”, dan sebagainya…. , semuanya adalah sebutan-sebutan yang melambangkan kesentausaan yang mutlak — sidang yang sudah disucikan selama Pehukuman di dalam Rumah Allah dan ditempatkan terpisah dari dunia. Pehukuman di dalam sidang menyaring keluar orang-orang berdosa yang tidak bertobat, tetapi Pehukuman di dunia memanggil masuk ke dalam sidang semua orang yang bertobat — umat Allah yang dipengaruhi Kebenaran — yang berbunyi: “Keluarlah daripadanya, hai umat-Ku, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya, dan supaya kamu tidak ikut menerima segala belanya.” Wahyu 18 : 4. Anda saksikan dengan jelas inilah Alkitab yang murni. Berhenti sejenak, pikirkan, periksalah beberapa kali, dan janganlah membiarkan kesempatan ini melewatimu.

Karena perkataan buah-buah pertama itu menganjurkan adanya buah-buah kedua, dan karena buah-buah pertama itu adalah hamba-hamba Allah (Wahyu 7 : 3, 4), maka buah-buah kedua tak dapat tiada dikumpulkan oleh buah-buah pertama. Dari kenyataan bahwa adalah sangat tidak mungkin bagi seseorang setara jujur mempertanyakan atau meragukan Kebenaran yang sedemikian jauh dikemukakan di sini mengenai masalah itu, maka dengan sendirinya orang akan bertanya: “Apa terjadi terhadap orang-orang berdosa yang tidak mampu bertahan dalam masa Pehukuman di dalam Rumah Allah (1 Petrus 4 : 17)? Nabi Yesaya memberi jawabannya sebagai berikut: “Karena, bahwasanya, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan kereta- kereta-Nya bagaikan suatu angin puyuh, untuk melampiaskan murka-Nya dengan berapi-api, dan hajaran-Nya dengan nyala-nyala api. Karena oleh api dan oleh pedang-Nya Tuhan akan berbicara kepada semua manusia: maka besarlah kelak jumlah orang yang dibunuh Tuhan. Mereka yang menyucikan diri sendiri, dan membersihkan diri di dalam taman-taman di balik sebatang pohon kayu di tengah-tengahnya, yang makan daging babi, dan pelbagai kekejian, dan tikus, akan dimusnahkan bersama-sama, demikianlah firman Tuhan. Maka Aku akan menaruh suatu tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengirim orang-orang yang luput dari antara mereka itu kepada bangsa-bangsa, ke Tarsish, Pul, dan Lud, orang pemanah ke Tubal, dan Jawan, ke pulau-pulau yang jauh, yang belum pernah mendengar kemasyuran nama-Ku, dan juga belum pernah melihat kemuliaan-Ku; maka mereka akan menyatakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa Kapir. Maka mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan keluar dari semua bangsa dengan menumpang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan unta berpelana dan bagal dan dengan kuda sembrani, ke bukit kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, sebagaimana bani Israel membawakan persembahan di dalam bejana yang suci ke dalam Rumah Tuhan”. Yesaya 66 : 15 – 17, 19, 20.

Kedatangan Tuhan ini jelas bukanlah kedatangan Kristus di dalam awan-awan, melainkan kedatangan dari Maleakhi 3 : 1 – 3 dan juga dari Matius 25 : 31 – 33 dan dari Testimonies, vol. 5, p. 690. Pada kedatangan ini Ia akan memisahkan orang-orang berdosa yang tidak bertobat dari orang-orang yang bertobat. Pemisahan di dalam Rumah Allah dilakukan dengan cara membinasakan orang-orang berdosa, tetapi pemisahan di dunia dilakukan dengan cara memanggil keluar orang-orang yang benar — dua hal yang berbeda, bukan? Orang-orang yang luput hidup-hidup akan diutus kepada segala bangsa yang belum mengenal Allah dan kemasyuran “nama-Nya, lalu dari sana mereka memanggil keluar buah-buah kedua itu, sesuai yang ditunjukkan dengan jelas oleh injil.

Panggilan “Keluarlah daripadanya, hai umat-Ku, agar jangan kamu terbabit dengan dosa-dosanya, dan jangan kamu ikut menerima segala belanya” (Wahyu 18 :  4) oleh karenanya akan merupakan pengumpulan buah-buah kedua itu selama Pehukuman bagi Orang-Orang Hidup, yaitu satu-satunya masa dimana dapat dikatakan dengan tepat “agar jangan kamu terbabit dengan segala dosanya.” Artinya, mereka itu dipanggil untuk masuk ke dalam sidang yang sudah disucikan, dimana tidak akan ada lagi dosa ataupun orang-orang berdosa di dalamnya, dan karena itulah tidak berbahaya oleh bela-bela itu — yaitu bahtera bagi zaman ini. Inilah terang dari Sorga yang bukan berasal dari manusia melainkan dari Allah sendiri, maka anda tentunya tidak dapat menutup mata daripadanya.

Kini dapatlah anda secara logis menanyakan: Dengan sarana-sarana apakah yang dipunyai malaikat-malaikat untuk memberitahukan siapa yang tergolong lalang dan siapa gandum ? Yeheskiel memiliki jawabannya: “Lalu firman Tuhan kepadanya: “Pergilah melalui tengah-tengah kota itu, melalui tengah-tengah Yerusalem, lalu bubuhlah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang dibuat di tengah-tengahnya. Dan kepada yang lainnya firman-Nya dalam pendengaranku: Pergilah kamu mengikuti dia melalui kota itu, dan bunuhlah; janganlah matamu menaruh sayang ataupun menaruh kasihan; bunuhlah seluruhnya baik tua maupun muda, baik anak-anak gadis, maupun anak-anak kecil, dan wanita-wanita; tetapi janganlah kamu menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu; dan mulailah kamu pada kaabah kesucianKu. Kemudian mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.” Yeheskiel 9 : 4 – 6. (Bacalah 5 Testimonies, p. 211; 3 Testimonies, pp. 266, 267). Lalang-lalang itu dikenal dari kenyataan bahwa mereka itu tidak berkeluh-kesah dan menangis karena berbagai kekejian yang dibuat di dalam sidang, dan karena sebab itulah mereka ditinggalkan tanpa dibubuhi tanda. Betapa seriusnya masa itu yang kini sudah berada di depan kita. Jauh lebih serius daripada Paskah di Mesir dahulu — yaitu contoh dari pekabaran Pehukuman bagi Orang-Orang Hidup, “tambahan kepada pekabaran yang ketiga” (Early Writings, p. 277).

Karena belum ada satu pun sidang secara keseluruhan yang pernah menyambut sebuah pekabaran baru yang tidak terkenal, dan karena para pendeta tanpa pandang bulu menyerang setiap pekabaran baru yang pernah datang kepada sidang-sidang, dan karena para pendeta Masehi Advent Hari Ketujuh sudah menolak pekabaran ini, sebagai pekabaran yang terakhir, dan sedang berbuat apa saja yang mungkin untuk menyingkirkannya dari para anggota, maka oleh karena itu barangkali mereka tanpa disadari sedang menyesatkan orang-orang pilihan itu, mereka 144.000 itu. Persoalannya adalah, bagaimana pekabaran itu akan kelak mencapai para anggota? Yeremiah mempunyai jawabannya sebagai berikut:

“Oleh sebab itu Aku akan membuang kamu keluar dari negeri ini ke dalam sebuah negeri yang tidak kamu ketahui, baik kamu maupun para nenek moyangmu; maka di sana kamu akan berbakti kepada dewa-dewa lain siang dan malam; dimana Aku tidak akan berkenan kepadamu.” Anda dapat cepat melihat bahwa nabi itu di dalam pasal ini, termasuk ayat ini, sedang berbicara tentang tercerai-berainya bani Israel ke seluruh negeri-negeri bangsa-bangsa Kapir. Namun ayat berikutnya berbicara tentang terkumpulnya mereka dan kembalinya mereka ke negeri leluhurnya; disana dimana mereka 144.000 itu pada akhirnya akan berdiri bersama-sama dengan Anak Domba itu; di sana di mana sidang yang sudah disucikan itu berada. “Oleh sebab itu, tengok, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa kelak tidak akan lagi dikatakan, Demi Tuhan yang hidup, yang telah menghantarkan bani Israel keluar dari negeri Mesir, melainkan, demi Tuhan yang hidup, yang telah menghantarkan bani Israel dari negeri utara, dan dari semua negeri kemana Ia telah mencerai-beraikan mereka itu: dan Aku akan membawa mereka kembali ke dalam tanah air mereka yang telah Ku karuniakan kepada para nenek moyangnya. Bahwasanya, Aku akan mengutus banyak nelayan, demikianlah firman Tuhan, maka mereka akan menangkap mereka itu seperti ikan; dan kemudian Aku akan mengutus banyak pemburu, dan mereka akan memburu mereka itu dari setiap gunung, dan dari setiap bukit, dan dari setiap lobang pada batu-batu karang.” Yeremiah 16 : 13 – 16.

“Hai umat-Ku, mereka yang memimpinmu itu membuatmu keliru, dan mereka menghancurkan jalan-jalanmu yang kamu lalui. Tuhan bangkit berdiri untuk mengimbau, dan berdiri untuk menghakimi umat. Tuhan akan memasukki pengadilan terhadap orang-orang bangsawan dari umat-Nya, dan para penghulu umatNya: Karena kamu sudah memakan habis kebun anggur itu; barang-barang rampasan dari orang-orang miskin terdapat di dalam rumah-rumahmu. Apakah maksudmu kamu memalu umat-Ku berkeping-keping, dan menendang wajah orang-orang miskin? demikianlah firman Tuhan Allah serwa sekalian alam”. Yesaya 3 : 12 – 15.

Anda perhatikan, injil inilah yang menunjukkan bahwa ia itu sedang berbicara kepada umat pada permulaan Pehukuman bagi Orang-Orang Hidup. Tuduhannya adalah bahwa anda telah menyesatkan umat itu, bahwa anda telah “memakan habis kebun anggur itu,” bahwa “barang-barang rampasan dari orang-orang miskin terdapat di dalam rumah-rumahmu.” Sisa dari pasal itu selanjutnya mengatakan bahwa dalam beberapa hal, kalau bukan pada umumnya, anda telah mengambil yang hidup dari orang-orang miskin dan telah menghadiahkannya kepada anak-anak gadismu, dengan mana mereka bermewah-mewah dan secara jahat mereka memamerkan dirinya sendiri. Karena adalah jelas bahwa anda tidak akan terus dibiarkan “menendang wajah-wajah orang miskin”, maka mengapakah tidak bertobat saja sekarang? Mengapa terus saja melakukan kejahatanmu, dan mengapa binasa di dalamnya?

Ada beribu-ribu kasus seperti halnya kasus Saudara A.L. Friis dari siapa conference telah mengambil beribu-ribu dollar, di samping perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan, bagi dana hari tua mereka, tetapi conference tidak berbuat apa pun untuk membantunya maupun untuk membayar rekening-rekening kesehatannya dalam usianya yang lanjut. Bahkan sewaktu diusulkan secara tertulis melalui surat kepada mereka dengan imbauan agar sedikit-dikitnya mereka mau membayar sebagian biaya penguburannya, ini pun mereka menolak dengan cara mendiamkannya begitu saja.

Allah telah menetapkan agar dinas kependetaan ditunjang oleh perpuluhan, tetapi anda sebagai Pendeta-Pendeta menghabiskan semuanya — perpuluhan, persembahan-persembahan sukarela, pungutan-pungutan dengan piring, Pengumpulan Penuaian, warisan-warisan dan apa saja yang lainnya. Dan sekalipun Roh Nubuatan telah memerintahkan kepadamu sejak bertahun-tahun lalu untuk membayar guru-guru yang memberi pelayanan kependetaan di college dengan uang-uang perpuluhan (6 Testimonies, p. 215), anda masih saja membayar mereka itu dari hasil uang sekolah dan uang pendaftaran yang dipungut dari para siswa. Demikian inilah anda membohongi para siswa itu dengan tujuan untuk memanfaatkan sendiri bagian guru yang sah dari perpuluhan. Sabat dan sidang telah anda alihkan menjadi lembaga-lembaga pencari laba gantinya lembaga-lembaga untuk istirahat, berdoa, memuja, dan belajar. Semuanya ini anda perbuat untuk mengenyangkan dirimu sendiri tetapi pun anda belum merasa cukup. Betapa tak terduga dalamnya usus-ususmu itu! Apakah anda masih tetap menyangkal bahwa anda telah memakan habis kebun anggur itu? Para Pendeta, memang ini suatu tuduhan yang mengerikan, tetapi adalah Allah sendiri yang mengeluarkannya.

Sekiranya bahan-bahan bacaanmu itu benar-benar baik, maka ia itu seharusnya tidak dijual dengan harga-harga yang sedemikian tinggi, melainkan sebaliknya ia itu harus dibagi-bagikan dengan percuma sehingga dengan demikian dapat disebarkan dimana-mana seperti daun-daunan luruh di musim gugur. Sekalipun demikian, kenyataannya terbalik, buku-buku yang seharusnya dijual seharga satu dollar sebuah anda jual dengan harga dua atau tiga dolar sebuah. Jika buku-buku itu dibagi-bagikan dengan percuma, dan sekiranya ia itu meyakinkan, ia itu seharusnya mendatangkan tambahan jiwa-jiwa yang besar jumlahnya sehingga dengan demikian menghasilkan lebih banyak lagi dalam perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan daripada harga-harga jual yang kini masuk. Sungguhpun demikian, cintamu akan uang membuatmu takut menempuh cara itu. Sekiranya ada sesuatu bacaan yang pernah dibagi-bagikan, maka para anggota juga yang akan diminta untuk membayarnya. Para Pendeta, semua fakta yang jelas ini secara bersama-sama membuktikan bahwa putera-putera Eli dahulu sama sekali tidak menjadi pelajaran bagimu. Bukankah begitu?

Perbuatanmu menumpuk secara diam-diam hasil rampasan dari orang-orang miskin, memutar-balikkan pengertian Alkitab, merusak keyakinan orang pada nabi-nabi (seperti yang terungkap pada surat sebelum ini), dan mempertahankan umat Allah tetap dalam kegelapan terhadap Pehukuman bagi Orang-Orang Hidup (“hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu”) adalah kejahatan yang sedemikian rupa belum pernah terjadi di antara umat Allah. Sekiranya anda memang melakukan perkara-perkara yang jahat ini secara buta, maka mengapa tidak mengakui sekarang kepada Tuhan bahwa Ialah yang benar dalam kata-kata-Nya yang mengatakan, bahwa engkau adalah “tidak terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan telanjang” — berkekurangan dalam segala perkara dan bukan tidak memerlukan apa-apa lagi (Wahyu 3 : 17). Bertobatlah daripada ketidak-percayaanmu supaya diampuni.  Biarkanlah Dia mengangkat kembali anda pada jabatan kependetaanmu.

Untuk menunjang apa yang telah kami katakan berkenan dengan kesombonganmu mengenai kemajuan Madzab Organisasi, maka kami sajikan angka-angka sebagai berikut: Sesuai Buku Tahunan Madzab Organisasi Gereja tahun 1952, perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan bagi tugas missionaris selama periode dua belas tahun, dari tahun 1938 sampai tahun 1950, adalah berjumlah $ 313,731,557.79 dan keberhasilan dalam keanggotaan adalah 286,761. Angka-angka ini menunjukkan bahwa para anggota dari tahun 1938 sampai tahun 1950 telah membayar kepadamu sebagai Pendeta tepatnya $ 1,094.05 untuk setiap anggota yang telah anda tambahi ke dalam sidang.

Gambarannya akan makin jelek apabila kita berpikir, bahwa anak-anak yang dibesarkan di dalam rumah tangga-rumah tangga Masehi Advent Hari Ketujuh selama masa periode yang sama melebihi jumlah keberhasilan itu dalam keanggotaan sidangnya. Telah diperkirakan dengan angka-angka yang sebenarnya, bahwa sesuatu gereja yang beranggotakan seratus orang dalam dua belas tahun (usia mana seorang anak dapat menggabungkan diri dengan sidang) akan meningkat sedikit-dikitnya 84 anak pada usia itu. Sesuai perbandingan ini, maka 469,951 anggota sidang — keanggotaan dalam tahun-tahun 1938 sudah akan memberikan 394,758 anggota sidang pada tahun 1950 yang dibesarkan di dalam rumah tangga-rumah tangga Masehi Advent Hari Ketujuh, sekiranya semua mereka itu tetap berada di dalam sidang. Di sini anda saksikan, bahwa anak-anak yang dibesarkan di dalam rumah tangga-rumah tangga Masehi Advent Hari Ketujuh dalam 12 tahun yang lewat adalah melebihi angka keberhasilan keanggotaan sidang itu dengan 107,997 jiwa selama masa periode yang sama.

Fakta-fakta yang sesungguhnya ternyata adalah sebagai berikut : Jika seluruh peningkatan dalam keanggotaan itu berasal dari orang-orang yang bukan umat (Gentiles), maka para anggota sudah akan kehilangan semua anak-anak mereka sendiri 394,758 orang, dan seharga $ 313,731,557.79 mereka telah membeli 394,758 orang bukan umat. Dan sekiranya mereka telah berhasil menyelamatkan semua anak mereka sendiri, maka peningkatan itu tanpa seorang pun yang bukan umat sudah akan berjumlah 394,758 dan bukan hanya 286,761 orang, dan $ 313,731,557.79 uang yang sukar didapat kepunyaan anggota itu sudah akan berada di dalam kantong mereka sendiri, dan bukan di dalam kantong-kantongmu, para Pendeta. Apakah ini sesuatu yang membanggakan? Kemakmuran? Apa sebenarnya?

Apakah yang telah menghanyutkan anak-anak Masehi Advent Hari Ketujuh ke dalam dunia gantinya ke dalam sidang? Dan apakah yang menghalangi para anggota menghantarkan para tetangga dan handai taulannya kepada sidang? Juga apakah yang telah mendorong keluar melalui pintu belakang sidang hampir sama banyaknya orang-orang yang baru ditobatkan dengan orang-orang yang dibawa masuk dari pintu depannya? — Jawabannya adalah jelas: pengumpulan targetmu yang tetap dan pengedaran piring melewati semua selama acara-acara gereja, dan karena anda membiarkan mereka lapar oleh tidak adanya makanan rohani yang murni dan sehat.

Kami berharap semoga anda tidak akan lagi menuduh kami sebagai keluar dari “landasan,” melainkan sebaliknya anda sendirilah sebagai Pendeta agar secepatnya kembali ke landasan.

Juga, kami ingin anda ketahui, bahwa para anggota adalah tidak sedemikian buta seperti yang anda sangka menurut kebanggaanmu yang palsu mengenai kemakmuran pengumpulan jiwa-jiwa yang tidak pernah didukung oleh fakta-faktamu yang mutlak itu. Keberhasilan yang sedemikian itu tidak pernah terjadi di sini di tanah air kita (USA), melainkan selalu di negeri-negeri yang jauh, negeri-negeri dimana tidak seorang pun dari kita berkesempatan untuk mengeceknya padamu. Mengapa tidak berbuat sesuatu di sini? Apakah orang-orang kapir jauh lebih dekat pada hatimu dari pada kami di tanah air?

Tuduhanmu yang terus menerus terhadap kami karena mengatakan bahwa anda mempraktikkan “keimmamatan palsu” ternyata tidak menyingkirkan kebenaran ini, para Pendeta, maka makin cepat anda memahaminya makin baik bagimu. Suatu bentuk keimmamatan palsu adalah sangat berbeda daripada bentuk perampokan terhadap orang miskin. Lagi pula, kami tidak menuduh anda dengan apa pun; kami hanya meminta perhatian anda kepada apa yang dikatakan oleh Ilham sendiri; kami hanya melaksanakan apa yang diperintahkan Ilham kepada kami. Berikut inilah tugas kami:

“Serukanlah dengan nyaring, jangan tahan, angkatlah suaramu bagaikan trompet, dan tunjukkanlah kepada umat-Ku semua pelanggaran mereka, dan isi rumah Yakub semua dosa mereka …. Bukankah ini keteguhan yang sudah kupilih? Untuk melepaskan belenggu-belenggu orang jahat, untuk melepaskan beban-beban yang berat, dan untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, dan agar engkau memutuskan setiap rantai? Bukankah itu berarti memberi rotimu kepada orang yang lapar, dan supaya engkau menghantarkan orang miskin yang  terbuang ke rumahmu? Apabila engkau melihat orang yang telanjang agar engkau menutupinya, dan agar tidak engkau menyembunyikan dirimu daripada dagingmu sendiri? Pada waktu itulah kelak terangmu memancar keluar bagaikan hari pagi, dan kesehatanmu akan muncul keluar dengan cepatnya: dan kebenaranmu akan berjalan mendahului kamu, kemuliaan Tuhan akan menjadi pahalamu”. Yesaya 58 : 1, 6 – 8.

Desas desusmu bahwa anda telah berhasil mematikan Tongkat itu, sehingga ia itu sedang mati, adalah pernyataan palsu yang lain lagi. Tidak, bukan Tongkat itu. Jangan lupa bahwa yang seperti penyelewenganmu itulah yang menyebabkan dipakunya beberapa pokok tulisan pada pintu-pintu gerbang katedral Wittenberg. Pokok-pokok tulisan itu anda saksikan kini sedang dipaku pada pintu-pintu setiap orang yang membiayai dan menunjang kejahatan-kejahatan yang kasar ini karena merampok para anggota dan karena menahan mereka dalam kegelapan dari Kebenaran Allah bagi zaman ini.

Kami yakin bahwa anda kini menyaksikan dengan jelas apa yang menyebabkan luka parah binatang itu sembuh kembali (Wahyu 13 : 3). Kami juga yakin bahwa anda kini menyadari akan kenyataan, bahwa tertawannya sidang oleh Iblis itulah yang membuat seluruh dunia heran mengikuti binatang itu (tidak mungkin seluruh dunia tanpa sidang).

Tentu bahwa jika anda hendak melepaskan diri hidup-hidup dari pembalasan Allah, maka anda sebagai Pendeta kini tidak akan berani menyangkal kenyataan-kenyataan ini, anda juga tidak akan berani menolak untuk bangkit lalu dengan sekeras-kerasnya memberitakan pembangunan dan reformasi di seluruh panjang dan lebarnya Laodikea. Para Pendeta, sekaliannya ini bukan kata-kata hampa. Dengarlah apa yang dikemukakan oleh paragraf-paragraf berikut:

“Betapa besarnya kesesatan yang dapat menimpa pikiran manusia daripada keyakinan bahwa mereka adalah benar, padahal mereka semuanya salah. Pekabaran dari Saksi Yang Benar itu menemukan umat Allah dalam kesesatan yang sangat menyedihkan, namun mereka jujur dalam kesesatan itu. Tidak mereka ketahui bahwa kondisi mereka adalah sangat menyedihkan pada pemandangan Allah. Sementara orang-orang yang dituduh itu menyombongkan dirinya bahwa mereka sedang berada dalam kondisi kerohanian yang dibanggakan, pekabaran dari Saksi Yang Benar memecahkan kesentausaan mereka dengan tuduhan yang mengejutkan mengenai kondisi kerohanian mereka yang sebenarnya, yaitu buta rohani, melarat, dan tidak terkasihan. Kesaksian yang sedemikian tajam dan keras itu tidak mungkin salah, karena itulah Saksi Yang Benar yang berbicara, maka kesaksiannya tak dapat tiada harus benar.” 3 Testimonies, pp. 252, 253.

“Allah tidak berubah terhadap hamba-hamba-Nya yang setia, yaitu mereka yang sedang mempertahankan jubah-jubahnya tetap bersih. Tetapi banyak orang sedang menyerukan, “Damai dan sejahtera,” padahal kebinasaan yang tiba-tiba sedang akan menimpa mereka. Jika tidak terdapat pertobatan yang sepenuhnya, jika orang-orang tidak merendahkan hatinya oleh pengakuan, lalu menyambut kebenaran itu seperti halnya dalam Yesus, maka mereka tidak akan pernah masuk ke sorga. Apabila penyucian itu kelak terjadi di tengah-tengah kita, maka kita tidak akan lagi beristirahat dengan santai, sambil membanggakan diri kaya dan telah meningkat dengan kekayaan, tidak memerlukan apa-apa lagi.

“Siapakah yang dapat dengan jujur mengatakan: “Emas kami sudah teruji dengan api; jubah-jubah kami tidak tercela oleh dunia”? Aku tampak Penunjuk Jalan kami menunjuk kepada jubah-jubah mereka yang disebut orang-orang benar itu. Ditelanjangi mereka itu, dibukakan-Nya kekotoran mereka itu di bawah. Kemudian firman-Nya kepada-Ku: “Tidakkah engkau melihat bagaimana mereka itu secara berpura-pura menutup-nutupi kekotoran dan kebusukan tabiatnya? “Bagaimana kota yang setia itu telah menjadi pelacur?” Rumah Bapak-Ku telah dibuat menjadi sebuah rumah dagang, suatu tempat dari mana kehadiran dan kemuliaan ilahi telah berlalu meninggalkannya. Karena alasan inilah terdapat kelemahan, dan tidak ada kekuatan.” 8 Testimonies, p. 250.

Kesaksian apa lagi yang lebih “tegas dan keras” daripada ini yang anda harapkan sebagai Pendeta?

Para Pendeta dan anggota, ini adalah benar-benar suara dari nubuatan, maka sebab itu, kini tidak ada lagi pertanyaan di dalam pikiranmu mengenai mengapa kami sedang bekerja secara ketat terbatas di dalam sidang dan bukan bagi dunia. Sekaranglah terlihat siapa yang menggunakan Kesaksian-Kesaksian itu keluar dari tempatnya; Kini tidak lagi ragu akan bangkitnya anggota dengan satu kesepakatan, lalu memutuskan semua belenggu yang mengikat orang-orang miskin dan yang menghalangi kemajuan injil.

Kini untuk menyimpulkan masalahnya, maka kami dalam Kebenaran dan dalam nama Kristus mengatakan kepadamu sebagai Pendeta dan anggota: Tidakkah anda hendak memuji-muji Allah yang demi kepentingan nyawamu, maka Kebenaran di dalam tiga surat yang berturut-turut, termasuk pula yang satu ini, telah mengungkapkan kepada anda semua bahwa dalam kebutaannya, kesesatan dan kesuamannya sendiri, maka malaikat sidangnya orang-orang Laodikea telah membuat rumah Allah menjadi sebuah kandang pencuri, telah dibuatnya injil Kristus menjadi barang dagangan terhadap umat-Nya, dan oleh memutar balikkan Alkitab ia telah mencoba mengacaukan keyakinan orang pada para nabi. Periksalah kembali surat-surat kami yang terdahulu.

Kelihaianmu yang mentaajubkan menutup-nutupi semua kebusukan tabiat ini lalu membuatnya tampak bagaikan sebuah taman bunga mawar di bawah sebuah langit yang cerah, merupakan sesuatu! Dan penyebab dari keras kepalamu untuk tetap menghalangi para anggota datang berhubungan dengan buku-buku Tongkat dan para penganutnya semuanya kini benar-benar dapat dimengerti. Kini ada hanya satu perkara untuk diperbuat jika anda hendak menyelamatkan muka lalu kembali memperoleh rahmat dan penghargaan Allah dan manusia, maka itu berarti anda supaya berdiri pada pihak Kebenaran, kemudian manfaatkanlah kemampuanmu yang indah itu untuk bertindak di seluruh Laodikea bagi suatu jalan kembali yang lengkap kepada Allah.

Saya berharap agar saya tidak menjadi musuh anda, para Pendeta, karena memberitahukan kepadamu kebenaran yang jelas dalam takut akan Allah dan bagi kebaikan hidup kekalmu sendiri. Sebaliknya agar supaya memperhatikan masalah-masalah itu yang terkandung di sini, dan berusahalah sekuat tenagamu agar luput daripada bencana besar yang kini sudah sampai di depan pintumu, dan di depan pintu setiap orang yang lalai berkeluh-kesah dan menangis karena segala kekejian yang ada di tengah-tengahmu (Yeheskiel 9 dan 5 Testimonies, pp. 80, 81).

Anda perhatikan, bahwa ini bukan Saudara Houteff melainkan pergerakan anggota, yang digerakkan oleh Roh dan sedang bekerja.

Salam persaudaraan bagi tindakan yang cepat
dan bagi suatu pembangunan dan reformasi
yang lengkap,

ttd.

V. H. Jezreel, H. B.
(Direktur Pergerakan Anggota Masehi Advent
Hari Ketujuh)
5 T 80, 81

 

 235 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart