Seorang gembala akan menyelesaikan apa yang banyak gembala lainnya gagal menyelesaikan
<< Go Back


SEORANG GEMBALA
AKAN MENYELESAIKAN
APA YANG BANYAK GEMBALA
LAINNYA GAGAL
MENYELESAIKAN

Oleh: Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent

Hari Ketujuh
Sabat, 16 Agustus 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

 

 
 
Marilah kita kembali ke buku Jeheskiel pasal 34, pasal inilah yang akan kita pelajari hari ini.
 
Jeheskiel 34 : 1, 2 :
“Maka datanglah firman Tuhan kepadaku bunyinya: Hai anak Adam, hendaklah engkau bernubuat melawan para gembala Israel; bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, Demikianlah firman Tuhan Hua kepada para gembala; Celakalah bagi segala gembala Israel yang memberi makan bagi dirinya sendiri! Bukankah sepatutnya para gembala memberi makan kepada kawanan domba?”
 
Jeheskiel, sebagaimana kita baca, telah diberikan suatu khayal dari hal gembala-gembala yang mementingkan diri sendiri, yang rakus dan yang tidak patut. Kini masalah pertama yang penting adalah menentukan apakah gembala-gembala yang suka mementingkan diri ini hidup di masa hidupnya Jeheskiel dahulu, atau sebelum masa hidupnya, atau sesudah masa hidupnya. Untuk mendapatkan keterangan ini, maka marilah kita baca –
 
Jeheskiel 34 : 23, 24 :
“Maka Aku akan mengangkat atas mereka itu kelak seorang gembala, maka Ia akan memberikan makan kepada mereka, yaitu Daud hambaku, maka ia akan memberikan makan kepada mereka, dan ia akan menjadi gembalanya. Dan Aku Tuhan akan menjadi Allah mereka itu, dan hambaku Daud itu akan menjadi raja di tengah-tengahnya; Akulah Tuhan yang sudah berfirman begitu.”
 
Para gembala yang mementingkan diri itu terhadap siapa nabi itu telah diperintahkan untuk menulis, kelak akan diganti oleh seorang gembala saja, yaitu Daud. Bilamana peristiwa ini jadi, maka umat Allah kelak akan mempunyai seorang gembala saja. Ini tentunya tidak mungkin dimaksudkan kepada Kristus sendiri, sebab tidak pernah Ilham memanggil namaNya Daud, melainkan justru sebaliknya Ilham memanggilNya A n a k Daud. Oleh karena umat Allah selalu mempunyai, bahkan masih memiliki banyak gembala, maka kebenaran jelas membuktikan bahwa Daud dari ayat-ayat 23 dan 24 itu masih akan datang, dan bahwa para gembala kepada siapa Ilham menyampaikan kata-kata ini adalah khusus mereka yang kelak akan diganti oleh Daud.
 
Jeheskiel, di masa itu, tidak diberikan khayal dari hal para gembala di masa hidupnya, maupun dari hal gembala-gembala sebelum masa hidupnya, melainkan dari hal gembala-gembala yang hidup sesudah masanya, yaitu masa di mana Allah akan membangkitkan Daud contoh saingan ini untuk memberikan makan kepada kawanan dombaNya yang lapar dan yang dilalaikan. Umat Allah kelak pada masa itu tidak lagi membaktikan diri kepada orang-orang asing, “Melainkan mereka akan berbakti kepada Tuhan Allahnya, dan kepada Daud rajanya, yaitu yang akan kubangkitkan kepada mereka itu.” — Jeremiah 30 : 9. Disinilah dapat kita saksikan, bahwa bukan saja Jeheskiel, melainkan juga Jeremiah telah memperoleh suatu khayal mengenai kebenaran yang sama ini. Yah, bahkan semua nabi pun.
 
Jeheskiel 37 : 24, 25 :
“Dan hambaKu Daud akan menjadi raja atas mereka itu, dan semua mereka akan memiliki seorang gembala saja. Mereka akan juga berjalan menurut hukumKu dan memeliharakan dan melakukan segala syariatKu. Dan mereka akan diam di dalam negeri yang telah Kukaruniakan kepada Yakub hambaKu, di tempat mana telah diam segala nenek moyangmu; maka mereka itu pun akan diam di sana, baik mereka baik anak cucunya sampai selama-lamanya, dan Daud hambaKu akan menjadi penghulu mereka sampai selama-lamanya.”
 
Oleh karena ini merupakan tambahan kepada “Pekabaran malaikat yang ketiga” (Early Writings, p. 277), dan oleh karena ini adalah pekabaran dari hal  j a m, maka tak dapat tiada hari berdirinya Kerajaan Daud itu sudah dekat. Marilah kita melihat kepada,
 
Hosea 3 : 4, 5 :
“Karena bani Israel akan tinggal dengan sunyi beberapa hari lamanya tanpa raja, dan tanpa seorang penghulupun, dan tanpa sesuatu korban, dan tanpa sesuatu patung, dan tanpa sesuatu efod, dan tanpa teraphim. Kemudian dari pada itu bani Israel akan kembali, Ialu kembali mencari Tuhan Allahnya dan Daud rajanya, dan mereka itu akan datang dengan gementar kepada Tuhan dan kepada kemurahanNya pada  a k h i r  z a – m a n”.
 
Beberapa hari lamanya itu kini sudah hampir berakhir, dan saat bagi digenapinya janji-janji Allah adalah pasti telah sampai di depan pintu sejarah kita.
 
Jeheskiel 34 : 3 :
“Bahwa kamu mengenyangkan dirimu dengan susu, dan kamu berpakaikan dirimu dengan bulu domba, dan kamu bantai yang tambun-tambun, tetapi tiada kamu memberi makan akan kawanan domba itu.”
 
Para gembala pada hari Kerajaan itu akan diperdirikan, telah dituduh oleh merampas apa saja yang dapat dirampasnya dari kawanan domba dan oleh karena tidak memberikan pengawasan apapun kepada kawanan domba. Semuanya inilah agar tidak kita lakukan.
 
Jeheskiel 34 : 4, 5 :
“Yang lemah tiada kamu kuatkan, dan yang sakit tiada kamu obati dan yang luka tiada kamu sembuhkan, dan yang terhalau tiada kamu bawa balik, dan yang sesat tiada kamu cari, melainkan dengan kekerasan dan kekejaman sudah kamu memerintah atas mereka itu. Maka tercerai berailah mereka itu karena tak ada gembala, maka mereka telah menjadi makanan segala margasatwa di padang, sebab sesatlah mereka.”
 
Sikap kelalaian ini pada pihak gembala-gembala itu telah menyebabkan para anggota mengembara dari faham yang satu ke faham yang lainnya dalam usaha mereka mencarikan makanan rohani serta pengawasan badaniah. Yah, begitulah kita sebut, mereka mengembara dari bukit yang satu ke bukit lainnya, banyak dari mereka secara simbolis telah menjadi makanan binatang-binatang (faham-faham), sebab tak ada gembala yang akan menggembalakan kawanan domba, melainkan terdapat para tukang cukur yang akan mengambil bulu-bulu domba dari punggung mereka, dan susu dari bawah rusuk-rusuk mereka. Memalukan benar! Maka siapakah berani menolak memberitakan apa yang Allah katakan?
 
Jeheskiel 34 : 6 – 10 :
“Kawanan dombaKu sesatlah di atas segala gunung dan di atas puncak segala bukit. Sesungguhnya, kawanan dombaKu telah tercerai berai di seluruh muka bumi, maka seorangpun tiada yang perduli, seorangpun tiada yang mencarikan akan dia. Sebab itu, hai kamu para gembala, dengarlah olehmu firman Tuhan: Sesungguh-sungguh Aku hidup, demikianlah firman Tuhan Hua, dengan sesungguhnya karena kawanan dombaKu telah menjadi mangsa, dan kawanan dombaKu telah menjadi makanan setiap margasatwa di padang, sebab tak ada seorang gembalapun, dan segala gembalaKu tiada perduli akan segala kawanan dombaKu, melainkan segala gembala itu menggembalakan dirinya sendiri, dan tidak memberi makanan akan kawanan dombaKu, sebab itu, hai gembala-gembala dengarlah olehmu firman Tuhan. Demikianlah firman Tuhan Hua. Bahwasanya, Aku akan melawan segala gembala itu, dan Aku akan menuntut kawanan dombaKu dari tangan mereka, dan akan Kupecat mereka dari tugasnya memberi makan kepada kawanan domba, dan tidak lagi para gembala itu akan memberi makan bagi dirinya sendiri, karena Aku akan melepaskan kawanan dombaKu dari mulut mereka, sehingga tidak lagi mereka menjadi makanannya.”
 
Jangan lagi membiarkan diri kita bodoh. Allah tak dapat diperolok-olok. Ia tidak akan membiarkan domba-dombaNya terus menerus, dan Ia pun tidak akan mempertahankan gembala-gembala yang tak dapat dipercaya itu untuk selamanya menggembalakan domba-dombaNya. Ia akan segera melepaskan mereka, dan akan menuntut agar mereka memberikan pertanggungan jawabnya bagi ketidak setiaannya. Demikian inilah, bahwa apa yang banyak gembala gagal melaksanakan, maka seorang gembala jua, yaitu Daud, yang akan di dalam pengendalian Allah dapat melaksanakannya.
 
Jeheskiel 34 : 13 :
“Maka Aku akan membawa mereka itu keluar dari pada segala bangsa, dan Kuhimpunkan mereka itu dari dalam segala negeri, dan akan Kubawa mereka itu kepada negerinya sendiri, dan akan Kugembalakan mereka itu di atas gunung-gunung Israel dan pada tepi segala sungai dan pada segala tempat yang didiami di negeri itu.”
 
Di dalam sejarah Daud contoh saingan ini Allah akan mengumpulkan kawanan dombaNya dari pada segala negeri di mana mereka telah tercerai berai, lalu membawa mereka kembali kepada tanahnya sendiri. Allah tidak lagi membiarkan mereka di gunung-gunung dan bukit-bukit orang-orang kapir. “Pada ketika itu bani Israel dan segala bani Yehuda akan berhimpun bersama-sama, lalu diangkatnya seorang penghulu atasnya, lalu berangkat keluar dari dalam negeri, karena besarlah kelak hari Jizriel itu. Kemudian dari pada itu bani Israel akan kembali, lalu mencari Tuhan Allah mereka, dan Daud rajanya, dan mereka itu akan datang dengan gementar kepada Tuhan dan kepada kemurahanNya pada akhir zaman.” Hosea 1 : 11 ; 3 : 5.
 
Jeheskiel 34 : 11 – 16 :
“Karena demikianlah firman Tuhan Hua. Bahwasanya Aku, bahkan Aku sendiri akan bertanya akan hal dombaKu, dan Aku akan mencari dia. Bagaikan seorang gembala memeriksa kawanan dombanya pada hari ia berada di tengah-tengah dombanya yang tercerai berai itu, demikian pula Aku akan memeriksa kawanan dombaKu, dan melepaskan mereka dari semua tempat di mana mereka telah tercerai-berai pada hari berkabut dan gelap. Dan Aku akan menghantarkan mereka keluar dari segala bangsa serta mengumpulkan mereka dari segala negeri, dan Kubawa mereka itu ke dalam negerinya sendiri, dan Kugembalakan mereka itu di atas segala gunung Israel dan pada tepi segala sungai, dan pada segala tempat tinggal negeri itu. Aku akan menggembalakan mereka itu pada tempat yang banyak rumputnya, dan pada gunung-gunung Israel yang tinggi itu akan terdapat kandangnya; di sana mereka itu akan berbaring dalam kandangnya yang baik, dan makan rumput di tempat-tempat yang gemuk di atas gunung-gunung Israel. Aku akan menggembalakan sendiri kawanan dombaKu, dan Aku akan memberi tempat mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan Hua. Maka yang sesat itu akan Kucari, dan yang terhalau itu akan Kubawa balik, dan yang luka itu akan Kusembuhkan, dan yang lemah itu akan Kukuatkan, tetapi Aku akan membinasakan yang gemuk dan yang kuat; Aku akan menggembalakan mereka dengan adil.”
 
” … Allah telah berjanji, bahwa di mana gembala-gembala didapati tidak setia, maka Ia sendiri akan mengawasi kawanan domba itu. Allah tidak pernah membiarkan kawanan domba itu bergantung sepenuhnya kepada alat-alat manusia saja. Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang datang dengan segeranya. Allah hendak memiliki suatu umat yang bersih dan benar. Dalam penyaringan besar yang segera akan jadi itu kita akan lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda menunjukkan bahwa masa itu sudah dekat bilamana Tuhan akan menyatakan bahwa kipasNya ada di dalam tanganNya, maka Ia akan selengkapnya membersihkan lantaiNya.” – Testimonies, vol. 5, p. 80.
 
JeheskieI 34 : 17 :
“Dan akan kamu, hai segala dombaku, demikianlah firman Tuhan Hua, bahwa sesungguhnya Aku akan memutuskan hukum antara ternak dengan ternak yaitu antara domba-domba jantan dan kambing-kambing jantan.” (Terjemahan yang lebih tepat).
 
Ilham kini berbalik dari para gembala itu lalu berbicara kepada kawanan domba, yaitu kepada para anggota biasa, lalu mengamarkan, bahwa terdapat dua jenis ternak (dua kelas anggota biasa), yaitu domba-domba jantan dan kambing-kambing jantan. Oleh karenanya ini merupakan suatu amaran kepada mereka, maka kita tidak boleh gagal untuk memberitakannya, dan mereka semestinya tidak gagal untuk mendengarkannya dan untuk bertindak. Untuk alasan istimewa inilah, maka “Amaran Sekarang” telah diterbitkan serta disebar-luaskan bagaikan daun-daunan di musim gugur.
 
Jeheskiel 34 : 18 :
“Belum cukup bagimu mendapat makanan di tempat yang berkelimpahan rumputnya? Patutkah kamu lagi mengirik-irik sisa makananmu dengan kakimu? dan setelah sudah kamu minum air yang duduk itu, patutkah kamu keruhkan sisanya dengan kakimu?”
 
Sebagian dari ternak itu dituduh karena terlalu memilih-milih, karena dimakannya dan diminumnya hanya dari pada apa yang disukainya, dan karena menginjak-injak sisa-sisa makanan dan minumannya. Mereka hanya menerima Kebenaran, yaitu yang dapat disetujuinya sebagai Kebenaran, tetapi menolak yang selebihnya. Untuk ini kita ikuti suatu contoh:
 
“Pekerjaan saya telah banyak sekali mengecewakan, karena telah saya saksikan, bahwa apa yang telah Allah rencanakan tidak dapat terselesaikan………. Saudara-Saudara ini mengambil pendirian berikut ini: Kami percaya akan khayal-khayal itu, tetapi Sister White dalam menuliskannya telah memasukkan kata-katanya sendiri, maka kami akan mempercayai hanya bagian itu yang kami perkirakan berasal dari Allah, dan kami tidak akan mematuhi yang lainnya.” — Testimonies, vol. 1, p. 234.
 
Tuduhan yang berbunyi, Hai kamu ‘yang berkeras hati untuk mempercayai s e m u a  yang telah dikatakan oleh para nabi’, yang telah dilontarkan terhadap kedua murid itu, adalah suatu tantangan bagi masing-masing kita. Tak seorangpun di antara kita adalah sama besarnya dengan Tuhan, namun Ia percaya akan s e m u a yang ditulis para nabi. Percaya dengan selengkapnya terhadap segala nabi adalah yang membuat umat Allah suatu bangsa yang besar. Terlihat di sini, bahwa “barangsiapa ………… yang merendahkan dirinya ia itu kelak akan ditinggikan,” dan “barangsiapa yang meninggikan dirinya kelak akan direndahkan.” Lukas 14 : 11.
 
Sesungguhnya bagi saya, saya tidak akan mempermasalahkan apapun yang telah dibicarakan Allah melalui para nabiNya. Saya yakin, bahwa Ia tidak akan berbohong; bahwa Ia sangat mampu untuk mengendalikan semua tulisan dari para nabiNya; sehingga Ia tak mungkin memberikan janji-janji yang sia-sia; bahwa Ia mampu untuk memenuhi semua yang dikatakanNya; bahwa semua nubuatanNya tidak pernah gagal. Saya menyambut dengan cepat semua janji-janji tuduhanNya sebagaimana juga dengan semua janji-janji pujianNya. Saya mempelajari semua kewajiban saya dengan senang hati sebagaimana yang telah digariskan olehNya sebagaimana juga saya mempelajari semua janji-janji kemuliaanNya.
 
Jeheskiel 34 : 19 :
“Dan karena bagi segala dombaKu telah dimakannya apa yang telah dipijak-pijak dengan kakimu, dan diminumnya apa yang telah kamu keruhkan dengan kakimu.”
 
Umat Allah yang sejati, yang sesungguhnya besar itu, menerima a p a yang oleh mereka yang dikenal sebagai orang-orang pandai itu telah diinjak-injak dengan kakinya.
 
Jeheskiel 34 : 20, 21 :
“Sebab itu demikianlah firman Tuhan Hua kepada mereka, bahwa sesungguhnya Aku, bahkan Aku sendiri akan memutuskan hukum antara ternak yang tambun dan antara ternak yang kurus. Oleh sebab kamu telah menekan yang Iemah-lemah itu dengan lambung dan pahamu, serta menanduk-nanduk mereka, sehingga kamu telah menghalaukan mereka itu pergi.”
 
Ada suatu kelas anggota-anggota sidang yang mendorong dengan sikut dan bahunya terhadap orang-orang yang tidak disukainya, yaitu umumnya orang-orang yang tidak sama sifat sombongnya dengan mereka itu. Mereka inilah yang akan melaksanakan tindakan-tindakan hukumnya. Dan mereka yang akan mengalami penindasan-penindasan sedemikian agar hendaknya tidak perlu merasai luka, agar tidak perlu kecewa, karena merekalah yang empunya Kerajaan, selama mereka tidak ‘m e n e k a n’ dan ‘m e n a n d u k’ orang-orang lain. Para pembuat keragu-raguan dan para ‘p e n g h a I a u’ kelak akan menerima upahnya.
 
Jeheskiel 34 : 22 – 25 :
“Sebab itu Aku akan datang menyelamatkan kawanan dombaKu, maka mereka kelak tidak akan lagi menjadi rampasan; maka Aku akan memutuskan hukum di antara ternak dengan ternak. Dan Kuangkat atasnya kelak seorang gembala yang akan menggembalakan mereka itu, yaitu Daud hambaKu; maka iapun akan memberi makan mereka itu, dan ia akan menjadi gembalanya. Dan Aku ini Tuhan dan AlIah bagi mereka itu, dan hambaKu Daud akan penghulu di tengah-tengahnya; bahwa Aku ini Tuhan sudah berfirman begitu. Dan Aku akan membuat suatu perjanjian Selamat dengan mereka itu, dan Kuhapuskan kelak segala binatang yang buas dari pada tanah itu, sehingga mereka itu boleh duduk di padang belantara dengan sentausa dan boleh tidur di tengah-tengah hutan.”
 
Adanya pergolakan-pergolakan di antara kedua belah pihak, pihak kependetaan dan pihak anggota di waktu ini akan segera berakhir. Para pelanggar kelak akan tidak lagi bercampur bersama-sama mereka yang setia. Kelak tidak akan ada lagi orang-orang munafik berjalan bersama-sama dengan mereka yang jujur. Umat Allah kelak tidak akan lagi diwajibkan untuk mendengarkan setiap angin doktrin. Mereka kelak tidak lagi dilalaikan ataupun ditinggalkan menderita dengan takut.
 
Oleh karena kita kini berhadapan muka dengan muka dengan Ilham, dan telah diberikan kepada kita perbedaan antara yang benar dan yang salah, maka kita telah ditinggalkan tanpa sehelai jubahpun untuk bersembunyi dibawahnya. Dapatlah kita kini dengan bijaksana memilih antara berbakti kepada Allah atau berbakti kepada diri sendiri dan manusia; antara berharap kepada Allah untuk mempelajari firmanNya bagi diri sendiri atau berharap kepada manusia mempercayakan orang lain mempelajari firman itu bagi kita Ialu menceriterakan kepada kita apakah kebenaran itu dan apakah kepalsuan itu. Dapatlah kita kini memutuskan apakah membiarkan keragu-raguan menguasai kita atau membuka hati kita sehingga Kebenaran itu dapat mengambil tempat di dalamnya. Kini kita boleh menjadi bagaikan objek-objek yang gelap yang terdiri di sudut-sudut ataupun bagaikan terang-terang yang bercahaya pada puncak segala gunung. “Maka mereka yang bijaksana itu kelak akan bercahaya-cahaya bagaikan terang cuaca di langit, dan mereka yang membalikkan banyak orang kepada kebenaran itu kelak bagaikan bintang-bintang kekal selama-lamanya.” Daniel 12 : 3.
 
Jeheskiel 34 : 26 :
“Dan Aku akan membuat mereka serta segaIa tempat yang mengelilingi bukitKu suatu berkat, dan Aku akan menurunkan hujan pada musimnya; akan turun hujan berkat yang lebat-lebat.”
 
Kita sering menyanyikan nyanyian, “Akan Turun Hujan-Hujan Berkat”, tetapi kini terserah kepada kita – kita dapat memperolehnya atau kita dapat lari menjauhinya. Orang-orang yang menerima semua pemberian Allah, semua yang ditulis oleh para nabi, ke atas merekalah hujan-hujan akan turun dengan lebatnya. “Hanya mereka yang berhasil melawan pencobaan di dalam Dia Yang Maha Kuasa akan diijinkan ikut mengambil bagian dalam memberitakannya (Pekabaran malaikat yang ketiga) bilamana itu kelak berkembang menjadi seruan keras.” – The Review and Herald, November 19, 1908.
 
Jeheskiel 34 : 27 :
“Maka segala pohon di padangpun akan memberi buah-buahnya, dan tanahpun akan memberi hasilnya, dan mereka itu akan selamat sentausa di tanahnya, dan kelak diketahuinya, bahwa Aku ini Tuhan bilamana sudah Kupecahkan segala ikatan bebannya dan bilamana sudah Kulepaskan mereka dari tangan orang-orang yang telah memperhambakan mereka itu.”
 
Kelak akan turun hujan-hujan berkat yang limpah, dan kelak akan terjadi penuaian yang limpah pula. Semua ini akan jadi bilamana ikatan-ikatan beban kita telah dipecahkan, bilamana kita telah dilepaskan dari tangan-tangan orang-orang yang telah menggembalakan dirinya sendiri gantinya menggembalakan kawanan domba itu.
 
Jeheskiel 34 : 28, 29 :
“Dan tiada lagi mereka itu menjadi rampasan bagi orang kapir, dan tiada lagi mereka itu dimakan oleh margasatwa yang di atas bumi, melainkan mereka itu akan duduk dengan selamat sentausa, dan seorangpun tiada yang akan mengejutkan mereka itu. Maka Aku akan mempertumbuhkan bagi mereka itu suatu tanaman yang terkenal, maka di dalam negeri itu mereka tidak akan lagi dihapuskan oleh lapar, dan tiada lagi mereka itu menanggung kecelaan segala orang kapir.”
 
Bukan saja Allah akan melepaskan umatNya dari tangan-tangan saudara-saudaranya yang tidak setia dan kejam itu, melainkan Ia juga akan melindungi mereka dari pada menjadi mangsanya orang-orang kapir, dan dari berbagai macam faham-faham lainnya.
 
Jeheskiel 34 : 30, 31 :
“Demikian akan diketahuinya, bahwa Aku ini Tuhan Allahnya, adalah sertanya, dan bahwa mereka itu, yaitu isi rumah Israel adalah umatKu, demikianlah firman Tuhan Hua. Dan adapun akan kamu, hai, segala dombaKu, kawanan domba dari padangKu, kamulah manusia, dan Akulah Allahmu, demikianlah firman Tuhan Hua.”
 
Allah tidak menyangkal dan meninggalkan kawanan dombaNya. Dengan Iemah lembut Ia memanggil mereka “Kawanan dombaKu”, dan menjaminkan kepada mereka sekali lagi, bahwa Ia adalah Allah mereka. Dengan sungguh Ia akan menetapkan bagi mereka itu seorang gembala untuk menyelesaikan  a p a  yang banyak gembala lainnya telah gagal melaksanakan. Sekaranglah kesempatan bagi Saudara untuk berpesta pora dengan “makanan pada waktunya” yang terdapat pada tangan gembala pilihan Allah, atau Saudara akan kelaparan dengan sisa-sisa kulit yang terdapat pada tangan sejumlah besar gembala-gembala lainnya itu,

 

 
 
******

 247 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart