Pembaharuan kembali negeri Kristen dan pembedahan hati
<< Go Back


 

 

PEMBAHARUAN KEMBALI
NEGERI KRISTEN
DAN PEMBEDAHAN HATI

 

 
Oleh: Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent
Hari Ketujuh
Sabat, 23 Agustus 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

 

 
Pokok pembicaraan kita untuk sore hari ini adalah Pembaharuan kembaIi Negeri Kristen dan pembedahan hati, Pokok ini kita jumpai pada buku Jeheskiel pasal yang ketiga puluh enam.
 
Jeheskiel 36 : 1 – 10 :
“Juga, engkau hai anak Adam, bernubuatlah olehmu kepada gunung-gunung Israel, dan katakanlah, Hai gunung-gunung Israel, dengarlah olehmu firman Tuhan. Demikianlah firman Tuhan Hua; oleh karena musuh, telah mengatakan melawan kamu, Hai, bahkan segaIa bukit yang tua itu kelak akan jadi pusaka kita. Sebab itu bernubuatlah dan katakanlah, demikianlah firman Tuhan Hua, oleh sebab mereka telah membuat kamu sunyi, dan telah menelan kamu pada sekeIiIingmu, sehingga kamu menjadi bagian pusaka segaIa bangsa kapir yang lagi tinggal, dan kamu sudah dikata-katai orang dan sudah difitnah oleh segala lidah. OIehnya itu, hai segala gunung Israel, dengarlah olehmu firman Tuhan Hua; demikianlah firman Tuhan Hua kepada segala gunung, dan kepada segala bukit, kepada segala sungai, dan kepada segala lembah, kepada segala timbunan batu kerobohan, dan kepada segala kota yang ditinggalkan yang telah menjadi rampasan dan penghinaan kepada yang lagi tinggal dari segala bangsa kapir sekeliling. Sebab itu demikianlah firman Tuhan Hua; sesungguhnya dengan api kebencianKu telah Aku berbicara melawan mereka yang lagi tinggal dari bangsa kapir itu, dan melawan semua orang Edompun, yang telah memilih tanahKu menjadi milik pusaka mereka dengan segala kesukaan dan kegembiraan hatinya, dan dengan kehangatan nafsunya, seperti kalau ia itu sudah terbuang untuk dijarahi. Sebab itu bernubuatlah engkau akan hal tanah Israel, dan katakanlah kepada segala gunung, dan kepada segala bukit, kepada segala sungai, dan kepada segala lembah; demikianlah firman Tuhan Hua, bahwa Aku berbicara dengan kebencianKu dan dengan murkaKu, sebab kamu telah menanggung malu segala bangsa kapir itu. Sebab itu, demikianlah firman Tuhan Hua, bahwa Aku sudah bersumpah, bahwa sesungguhnya segala bangsa kapir sekelilingmu itu akan menanggung malunya sendiri. Tetapi kamu, hai gunung-gunung Israel, kamu akan bertumbuh-tumbuh pula segala cabang-cabangmu, dan kamu akan memberi buah-buahmu kepada umatku Israel, karena hampirlah mereka itu datang. Karena sesungguhnya Aku adalah bagimu, dan Aku akan kembali kepadamu, maka kamu akan dipekerjakan dan ditaburi. Dan Aku akan memperbanyak manusia di atasmu, seluruh isi rumah Israel, bahkan semua dari padanya, maka segala kota akan didiami dan segala kerobohan akan dibangun kembali.”
 
Ayat-ayat ini kini terlihat di dalam susunan pekabaran dari hal jam itu, menunjukkan bahwa masanya orang-orang yang tidak percaya itu akan segera berakhir, bahwa umat pilihan Allah akan kembali dan akan memiliki negeri mereka untuk selama-lamanya.
 
Jehezkiel 36 : 11 – 14 :
“Dan Aku akan memperbanyakkan di atasmu baik manusia baik binatang, maka mereka itu akan bertambah-tambah dan berbiak-biak, dan Aku akan memberi kamu tinggal seperti pada zaman dahulu-dahulu, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu barang yang baik, terIebih banyak dari yang dahulu-dahulu, maka akan diketahui olehmu, bahwa Aku ini Tuhan. Ya, Aku akan membuat manusia berjalan di atasmu, yaitu umatKu Israel, maka mereka akan memiliki kamu, dan kamu akan menjadi bagian pusakanya, maka semenjak itu tiada lagi kamu merampas mereka dari tangan manusia. Demikianlah firman Tuhan Hua, oleh karena mereka mengatakan kepadamu, Engkaulah sebuah negeri yang memakan habis akan orang dan yang merampas segala bangsamu; sebab itu tiada lagi engkau akan makan habis akan orang, dan tiada lagi engkau merampas akan segala bangsamu, demikianlah firman Tuhan Hua.”
 
Ayat-ayat ini tak dapat disalah artikan untuk dimaksudkan kepada kembalinya orang-orang Yahudi dari Babilon, sebab dikatakan di sini, bahwa negeri itu tidak akan lagi “memakan habis manusia, juga tidak lagi dirampas segala bangsamu”, sementara sebaliknya sejarah menunjukkan, bahwa semenjak orang-orang Yahudi kembali dari Babilon negeri itu telah memakan habis — tidak terdapat perdamaian yang lama. Lagi pula pasal ini adalah khusus berbicara tentang “isi rumah Israel” yaitu kerajaan dari sepuluh suku itu, yang sampai kepada hari ini tidak pernah kembali semenjak ia dipecah-belahkan oleh orang-orang Assiria.
 
Jehezkiel 36 : 15 – 22 :
“Dan Aku adakan kelak, bahwa segala hojat orang kapir akan dikau tiada akan kedengaran lagi, dan tiada lagi engkau akan menanggung kecelaan segala bangsa, dan tiada lagi engkau akan membuat segala bangsamu jatuh, demikianlah firman Tuhan Hua. Lagi-lagi datang firman Tuhan kepadaku bunyinya, Hai anak Adam! Adapun bangsa Israel itu tatkala mereka itu duduk di dalam negerinya dicemarkannya dengan kelakuannya dan dengan perbuatannya, maka jalan mereka itu dihadapan hadiratKu bagaikan kecemarannya seorang perempuan yang terbuang. Oleh karena itu Kucurahkan kehangatan murkaKu ke atas mereka karena sebab segala darah yang telah ditumpahkannya dalam negeri itu, dan karena segala berhala tahinya dengan mana mereka telah mencemarkan negeri itu; maka Aku mencerai beraikan mereka itu di antara segala bangsa kapir, Ialu tercerai-berailah mereka itu kepada segala negeri; bahwa Aku sudah memutus hukum atas mereka itu sesuai kelakuannya dan sesuai segala perbuatannya. Maka datanglah mereka itu di antara segala orang kapir, setelah sampai di sana dihinakannya juga namaKu yang suci, sebab katanya kepada mereka itu, bahwa inilah umat Tuhan, maka keluar juga mereka itu dari dalam negeriNya Tuhan. Namun Aku sayang akan namaKu yang suci itu yang telah dihinakan oleh bangsa Israel di antara segala orang kapir kemana mereka telah pergi. Sebab itu katakanlah olehmu kepada bangsa Israel, demikianlah firman Tuhan Hua, bukanlah oleh karenamu Aku melakukan ini, hai bangsa Israel, melainkan karena demi namaku yang telah kamu permalukan di antara segala bangsa kapir ke mana kamu telah pergi.”
 
OIeh kata-kata firman ini dapatlah kini dimengerti, bahwa Allah tidak melakukan ini bukanlah karena umatNya yang kemarin ataupun umatNya yang sekarang telah berlaku baik, melainkan karena Ia harus menegakkan namaNya, dan Ia harus membiarkan bangsa-bangsa kapir mengetahui, bahwa mereka dapat mengusir keluar umatNya dari negeri itu h a n y a jika Ia mengijinkan kepada mereka untuk bertindak begitu oleh alasan kejahatan umatNya.
 
Jehezkiel 36 : 23 – 26 :
“Maka Aku akan menguduskan namaKu yang besar itu, yang telah dicemarkan di antara segala bangsa kapir, yaitu yang telah kamu cemarkan di tengah-tengah mereka itu, maka segala bangsa kapir itu kelak akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, demikianlah firman Tuhan Hua, apabila Aku dikuduskan di antara kamu di hadapan mata mereka itu. Karena Aku akan mengambil kamu dari antara segala orang kapir dan menghimpunkan kamu dari pada segala negeri Ialu membawa kamu ke dalam negerimu sendiri. Pada waktu itu akan Kupercikkan air bersih kepadamu, maka kamu akan menjadi suci dari pada segala kecemaranmu dan dari pada segala berhala tahimu Aku akan menyucikan kamu. Suatu hati yang baru juga akan Kuberikan kepadamu, dan suatu roh yang baru akan Kumasukkan ke dalam dirimu, maka hati batu akan Kulalukan dari dalam tubuhmu, dan hati daging akan Kukaruniakan kepadamu.”
 
Jelaslah akan terlihat, bahwa sebelum kamu dan saya dapat siap untuk diobahkan, kita harus pertama-tama siap untuk pergi masuk ke dalam Tanah Perjanjian itu, untuk di sana disucikan, di sana hat-hati batu kita disingkirkan. Yah, satu-satunya jalan untuk dapat terlaksananya pembedahan hati ini pada diri kita adalah membiarkan Tuhan pertama-tama mengumpulkan kita dari antara segala bangsa kapir lalu membawa kita masuk ke dalam negeri kita sendiri. Karena “pada waktu itulah Aku akan,” demikianlah firman Tuhan, “memercikkan air bersih ke atas kamu,” dan “suatu hati yang baru juga akan kukaruniakan kepadamu, dan suatu roh yang baru akan kumasukkan ke dalam dirimu.”
 
Dalam menghadapi ini, maka saya ingin mengetahui siapa yang kelak dapat hidup dengan Kristus selama seribu tahun itu tanpa pertama-tama terlebih dulu pergi ke negeri itu, untuk di sana disucikan dan di sana memperoleh hati yang baru?
 
Jehezkiel 36 : 27 – 32 :
“Dan Aku akan mengaruniakan RohKu ke dalam bathinmu, dan Kuadakan supaya kamu menurut segala syariatku, dan memeliharakan dan melakukan segala hukumKu. Maka kamu akan duduk di dalam negeri yang sudah Kukaruniakan kepada nenek moyangmu, maka kamu akan menjadi umatKu, dan Aku akan menjadi Allahmu. Dan Aku akan melepaskan kamu dari pada segala kecemaranmu, dan Aku akan berseru mendatangkan gandum, dan akan melimpahkannya, dan tiada lagi Aku membiarkan bela kelaparan di antara kamu. Dan Aku akan melimpahkan buah-buah segala pohon dan hasil segala bendang, sehingga tiada lagi kamu dicela oleh kelaparan di antara segala bangsa kapir. Pada masa itu kamu kelak ingat akan segala jalanmu yang jahat itu serta semua perbuatanmu yang tidak baik, maka kamu akan muak terhadap dirimu sendiri di hadapan pemandangan matamu karena semua kejahatanmu serta karena segala kekejianmu. Bukan oleh karena kamu Aku membuat ini, demikianlah firman Tuhan Hua, baiklah kamu tahu! Hendaklah kamu malu dan kena bera muka (tercengang) akan segala kelakuanmu, hai bangsa Israel.”
 
Tuhan mengetahui bagaimana seharusnya menyelamatkan; Ia mendapatkan umatNya telah tercerai-berai di antara segala bangsa sehingga bilamana Ia memulangkan kembali mereka, maka mereka akan terkenang akan akibat dari pada semua perbuatan jahatnya, dan demikianlah mereka akan muak terhadap semua kejahatannya.
 
Jehezkiel 36 : 33 – 36 :
“Demikianlah firman Tuhan Hua, pada hari Aku menyucikan kamu kelak dari pada segala kejahatanmu Aku akan juga membuat kamu berdiam di segala kota, maka segala kerobohan batu akan dibangun kembali. Maka tanah yang rusak akan diusahakan kembaIi di mana saja terdapat kerusakan yang tampak di mata segala orang yang berjalan lalu. Maka mereka akan mengatakan, Tanah ini yang dahulu rusak kini telah menjadi bagaikan Taman Eden; maka kota-kota yang dahulu sunyi, rusak dan hancur kini telah dipagari dan ditinggali bagaikan kota benteng. Pada masa itu akan diketahui oleh segala bangsa kapir yang lagi tinggal di sekelilingmu, bahwa Akulah Tuhan yang telah membangun kembali segala tempat yang binasa, dan menanam kembali apa yang telah tandus; bahwa Aku ini Tuhan sudah berfirman begitu, maka Aku akan melakukannya.”
 
Semua keajaiban ini, Saudara lihat, Tuhan membuatnya di negeri Israel dan di depan mata segala orang kapir. Semua inilah peristiwa-peristiwa yang perlu jadi sebelum masa seribu tahun itu.
 
Jehezkiel 36 : 37 :
“Demikianlah firman Tuhan Hua, dalam hal ini juga Aku akan diminta oleh isi rumah Israel untuk melaksanakannya bagi mereka, Aku akan memperbanyakkan mereka itu kelak orang-orangnya bagaikan suatu kawanan domba banyaknya.”
 
Umat pilihan Allah, ayat ini menyatakan, akan berdoa memohonkan agar kata-kata firman ini terpenuhi. Apa yang sedang engkau lakukan, Saudara, Saudari? Adakah engkau sedang berdoa bagi segala perkara ini? Ataukah engkau sedang bergumul melawannya? Janganlah kamu berani mengatakan, “Itu tak berarti”, sebab sikap ketidak percayaan sedemikian akan mempersulit bagimu untuk memasuki Kerajaan itu, sebagaimana halnya orang-orang di masa sebelum air bah dahulu telah dipersulit untuk memasuki bahtera.
 
Jehezkiel 36 : 38 :
“Bagaikan kawanan domba yang suci, bagaikan kawanan domba Jerusalem di dalam segala perayaannya yang besar, maka demikianlah kelak segala kota yang rusak itu dipenuhi dengan kawanan-kawanan manusia; maka akan diketahui oleh mereka itu, bahwa Akulah Tuhan.”
 
Masih adakah sesuatu keragu-raguan di dalam hati seseorang di antaramu? Oh, bagaimana mungkin masih terdapat keragu-raguan? Ayat-ayat ini, Saudara lihat, sesungguhnya tidak lagi memerlukan interpretasi apapun. Tidak ada lagi ajaran yang lebih jelas dari pada ini di dalam Alkitab. Engkau tak dapat menutup mata dari padanya lalu mengharapkan juga untuk kelak diperhitungkan di antara orang-orang yang percaya akan Firman Allah.
 
Kini kita saksikan, bahwa harus terjadi pembaharuan kembali negeri serta pembedahan hati – supaya Kerajaan Allah dapat memulai di atas bumi di depan mata segala bangsa kapir supaya itu menjadi suatu kenyataan, dan supaya tidak akan lagi terdapat di dalamnya baik orang berdosa maupun sesuatu hati batu. Bukankah ini lebih menarik dari pada khayalan, bukankah ini Kerajaan yang sangat rohaniah itu yang sudah sering sekali didengar?
 
Eliyah sesungguhnya akan datang pertama-tama untuk mengembalikan segala perkara. Dan kita pada akhirnya akan jadi sebagaimana halnya ADAM pada masa kejadian dahulu, yaitu hidup di dalam Taman Eden, dan berpesta pora di atas pohon hayat.
******

 

 214 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart