Yang mati dan yang hidup sama-sama membentuk isi rumah Israel; Gog gagal
<< Go Back


YANG MATI DAN
YANG HIDUP SAMA-SAMA
MEMBENTUK ISI RUMAH
ISRAEL; GOG GAGAL

 

 

Oleh: Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent
Hari Ketujuh
Sabat, 30 Agustus 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas,
Amerika Serikat

 

 

Pokok pembicaraan kita hari ini terdapat di dalam buku Jehezkiel pasal 37 sampai dengan pasal 39. Pasal-pasal ini adalah cukup panjang, maka waktu tidak akan memungkinkan kita untuk membaca setiap ayat, ataupun bahkan mengomentarinya dengan panjang lebar. Olehnya itu kita tidak akan mencoba untuk berbicara meliputi semua ayat dari pasal 38 dan pasal 39, ataupun menyebutkan semua yang dapat disebut. Namun demikian ayat-ayat yang kita lewati itu sesungguhnya tidak perlu lagi dikomentari, sebab oleh pertolongan terang ini sebagai pegangan jika Saudara mempelajari pasal-pasal itu pada waktu senggang, kebenaran dari padanya sudah akan terlihat jelas dengan sendirinya.

Jehezkiel 37 : 1 – 12 :
“Tangan Tuhan adalah di atasku, maka dihantarNya akan daku keluar oleh Roh Tuhan, lalu didudukkanNya aku ditengah-tengah lembah yang penuh dengan tulang-tulang orang mati, maka dibawaNya aku berjalan mengelilinginya, dan heran, maka adalah amat banyak sekali di atas tanah lembah yang terbuka itu; dan heran semuanya kering sekali. Maka firmanNya kepadaku, Hai anak Adam, dapatkah semua tulang ini hidup kembali? Maka sembahku, Ya Tuhan Hua, Engkau juga yang mengetahuinya. Kembali Ia berfirman kepadaku, bernubuatlah atas tulang-tulang ini, dan katakanlah kepada mereka, hai kamu tulang-tulang kering, dengarkanlah olehmu akan firman Tuhan. Demikianlah firman Tuhan Hua kepada tulang-tulang ini, bahwa sesungguhnya Aku akan memasukkan napas ke daIammu, maka kamu akan hidup pula. Dan Aku akan membubuhkan urat-urat kepadamu, dan menumbuhkan daging padamu, dan menutupi kamu dengan kuIit dan memberi napas di dalammu, maka kamu akan hidup, maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan.

Demikianlah aku bernubuat sesuai yang diperintahkan kepadaku; maka sementara aku bernubuat itu datanglah suatu bunyi, maka terIihatlah suatu kegoncangan, maka segaIa tulang-tulang itu menghampirilah bersama-sama tulang kepada tulangnya, maka sementara kulihat, bahwasanya datanglah urat-urat dan daging ke atasnya, maka kulit menutupinya sebelah atas, tetapi belum ada nafas didaIamnya. LaIu kataNya kepadaku, bernubuatlah kepada angin, bernubuatIah, hai, anak Adam, dan katakanlah kepada angin, demikianlah firman Tuhan Hua; marilah dari ke empat penjuru angin, hai nafas, dan hembuslah ke atas orang-orang mati ini, agar mereka dapat hidup pula. Demikianlah aku bernubuat sebagaimana diperintahkanNya kepadaku, dan datanglah nafas itu kepada mereka, maka hiduplah mereka, dan berdirilah mereka di atas kaki-kakinya suatu baIa tentara yang teramat besar.

LaIu firmanNya kepadaku, hai anak Adam, bahwa tulang-tulang ini adaIah segenap isi rumah Israel; bahwasanya kata mereka itu. Tulang-tulang kami sudah kering, dan harapan kami sudah lenyap, dan kamipun sudah putus sama sekali. Sebab itu bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, demikianlah firman Tuhan Hua; bahwasanya, hai umatKu, Aku akan membuka kubur-kuburmu, laIu membangkitkan kamu keluar dari kubur-kubur, laIu membawa kamu ke daIam negeri Israel.”

Disini kita saksikan bagaimana orang-orang mati akan dibangkitkan. Pertama-tama tulang-tulang berkumpul bersama-sama tulang kepada tulang. Selanjutnya daging dipertambahkan, kemudian ditutupi dengan kulit, dan akhirnya nafas diberikan kepada mereka. Di dalam buku Kejadian kepada kita diceriterakan, bahwa tubuh Adam terbuat dari pada tanah liat, kemudian nafas diberikan kedalam lobang-lobang hidungnya lalu jadilah ia suatu jiwa yang hidup. Oleh mengkombinasikan udara dengan tanah liat manusia menjadi suatu jiwa yang hidup. Demikianlah Injil menyatakan, bahwa kebangkitan hanyalah sekedar suatu ciptaan kembali. Manusia memperoleh suatu tubuh yang baru berasal dari yang semula, namun supaya merupakan manusia yang sama yang pernah hidup dan mati lalu kemudian dihidupkan kembali, maka perlu kepadanya diberikan pengetahuan inteligensia serta kenangan terhadap pengalaman hidupnya yang semula. Sesungguhnya orang hidup itu mengetahui bahwa mereka akan mati kelak, tetapi orang mati tidak mengetahui apapun sepanjang mereka berada di dalam kubur-kuburnya. Alkatib 9 : 5, 6.

Jehezkiel 37 : 13, 14 :
“Maka akan diketahui olehmu bahwa Akulah Tuhan apabila Aku membukakan segala kuburmu, dan membawa naik akan kamu dari dalam kuburmu, hai segala umatKu, dan Aku akan memberikan Rohku di dalam kamu, maka kamu akan hidup, dan Aku akan menempatkan kamu di dalam negerimu sendiri; pada waktu itulah akan diketahui olehmu, bahwa Akulah Tuhan yang sudah berfirman begitu dan sudah membuatnya. Demikianlah firman Tuhan.”

Bukan saja akan dibangkitkanNya umatNya keluar dari dalam kubur-kubur mereka, melainkan juga akan dibawaNya mereka itu ke dalam negeri Israel. Orang mati hidup kembali sesungguhnya merupakan sesuatu keajaiban tetapi tidak terlalu ajaib diperbandingkan kepada sesuatu ulat yang menguburkan dirinya sendiri ke dalam tanah atau yang memasukkan dirinya sendiri ke dalam kepompong atau sejenisnya lalu pergi menjadi tidak sadar, kemudian merubah bentuknya menjadi seekor kupu-kupu yang indah yang beterbangan di udara dan bukan lagi merayap di tanah. Hal ini serta banyak lagi keanehan lainnya tidak menampakkan keajaiban-keajaiban, sebab semua itu adalah kejadian-kejadian biasa setiap hari. Jika pada mulanya Allah telah dapat menciptakan bumi ini tidak dari pada sesuatu apapun, maka Ia tentunya dapat saja dengan lebih mudah menciptakan kembali manusia dari pada sewaktu memulainya, sebab sedikit-dikitnya Ia telah memiliki tulang-tulangnya dan pengetahuan inteligensianya dari hal baik dan jahat.

Jehezkiel 37 : 15 – 19 :
“Dan Iagi datanglah firman Tuhan kepadaku, bunyinya, Adapun engkau, hai anak Adam, ambillah akan dirimu sepotong kayu, dan tuliskanlah di atasnya, Bagi Yehuda (kerajaan dari dua suku itu), dan bagi segala bani Israel kawan-kawannya; lalu ambillah sepotong kayu yang lain, dan tuliskanlah di atasnya, Bagi Yusuf, kayu Efraim (Kerajaan sepuIuh suku itu), dan segenap bangsa Israel kawan-kawannya; lalu rapatkanlah satu dengan yang Iainnya sehingga menjadi satu, maka ia itu akan menjadi satu jua di dalam tanganmu. Maka bilamana bani bangsamu kelak berkata kepadamu, bunyinya: Tiadakah engkau mau memberi tahu kami apa yang kau maksudkan dengan semuanya ini? Katakanlah kepada mereka, demikianlah firman Tuhan Hua, bahwasanya Aku akan mengambil kelak kayu Yusuf yang di tangan Efraim itu dan segala suku bangsa Israel kawan-kawannya, dan Aku akan memperhubungkan mereka dengan dia, yaitu dengan kayu Yehuda, dan kujadikan mereka itu sebatang kayu jua, maka mereka akan kelak menjadi satu di dalam tanganKu.” (Terjemahan yang Iebih tepat).

Di sini kepada kita dijelaskan, bahwa kedua kerajaan kuno itu, sebagai contoh (types), akan kelak dikembalikanNya dan dipersatukanNya. Dan dengan demikian itu akan terlihat contoh saingannya.

Jehezkiel 37 : 20, 21 :
“Maka kayu yang padanya telah engkau tulisi itu hendaklah berada di dalam tanganmu di hadapan mata mereka itu. Lalu katakanlah kepada mereka itu, demikianlah firman Tuhan Hua, bahwasanya Aku akan mengambil kelak bani Israel dari antara segala orang kapir ke mana mereka itu sudah pergi, dan Aku akan menghimpunkan mereka itu dari mana-mana, lalu membawa kembali mereka ke dalam negerinya sendiri.”

Orang-orang yang setia dari antara semua keturunan Israel itu yang telah tercerai berai ke  segala bangsa, secara tegas diceritakan kepada kita, akan dikumpulkan lalu dibawa kembali ke dalam negerinya sendiri. Namun kita supaya tidak salah mengartikan keturunan-keturunan dari semua suku Jakub ini kepada orang-orang tidak beriman bangsa Yahudi sekarang yang kini sedang berjuang untuk menguasai tanah Palestina. Perhatikanlah, bahwa kerajaan yang diramalkan di sini akan dibentuk terdiri dari hanya orang-orang yang bertobat kepada Kristus kebanyakan dari segala suku yang telah tercerai berai dan tidak dikenal lagi di antara segala bangsa kapir, termasuk pula keturunan-keturunan dari mereka yang telah membentuk gereja Kristen yang mula-mula, yaitu orang-orang yang tidak lagi disebut dirinya orang-orang Yahudi melainkan orang-orang Kristen. Mereka ini, di samping orang-orang yang berasal dari bangsa-bangsa kapir yang telah menggabungkan diri dengan Kristus tak dapat tiada akan membentuk Kerajaan ini yang mendahului masa Seribu Tahun itu di Tanah Perjanjian.

Jehezkiel 37 : 22 :
“Maka Aku akan menjadikan mereka itu satu bangsa jua di dalam negeri di atas segala pegunungan Israel; dan seorang raja akan menjadi raja atas mereka sekaliannya, dan tiada lagi mereka itu dua bangsa, dan tiada Iagi mereka itu dibagi menjadi dua kerajaan.”

Perhatikanlah, bahwa penghiburan ini adalah tetap; dan oleh karena tidak terdapat orang-orang berdosa di dalamnya, maka jelaslah sebagaimana terlihat di semua perpustakaan kita, bahwa ini adalah hasil dari “Pehukuman di dalam isi Rumah Allah” (1 Petrus 4 : 17) – Pehukuman bagi orang-orang hidup, yaitu pembersihan sidang, pemisahan ikan yang jelek dari pada ikan yang baik (Matius 13 : 47, 48), penyucian tempat suci (Daniel 8 : 14) – penuaian terhadap buah-buah pertama : 144.000 yang akan berdiri di atas gunung Sion bersama dengan Anak Domba itu (Wahyu 14 : 1) – “Mereka yang lagi tinggal itu”. Kemudian menyusul pengumpulan buah-buah yang kedua itu.

Walaupun demikian pengetahuanmu mengenai segala perkara ini tidak akan bermanfaat bagimu jika tidak engkau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi salah seorang dari, atau salah seorang dengan mereka yang 144.000 itu. Lagi pula engkau harus memiliki minyak tambahan di dalam botol-botolmu (Matius 25 : 1 – 12) sekarang sementara semuanya itu masih tersedia dengan bebasnya. Berusaha mendapatkannya kemudian tidak akan menguntungkanmu, sebab mereka yang terlambat datang kelak akan mendapatkan pintu sudah tertutup. Ketokan mereka pada pintu akan hanya membuat mereka mendengarkan kata-kata Tuan itu yang berbunyi: “Pergilah kamu dari sini,” “Saya tidak pernah mengenalmu sebelumnya.” (Matius 7 : 23). Sesungguhnya engkau wajib segera menggunakan kesempatan untuk menerima minyak pemberi terang ini sekarang juga sementara semuanya ini telah dibawa sampai ke depan pintu rumahmu jika terdapat sesuatu kebaikan dalamnya bagimu.

Jehezkiel 37 : 23 :
“dan tiada lagi mereka itu akan mencemarkan dirinya dengan berhala tahinya, atau dengan segala barangnya yang keji ataupun dengan apapun pelanggarannya, melainkan Aku akan melepaskan mereka itu dari pada segala tempat mereka itu telah berbuat dosa, dan Aku akan menyucikan mereka itu. Demikianlah mereka akan menjadi umatKu, dan Aku akan menjadi Allahnya.”

Setelah semua rakyat dari kerajaan-kerajaan Yehuda dan Israel dikumpulkan dari antara semua bangsa kapir dan setelah mereka sendiri menjadi suatu bangsa dan suatu kerajaan “pada waktu itulah” mereka akan disucikan, dan bukan pada sebelumnya, demikianlah dikatakan di dalam Injil. Dari sinilah dapat Saudara saksikan, bahwa inilah pekerjaan pembersihan Tempat Suci itu (Daniel 8 : 14), yaitu pembersihan sidang (Testimonies, vol. 5, p. 80) – penyucian kaabah (Maleakhi 3 : 1 – 3) – masa penuaian – penghapusan dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran dari orang-orang yang bertobat serta penyingkiran orang-orang yang tidak bertobat. Inilah Pehukuman bagi orang-orang hidup itu yang kelak akan membersihkan sidang. Ini akan membawa sidang terpisah dari dunia, lalu melengkapinya untuk tugas pengumpulan orang-orang (Wahyu 18 : 4) – membuatnya menjadi sebuah bahtera untuk waktu ini, yaitu tempat berlindung bagi semua orang yang ingin melepaskan diri dari segala bela itu. Kemudian dari pada itu semua umat akan tetap bersih. Mereka tidak akan lagi berdosa. Mereka adalah umat Allah yang bersih dan setia untuk selama-Iamanya. Olehnya itu belum pernah datang kepada umat Allah sebelumnya sesuatu pekabaran yang lebih penting dari pada ini.

Jehezkiel 37 : 24 – 28 :
“Dan hambaKu Daud itu akan menjadi raja atas mereka itu, maka mereka semuanya akan memiliki seorang gembala, mereka akan juga berjalan menurut hukum-hukumKu serta mematuhi semua syariatKu dan melaksanakannya. Dan mereka akan tinggal di dalam negeri yang telah Kukaruniakan kepada Jakub hambaKu di tempat mana telah diam segala nenek moyangmu, maka mereka akan diam di sana, baik mereka baik segala anak cucunya sampai selama-lamanya; dan Daud hambaKu itu akan menjadi penghulu mereka itu sampai selama-lamanya. Lagi pula Aku akan membuat suatu perjanjian damai dengan mereka itu, yaitu suatu perjanjian yang kekal dengan mereka itu; maka Aku akan menempatkan mereka serta memperbanyakkan mereka itu, dan Aku akan menempatkan tempat suciKu di tengah-tengah mereka itu untuk selama-lamanya. Tempat kedudukanKu (tabernacle) akan juga berada dengan mereka itu, sesungguhnya Aku akan menjadi Allahnya dan mereka akan menjadi umatKu. Maka segala orang kapir kelak akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan yang menyucikan Israel, bilamana tempat suciKu kelak akan berada di tengah-tengah mereka itu untuk selama-lamanya.”

Jelaslah, pada waktu itu, segala perkara ini akan jadi di depan mata segala orang kapir, sehingga mereka dapat saksikan serta mengetahui apa yang Allah telah lakukan bagi umatNya. Dengan demikian akan diketahui mereka, bahwa Ia mencintai mereka.

Jehezkiel 38 : 1, 2 :
“Dan datanglah firman Tuhan kepadaku bunyinya: Hai, anak Adam, tunjukanlah mukamu kepada Gog, tanah Magog, penghulu utama dari Meshech dan Tubal, dan bernubuatlah meIawan dia.” (Terjemahan yang lebih tepat).

Gog di sini disebut sebagai seorang penghulu utama, yaitu raja dari Meshech dan Tubal. Kedua kota ini, yaitu Meshech dan Tubal di dalam sejarah yang Ialu terletak di Asia, di sebelah selatan Laut Hitam dimana kini terdapat kekaisaran Turki.

Jehezkiel 38 : 8 :
“Sesudah beberapa hari engkau akan dikunjungi : dalam tahun-tahun kemudian engkau akan datang ke dalam negeri, yang sudah dikembalikan dari pada pedang, dan yang sudah dihimpunkan dari pada banyak bangsa, melawan segala pegunungan Israel, yang sudah lama selalu merupakan kerubuhan batu, tetapi telah dihantar keIuar dari pada segala bangsa, Ialu mereka akan tinggal dengan selamat sentausa sekaliannya.”

“Beberapa hari” itu sesudah mana Gog dikunjungi adalah periode seribu tahun itu. Hari-hari kemudian itu di mana Israel akan kembali kepada negerinya, dan waktu di mana Allah akan pergi melawan mereka adalah periode sebeIum masa seribu tahun itu.

Jehezkiel 38 : 9 :
“Pada masa itu engkau akan naik dan datang bagaikan guruh yang membinasakan, engkau akan jadi bagaikan awan yang menutupi negeri, yaitu engkau berikut segala bala tentaramu, serta banyak bangsa sertamu.”

Sebutan “naik dan datang bagaikan angin ribut”, mengemukakan bahwa segala perkara ini akan jadi di dalam sejarah pesawat terbang.

Jehezkiel 38 : 10 – 12 :
“Demikianlah firman Tuhan Hua, kelak akan jadi juga, bahwa pada hari itu juga akan terbit di dalam pikiranmu beberapa perkara maka engkau akan memikirkan suatu rencana jahat, dan engkau akan berkata demikian, aku akan naik kepada negeri yang tak berpagar tembok kampung-kampungnya; aku hendak mendatangi mereka yang sedang beristirahat yang tinggal dengan sentausanya, yang kesemuanya tinggal tanpa berpagar tembok tanpa ada padanya kancing ataupun pintu gerbang. Untuk merampas serta untuk menjarahi barang-barang, untuk mengendalikan tanganmu ke atas tempat-tempat yang sunyi yang kini telah didiami, dan ke atas suatu umat yang telah dikumpulkan dari pada segala bangsa, yang telah memiliki ternak dan barang-barang, yang diam di tengah-tengah negeri itu.” (Terjemahan yang lebih tepat).

Oleh karena negeri Israel itu kelak tidak akan memiliki tenaga-tenaga pengaman manusia apapun yang dapat dilihat, maka ini akan tampak kepada Gog, bahwa ia tidak akan banyak menjumpai kesulitan dalam merampok orang-orang dari negeri itu.

Jehezkiel 38 : 13 :
“Sheba dan Dedan dan segala saudagar dari Tarshish berikut semua penyamun kawannya itu akan berkata kepadamu. Apakah engkau datang hendak merampok? Sudahkah engkau mengerahkan segala tentaramu untuk merampas barang? Untuk membawa pergi perak dan emas, untuk membawa pergi ternak dan barang-barang, untuk mengambil barang rampasan yang banyak?”

Negeri-negeri dan orang-orang tetangganya ini yang menanyakan kepada Gog untuk menceritakan kepada mereka rencana misinya, ternyata tidak ikut berkomplot dengan dia.

Jehezkiel 38 : 14 – 17 :
“Sebab itu, hai anak Adam, bernubuatlah dan katakanlah kepada Gog, demikianlah firman Tuhan Hua; Pada hari itu bilamana umatKu Israel duduk dengan selamat sentausa, tidakkah akan kamu mengetahuinya? Bahkan engkau akan datang dari tempatmu, dari sebelah utara sekali, yaitu kamu berikut banyak orang sertamu, sekaliannya mengendarai kuda, yaitu suatu rombongan besar, dan suatu bala tentara yang kuat perkasa; maka engkau akan datang naik melawan umatKu Israel; bagaikan awan menutupi negeri itu; itu akan jadi pada hari-hari kemudian, maka Aku akan membawa dikau melawan negeriKu, supaya diketahui oleh segala bangsa kapir akan Daku bilamana Aku akan disucikan di tengah-tengahmu, hai Gog, di depan mata mereka. Demikianlah firman Tuhan Hua; Engkaukah dia yang dari halnya Aku sudah berfirman pada zaman dahulu kala melalui hamba-hambaKu nabi-nabi Israel itu, yang pada zaman dahulu kala sudah bernubuat, bahwa Aku akan mendatangkan dikau melawan umatKu?”

Jelaslah, bahwa Kerajaan Israel ini didirikan di hari-hari kemudian (in the latter days = di akhir zaman), yaitu pada hari-hari sebelum masa seribu tahun itu, sebab setelah Kerajaan itu berdiri, maka Gog akan membuka perang melawannya. Sesungguhnyalah, bahwa ini tak mungkin jadi sesudah masa seribu tahun itu, sebab kemudian dari pada itu segala bangsa dari keempat penjuru bumi, Gog dan Magog berikut mereka, akan mengurung berkeliling, bukan terhadap segala pegunungan Israel, melainkan terhadap Yerusalem baru. Lagi pula pada waktu itu mereka yang terbunuh tidak akan dikubur melainkan dibakar sampai menjadi habu (Wahyu 20 : 9, 10; Maleakhi 4 : 1).

Jehezkiel 38 : 23 :
“Demikianlah Aku akan memuliakan diriKu, dan menyucikan diriKu; maka Aku akan dikenal di mata banyak bangsa, dan akan diketahui mereka, bahwa Akulah Tuhan.”

Jehezkiel 39 : 1 – 7 :
“Oleh karena itu akan dikau, hai anak Adam, bernubuatlah melawan Gog, dan katakanlah, demikianlah firman Tuhan Hua; bahwasanya Aku akan melawan dikau, hai Gog, raja dari Meshesch dan Tubal; dan Aku akan membalikkan kamu, dan membiarkan hanya seperenam bagianmu, dan akan membuatmu datang naik dari sebelah utara sekali, lalu membawa kamu naik ke atas segala pegunungan Israel; maka Aku akan mematahkan busur dari tanganmu kiri, dan membuat segala anak panahmu jatuh dari tanganmu yang kanan. Engkau akan rebah mati di atas segala pegunungan Israel, yaitu engkau berikut semua bala tentaramu dan segala orang yang bersama denganmu; Aku akan memberikan kamu kepada berbagai jenis burung buas dan kepada binatang-binatang di padang untuk dimakannya. Kamu akan rebah mati di padang terbuka karena Aku sudah berfirman begitu, demikianlah firman Tuhan Hua. Dan Aku akan mengirimkan suatu api ke atas Magog dan di antara mereka yang tinggal dengan kelalaiannya di pulau-pulau; maka mereka akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan. Demikianlah akan kubuat namaKu yang suci itu terkenal di tengah-tengah umatKu Israel; dan tidak akan kubiarkan mereka menajiskan namaKu kembali; dan orang kapir akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, Dia yang suci itu di Israel.”

Saudara saksikan, Gog akan gagal merampok umat Allah. Ia sebaliknya akan binasa di atas pegunungan-pegunungan Israel.

Jehezkiel 39 : 8 – 15 :
“Bahwa sesungguhnya ia itu sudah datang, dan sudah terlaksana, demikianlah firman Tuhan Hua : Inilah hari itu Aku sudah berfirman akan halnya. Maka mereka yang tinggal di dalam kota-kota Israel akan keluar dan mereka akan menyalakan api Ialu membakar habis segala alat senjata, baik perisai, selukung, busur, anak panah, lembing, maupun tombak, maka mereka akan membakarnya dengan api tujuh tahun lamanya, sehingga tiada lagi mereka itu pergi mengambil kayu di padang atau menebang kayu di rimba, karena mereka akan membakar senjata-senjata itu dengan api, dan mereka akan merampas orang-orang yang telah merampas mereka dan merampok orang-orang yang telah merampok mereka, demikianlah firman Tuhan Hua. Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Aku akan memberikan kepada Gog suatu tempat pekuburan di sana di antara Israel, yaitu lembah orang-orang perjalanan pada tepi laut sebelah timur, maka ini akan menyekat hidung orang-orang perjalanan, dan di sanalah akan dikuburkan mereka akan Gog berikut segala bala tentaranya, maka mereka akan menamai tempat itu Lembah Hamon – Gog. Maka seluruh isi rumah Israel akan menguburkan mereka itu tujuh bulan lamanya agar mereka dapat menyucikan tanah itu. Sesungguhnya segala orang di tanah itu akan menguburkan mereka, maka kelak akan jadi terkenal bagi mereka hari itu di mana Aku akan dipermuliakan, demikianlah firman Tuhan Hua. Maka mereka akan mengasingkan beberapa orang pekerja tetap yang akan berjalan melewati seluruh tanah itu untuk bersama-sama dengan orang-orang perjalanan menguburkan mereka yang masih tertinggal di permukaan bumi, untuk menyucikan tanah itu, maka pada akhir dari tujuh bulan itu mereka akan memeriksanya. Maka orang-orang perjalanan yang melewati seluruh tanah itu apabila tampak olehnya sesuatu tulang manusia, maka ia wajib mendirikan sesuatu tanda pada sisinya sampai kelak orang-orang yang akan menguburkannya itu berhasil menguburkannya di Lembah Hamon-gog.”

Oleh karena ayat-ayat ini tidak lagi memerlukan penjelasan, maka kita maju terus ke –

Jehezkiel 39 : 22 – 29 :
“Demikianlah isi rumah Israel akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan Allah mereka itu semenjak hari itu dan seterusnya. Dan segala orang kapir akan mengetahui, bahwa isi rumah Israel sudah dibawa dengan tertawan oleh karena kejahatan mereka, sebab mereka telah mendurhaka melawan Aku, olehnya itu telah Kusembunyikan mukaKu dari pada mereka, dan telah Kuserahkan mereka kepada tangan musuh-musuhnya, demikian itulah telah jatuh mereka seluruhnya dimakan pedang. Sesuai dengan kekejian mereka serta sesuai dengan segala pelanggaran mereka itu telah Kulakukan baginya, dan telah Kusembunyikan mukaKu dari pada mereka. Oleh karena itu, demikianlah firman Tuhan Hua, sekarang Aku akan membawa kembali para tawanan Jakub itu, dan Aku akan mengasihani seluruh isi rumah Israel, dan gairahKu akan bernyala-nyala demi karena namaKu yang suci, sesudah mana mereka telah memikul segala kecelaannya dan segala pelanggarannya oleh mana mereka telah mendurhaka melawan Aku, apabila mereka itu duduk dengan sentausanya di dalam negerinya dan seorangpun tiada yang akan mengejutkan mereka. Apabila sudah Aku membawa balik mereka dari pada segala bangsa, dan menghimpunkan mereka dari pada segala negeri musuh-musuhnya, dan sudah Aku dikuduskan di tengah-tengah mereka itu di hadapan mata banyak bangsa; kemudian akan diketahui mereka, bahwa Akulah Tuhan, Allah mereka itu yang telah membiarkan mereka dibawa dengan tertawan di antara segaIa bangsa kapir, tetapi Aku telah menghimpunkan mereka ke dalam negerinya sendiri dan tiada Kubiarkan seorangpun dari padanya tertinggal di sana. Tidak lagi akan Kusembunyikan mukaKu dari pada mereka, karena sudah Kutuangkan RohKu ke atas isi rumah Israel, demikianlah firman Tuhan Hua.”

Saya tidak tahu adanya pasaI-pasaI di dalam Alkitab yang lebih jelas dari pada pasal-pasal buku Jehezkiel ini. Pasal-pasal ini tidak memerlukan penjelasan apapun lagi. Tetapi walaupun demikian gereja telah mengesampingkannya seolah-olah pasaI-pasaI ini tidak terdapat di daIam Alkitab. Bahkan di waktu ini para pendeta bukannya mengajarkan berapa lama lagi pasal-pasal ini akan segera digenapi, yaitu berdirinya Kerajaan itu, mereka maIahan sedang berusaha dengan sekuat tenaga mengacaukan pikiran para anggota serta menutup-nutupi Injil itu menjadi sesuatu yang rahasia. Demikianlah bukti demi bukti menunjukkan, bahwa malaikat sidangnya orang-orang Laodikea itu adalah buta, sehingga bagaimanapun ini tidak juga diketahuinya.

Sekarang pada persimpangan jalan inilah nasib kekaI dari pada semua hamba Allah akan diputuskan. Kini mereka harus memilih salah satu langkah, apakah langkah Paulus yang telah dipaksa untuk diambilnya dalam perjalanannya ke Damaskus ataukah langkah Judas yang telah diambilnya sewaktu berada di ruangan tingkat atas setelah Gurunya selesai membasuh kakinya. Saudara saksikan, ini bukanlah ucapan manusia; ini adalah kata-kata Allah, kata-kata Alkitab.

Saudara kini diberi kesempatan untuk menjadi seorang Daniel, untuk menjadi seorang Ayub, untuk menjadi seorang Stephanus, untuk menjadi seorang Luther, untuk menjadi seorang Miller, atau untuk menjadi seorang White. Saya berharap agar tidak seorangpun dari padamu memilih menjadi seorang ahli Torat atau seorang Parisi. Mereka adalah orang-orang yang suka sekali mencari-cari salah, tetapi sangat bodoh untuk dapat melihat Kebenaran. Kau ketahui, bahwa yang sedemikian itu tidak pernah dapat membawa seorangpun ke dalam Kebenaran, tetapi senantiasa menjauhkan hampir segala bangsa dari pada Kebenaran itu. Mereka adalah sangat bersungguh-sungguh dengan pekerjaan-pekerjaan jahatnya.

 

******

 

 236 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart