<< Go Back
SUATU PESTA YANG
MEMBUKA SELUBUNG,
MEMBUKA PINTU-PINTU GERBANG, DAN YANG MENYEBABKAN
KEMATIAN MENGHILANG


Oleh: Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent
Hari Ketujuh
Sabat, 6 September 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
Sabat, 6 September 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
Naskah dari penyelidikan kita pada sore hari ini adalah Jesaya pasal 25 dan 26. Untuk mengarahkan kita sebagaimana semestinya kepada pokok masalahnya, maka kita akan memulai dengan ayat yang ke – 6 dari pasal 25. Kemudian kita akan mempelajari lima ayat yang pertama.
Jesaya 25 : 6:
“Maka di atas gunung ini Tuhan serwa sekalian alam akan mengadakan suatu pesta bagi segala bangsa dari pada makanan yang Iemak-Iemak, suatu pesta dari pada air anggur yang sedap, dari pada makanan lemak-lemak yang penuh sumsum, dan dari pada air anggur bening yang telah dijernihkan.”
“Maka di atas gunung ini Tuhan serwa sekalian alam akan mengadakan suatu pesta bagi segala bangsa dari pada makanan yang Iemak-Iemak, suatu pesta dari pada air anggur yang sedap, dari pada makanan lemak-lemak yang penuh sumsum, dan dari pada air anggur bening yang telah dijernihkan.”
Pertama sekali kita harus menemukan kebenaran dari pada gunung simbolis ini. Untuk informasi ini, maka kita harus kembali kepada ayat yang terakhir dari pasal 24, sebab cerita dari pasal 25 dimulai dari pasal sebelumnya. Kita akan membaca ayat-ayat berikut ini yang berhubungan dengan itu:
Jesaya 24 : 23; 25 : 6:
“Pada masa itu bulan akan menjadi tersipu-sipu, dan matahari pun malu bilamana Tuhan serwa sekalian alam akan berkerajaan di atas bukit Sion, dan di Jerusalem, dan di hadapan segala tua-tuanya dengan penuh kemuIiaan. Maka di atas bukit ini (Bukit Sion) Tuhan serwa sekalian alam akan mengadakan suatu pesta bagi segala bangsa dari pada makanan yang lemak-lemak, suatu pesta dari pada air anggur yang sedap, dari pada makanan lemak-lemak yang penuh sumsum, dan dari pada air anggur bening yang telah dijernihkan.”
“Pada masa itu bulan akan menjadi tersipu-sipu, dan matahari pun malu bilamana Tuhan serwa sekalian alam akan berkerajaan di atas bukit Sion, dan di Jerusalem, dan di hadapan segala tua-tuanya dengan penuh kemuIiaan. Maka di atas bukit ini (Bukit Sion) Tuhan serwa sekalian alam akan mengadakan suatu pesta bagi segala bangsa dari pada makanan yang lemak-lemak, suatu pesta dari pada air anggur yang sedap, dari pada makanan lemak-lemak yang penuh sumsum, dan dari pada air anggur bening yang telah dijernihkan.”
Di sini dapat Saudara saksikan, bahwa “Gunung Sion” adalah bukit di atas mana Tuhan akan mempersiapkan suatu pesta bagi semua bangsa, suatu pesta dari pada segala perkara yang menggoda. Di sana akan berkumpul segala bangsa bersama-sama.
Jesaya 25 : 7:
”Maka Ia akan membinasakan di atas gunung ini tudung muka yang menudungi segala bangsa, dan kain selubung yang terhampar menutupi segala bangsa.”
”Maka Ia akan membinasakan di atas gunung ini tudung muka yang menudungi segala bangsa, dan kain selubung yang terhampar menutupi segala bangsa.”
Bilamana selubung itu di mana segala bangsa kini berdiri tersingkir, maka pada masa itu mereka kelak akan mendapatkan diri mereka dalam keadaan terbuka – dapat langsung disentuh ‘angin’ dan ‘topan’. Ya, bilamana selubung yang kini menaungi segala penduduk bumi diturunkan, maka pada masa itu mereka akan saksikan apa yang kini mereka tidak dapat saksikan. Dan apa selanjutnya?
Jesaya 25 : 8 – 10:
“Maka maut akan ditelanNya dengan kemenangan, dan air mata akan disapu Tuhan Hua dari pada muka segala orang, dan dijauhkannya kecelaan dari pada umatNya di atas seluruh muka bumi, karena demikianlah firman Tuhan. Maka pada hari itu orang akan berkata demikian, bahwasanya inilah Allah kita, kita sudah menantikan Dia, maka Ia akan menyelamatkan kita. Inilah Tuhan, kita telah menantikan Dia, kita akan bersukaria dan bergembira di dalam keselamatanNya. Karena tangan Tuhan akan berhenti di atas gunung ini, dan Moab akan dipijak-pijak dibawahNya, bahkan bagaikan merang dipijak-pijak menjadi timbunan sampah.”
“Maka maut akan ditelanNya dengan kemenangan, dan air mata akan disapu Tuhan Hua dari pada muka segala orang, dan dijauhkannya kecelaan dari pada umatNya di atas seluruh muka bumi, karena demikianlah firman Tuhan. Maka pada hari itu orang akan berkata demikian, bahwasanya inilah Allah kita, kita sudah menantikan Dia, maka Ia akan menyelamatkan kita. Inilah Tuhan, kita telah menantikan Dia, kita akan bersukaria dan bergembira di dalam keselamatanNya. Karena tangan Tuhan akan berhenti di atas gunung ini, dan Moab akan dipijak-pijak dibawahNya, bahkan bagaikan merang dipijak-pijak menjadi timbunan sampah.”
Untuk memungkinkan terjadinya peristiwa-peristiwa besar ini, maka bukan saja orang-orang yang kelak pada masa itu memerintah atas negeri itu, tetapi juga Moab, kita saksikan, kelak akan dipijak-pijak. Dan siapakah mungkin kiranya Moab ini, kalau bukan segala bangsa Arab juga yang kini sedang menuntut haknya atas tanah Palestina? Tidak lama lagi dunia akan menyaksikan, bahwa Allah tidak akan melalaikan bumi, dan bahwa Allah adalah pemimpin dari pada tempat itu.
Jesaya 25 : 11, 12:
“Maka Ia akan mengembangkan tanganNya di tengah-tengah mereka itu bagaikan Dia yang berenang mengembangkan tangannya untuk berenang, maka Ia akan merendahkan segala kesombongan mereka itu bersama-sama dengan segala rampasan tangan mereka. Maka segala tembok dari pada segala kota bentengmu akan dirobohkanNya, rendah di bawah, dan diratakanNya dengan tanah, bahkan sampai menjadi habu.”
“Maka Ia akan mengembangkan tanganNya di tengah-tengah mereka itu bagaikan Dia yang berenang mengembangkan tangannya untuk berenang, maka Ia akan merendahkan segala kesombongan mereka itu bersama-sama dengan segala rampasan tangan mereka. Maka segala tembok dari pada segala kota bentengmu akan dirobohkanNya, rendah di bawah, dan diratakanNya dengan tanah, bahkan sampai menjadi habu.”
Ayat-ayat ini menunjukkan bukti kehadapan kita, bahwa tak perduli jenis perbentengan apapun juga manusia mungkin merencanakan, yang sedemikian itu bagaimanapun juga akan dirobohkan bagaikan jerami apabila Tuhan menyatakan kekuasaanNya. Dapatlah jelas terlihat sekarang keajaiban kebenaran Alkitab ini, maka biarlah engkau yang mengatakan:
Jesaya 25 : 1:
“Oh Tuhan, Engkaulah Allahku; aku hendak mempermuliakan Dikau, aku hendak memuji-muji namaMu, karena Engkau sudah berbuat perkara-perkara ajaib; segala bicaramu dari dahulu-dahulu itu nyatalah benar dan amat teguh.”
“Oh Tuhan, Engkaulah Allahku; aku hendak mempermuliakan Dikau, aku hendak memuji-muji namaMu, karena Engkau sudah berbuat perkara-perkara ajaib; segala bicaramu dari dahulu-dahulu itu nyatalah benar dan amat teguh.”
Disini kepada kita ditunjukkan, bahwa sebagai hasil dari pada Kebenaran yang dinyatakan ini, maka beberapa orang akan menerima dengan sungguh-sungguh Tuhan dari Alkitab sebagai AlIah mereka, dan akan berjanji untuk memuliakan Dia dan senantiasa memuji-muji namaNya yang mulia itu, sebab mereka saksikan, bahwa Ia telah melakukan perkara-perkara ajaib. Segala pembicaraanNya dari dahulu-dahulu itu tidak akan mereka Ialaikan, sebab akan diketahui mereka dari pengalaman, bahwa segala bicaraNya adalah teguh dan Kebenaran. Dari pengalaman pribadi mereka akan mengenal kuasa AlIah lalu mengatakan:
Jesaya 25 : 2, 3:
“Karena Engkau telah membuat dari pada sebuah negeri suatu kerobohan batu, dari pada sebuah kota benteng suatu kehancuran; dari pada sebuah istana bagi orang-orang asing menjadi suatu kerobohan, tak dapat dibangunkan kembali selama-Iamanya. OIeh karena itu orang-orang kuat akan mempermuliakan Dikau, negeri dari bangsa-bangsa yang hebatpun akan takut akan Dikau.”
“Karena Engkau telah membuat dari pada sebuah negeri suatu kerobohan batu, dari pada sebuah kota benteng suatu kehancuran; dari pada sebuah istana bagi orang-orang asing menjadi suatu kerobohan, tak dapat dibangunkan kembali selama-Iamanya. OIeh karena itu orang-orang kuat akan mempermuliakan Dikau, negeri dari bangsa-bangsa yang hebatpun akan takut akan Dikau.”
Negeri yang disebut pada ayat ini seharusnya adalah yang pertama disebut pada Jesaya pasal 24:
“Negeri kacau itu sudah roboh, setiap rumah tertutup sehingga tak seorangpun dapat masuk. Terdengar raungan di jalan-jalan karena kekurangan air anggur; segala kegembiraan sudah digelapkan, segala ramai di Iadang-ladang sudah terbang. Kesunyian beIaka yang Iagi tinggal di dalam negeri, lagi pun pintu gerbangnya roboh berpecah-pecah. Apabila demikian akan terjadi di tengah-tengah negeri di antara orang-orang itu, maka akan terjadi bagaikan kegoncangan sebuah pohon zaitun, dan seperti pungutan kemudian setelah buah anggur sudah habis dipetik.
”Mereka (orang-orang yang tidak tergoncang jatuh), kelak akan mengangkat suaranya, mereka akan menyanyi bagi kebesaran Tuhan, mereka akan berseru dengan suara besar dari laut. Olehnya itu permuliakanlah olehmu akan Tuhan di dalam api, bahkan permuliakanlah nama Tuhan Allah Israel pada segala pulau di Iaut. Dari hujung bumi kedengaranlah kepada kami nyanyian-nyanyian, yaitu kemuIiaan kepada mereka yang suci (sebagai hasilnya, maka akan terdapat orang-orang bertobat yang berasal dari keempat penjuru bumi).
“Tetapi kataku, kekurusanku, kekurusanku, celakalah aku! orang-orang penghianat telah berlaku hianat, bahkan orang-orang penghianat itu telah bertindak sangat hianat. Ketakutan, lobang, dan jerat terdapat di hadapanmu, hai segala penduduk bumi.” Jesaya 24 : 10 – 17.
Beberapa catatan Roh Nubuat berikut ini akan mempertambah terang kepada ayat-ayat di atas ini sebagai berikut:
“Aku tampak pancaran-pancaran terang bersinar dari kota-kota dan kampung-kampung, serta dari tempat-tempat yang tinggi maupun yang rendah-rendah di bumi. Firman Allah telah dipatuhi, maka sebagai hasilnya terdapat di sana tanda-tanda peringatan akan Dia di setiap kota maupun kampung.” – Testimonies, vol. 9, pp. 28, 29.
Jesaya 26 : 1:
“Pada hari itu nyanyian ini kelak akan dinyanyikan orang di seluruh tanah Yehuda; bahwa pada kami terdapat suatu kota benteng yang teguh; maka Allah akan menentukan keselamatan bagi segala tembok maupun benteng.”
“Pada hari itu nyanyian ini kelak akan dinyanyikan orang di seluruh tanah Yehuda; bahwa pada kami terdapat suatu kota benteng yang teguh; maka Allah akan menentukan keselamatan bagi segala tembok maupun benteng.”
Oleh karena itu nyanyian bagi kebesaran Tuhan itu kelak akan dinyanyikan di Tanah Perjanjian, dan di sanalah umat kesucian akan memiliki sebuah kota yang tidak lagi dapat diruntuhkan, sebab kelak terdapat di sana keselamatan bagi segala temboknya.
Jesaya 26 : 2:
“Bukakanlah olehmu segala pintu gerbang supaya boleh masuk bangsa yang benar itu yaitu mereka yang memeliharakan Kebenaran.”
“Bukakanlah olehmu segala pintu gerbang supaya boleh masuk bangsa yang benar itu yaitu mereka yang memeliharakan Kebenaran.”
Diajarkan di sini, bahwa kesemuanya ini kelak akan jadi pada hari keselamatan, yaitu pada suatu hari bilamana pintu-pintu gerbang dapat terbuka untuk masuk ke dalamnya suatu bangsa yang benar. Ya, suatu bangsa keseluruhannya, yaitu mereka yang akan diselamatkan, tanpa seorang berdosapun di tengah-tengahnya, mereka yang pada masa itu akan menyambut panggilan: “Keluarlah dari padanya hai umatKu supaya tidak kamu terbabit dengan segala dosanya, dan supaya tidak kamu ikut terkena segala celakanya.”
Jesaya 26 : 3, 4:
“Engkau akan memeliharakan dia di dalam perdamaian sempurna, yaitu dia yang pikirannya selalu berharap kepadaMu, sebab ia selalu menaruh harap kepadaMu. Berharaplah selalu kamu kepada Tuhan, sebab di dalam Tuhan Jehovah terdapat kekuatan kekal.”
“Engkau akan memeliharakan dia di dalam perdamaian sempurna, yaitu dia yang pikirannya selalu berharap kepadaMu, sebab ia selalu menaruh harap kepadaMu. Berharaplah selalu kamu kepada Tuhan, sebab di dalam Tuhan Jehovah terdapat kekuatan kekal.”
Walaupun sepanjang tahun-tahun sejarah, bangsa-bangsa telah berhasil memperkembangkan kekuasaan besar, namun tak satu pun yang berhasil mempertahankan kekuasaan itu untuk selamanya. Tetapi kepada kita di sini ditegaskan kembali, bahwa orang-orang yang berharap kepada Tuhan Jehovah akan kelak memiliki perdamaian kekal serta kekuatan kekal.
Jesaya 26 : 5 – 10:
“Karena direndahkanNya orang-orang yang bersemayam tinggi-tinggi; negeri yang tinggi itu diratakanNya menjadi rendah; direndahkanNya serendah-rendahnya, bahkan sampai ke tanah; dibuatNya sampai menjadi habu. Kaki akan menginjak-injaknya, bahkan akan diinjak-injak oleh kaki-kaki orang miskin, serta langkah-Iangkah dari orang papah. Jalan orang benar itu rata belaka. Engkau juga yang teramat rata yang telah meratakan jalan orang benar itu. Bahkan pada jalan segala hukumMu, Oh Tuhan, kami telah menantikan Dikau, segala kerinduan jiwa kami adalah terhadap namaMu serta untuk kenangan akan Dikau. Dengan jiwaku telah aku merindukan Dikau di malam hari; bahkan dengan roh yang di dalam diriku akan kucari akan Dikau semenjak pagi-pagi sekali, sebab bilamana segala hukumMu terdapat di bumi, maka seluruh penduduk dunia kelak akan mempelajari barang yang benar. Supaya kasihan ditunjukkan kepada orang jahat, namun tidak juga ia mau mempelajari segala barang yang benar; di dalam negeri yang serba benar itu ia akan berlaku dengan tidak adilnya, dan tidak mau ia memandang kepada kebesaran Tuhan.”
“Karena direndahkanNya orang-orang yang bersemayam tinggi-tinggi; negeri yang tinggi itu diratakanNya menjadi rendah; direndahkanNya serendah-rendahnya, bahkan sampai ke tanah; dibuatNya sampai menjadi habu. Kaki akan menginjak-injaknya, bahkan akan diinjak-injak oleh kaki-kaki orang miskin, serta langkah-Iangkah dari orang papah. Jalan orang benar itu rata belaka. Engkau juga yang teramat rata yang telah meratakan jalan orang benar itu. Bahkan pada jalan segala hukumMu, Oh Tuhan, kami telah menantikan Dikau, segala kerinduan jiwa kami adalah terhadap namaMu serta untuk kenangan akan Dikau. Dengan jiwaku telah aku merindukan Dikau di malam hari; bahkan dengan roh yang di dalam diriku akan kucari akan Dikau semenjak pagi-pagi sekali, sebab bilamana segala hukumMu terdapat di bumi, maka seluruh penduduk dunia kelak akan mempelajari barang yang benar. Supaya kasihan ditunjukkan kepada orang jahat, namun tidak juga ia mau mempelajari segala barang yang benar; di dalam negeri yang serba benar itu ia akan berlaku dengan tidak adilnya, dan tidak mau ia memandang kepada kebesaran Tuhan.”
Ayat-ayat ini dengan jelas menceritakan kepada kita, bahwa apabila hukum-hukum Allah ditegakkan di atas bumi, maka orang-orang yang berpikiran bersih kelak akan mempelajari kebenaran; tetapi orang-orang berdosa yang tidak bertobat itu tidak mau mempelajari kebenaran itu tanpa memperdulikan apapun juga yang akan jadi atas dirinya. Dan inilah sebabnya mengapa mereka ditolak untuk bersama-sama dengan perhimpunan orang-orang benar itu. Namun orang-orang benar itu, walaupun kini telah merasakan tangan kekuasaan Tuhan, mereka dengan gelisah menyatakan:
Jesaya 26 : 11:
“Ya Tuhan, apabila tanganMu diangkat, mereka tidak juga akan melihat, tetapi mereka kelak akan melihat dan akan malu karena cemburunya mereka terhadap umat; bahkan api dari pada segala musuhMu akan kelak menelan mereka.”
“Ya Tuhan, apabila tanganMu diangkat, mereka tidak juga akan melihat, tetapi mereka kelak akan melihat dan akan malu karena cemburunya mereka terhadap umat; bahkan api dari pada segala musuhMu akan kelak menelan mereka.”
Sesungguhnya, bilamana tangan Allah diangkat ke atas untuk melepaskan umatNya, orang-orang jahat itu tidak akan melihatnya. Tetapi sesudah orang-orang benar itu lepas, maka orang-orang jahat itu akan melihat dengan jelas serta dengan cemburu, namun hal itu akan membawa malu kepada mereka dan sudah sangat terlambat untuk berbuat sesuatu yang baik bagi mereka. Bahkan pada waktu ini pun sementara “hujan akhir itu” sedang turun, orang-orang yang merasa dirinya benar yang menyangka bahwa dirinya tidak memerlukan apa-apa lagi, mereka akan berlari meninggalkannya ataupun mereka akan menarik jas hujannya untuk menutupi kepala-kepala mereka. Walaupun demikian para pencari kebenaran akan keluar di alam terbuka. Dengan demikian mereka akan belajar untuk mengatakan :
Jesaya 26 : 12:
“Ya Tuhan, Engkau akan mengukuhkan perdamaian bagi kami, karena Engkau juga yang telah melakukan segala pekerjaan kami di daIam diri kami.”
“Ya Tuhan, Engkau akan mengukuhkan perdamaian bagi kami, karena Engkau juga yang telah melakukan segala pekerjaan kami di daIam diri kami.”
Ini dapat diucapkan hanya oleh mereka yang telah membiarkan Tuhan melaksanakan sendiri pekerjaanNya di dalam hati mereka, sehingga mereka dapat memuji-muji Dia:
Jesaya 26 : 13 – 16:
“Ya Tuhan, Allah kami, tuan-tuan lainnya selain dari pada Engkau telah memerintah atas kami; tetapi hanya padaMu saja, yaitu pada namaMu kami menaruh harapan kami. Mereka telah mati, maka mereka tidak akan hidup lagi; mereka telah menjadi mayat, maka mereka tidak akan bangkit lagi; oleh karenanya engkau telah datang dan membinasakan mereka, dan telah membuat semua kenangannya binasa. Engkau telah memperbanyakkan bangsa ini, Ya Tuhan, Engkau sudah memperbanyakkan bangsa ini; Engkau lah yang dimuliakan; Engkau telah memindahkannya jauh sampai kepada segala hujung bumi. Tuhan, pada masa kepicikan mereka telah datang kepadaMu, mereka telah mencurahkan suatu doa pada masa pengajaranMu berlaku atas mereka.”
“Ya Tuhan, Allah kami, tuan-tuan lainnya selain dari pada Engkau telah memerintah atas kami; tetapi hanya padaMu saja, yaitu pada namaMu kami menaruh harapan kami. Mereka telah mati, maka mereka tidak akan hidup lagi; mereka telah menjadi mayat, maka mereka tidak akan bangkit lagi; oleh karenanya engkau telah datang dan membinasakan mereka, dan telah membuat semua kenangannya binasa. Engkau telah memperbanyakkan bangsa ini, Ya Tuhan, Engkau sudah memperbanyakkan bangsa ini; Engkau lah yang dimuliakan; Engkau telah memindahkannya jauh sampai kepada segala hujung bumi. Tuhan, pada masa kepicikan mereka telah datang kepadaMu, mereka telah mencurahkan suatu doa pada masa pengajaranMu berlaku atas mereka.”
Ayat-ayat ini menyatakan, bahwa Israel yang dijanji-janjikan itu, bukanlah orang-orang Yahudi yang tidak beriman yang telah dipertambahkan jumlahnya semenjak mereka dipindahkan dari negeri mereka, semenjak mereka dicerai beraikan ke segala hujung bumi. Sementara pengajaran ini (diusir keluar dari negeri mereka) masih tetap berlaku atas mereka, maka mereka mencurahkan doanya dan mengatakan:
Jesaya 26 : 17, 18:
“Seperti seorang perempuan yang mengandung apabila hampir waktunya akan beranak sedang kesakitan, dan berteriak dalam sakitnya, demikianlah hal kamipun di pemandangan mataMu, Ya Tuhan. Kamipun telah mengandung, kamipun telah kesakitan, kami seolah-olah sedang akan melahirkan angin; kami tidak membawakan sesuatu kelepasan di bumi, juga tidak ada penduduk bumi yang jatuh.”
“Seperti seorang perempuan yang mengandung apabila hampir waktunya akan beranak sedang kesakitan, dan berteriak dalam sakitnya, demikianlah hal kamipun di pemandangan mataMu, Ya Tuhan. Kamipun telah mengandung, kamipun telah kesakitan, kami seolah-olah sedang akan melahirkan angin; kami tidak membawakan sesuatu kelepasan di bumi, juga tidak ada penduduk bumi yang jatuh.”
Di sini ditunjukkan, bahwa mata dari orang-orang yang bertobat kelak akan dicelekkan. Mereka akan tampak akan dirinya sendiri seperti halnya Allah melihat mereka, lalu mereka akan mengaku bahwa mereka semenjak semula telah gagal segala usahanya, bahwa mereka telah kesakitan akan beranak, mereka telah kesakitan, tetapi hanya melahirkan ‘angin’, demikianlah misalnya, sementara sebaliknya orang-orang yang tidak bertobat mengira, bahwa diri mereka adalah kaya dan sedang bertambah-tambah kekayaannya, dan sedang melakukan pekerjaan besar, sehingga tidak lagi memerlukan apapun.
Yah, sidang kini boleh saja merasa sombong oleh karena semua yang telah dicapainya, oleh karena besar jumlah keanggotaannya, tetapi tidak berapa lama lagi ia juga akan menyaksikan, bahwa ia telah gagal untuk menyelesaikan tugasnya, bahwa dunia masih terus membinasakan bumi, bahwa semua anggotanya adalah tidak terjamin (tidak selamat) dan bahwa gantinya dia yang sedang membawakan keselamatan, ia malahan tidak membawa apa-apa selain ‘angin’.
“Di dalam penyaringan besar itu yang segera akan jadi, kita hendaknya lebih mampu untuk mengukur kekuatan Israel. Tanda-tanda menunjukkan, bahwa masa itu telah dekat apabila Tuhan akan menyatakan, bahwa kipasNya berada dalam tanganNya, maka Ia akan membersihkan keseluruhan lantaiNya.” – Testimonies, vol. 5, p. 80.
Jesaya 26 : 19:
“Segala orangmu yang sudah mati akan hidup pula, bersama-sama dengan mayatKu akan mereka semuanya bangkit. Bangkitlah dan bernyanyilah, hai kamu yang berdiam di dalam habu, karena embunmu seperti embun pada sayur-sayuran, maka bumi akan mengeluarkan semua orang yang sudah mati.”
“Segala orangmu yang sudah mati akan hidup pula, bersama-sama dengan mayatKu akan mereka semuanya bangkit. Bangkitlah dan bernyanyilah, hai kamu yang berdiam di dalam habu, karena embunmu seperti embun pada sayur-sayuran, maka bumi akan mengeluarkan semua orang yang sudah mati.”
Tidak saja orang-orang hidup, melainkan juga orang-orang yang sudah mati akan dikumpulkan ke dalam ‘kota benteng yang kokoh’ itu. Kita sudah dengar bagaimana Tuhan telah mengundang kita semua dengan kata-kataNya:
Jesaya 26 : 20:
“Marilah, hai umatKu, masuklah kamu ke dalam bilik-bilikmu, lalu tutuplah segala pintumu pada sekelilingmu. Sembunyikanlah dirimu barang sesaat jua, sampai berlalu segala murka itu.”
“Marilah, hai umatKu, masuklah kamu ke dalam bilik-bilikmu, lalu tutuplah segala pintumu pada sekelilingmu. Sembunyikanlah dirimu barang sesaat jua, sampai berlalu segala murka itu.”
Undangan ini menunjukkan, bahwa kita sedang mendekati masa kesusahan itu, dan bahwa Allah ingin sekali agar kita berada di bawah perlindungan. Orang-orang yang bijaksana akan mendengar Dia, dan mereka akan menerima bilik-bilik itu, yaitu perIindungan yang disediakanNya bagi mereka.
Jesaya 26 : 21:
“Karena, lihatlah, bahwa Tuhan keluar dari tempatNya untuk menghukum segala penduduk bumi karena segala kejahatan mereka itu, maka bumi pun akan menyatakan darahnya, dan bumi tidak akan Iagi menutupi segala orang matinya.”
“Karena, lihatlah, bahwa Tuhan keluar dari tempatNya untuk menghukum segala penduduk bumi karena segala kejahatan mereka itu, maka bumi pun akan menyatakan darahnya, dan bumi tidak akan Iagi menutupi segala orang matinya.”
Semua kebenaran ini yang kini disajikan Allah ke hadapan perhatian kita, menunjukkan kepada satu perkara: Bahwa hari Tuhan yang besar dan hebat itu sudah dekat, bahwa la akan segera menyatakan kekuasaanNya dan menggoncangkan bumi sehingga setiap perkara yang tidak dapat digoncangkan boleh bertahan. Tidakkah anda bergembira, Saudara Saudari, bahwa Allah akan memberikan kepadamu kesempatan pertama untuk siap menghadapi hari Allah itu, untuk berpegang teguh kepada KebenaranNya yang senantiasa bertambah itu?
*****
229 total, 1 views today


