<< Go Back
SAAT DARI MASA KESUSAHAN
DAN UPAH DARI IMAN SESEORANG
DALAM ALLAH


Oleh: Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent
Sabat, 20 September 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
Pokok pembicaraan kita untuk sore hari ini terdapat di dalam buku Daniel pasal 11 dan pasal 12. Pasal 12 berisikan “masa kesusahan besar” itu, tetapi saat dari “masa kesusahan besar” itu terdapat di dalam pasal yang kesebelas dari buku Daniel. Pasal yang kedua belas tentunya adalah kelanjutan dari pasal yang kesebelas. Kita akan memulai penyelidikan kita dengan:
Daniel 12 : 4 :
“Tetapi akan dikau hai Daniel, tutuplah olehmu segala perkataan itu, dan meteraikanlah kitab itu sampai kepada masa kesudahan (masa akhir zaman); pada masa itu banyak orang akan berlari pergi datang dan pengetahuan akan dipertambahkan.”
Daniel diperintahkan supaya menutup dan memeteraikan atau menyegel buku itu sampai kepada akhir zaman. Oleh karena itu buku itu tidaklah diperuntukkan untuk dimengerti oleh umat pada sebelum masa akhir zaman. Demikian itulah, kemudian, apabila buku itu dibuka dari meterainya lalu dapat dimengerti, dapatlah kiranya diketahui, bahwa masa akhir zaman itu telah tiba.
Walaupun demikian disamping tanda ini masih terdapat lagi tanda tentang orang-orang berlari pergi datang, dan dari hal bertambahnya pengetahuan. Seluruh dunia mengetahui, bahwa sepanjang tahun-tahun sejarah mendahului sejarah kita sekarang kuda adalah merupakan alat pengangkutan dan komunikasi manusia yang tercepat, dan metode ini berlangsung sepanjang berabad-abad lamanya. Walaupun demikian malaikat itu memberitahukan kepada Daniel, bahwa di dalam masa akhir zaman kelak akan terjadi suatu perubahan yang pasti, sehingga orang akan berlari kesana sini pada masa itu. Lalu menyinggung kepada masa akhir zaman sesuai dengan ramalan nubuatan Nahum, maka Ilham menyatakan: “Berbagai kereta akan merajalela di segala jalan, mereka akan melanggar satu terhadap yang lainnya di segala jalan raya, mereka akan tampak bagaikan obor, mereka akan berlari bagaikan kilat dan halilintar.” Nahum 2 : 4. (Terjemahan yang Iebih tepat).
Kini pengetahuan telah berkembang semenjak dari abad yang lalu, atau jauh sebelumnya, dan sekarang, tenaga uap, minyak, dan mesin-mesin Iistrik telah merubah dunia dengan cepat, dan telah memungkinkan bagi orang-orang untuk berlari pergi datang dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. Masalah ini membuktikan dengan tegas, bahwa kita kini hidup di dalam masa akhir zaman itu. Tak mungkin terdapat keragu-raguan lagi mengenai ini. Inilah kebenaran yang pasti, yaitu kebenaran yang tak dapat kamu sangkal, walaupun belum mempercayai Alkitab dan sejarah.
Untuk mendapatkan permulaan dari masa akhir zaman itu, maka kita hendaknya membaca:
Daniel 11 : 40 :
“Maka pada masa akhir zaman itu raja dari Selatan kelak akan menekan dia, maka raja dari Utara akan datang menghadapi dia bagaikan suatu angin puyuh dengan banyak kereta, dan dengan pasukan-pasukan kuda, dan dengan banyak kapal; maka ia akan masuk ke dalam banyak negeri, dan ia akan memasukinya di sana sini serta melewatinya.”
Bukan di dalam, melainkan pada masa akhir zaman itu akan datang raja dari Selatan menekan kepada raja dari Utara. Perang nubuatan ini oleh karenanya mencatat permulaan dari masa akhir zaman. Untuk menemukan masa pertikaian di antara dua raja itu kita perlu membaca:
Daniel 11 : 41 – 43 :
“Ia akan masuk pula ke dalam Tanah yang permai itu, dan banyak negeri akan ditaklukkannya, tetapi mereka inilah yang akan luput daripada tangannya, yaitu Edom dan Moab, dan ibu negeri bani Ammon. Ia akan membentangkan pula tangannya pada negeri-negeri, maka tanah Mesir pun tidak akan lolos. Tetapi ia akan berkuasa atas segala perbendaharaan emas dan perak, serta atas segala benda-benda berharga dari Mesir; maka orang-orang Libia dan Ethiopia akan mengikuti langkah-langkahnya.”
Tandailah dengan teliti, bahwa pada kejatuhan raja dari Selatan itu, maka raja dari Utara lalu memperluas dan mengalahkan banyak negara; sehingga ia memasuki tanah yang permai (Palestina), namun Edom, Moab, dan bani Ammon lolos dari tangannya. Dan perIu diingat, bahwa pekerjaan memenangkan perang ini adalah dimulai pada masa akhir zaman. Kemudian, di dalam masa akhir zaman raja dari Selatan merosot jatuh, sebaliknya raja dari Utara berkembang luas. Dan oleh karena pertikaian itu dimulai pada masa akhir zaman, maka kekalahan daripada yang satu dan kemenangan dari yang lainnya itu akan selesai di dalam dan selama masa akhir zaman itu.
Selanjutnya untuk mempelajari kapan tahun-tahun dari masa akhir zaman itu dimulai, dan siapa raja-raja dari Selatan dan Utara itu, maka segala-galanya yang perlu kau ketahui ialah k a p a n pertikaian yang sedemikian itu dimulai, dan siapa yang di dalam masa akhir zaman telah melepaskan Mesir dan Palestina kepada suatu kekuasaan musuh; kekuasaan apakah yang sebagai akibatnya telah menyusut selama masa akhir zaman itu, dan kekuasaan apa yang telah berkembang. Akan terdapat hanya satu jawaban, maka itu adalah:
Sementara kerajaan Ottoman terus menyusut semenjak tahun 1669 T.M., maka kerajaan Inggris terus berkembang, dan ia pada waktu ini memerintah atas Mesir dan Palestina. Kemudian pada waktu ini Turki adalah raja dari Selatan, dan Britania Raya, raja dari Utara; maka sesuai dengan pertikaian nubuatan ini masa akhir zaman itu akan dimulai pada permulaan abad ke delapan belas.
Berikut ini adalah sebuah peta yang menggambarkan munculnya dan jatuhnya kerajaan Ottoman (Turki). Perhatikanlah kepadanya, pelajarilah. Dan pada gambar berikutnya terdapat perluasan dari kerajaan Inggris selama masa sejarah yang sama.
PETA I


PETA II


Ini sebagai Saudara saksikan, adaIah kebenaran yang pasti, bukanlah sesuatu yang dikira-kira, bukanlah suatu teori, bukan suatu hasil pikiran jangka panjang.
Selanjutnya perhatikanlah, bahwa Edom dan Moab berhasil luput daripada tangannya. Sesungguhnya, raja dari Utara akan kehilangan mereka.
Tetapi sebagaimana perang dunia kedua telah membawakan perubahan-perubahan pertama bagi Britania Raya, dan sebagaimana kita saksikan dia di sini di daIam nubuatan ini, maka bagiannya di daIam Perang Dunia kedua harus juga terdapat di daIam Daniel pasal 11. Marilah kita selanjutnya mempelajari ayat-ayat yang tersisa dari pasal itu.
Daniel 11 : 44 :
“Tetapi kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah Utara akan merisaukan dia; oleh sebab itu ia akan keluar dengan amat besar amarahnya hendak membinasakan dan hendak menumpas banyak orang.”
Di daIam masa akhir zaman, setelah berhasil menghanyutkan negara-negara yang disebut terdahulu, maka raja dari Utara kembaIi terlihat daIam suatu pertikaian, tetapi bukan melawan raja dari Selatan. Ia terbawa ke dalam pertikaian yang terakhir ini oleh apa yang dilaporkan kepadanya dari sebelah Timur dan dari sebelah Utara. Kini Perang Dunia II itu berkembang dari arah-arah yang telah ditunjukkan oleh Ilham, yaitu Jerman di Utara dan Jepang di Timur, di samping Rusia di ujung Utara, fakta-fakta yang masih segar di daIam ingatan kita adalah terikat untuk menyingkirkan semua keragu-raguan bahwa Perang Dunia II itulah satu-satunya yang dinubuatkan di sini. Dan kita supaya hendaknya tidak lupa, bahwa Perang Dunia II itu belum benar-benar berakhir, sehingga ia masih lagi akan berakhir. Saya katakan, bahwa dengan melihat kepada fakta-fakta ini yang kini diketahui di seluruh dunia, maka adalah sukar bagi seseorang untuk menyangkaI akan apa yang telah dikemukakan di sini.
Daniel 11 : 45 :
“Maka ia akan mendirikan kaabah istananya di antara kedua laut di bukit kesucian yang permai itu, namun ia akan sampai pada ajaInya, dan tak seorang pun akan menolongnya.”
Kini struktur ekonomi Britania Raya itu sedang dalam bahaya kejatuhan, maka sebagaimana kerajaannya sedang merosot dengan cepat, kita ragu kalau-kalau kegenapan dari ayat 45 mungkin sudah makin dekat daripada yang diperkirakan orang. Kalau saja orang-orang yang memimpin kerajaan itu, dan juga para pemimpin bangsa kita sendiri dapat mengetahui dan mengerti nubuatan, maka kita percaya Britania Raya akan dapat keluar dengan kemenangan seperti yang dilakukan oleh Nineweh di masa Ialu sesudah peristiwa besar Junus.
Kita semua mengetahui, bahwa Britania Raya sudah sering ditolong oleh Amerika Serikat. Namun jika kita dapat memahami ayat ini sebagaimana mestinya, maka peristiwa-peristiwa itu yang sesungguhnya hanya merupakan kelanjutan dari pada peristiwa-peristiwa yang terdapat dalam ayat 44, maka raja itu kelak akan pasti sampai kepada ajalnya, dan tak seorang pun akan menolongnya. Ini mungkin akan jadi sebelum Perang Dunia Kedua selengkapnya berakhir, dan bahkan mungkin juga tidak. Semua ini kami kumpulkan dari kenyataan, bahwa peristiwa dari ayat 44 adalah bertalian dengan peristiwa dari ayat 45. Ilham tampaknya tidak memberikan waktu di antara ayat 44 dan ayat 45. Kita tidak mengetahui bagian-bagian mana yang kelak akan diambil oleh perang itu, namun kita mengetahui, bahwa nubuatan-nubuatan Alkitab tidak pernah gagal.
Mengenai pendirian kaabah istananya di bukit kesucian yang permai itu, ini belum cukup jelas, sebab mendirikan kaabah-kaabah istananya sebelum ia tiba pada ajalnya tidak perlu berarti memindahkan tahta pemerintahannya ke sana. Ini dapat diartikan memiliki suatu cabang dari istananya di sana. Sungguhpun demikian jika ia akan mendirikan kaabah-kaabahnya di sana sementara Michael bangkit berdiri, maka pada masa itu satu-satunya lokasi selain daripada Tanah yang permai itu yang kita ketahui adalah di bukit Sinai, yaitu di antara Laut Tengah dan Laut Merah.
Dari penyelidikan terhadap Daniel pasal 11 kita memperoleh banyak kebenaran yang pasti, yaitu:
- bahwa masa akhir zaman dimulai di dalam abad ke delapan belas;
- bahwa raja dari Selatan itu adalah Kerajaan Ottoman;
- bahwa raja dari Utara pada waktu ini khususnya adalah Britania Raya;
- bahwa Perang Dunia Kedua ialah perang yang terdapat dalam Daniel pasal 11.
Kini bahwa nubuatan Daniel pasal 11 itu berlanjut ke pasal 12, maka kita akan membuka pada ayat pertamanya.
Daniel 12 : 1 :
“Maka pada masa itu akan bangkit berdiri Michael penghulu besar itu yang akan membela segala bani bangsamu; maka akan terjadi suatu masa kesusahan, yang sedemikian ini belum pernah jadi semenjak berdirinya sesuatu bangsa sampai kepada masa itu; maka pada masa itu segala bangsamu kelak akan diluputkan, yaitu setiap orang yang didapati tertulis namanya di dalam buku.”
Pada masa itu (artinya, pada masa raja dari Utara itu datang kepada ajalnya dan tak seorang pun menolongnya) akan bangkit berdiri Michael; dan pada masa yang sama ini juga akan terjadi suatu kekacauan yang sedemikian itu belum pernah jadi sampai kepada saat itu. Hanya umat Allah yang nama-namanya terdaftar di dalam kitab kelak akan diluputkan. Tidak ada lagi yang lain.
Penyelidikan ini membawa kita secara langkah demi Iangkah sampai kepada masa kita sendiri di waktu ini. Melalui penyelidikan ini kita saksikan, bahwa masa kesukaran itu hanyalah selangkah lagi di depan; bahwa satu-satunya peristiwa yang masih akan digenapi sebelum dimulainya masa kesukaran itu ialah raja dari Utara itu sampai kepada ajalnya. Kemudian menyusul upah dari mereka yang setia.
Alangkah hikmahnya masa itu dimana kita akan sampai kesana, Saudara Saudariku! Sadarkah Saudara, bahwa jika tidak engkau berjuang sekarang untuk berusaha menempatkan namamu di dalam kitab itu, maka segala-galanya mungkin akan terlambat untuk selamanya? Dan bukankah lebih baik memiliki namamu terdaftar di sana sekalipun masa kesukaran besar itu masih seratus tahun lagi di depan? Sekaranglah masanya untuk bertindak. Sekarang hari kelepasan itu ditawarkan ke hadapanmu. Hari ini Ilham menghimbau; jika engkau mendengar suaraNya janganlah perkeraskan hatimu. Hanya orang-orang yang mematuhi Firman Allah yang telah dinyatakan akan memperoleh kelepasan dan damai; selainnya tidak.
Daniel 12 : 2 :
“Maka banyak orang daripada mereka yang t i d u r di dalam lebu bumi akan bangun, sebagian kepada hidup yang kekal dan sebagian kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal.”
Di sini kepada kita diceritakan, bahwa di dalam masa kesukaran itu mereka ini akan bangkit, sebagian untuk hidup selama-lamanya dan sebagiannya untuk mati kembali.
Sadarkah Saudara sekarang, bahwa bukan hanya masa kesukaran besar itu yang telah dekat di depan pintu, melainkan juga kebangkitan istimewa ini? Dapatkah Saudara betul-betul melihat, bahwa di dalam masa kesukaran besar itu, sementara orang-orang suci yang hidup sedang dilindungi, orang-orang mati ini yang bangkit bagi kehidupan kekal juga dilepaskan daripada kubur-kubur mereka? Yakinkah Saudara, bahwa masa kesukaran besar ini terdapat di dalam ‘hari Tuhan yang besar dan mengerikan itu’, yaitu hari yang malaikat perjanjian Eliyah umumkan? Adakah Saudara betul-betul mengetahui, bahwa ia akan mengembalikan hati bapa-bapa kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya? Supaya jangan Tuhan memalu bumi dengan suatu kutuk.” Maleakhi 4 : 5, 6. Adakah kau saksikan, bahwa nabi itu muncul pada sesuatu hari di mana ia akan dapat memulihkan segala perkara, segala perkara yang telah hilang karena dosa, termasuk pula Kerajaan itu? Tahukah Saudara, bahwa kebangkitan orang mati pada Daniel 12 bukanlah kebangkitan yang sama dengan kebangkitan pada 1 Tesalonika dan Wahyu 20 : 5?
1 Tesalonika 4 : 16 :
“Karena Tuhan sendiri akan turun dari sorga dengan suatu sorak, dengan suara penghulu malaikat, dan dengan bunyi sangkakala Allah; maka segala orang yang telah mati dalam Kristus akan bangkit dahulu.”
Wahyu 20 : 4 – 6 :
“Maka aku tampak beberapa tahta, dan mereka duduk di atas tahta-tahta itu, maka kepada mereka diserahkan kuasa menghukumkan; dan lagi aku tampak jiwa-jiwa dari mereka yang telah dipancung kepalanya sebab menjadi saksi bagi Jesus dan firman Allah, dan yang tidak menyembah binatang itu atau pun patungnya, atau pun menerima tandanya pada dahi-dahi mereka, atau pun di tangannya; maka mereka hidup dan memerintah bersama Kristus seribu tahun lamanya. Tetapi segala orang mati lainnya tiada hidup balik sebelum genap masa seribu tahun itu. Inilah kebangkitan yang pertama itu. Berbahagialah dan kuduslah dia yang memperoleh bagian dalam kebangkitan pertama itu, terhadap yang sedemikian mati yang kedua tidak akan berkuasa atas mereka, melainkan mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan akan memerintah bersama Dia seribu tahun lamanya.”
Rasul Paulus ternyata membicarakan dari hal kebangkitan yang sama dengan yang dibicarakan oleh rasul Yahya, sebab di dalamnya hanya orang-orang suci yang dibangkitkan. Kedua gambaran Paulus dan Yahya itu membuat jelas, bahwa mereka ini bangkit pada permulaan masa seribu tahun itu. Ini dari kenyataan-kenyataan dapat kita saksikan, bahwa mereka itu hidup bersama Kristus seribu tahun lamanya, dan bahwa mereka dijemput untuk bertemu dengan Tuhan di awan-awan, bahwa mereka dalam perjalanan untuk hidup bersama Kristus sepanjang masa seribu tahun itu, bukan Kristus bersama mereka.
Kini untuk menjajarkan semua kebangkitan itu satu demi satu, maka kita harus memperhitungkan juga Kebangkitan yang dari buku Jehezkiel itu.
Jehezkiel 37 : 1, 11 – 14:
“Tangan Tuhan berada di atasku, lalu membawa aku keluar di dalam Roh Tuhan, lalu didudukkannya aku di tengah-tengah lembah yang penuh dengan tulang-tulang orang mati …….. Kemudian firmanNya kepadaku, hai anak Adam, bahwa tulang-tulang ini adalah segenap bangsa Israel; bahwasanya kata mereka itu, tulang-tulang kami sudah kering, dan harapan kami sudah hilang, kami telah putus sama sekali bagian kami. Sebab itu bernubuatlah dan katakanlah kepada mereka, demikianlah firman Tuhan Hua, bahwasanya hai umatKu, Aku hendak membuka segala kuburmu, dan membangkitkan kamu keluar dari kubur-kuburmu, Ialu menghantarkan kamu ke dalam negeri Israel. Maka akan diketahui olehmu, bahwa Akulah Tuhan, apabila sudah Aku membuka segala kuburmu, hai umatKu, Ialu menghantarkan kamu naik keluar dari kubur-kuburmu, dan akan menaruh RohKu di dalammu, maka kamu akan hidup, dan Aku akan menempatkan kamu di dalam negerimu sendiri; pada masa itu kelak diketahui olehmu, bahwa Akulah Tuhan telah berfirman dan telah berbuat begitu, demikianlah firman Tuhan.”
Di dalam kebangkitan ini hanyalah umat Allah sendiri, yaitu Israel, yang akan bangkit tanpa seorang berdosa pun di antaranya. Lagi pula mereka ini tidak menemui Tuhan di awan-awan; mereka dibawa ke negeri Israel, yaitu Palestina. Olehnya itu, maka kebangkitan ini bukanlah kebangkitan yang sama seperti pada 1 Tesalonika, atau pada Wahyu, atau pun pada Daniel pasal 12. Ini harus merupakan suatu kebangkitan tersendiri.
Marilah kita kembali kepada:
Daniel 12 : 1 – 3 :
“Maka pada masa itu akan bangkit berdiri Michael penghulu besar itu yang akan membela segala bani bangsamu; maka akan terjadi suatu masa kesusahan, yang sedemikian itu belum pernah jadi semenjak berdirinya sesuatu bangsa sampai kepada masa itu; maka pada masa itu segala bangsamu kelak akan diluputkan, yaitu setiap orang yang didapati tertulis namanya di dalam buku. Maka banyak orang daripada mereka yang tidur di daIam lebu bumi akan bangun, sebagian kepada hidup yang kekal dan sebagian kepada kehinaan dan kecelaan yang kekal. Maka mereka yang bijaksana akan bersinar-sinar seperti cerahnya terang di langit, dan mereka yang membalikkan banyak orang kepada kebenaran akan seperti bintang-bintang kekal selama-lamanya.”
Di dalam tiga ayat ini terdapat dengan jelas beberapa perkara :
- Hanya mereka yang nama-namanya telah terdaftar di daIam kitab-kitab akan luput; oleh karena itu tidak terdapat seorang ‘bodoh’ pun di antaranya;
- Tetapi orang-orang yang bangkit itu adaIah bercampur, baik yang bodoh maupun yang bijaksana muncul keluar bersama-sama;
- Ucapan yang berbunyi, “maka mereka yang bijaksana (mengandung arti, bahwa sebagian diantaranya adaIah orang-orang bodoh) akan bersinar-sinar bagaikan cerahnya terang di Iangit” menunjukkan, bahwa ‘orang orang yang bijaksana’ ini adalah dari antara mereka yang bangkit itu.
- Bahwa jika orang-orang bijaksana itu adalah dari antara orang-orang yang dibangkitkan dan mereka membalikkan banyak orang kepada kebenaran, maka mereka harus dibangkitkan di dalam masa kasihan, yaitu dalam masa penyelamatan.
“Tugasmu, tugasku, tidak akan berhenti dengan hidup ini. Untuk sementara kita boleh beristirahat di dalam kubur, tetapi, apabila panggilan datang, maka kita kelak di daIam kerajaan Allah akan menyandang tugas kita sekali lagi.” Testimonies, vol. 7. p. 17.
Daniel 12 : 4, 10 :
“Tetapi akan dikau, hai Daniel, tutuplah olehmu segaIa perkataan itu, dan meteraikanlah kitab itu sampai kepada masa akhir zaman; banyak orang akan berlari pergi datang, dan pengetahuan akan dipertambahkan. Banyak orang akan dibersihkan, dan dibuat putih, dan dicobai (dianiaya), tetapi orang-orang jahat akan makin melakukan kejahatannya, dan tak seorang pun daripada orang-orang jahat itu akan dapat mengerti, melainkan orang-orang bijaksana itulah yang akan mengerti.”
Sekarang apakah yang dimaksudkan dengan menjadi bijaksana? Kita kembali kepada:
Matius 25 : 1 – 4 :
“Pada ketika itu kerajaan sorga akan kelak diumpamakan dengan sepuluh anak dara yang membawa pelitanya, Ialu pergi keluar mengelu-elukan pengantin laki-laki. Maka di antara mereka itu terdapat lima yang bijaksana dan lima yang bodoh. Mereka yang bodoh itu membawa lampu-lampunya, tetapi tidak membawa minyak sertanya, tetapi mereka yang bijaksana membawa minyak di dalam botoI-botolnya bersama-sama dengan lampu-lampunya.”
Disini kita saksikan, bahwa mereka yang bijaksana itu adalah orang-orang yang membawa tambahan minyak, yaitu tambahan Kebenaran yang menerangi sisa perjalanan mereka. Akhirnya, tampak jelas, bahwa kebangkitan campuran ini adalah merupakan suatu ujian, yaitu, semua mereka diberikan kesempatan untuk menjadi bijaksana, untuk membalikkan banyak orang kepada kebenaran, tetapi ternyata hanya sebagian dari antaranya yang meIakukannya. Sebagian dari mereka kembali jatuh ke dalam dosa; dan oleh karena itulah mereka bangkit kepada kehinaan dan keceIaan yang kekal (pendurhakaan yang kekal), tetapi orang-orang bijaksana itu bangkit bagi hidup kekal, tidak pernah lagi mati. Ini menunjukkan dengan jelas, bahwa orang-orang yang menyerahkan dirinya kepada kejahatan sampai kepada saat kematiannya tidak akan berbalik kepada kebenaran, walaupun kepada mereka diberikan kesempatan kedua kalinya. Minyak tambahan itu (Kebenaran bagi zaman ini) adalah yang menentukan nasib seseorang. Mereka yang bijaksana kelak akan memeluk ‘Kebenaran Tambahan itu’, sementara mereka yang bodoh tidak melakukannya. Dosa sesungguhnya adalah suatu rahasia.
225 total, 1 views today


