Jadilah kamu sebuah alat penumbuk baru di dalam tangan Allah
<< Go Back


 

JADILAH KAMU
SEBUAH ALAT PENUMBUK BARU
DI DALAM TANGAN ALLAH

Oleh: Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent

Hari Ketujuh
Sabat, 4 Oktober 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

Pokok pembicaraan kita pada sore hari ini terdapat dalam buku Jesaya pasal 40 dan 41. Kita akan memulai dengan ayat pertama dari pasal empat puluh:

Jesaya 40 : 1, 2
“Hiburkanlah, hiburkanlah olehmu akan segala umatKu, demikianlah firman Allahmu. Berbicaralah kamu dengan santai kepada Jerusalem, dan berserulah kepadanya, bahwa peperangannya telah seIesai, bahwa kejahatannya teIah diampuni, karena ia teIah menerima dari pada tangan Tuhan dua kali ganda untuk segala dosanya.”

Kita saksikan, bahwa Ilham disini menganjurkan kepada seseorang untuk memberikan penghiburan kepada umat Allah. Kepada mereka akan diberitakan, bukan bahwa peperangannya akan berakhir, melainkan bahwa peperangan mereka itu telah selesai; bahwa kejahatan mereka itu teIah diampuni; bahwa Jerusalem, Sidang, teIah menerima dua kali ganda untuk segala dosanya.

Peperangan ini tentunya tak mungkin seIesai di masa sejarahnya Jesaya, ataupun dimasanya Yahya Pembaptis, bahkan juga tidak di dalam Abad Pertengahan. Berita-berita penghiburan ini dapat dikatakan terhadap Sidang hanya setelah ia berhasil dilepaskan dari penindasan orang-orang Kapir, yaitu sewaktu umat itu telah membayar dua kali ganda untuk segala dosa mereka baik sebelum maupun sesudah percerai-beraian mereka itu. Olehnya itu pasal ini seluruhnya berlaku bagi masa akhir zaman, yaitu bagi masa sejarah kita.

Jesaya 40 : 3
“Suara dari pada dia yang berseru-seru di padang belantara. Sediakanlah olehmu jalan bagi Tuhan, ratakanlah suatu jalan raya di gurun bagi Allah kita.”

Inilah ayat itu dalam mana Yahya Pembaptis telah menemukan ayatnya sebagai jurukabar untuk mempersiapkan jalan bagi kedatangan Kristus yang pertama. Namun oleh karena telah kita saksikan, bahwa pasal ini dimulai dengan sebuah pekabaran untuk umat Allah yang hidup di akhir zaman, yaitu waktu yang ditebusnya bagi semua dosa mereka itu, dan oleh karena masa penebusan mereka itu akhirnya telah datang, maka jelaslah pasal ini adalah terutama berlaku juga untuk yang terakhir. Ia berlaku baik terhadap kedatangan Kristus yang pertama maupun terhadap kedatanganNya yang kedua. Yang terakhir dari keduanya ini merupakan perlambang, yaitu suatu suara yang berseru-seru di padang belantara, bukan di kebun anggur, bukan di negeri Yehuda (Jesaya 5: 7), melainkan di padang tandus, di segala negeri bangsa Kapir.

Jesaya 40 : 4
“Setiap lembah akan ditinggikan, dan setiap gunung dan bukit akan direndahkan, dan yang bengkok akan diluruskan, dan segala tempat yang kasar berbatu-batu akan dilicinkan.”

Beban dari pekabaran yang akan diserukan itu adalah mempersiapkan umat itu untuk bertemu dengan Tuhan, yaitu meratakan tempat-tempat yang tinggi, meninggikan yang rendah, menyingkirkan segala halangan, supaya jalan raya Tuhan itu, yaitu jalan bagi kedatanganNya dibersihkan. Semua sebutan ini tentunya secara kiasan mengatakan: Orang-orang yang tinggi kelak akan direndahkan; orang-orang sederhana berikut mereka yang terbuang keluar kelak akan ditinggikan; segala yang salah akan dibetulkan, karena di dalam kerajaan Allah persamaan dan keadilan harus ungguI.

“Apabila Roh AIIah dengan kuasa penggeraknya yang ajaib itu menyentuh jiwa, maka Ia akan merendahkan kesombongan manusia. Kesenangan, kedudukan dan kekuasaan dunia akan tampak tidak lagi berharga. ‘Segala khayalan, dan setiap perkara yang tinggi yang terpuja sendiri melawan pengetahuan akan Allah’, akan dibuang; setiap pikiran akan ditundukkan kepada kepatuhan kepada Kristus. Kemudian kerendahan hati dan kasih yang bersifat penyangkalan diri, yang sedemikian rendah pada penilaian orang keIak akan dijunjung tinggi sebagai satu-satunya yang patut. lnilah kerjanya Injil oleh mana pekabaran Yahya juga merupakan sebagian dari padanya.”The Desire of Ages, p. 135.

Jesaya 40 : 5
“Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan, dan segala manusia akan menyaksikannya bersama-sama, karena mulut Tuhan sendiri telah mengucapkannya.”

Disini kepada kita diceritakan, bahwa apabila ‘Pembangunan dan reformasi’ ini terlaksana, maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan, dan segala manusia akan menyaksikannya secara bersama-sama. Oleh karena itu hendaklah kita insyaf, bahwa jika kita melaksanakan segala perkara ini kita semua akan menjadi peIopor-pelopor dari janji-janji yang mulia ini, dan kita akan menjadi hamba-hamba AIIah bagi zaman ini.

Jesaya 40 : 6 – 8
“Suara itu mengatakan, Berserulah. Lalu katanya, Apakah yang akan saya serukan? Segala manusia adalah bagaikan rumput, dan segala kebaikannya adalah seperti bunga di padang. Rumput itu layulah, bunga itu gugurlah, sebab Roh AIIah bertiup atasnya. Sebenarnya manusia itu bagaikan rumput jua adanya. Rumput itu layu, bunga gugur, tetapi firman Allah kita akan berdiri kekal selama-lamanya.”

Pekabaran dari hal jam, itu akan menunjukkan, bahwa segala manusia itu bersifat mati, tidak lagi dapat bertahan dari pada rumput, sehingga segala kebaikannya mereka itu pun tidak akan lebih lama lagi dari pada bunga-bunga yang di padang. Tetapi Firman Allah itu adalah kekal selama-lamanya; bahwa mereka yang rindu untuk memperoleh hidup kekal untuk menjadi sekekal Firman itu sendiri supaya tidak menaruh harap kepada siapapun, melainkan di dalam Firman Allah saja; bahwa mereka hendaknya bertanyakan bagi dirinya sendiri, “Benarkah itu Kebenaran?” dan bukan, “Dari siapakah itu datang?”

Jesaya 40 : 9
“Hai Sion, engkau yang membawakan kabar-kabar baik, naikIah kamu ke atas gunung yang tinggi; Hai Jerusalem, engkau yang membawakan kabar-kabar baik, angkatlah suaramu dengan sekuat-kuatnya, nyaringkanlah dia, janganlah takut; katakanlah kepada segala negeri Jehuda, pandanglah Allahmu!

Orang-orang yang kelak pada akhirnya berdiri di Bukit Sion, dan orang-orang yang kini sedang mempersiapkan jalan bagi Tuhan dengan cara membawakan pekabaran-pekabaran baik ini, semuanya dianjurkan untuk naik ke atas sebuah bukit yang tinggi sebagai mana adanya, dan supaya mengangkat suara mereka bersama-sama tanpa takut apapun, untuk menyerukan kepada segala negeri Yehuda (kepada gereja-gereja dimana-mana) untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan sambil mengatakan, ‘Pandanglah Allahmu!’.

Jesaya 40 : 10
“Bahwasanya Tuhan Allah akan datang dengan tangan besi, dan tangan-Nya akan memerintah bagiNya, bahwasanya pahalaNya adalah sertaNya, dan pembalasanNya adalah mendahuluiNya.”

Tangan Tuhan yang memerintah bagi-Nya tak dapat tiada merupakan kiasan dari orang-orang yang melalui siapa Ia bekerja (Jesaya 51 : 9), yaitu orang-orang yang akan berdiri dengan Dia di Gunung Sion (Wahyu 14 : 1), yaitu Sidang yang tidak bercacad cela dan yang tidak memiliki tipu. “Karena bani Israel akan tinggal beberapa hari lamanya tanpa raja dan tanpa seorang penghulu pun, dan tanpa korban, dan tanpa patung, dan tanpa epod, dan tanpa teraphim; kemudian dari pada itu bani Israel akan kembali, lalu mencari Tuhan Allahnya, dan Daud rajanya, dan mereka akan takut akan Tuhan dan kebaikan-Nya di hari-hari terkemudian.” Hosea 3 : 4, 5.

Juru-juru kabar mengenai j a m itu akan juga memberitakan, bahwa pahala Tuhan (hidup untuk selama-lamanya) adalah beserta-Nya, namun bahwa pekerjaan-Nya adalah mendahuluiNya, masih lagi akan diselesaikan.

Jesaya 40 : 11
“Ia akan menggembalakan kawanan domba-Nya bagaikan seorang gembala; Ia akan mengumpulkan domba-domba itu dengan tangan-Nya, lalu menghantarkan mereka di dalam pangkuan-Nya, lalu dengan sabar menghantarkan yang masih menyusui anak-anaknya.”

Pelayanan atas umat-Nya ini kelak akan dirasakan apabila tangan-Nya akan memerintah bagi-Nya. Ia akan kelak pada waktu itu mengawasi sendiri pekerjaan-Nya, mengawasi sendiri umatNya, sebagai seorang gembala mengawasi sekawanan domba. Ia akan melaksanakan sendiri pengawasan-Nya secara pribadi atas semua orang secara sama baik tua maupun muda.

Jesaya 40 : 12
“Siapakah gerangan yang telah mengukur segala air di dalam tangan-Nya, dan mengukur langit dengan jengkal tangannya, dan menyukat debu bumi dengan takaran, dan menimbang segala gunung di dalam timbangan, dan segala bukit di dalam neraca?”

Oleh karena tidak ada lagi yang lain selain Allah sendiri yang dapat melakukan segala perkara ini, dan oleh karena I a sendirilah yang akan mengawasi segala kawanan domba-Nya, maka dapatIah kita ketahui bahwa pengawasan-Nya atas mereka itu akan tidak tertandingi. Maka mengapakah tidak kita mempercepatkan hari itu?

Jesaya 40 : 13, 14
“Siapakah gerangan yang telah mengendalikan Roh Tuhan, atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasehat-Nya? Kepada siapakah Ia meminta nasehat untuk memperoleh pengertian, dan siapakah yang memberikan petunjuk kepada-Nya, dan mengajarkan kepada-Nya di dalam jaIan keadiIan, dan mengajarkan kepada-Nya pengetahuan, dan menunjukkan kepada-Nya jalan hikmah kebijaksanaan?”

Kita mengetahui, bahwa Roh yang memimpin kepada segala Kebenaran dan segala hikmah kebijaksanaan adalah bukan Dia yang dipimpin atau pun diajar oleh seseorang manusia. Oleh karena itu, maka mengapakah kita harus bergantung kepada seseorang yang tanpa Ilham memutuskan hukum atas Kebenaran yang diilhami? Firman menunjukkan, bahwa bukan hanya manusia, melainkan bahkan segala bangsa adalah sia-sia adanya:

Jesaya 40 : 15 – 17
“Bahwasanya segala bangsa itu adalah bagaikan setitik air pada timba, dan diperhitungkan bagaikan habu kecil di atas neraca; bahwasanya, dipegang-Nya segala pulau itu bagaikan sebuah benda terkecil. Maka se Libanon sekalipun tak cukup untuk kayu bakar, maupun segala binatangnya untuk suatu korban bakaran. Segala bangsa di hadapan-Nya adaIah bagaikan sia-sia belaka; dan mereka diperhitungkan kepada-Nya kurang dari tak ada sesuatu, dan sia-sia.

Apabila kita menyadari, bahwa segala bangsa di bumi ini diperbandingkan kepada kuasa Allah adalah bagaikan sia-sia adanya, sehingga kayu ataupun segala binatang Lebanon sekalipun tak cukup untuk hanya dijadikan korban bakaran, sama halnya bahwa tak lama lagi kita akan menyaksikan segala manusia, termasuk pula diri kita sendiri, bagaikan tidak berarti dan tak berharga bagaikan habu. Kemudian kita akan saksikan betapa perlunya ketergantungan kita kepada-Nya selengkapnya, sebagaimana ketergantungan anak kecil kepada orang tuanya.

Jesaya 40 : 18
“Dengan siapa gerangan hendak kamu menyamakan Allah? Atau dengan apakah hendak kamu memperbandingkan Dia?”

Inilah yang sekarang merupakan suatu masalah bagi setiap orang untuk dijawab di dalam pikirannya.

Jesaya 40 : 19, 20
“Tukang menuangkan sebuah patung, dan tukang emas menyaIutkannya dengan emas dan dilengkapi dengan rantai-rantai perak. Oleh orang yang kurang persembahannya itu dipilihnya sebatang kayu yang tiada rapuh; dicarilah baginya seorang tukang yang pandai untuk membuatkan sebuah patung yang tiada tergoncang.”

Dalam ayat-ayat ini ditunjukkan bagaimana bodohnya manusia. Mereka tidak henti-hentinya memikirkan, bahwa walaupun sepotong kayu adalah baik untuk kayu bakar, namun apabila manusia mencoba membuatkan dari padanya sesuatu yang sama dengan Allah, maka itu hanyalah suatu kebodohan dan bahwa untuk menyembah sujud kepadanya adalah penghinaan dan pendurhakaan.

Jesaya 40 : 21 – 26
“Tiadakah kamu tahu? Tiadakah kamu dengar? Tiadakah dimaklumkan kepadamu semenjak mula pertama? Tiadakah kamu mengerti semenjak segala alas bumi ini? Adalah Dia yang duduk di atas bulat bumi, dan segala penduduknya adalah bagaikan Ialang jua adanya; bahwa Ia membentangkan segala Iangit bagaikan sehelai kain, dan dihamparkannya itu bagaikan sebuah tenda untuk didiami; Ia juga meniadakan segala penghulu, dan segala hakim di bumi dibuatNya sia-sia adanya. Ya, mereka tidak akan ditanam; ya, mereka tidak akan ditabur; ya, batang-batangnya tidak akan mengeluarkan akar di bumi; maka Ia juga akan menghembuskan angin ke atas mereka, maka Iayulah mereka itu, maka angin ribut akan menerbangkan mereka itu pergi bagaikan jerami. Lalu kepada siapakah hendak kamu mempersamakan Daku, atau dengan apakah Aku hendak dipersamakan? Demikianlah firman Yang Maha Suci. Angkatlah matamu ke atas, dan pandanglah Siapakah yang telah menciptakan segala perkara ini, yang membawa keluar segala tentaranya dengan biIangannya; Ia memanggiI mereka semuanya dengan nama-namanya oleh kebesaran kuasaNya, karena itulah Ia kuat dan berkuasa; tak ada satupun yang gagal.”

Oleh karena Allah adalah lebih besar dari pada yang dapat dipikirkan oleh akal manusia, maka mengapakah manusia begitu sedikit bergantung kepadaNya, dan Iebih banyak bergantung kepada pekerjaan mereka sendiri? Benar, kita mungkin tidak sungguh-sungguh menyembah sujud kepada sesuatu patung, tetapi kita mungkin saja melakukan perkara-perkara lainnya yang sama sifatnya dengan penyembahan berhala. Sesungguhnya, jika yang sedemikian itu tidak dipermasalahkan, maka tegoran-tegoran ini tidak akan muncul kepada kita melalui pemecahan nubuatan yang tepat pada waktunya ini.

Jesaya 40 : 27 – 31
“Mengapakah katamu, hai Jakub, dan mengapa tuturmu, hai Israel, bahwa jalanKu tersembunyi daripada Tuhan, dan bahwa keputusanku telah berlalu dari pada Allah? Tidakkah kamu mengetahui? Tidakkah kamu mendengar, bahwa Allah yang kekal itu, yaitu Tuhan, Pencipta segala hujung bumi tidak pernah penat, ataupun letih? tak terduga pikiranNya. Ia memberikan kekuatan kepada yang lemah, dan kepada mereka yang tak memiliki kekuatan ditambahkanNya kekuatan. Bahkan anak-anak muda akan penat dan Iesu, dan orang-orang muda akan selengkapnya jatuh, tetapi mereka yang berharapkan Tuhan akan memperbaharui kekuatan mereka; mereka akan terbang naik dengan sayap bagaikan burung-burung garuda; mereka akan berlari dan tidak akan menjadi lesu; dan mereka akan berjalan, dan tidak menjadi lemah.”

Bukankah itu mengherankan bahwa Sidang yang telah sedemikian jauh hidup berabad-abad lamanya turun sampai kepada hari ini, kini harus diajar kembali permulaan dasar-dasar imannya?

Jesaya 41 : 1, 2
“Berdiamlah dirimu di hadapanKu, hai segala pulau; dan hendakIah segala bangsa itu memperbaharui kekuatan mereka: hendaklah mereka itu datang kemari; laIu hendaklah mereka itu berbicara, bahwa marilah kita datang dekat bersama-sama kepada pehukuman. Siapakah yang sudah membangkitkan orang benar itu dari sebelah timur, yang telah memanggilnya untuk berdiri, yang telah memberikan segaIa bangsa kehadapannya, dan telah menjadikannya pemimpin atas segaIa raja? Ia telah menyerahkan mereka itu bagaikan habu kepada pedangnya, dan bagaikan jerami yang dibuang kepada busurnya.”

Memperbaharui kekuatan mereka ialah membuang dosa, dan datang hampir kepada Allah ialah belajar kepadaNya. Dengan melakukan semuanya ini mereka kemudian akan mengundang orang-orang lain untuk datang kepada pehukuman. Segala bangsa akan berdiam sampai kepada masa itu, dan kemudian mereka akan mengatakan, Marilah, dan hendaklah kita naik ke bukit Tuhan, dan kepada rumah Allah Jakub; maka Ia akan mengajarkan kepada kita jaIan-jalanNya, maka kita akan berjaIan mengikuti langkah-langkahNya, karena hukum akan muncul dari Sion, dan firman Tuhan dari Jerusalem.” Mikah 4 : 2.

Oleh karena itu pekerjaan kita adalah mempersiapkan jalan Tuhan bagi pengumpulan umatNya.

Jesaya 41 : 3 – 5
“la mengejar mereka itu, dan berlalu dengan selamatNya; bahkan sampai kepada jalan yang belum pernah dipijaknya dengan kakinya. Siapakah gerangan yang sudah mengadakan dan melakukan itu, yang memanggil segala bangsa semenjak mula pertama? Akulah Tuhan, yang mula-mula, dan dengan yang terkemudianpun, Akulah Dia. Segala pulau menyaksikannya, dan takutlah semuanya; segala hujung bumi takut dan gementar, berhimpunlah mereka itu laIu datang.”

Ayat-ayat ini dengan jelas menunjukkan, bahwa manifestasi kekuasaan Allah itu akan dirasakan dimana-mana.

Jesaya 41 : 6
“Mereka saling membantu antar sesamanya, sambil mengatakan seorang kepada yang lainnya, pertetapkanlah hatimu.”

Umat Allah sesungguhnya akan menolong sesama tetangga mereka. Orang bodoh bagaimanapun juga akan tetap berlaku dengan bodohnya, dan akan terus menerus di dalam penyembahan berhala mereka.

Jesaya 41 : 7 – 10
“Demikianlah tukang kayu menolong pandai emas, dan orang yang menghaluskan dengan palu menolong orang yang menempa pada landasan, sambil mengatakan, Siaplah sudah untuk dipateri, lalu diikatnya dengan teguh pada paku, sehingga ia itu tidak tergoncang. Tetapi akan dikau, hai Israel, hambaKu, hai Jakub yang telah kupilih, benih dari Ibrahim kekasihKu. Kamu yang telah Kuangkat dari segala hujung bumi, dan yang telah dipanggil dari segala manusia yang termulia, dan telah dikatakan kepadamu, Engkaulah hambaKu; telah Kupilih akan dikau, maka tiada akan kubuangkan kamu. Janganlah takut karena Aku menyertai kamu, janganlah susah karena Akulah Allahmu. Aku akan menguatkan kamu, sesungguhnya Aku akan menolongmu, sesungguhnya Aku akan menegakkan kamu dengan tangan kanan kebenaranKu.”

Janji-janji Allah kepada hamba-hambanya adalah pasti. Marilah kita berpegang kepada semuanya itu sekarang juga. Kita tidak akan pernah memperoleh sesuatu kesempatan sebaik yang kita miliki sekarang. Besok sudah akan terlambat; adalah lebih baik kita menyambut sekarang sementara Allah sedang menghimbau.

Jesaya 41 : 11, 12
“Bahwasanya kemalu-maluanlah dan kecelaanlah kelak mereka sekalian yang berbangkit amarahnya akan dikau, mereka itu akan jadi seperti ketidak adaan, dan segala orang yang berbantah-bantah dengan dikau itu akan binasa. Engkau akan mencari mereka, maka tiada mendapati mereka, bahkan segala orang yang berbantah-bantah dengan dikau, mereka yang berperang melawan dikau akan jadi bagaikan ketidak-adaan belaka.”

Sekaranglah kesempatan kita untuk berbuat apa saja sekuat kita bagi mereka yang memusuhi kita, karena telah dijelaskan di sini, bahwa jika mereka terus menerus dengan permusuhannya mereka kelak akan binasa.

Jesaya 41 : 13
“Karena Akulah Tuhan Allahmu akan memegang tangan kananmu, sambil mengatakan kepadamu, Janganlah takut; Aku akan menolongmu.”

Jika kita sebagai umat berada dengan tidak takut, maka mengapakah adanya semua kata-kata himbauan dan kata-kata dorongan yang membesarkan hati ini? Mengapakah adanya anjuran-anjuran itu supaya kita membuang semua ketakutan kita?

Jesaya 41 : 14, 15
“Janganlah takut, hai kamu ulat kecil Jakub, dan kamu orang-orang dari Israel; Aku akan menolongmu, demikianlah Firman Tuhan, dan Penebusmu, Yang Maha Suci dari Israel. Bahwasanya Aku akan menjadikan dikau sebuah alat penumbuk baru yang tajam yang memiliki gigi-gigi, engkau akan menumbuk hancur segala gunung, memalu mereka itu sampai menjadi kecil-kecil, dan engkau akan menghancurkan segala bukit itu menjadi sekam.”

Menumbuk segala gunung (segala kerajaan) ialah mengambil keluar gandum (orang-orang suci) dari padanya. Oleh karena itu hamba-hamba Allah di sini dijanjikan sebuah alat yang baru yang berbeda dari setiap alat yang pernah dipergunakan sebelumnya; yaitu, pengumpulan orang-orang suci dalam masa penuaian yang akan diselesaikan dalam suatu cara yang belum terpikirkan, yang bertentangan dengan setiap perencanaan manusia. Alat ini akan memiliki gigi-gigi; ia akan memisahkah dengan tiba-tiba gandum dari pada jerami lalu meniup keluar sekam-sekam. Kristus, “yang alat pengipasNya berada dalam tanganNya … hendak membersihkan lantaiNya dengan selengkapnya, Ialu mengumpulkan gandumNya ke dalam lumbung; tetapi la akan membakar habis sekam-sekam itu dengan api yang tak terpadamkan.” Matius 3 : 12. Untuk alasan inilah kita dipanggil, dan untuk tugas yang besar dan mulia inilah kita harus mempersiapkan jalan.

Jesaya 41 : 16, 17
“Engkau akan menampi (mengipas) mereka, maka angin akan menerbangkan mereka pergi, dan angin puyuh akan mencerai-beraikan mereka; maka kamu akan bersuka ria didalam Tuhan, dan akan menjadi mulia di dalam Yang Maha Suci dari Israel. Apabila orang miskin dan papa mencari air, tetapi air tidak ada, dan lidah mereka itu lekatlah oleh kehausan, maka Aku Tuhan akan mendengar mereka itu, Akulah Allah Israel tidak akan meninggalkan mereka.”

Ya, sekam akan ditiup pergi, dan angin puyuh akan menerbangkannya pergi untuk dibakar habis dengan api. Tetapi umat Allah akan bersuka cita di dalam Tuhan, dan segala orang miskinnya akan dihiburkanNya.

Jesaya 41 : 18
“Aku akan membukakan sungai-sungai di tempat-tempat yang tinggi, dan mata-mata air ditengah-tengah segala bukit, Aku akan jadikan padang tandus itu sebuah telaga air, dan tanah yang kering berpancaran air.”

Hujan akhir itu, sebagai kita saksikan disini, kelak akan berIimpah-limpah. Ia akan membuat sungai-sungai, pancaran-pancaran air dan telaga-telaga air di tempat-tempat yang tidak diharapkan demikian. Semua ini adalah suatu ramalan dari hal suatu penuaian besar bahkan penuaian dari tempat-tempat yang tandus – dari negeri-negeri orang kapir. “Sesudah ini Aku tampak, dan terlihatlah sejumlah besar orang-orang yang tak seorangpun dapat menghitungnya, berasal dari segala bangsa, dan segala suku; dan segala umat, dan segala bahasa. Berdirilah semuanya di hadapan tahta itu, serta dihadapan anak Domba, berpakaikan jubah-jubah putih dan tangkai palm berada di dalam tangan-tangan mereka.” Wahyu 7 : 9.

Jesaya 41 : 19
“Akan Kutanamkan di padang tandus itu pohon cedar, pohon sitim, pohon murd, dan pohan zait; akan Kutaruh di padang kering itu pohon fir, pohon pine, dan pohon bok secara bersama-sama.”

Allah akan memperindah negeri-negeri orang kapir itu dengan orang-orang yang memiliki tabiat-tabiat Kristen serta karunia-karunia yang seindah pohon-pohon murd, pohon zait, pahon fir, pohon pine, dan pohon bok secara bersama-sama. Tak ada sesuatu pun di dunia pada waktu ini yang dapat memberikan kepada manusia harapan serta ketenangan pikiran terkecuali janji-janji Allah ini.

Jesaya 41 : 20 – 24
“Supaya mereka dapat melihat, dan mengetahui, dan memperhatikan, serta memahami bersama-sama, bahwa tangan Tuhan telah melakukan ini, dan bahwa Yang Maha Suci dari Israel itu telah menciptakannya. Kemukakanlah alasanmu, demikianlah firman Tuhan; kemukakanlah segala alasanmu yang kuat, demikianlah firman Raja dari Jakub. Hendaklah mereka mengemukakannya, dan hendaklah mereka menunjukkan kepada kita apa yang akan jadi; hendaklah mereka menunjukkan segala perkara yang terdahulu, bagaimana keadaannya, agar supaya kita dapat memperhatikannya, dan dapat kita mengetahui hujung akhir dari padanya, atau supaya mereka menunjukkan kepada kita perkara-perkara bagi masa mendatang. Tunjukkanlah segala perkara yang akan datang kemudian sejak sekarang, agar supaya dapat kita ketahui, bahwa engkaulah dewa-dewa itu, bahkan hendaklah kamu berbuat barang sesuatu yang baik atau yang jahat, agar supaya heranlah kita apabila sama-sama kita menyaksikannya. Bahwasanya, kamu adalah sia-sia, dan pekerjaanmu pun adalah nihil, maka kekejianlah mereka yang memilih akan dikau.”

Terdapat di sini suatu tantangan terhadap semua musuh-musuh kita. Hendaklah mereka itu menceritakan kepadamu apa yang akan jadi kemudian jika mereka sanggup, atau hendaklah mereka menceritakan yang sudah berlalu jika mereka mau, demikianlah tantangan Allah kepada mereka. Jadi, dapatlah mereka ketahui kini, bahwa mereka adalah sia-sia belaka, maka orang-orang yang memilih untuk mengikuti mereka itu, mereka akan merupakan suatu kekejian bagiNya.

Jesaya 41 : 25
“Aku telah membangkitkan seseorang dari sebelah Utara, maka ia akan datang semenjak dari matahari terbit ia kelak akan menyebutkan namaKu, maka ia akan datang ke atas segala penghulu sebagai pembawa kematian, dan sebagai pengrajin tanah liat.

Orang ini yang di dalam nubuatan akan datang kira-kira dari sebelah utara dari Tanah Perjanjian. Ia berseru kepada Tuhan semenjak pagi-pagi sekali – sama paginya dengan naiknya matahari pada pagi-pagi sekali. Ia juga datang ke atas segala penghulu bagaikan ke atas kematian, dan bagaikan pengrajin yang  berpijak di atas tanah liat. “Pada masa segala raja ini Allah di Sorga akan mendirikan sebuah Kerajaan ……… ia akan menghancur luluhkan dan memakan habis semua kerajaan ini.” Daniel 2 : 44.

Adakah seseorang yang pernah menjelaskan semua perkara ini kepada semua umat? Tanyakanlah Tuhan. Lalu Ia akan menjawab dengan pertanyaanNya sendiri: “Sesungguhnya tak seorangpun yang menunjukkan, sesungguhnya tak seorangpun yang menjelaskan, sesungguhnya tak seorangpun yang mendengarkan kata-katamu.

Jesaya 41 : 27, 28
“Yang pertama akan mengatakan kepada Sion, Bahwasanya, lihatlah mereka, maka Aku akan memberikan kepada Jerusalem seseorang yang membawakan berita-berita yang baik. Karena sudah kulihat dan tak terlihat seorang pun; bahkan di antara mereka semuanya, dan tidak terdapat seorang penasehat pun, sehingga, apabila Kutanyakan kepada mereka, maka tak seorangpun dapat menjawab.”

Apabila Allah mengunjungi umatNya dengan berita-berita yang baik ini, maka didapatiNya tak seorangpun di antara hamba-hambaNya yang melakukan pekerjaan ini, dan tak seorangpun penasehat di antaranya yang dapat memberikan sesuatu jawaban untuk segala perkara ini. Tetapi bagaimanapun juga kita harus melakukan apa saja sebisanya untuk membangunkan mereka. Kita harus tinggikan firman itu, menghiburkan umatNya, dan mempersiapkan jalan sehingga Ia dapat menjadikan kita sebuah alat penumbuk yang baru.



* * * * *

 255 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart