<< Go Back
AMARAN SEKARANG
Jilid II No.14



PENEMPATAN SECARA
KRONOLOGIS DARI
PASAL – PASAL
BUKU WAHYU



Naskah Untuk Berdoa
IBADAH YANG SETENGAH HATI
MENIMBULKAN KETIDAKSTABILAN
Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons halaman 49 yang berbunyi sebagai berikut:
“Jika kita mencintai Yesus, maka kita akan suka hidup bagi Dia, suka memberikan persembahan-persembahan syukur kita kepadaNya, suka untuk bekerja bagiNya. Pekerjaan yang utama akan menjadi ringan. Karena demi Dia kita akan menyukai sakit dan kerja keras dan pengorbanan. Kita akan ikut merasa senang bersama-sama dengan kerinduanNya bagi keselamatan manusia. Kita akan merasakan kerinduan yang sama terhadap jiwa-jiwa seperti yang dirasakanNya”.
“Inilah ibadah dari Kristus. Apa saja yang kurang dari pada ini ialah penipuan. Bukan saja teori kebenaran atau pengakuan diri sebagai murid akan dapat menyelamatkan sesuatu jiwa. Kita tidak akan menjadi milik Kristus jika tidak kita sepenuhnya adalah milik-Nya, Adalah oleh karena tidak sepenuh hati dalam kehidupan Kristen sehingga manusia telah menjadi lemah dalam tujuan dan selalu berubah-ubah dalam keinginan. Usaha untuk mengabdi kepada kedua-duanya baik diri sendiri maupun Kristus membuat seseorang menjadi pendengar dari jenis tanah yang berbatu-batu, maka ia tidak akan lama bertahan apabila datang sesuatu ujian atas dirinya”.
Kita akan bertelut sekarang dan berdoa kiranya kita tidak akan lupa, bahwa apa saja yang kurang dari pengorbanan bagi jiwa-jiwa ia itu bukanlah agama Kristus; bahwa jika kita setengah hati dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban kita, maka kita makin hari makin akan menjadi tidak tetap; bahwa ibadah yang sepenuh hati dan perbuatan-perbuatan yang sepenuh hati dapat menjadi satu-satunya bukti bahwa darah Kristus telah berhasil melaksanakan tugasnya di dalam kita, dan satu-satunya perkara yang menjaminkan hak kita untuk masuk ke Kota Suci itu.
********
204 total, 1 views today


