Sebuah pemerintahan dunia dan satu-satunya umat yang tidak mau menyembah sujud kepadanya
<< Go Back


SEBUAH PEMERINTAHAN DUNIA
DAN SATU-SATUNYA UMAT

YANG TIDAK
MAU MENYEMBAH SUJUD KEPADANYA

 

Oleh:
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent

Hari Ketujuh
Sabat, 6 Desember 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

 

 

Wahyu 13 : 1 – 10
“Dan aku berdiri di pantai Iaut, maka aku tampak seekor binatang buas keluar dari dalam Iaut, yang memiliki tujuh kepala dan sepuIuh tanduk, dan di atas tanduk-tanduk itu ada sepuluh mahkota, dan di atas kepala-kepalanya itu terdapat nama hojat. Maka binatang yang kutampak itu adalah bagaikan seekor harimau kumbang, dan kaki-kakinya adalah seperti kaki beruang, dan muIutnya seperti mulut singa; maka naga itu memberikan kepadanya kuasanya, dan kedudukannya, dan kekuasaan besar. Maka aku tampak salah sebuah dari kepaIa-kepalanya itu bagaikan terIuka yang membawa mati; tetapi Iuka parahnya itu telah sembuh, dan seluruh dunia heran akan binatang itu.”

Maka mereka menyembah kepada naga itu yang telah memberikan kuasa kepada binatang itu; dan mereka menyembah binatang itu sambil mengatakan, Siapakah yang sama dengan binatang itu? Siapakah yang mampu berperang melawan dia? Maka telah diberikan kepadanya suatu mulut yang membicarakan perkara-perkara besar dan berbagai hojat; maka kekuasaan telah diberikan kepadanya untuk terus berlanjut seIama empat puluh dua bulan lamanya.

Maka ia membuka mulutnya dalam hojat melawan Allah, menghojat namaNya, dan kemah kesucianNya, dan semua orang yang diam di dalam sorga. Dan telah diijinkan kepadanya untuk membuka peperangan dengan segala orang suci, serta mengalahkan mereka itu; maka kekuasaan teIah diberikan kepadanya atas segala suku bangsa, dan bahasa, dan segala bangsa. Dan semua orang yang diam di bumi akan menyembah dia, yaitu mereka yang nama-namanya tidak tersurat di dalam kitab hayat Anak Domba yang tersembelih semenjak dari asal dunia ini.

Jika seseorang memiliki telinga, maka hendakIah ia mendengar. Barangsiapa yang membawa orang ke dalam tawanan, tak dapat tiada ia sendiri akan masuk juga ke dalam tawanan; barangsiapa yang membunuh dengan pedang, ia tak dapat tiada akan dibunuh juga dengan pedang. Di sinilah terdapat sabar dan iman dari segala orang suci”.

Kita telah membaca di sini gambaran dari binatang yang satu, tetapi ayat-ayat selebihnya mengemukakan kepada kita suatu binatang yang lain lagi.

Wahyu 13 : 11 – 14:
“Maka aku tampak seekor binatang lain datang keluar dari bumi, yang bertanduk dua seperti tanduk anak domba, maka ia berbicara seperti seekor naga. Maka ia melakukan semua kekuasaan dari binatang yang pertama yang mendahuluinya, dan menyuruh bumi berikut semua orang yang diam di dalamnya supaya menyembah binatang yang pertama itu, yang luka parahnya telah sembuh. Maka ia melakukan berbagai tanda ajaib yang besar-besar, sehingga ia menurunkan api dari langit ke atas bumi di hadapan mata orang banyak, dan menyesatkan mereka yang diam di bumi dengan perantaraan segala tanda ajaib itu yang diberi kuasa kepadanya untuk dilakukan di hadapan binatang itu; sambil mengatakan kepada mereka yang diam di bumi, bahwa mereka harus membuat sebuah patung bagi binatang itu yang sudah kena luka pedang, tetapi hidup.”

Binatang yang kedua ini naik, bukan dari laut, melainkan dari bumi. Dan ia membuatkan sebuah patung, yaitu sesuatu yang sama dengan binatang yang pertama itu; artinya, ia menghidupkan kembali prinsip-prinsip pemerintahan dari binatang yang pertama itu, yaitu prinsip-prinsip pemaksaan sebelum binatang yang pertama itu menerima lukanya yang membawa mati.

Wahyu 13 : 15 – 18:
“Maka ia pun diberi kuasa untuk memberi nafas hidup kepada patung binatang itu supaya patung binatang itu berkata-kata, dan membuat seberapa banyak orang yang tiada menyembah patung binatang itu supaya dibunuh. Maka ia membuat sekalian orang, kecil besar, kaya miskin, merdeka ataupun hamba, supaya semuanya itu menerima suatu tanda dalam tangan kanan mereka atau dalam dahi mereka, dan supaya tiada seorang pun dapat berjual beli, terkecuali orang yang memiliki tanda itu, atau nama dari binatang itu, atau angka bilangan dari namanya. Di sinilah hikmat. Hendaklah orang yang mengerti menghitung angka bilangan binatang itu, karena ia itu adalah angka bilangan dari seseorang; dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.”

Kita saksikan, Alkitab menempatkan angka bilangan “666” itu bukan pada binatang yang pertama, yaitu binatang yang menyerupai harimau kumbang, melainkan pada binatang yang kedua, yaitu binatang yang bertanduk dua, sebab gambaran dari binatang yang pertama itu berakhir di dalam ayat 10 dan gambaran dari binatang yang bertanduk dua dimulai dengan ayat 11 dan berakhir dengan ayat 18.

Sebuah penerbitan gereja yang mula-mula, yang berjudul A WORD TO THE LITTLE FLOCK, dan yang dikeluarkan oleh para pendiri organisasi gereja yang lalu, juga menempatkan dengan tepat angka bilangan “666” itu pada binatang yang bertanduk dua itu. (Iihat halaman 19 dari buku A WORD TO THE LITTLE FLOCK).

Buku Wahyu karena merupakan pelengkap dari buku Daniel (Acts of the Apostles, p. 585), maka adalah perlu agar kita menyentuh sedikit pada Daniel khususnya pasal tujuh.

Tanduk kecil itu dalam tahap keduanya dari binatangnya Daniel yang keempat, menunjukkan bangkitnya suatu kuasa yang kejam dan lalim, yaitu suatu kuasa yang menentang umat Allah. Simbolisasi dari binatang Yahya yang menyerupai harimau kumbang dari Wahyu 13, yang merupakan kelanjutan dari binatangnya Daniel yang keempat, menceritakan tentang apa yang akan jadi terhadap penguasa iblis itu.

Daniel menjelaskan bahwa empat binatangnya itu melambangkan empat kerajaan dunia, yang satu menyusul yang lainnya. Dan sudah lama dipahami secara luas, bahwa mereka itu adalah Babil, Medo-Persia, Gerika, dan Romawi. Perhatikanlah, bahwa binatang dari Yahya yang menyerupai harimau kumbang itu memiliki kepala dari pada singa (binatang yang pertama), kaki-kaki dari pada beruang (binatang yang kedua), tubuhnya dari pada harimau kumbang (binatang yang ketiga), dan sepuluh tanduk (binatang yang keempat). Maka dengan begitu, dapatlah anda saksikan, bahwa binatang yang menyerupai harimau kumbang itu adalah seekor binatang campuran dari keempat binatangnya Daniel yaitu seekor binatang keturunan dari mereka itu. Oleh sebab itu, ia itu tak dapat tiada melambangkan dunia sesudah runtuhnya kerajaan yang keempat, sesudah Romawi Kapir.

Lagi pula, sepuluh tanduk yang tidak bermahkota dari binatangnya Daniel yang keempat itu, karena melambangkan raja-raja yang akan bangkit keluar dari kerajaan Romawi, maka mahkota-mahkota pada binatang yang menyerupai harimau kumbang itu akan menunjukkan bahwa binatang itu melambangkan masa periode dimana raja-raja itu telah mengambil mahkota-mahkota mereka, yaitu masa periode sesudah pecahnya Kekaizaran Romawi Kapir.

Dan selanjutnya, binatang yang menyerupai harimau kumbang itu telah menghujat Allah dan kemahNya selama jangka waktu yang sama dengan yang diperbuat oleh binatangnya Daniel yang keempat dalam masa tahap keduanya, yaitu Romawi Kristen; yaitu selama, “satu masa, dan dua masa, dan setengah masa” (3 tahun dan 6 bulan), empat puluh dua bulan. Jadi jelaslah, bahwa binatang yang menyerupai harimau kumbang itu memerintah dalam masa yang sama dengan binatang yang tak tergambarkan itu dalam masa tahap keduanya, yaitu tahap dari tanduk kepala yang kecil itu. Oleh sebab itu luka yang mematikan pada binatang yang menyerupai harimau kumbang melambangkan pukulan yang mematikan yang diterimanya dari Reformasi Protestan. Sebab itu kepalanya yang luka itu melambangkan kekuasaan tanduk-kepala (suatu gabungan kekuasaan sipil dan agama) dari binatangnya Daniel yang dilepaskan dari kekuasaan sipilnya.

Kini, karena tanduk-tanduk dari binatangnya Yahya itu melambangkan bangsa-bangsa, dan kepalanya yang terluka itu melambangkan sebuah organisasi agama yang dipisahkan dari suatu kekuasaan sipil, dan karena tujuh kepalanya itu adalah semuanya sama, terkecuali yang terluka pada salah satunya, maka jelaslah bahwa kepala-kepala itu, yang tujuh jumlahnya itu, menggambarkan organisasi-organisasi agama, yaitu dunia Kristen dalam keseluruhannya. Walaupun demikian, tanduk-tanduk itu, yang sepuluh jumlahnya, menggambarkan pemerintahan-pemerintahan sipil keseluruhannya. Oleh sebab itu baik tanduk-tanduk maupun kepala-kepala kedua-duanya melambangkan dunia di waktu ini, sama seperti masing-masing dari empat binatang Daniel itu secara berturut-turut telah melambangkan dunia dalam sejarahnya.

Tanduk-tanduk dan kepala-kepala itu karena semuanya berada pada binatang itu pada waktu yang bersamaan, bukan muncul yang satu menyusul yang lainnya, atau pun dengan cara yang sama gugur seperti halnya tanduk-tanduk di dalam Daniel pasal 7 dan 8, maka hendaklah selamanya meyakinkan setiap pikiran yang rasional, bahwa tanduk-tanduk dan kepala-kepala itu melambangkan badan-badan organisasi sipil dan agama, yang semuanya berada pada waktu yang bersamaan, bukan yang satu menyusul yang lainnya.

Hojat yang ada meliputi kepala-kepala itu, bukan meliputi tanduk-tanduk, menunjukkan bahwa badan-badan organisasi agama yang digambarkan di dalamnya itu tidak berbakti kepada Allah sesuai Kebenaran, sehingga mereka tidaklah sepenuhnya sebagaimana yang mereka akui. Interpretasi yang tepat mengapa Ilham menempatkan kata-kata “hojat” itu adalah sebagai berikut: “Aku tahu hojat mereka itu yang mengatakan dirinya orang-orang Yahudi, tetapi bukan.” Wahyu 2 : 9.

Adalah lebih baik bagi kita semua mengakui semua kegagalan kita dari pada mengelak Kebenaran, karena hanya Kebenaran yang akan memerdekakan kita.

Lagi pula, karena kita akui bahwa Reformasi itu telah menimbulkan pukulan yang mematikan dan telah melahirkan faham Protestantisme, dan karena Ilham mengatakan bahwa luka itu sudah sembuh, maka semuanya ini membuktikan sesuatu yang jika kita akui, akan dapat menyelamatkan hidup kita yang kacau ini, dan membuat kita sama besarnya dengan yang diperbuat oleh pengakuan-pengakuan jujur di zaman dahulu yang membuat Daud menjadi besar. Apakah yang harus kita akui? — Justru inilah: Jika Protestantisme telah melukai binatang itu oleh perantaraan Reformasi, maka dengan sembuhnya luka itu tak dapat tiada menunjukkan, bahwa Reformasi telah gagal untuk tetap mempertahankan luka itu terbuka, sehingga tujuan dari para reformator telah mati, dan kelaliman telah dihidupkan kembali. Tepatlah, bahwa simbol ini sedang berbicara sejalan dengan apa yang dikatakan oleh pekabaran kepada orang-orang Laodikea yang berbunyi: “Oleh sebab katamu, aku kaya, dan telah bertambah-tambah kekayaanku, sehingga tidak memerlukan apa-apa lagi; padahal tidak engkau ketahui, bahwa engkaulah orang malang, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang. Sebab itu Aku menasehatkan kepadamu supaya membeli kepadaKu emas yang sudah teruji dengan api, supaya engkau kaya; dan pakaian putih, supaya engkau berpakaian, dan supaya tidak kentara malu ketelanjanganmu; dan supaya mengobati matamu dengan salp mata, supaya engkau dapat melihat.” Wahyu 3 : 17, 18.

Bagi seseorang yang berada dalam keadaan menyedihkan sedemikian ini lalu pada waktu yang sama berpendapat, bahwa ia tidak memerlukan apa-apa, benar-benar adalah suatu hojat.

Berlainan dari pada binatang yang pertama, maka binatang yang kedua itu muncul dari bumi. Laut dan bumi jelas menunjukkan dua tempat yang berbeda. Kita mengetahui, bahwa binatang-binatang dari Daniel pasal 7, dan binatang yang menyerupai harimau kumbang dari Wahyu pasal 13, yaitu binatang-binatang yang naik dari laut, sekaliannya itu berasal dari negeri Tua, yaitu tanah-tanah dari mana manusia berasal. Ya, “laut” lebih tepat melambangkan Negeri Tua itu, sebab laut adalah gudang dari pada segala air, yaitu tempat dari mana segala air berasal, sama halnya seperti Negeri Tua itu adalah tempat dari mana manusia mulai menyebar keluar.

Maka “bumi” menunjuk kepada suatu tempat yang jauh dari “laut” dan yang berlawanan dengan apa yang diartikan oleh laut, — yaitu suatu negeri yang dibentuk dari penduduk-penduduk yang datang dari mana-mana. Satu-satunya negeri atau bangsa yang sedemikian ini yang jauh dari Negeri Tua itu dan yang sangat berpengaruh seperti yang dilukiskan dalam binatang bertanduk dua ini yang naik setelah pembentukan binatang yang menyerupai harimau kumbang itu, dalam masa sejarah Protestan, ialah Amerika Serikat. Lagi pula, Amerika Serikat sudah menjadi sebuah kekuatan dunia, sehingga dengan begitu kita tidak perlu meragukan Iagi. Dua tanduk dari binatang itu menunjuk kepada dua kekuatan politiknya yang memerintah — yaitu partai Demokrat dan partai Republik. Tabiat mereka yang menyerupai tanduk anak domba itu memperlihatkan kesucian, tidak membahayakan, dan suka membantu. Tetapi bicara binatang itu seperti seekor naga membantah sama sekali penampilannya yang seperti tanduk anak domba itu.

Binatang bertanduk dua itu melakukan semua kekuasaan yang pernah dilakukan oleh binatang yang pertama, binatang yang menyerupai harimau kumbang itu, kembali memperlihatkannya sebagai suatu kekuatan dunia. Sesungguhnya, ia memerlukan suatu kekuatan yang sedemikian ini justru untuk memaksa semua penduduk bumi untuk berbakti sesuai dengan yang diperintahkannya, dan untuk melaksanakan sesuatu yang sama dengan sebuah pemerintahan gabungan gereja dan negara yang telah ketinggalan zaman seperti halnya Zaman-Zaman Pertengahan itu sendiri. Ya, ia membina sesuatu kekuatan yang sedemikian ini untuk mempengaruhi dunia, terkecuali mereka yang nama-namanya telah tersurat di dalam Kitab Hayat Anak Domba, untuk menyembah sujud kepadanya.

Wahyu 13 : 13 – 15:
“Maka ia melakukan berbagai tanda ajaib yang besar-besar, sehingga ia menurunkan api dari langit ke atas bumi di hadapan mata orang banyak, dan menyesatkan mereka yang diam di bumi oleh perantaraan segala tanda ajaib itu yang diberi kuasa kepadanya untuk dilakukan di hadapan binatang itu; sambil mengatakan kepada mereka yang diam di bumi, bahwa mereka harus membuatkan sebuah patung bagi binatang itu yang sudah kena Iuka pedang, tetapi hidup. Dan ia pun diberi kuasa untuk memberi nafas hidup kepada patung binatang itu supaya patung binatang itu berkata-kata, dan membuat seberapa banyak orang yang tidak menyembah patung binatang itu supaya dibunuh.”

Di sini anda saksikan, bahwa usaha penyatuan dunia seperti ini, yang telah diadakan untuk mendatangkan damai dan ketenteraman dari pada kekacauan yang ada sekarang, sebaliknya bahkan akan mendatangkan masa kesusahan yang Iebih besar. Mengapa? — Sebab walaupun binatang itu mungkin berhasil membawa Komunisme dan Kapitalisme kepada persetujuan bersama, dan membuat mereka menyembah sujud kepada patung binatang itu, namun orang-orang yang nama-namanya tersurat di dalam Kitab Hayat Anak Domba tidak pernah akan mau mematuhinya. Dari sini anda dapat saksikan, bahwa seluruh rencana itu adalah dikendalikan oIeh suatu kekuatan gaib yang tujuannya ialah untuk memboikot umat Allah. Tetapi bagaimanapun juga mereka itu akan diselamatkan.

Bilamana keputusan dari binatang itu keluar, bahwa tidak seorang pun boleh berbelanja atau berjualan, dan harus dibunuh bagi mereka yang tidak mau mematuhinya, maka hanya Allah saja yang dapat melindungi umatNya, yaitu orang-orang yang nama-namanya ada tersurat di dalam “Kitab Itu.” Sedemikian inilah janji setiaNya yang berbunyi: “Maka pada masa itu akan bangkit berdiri MikhaiI, Penghulu besar itu, yang akan membela bani bangsamu; maka akan jadi suatu masa kesusahan yang sedemikian itu belum pernah jadi semenjak berdirinya sesuatu bangsa sampai kepada masa itu. Maka pada masa itu umatmu akan selamat, yaitu setiap orang yang kelak didapati namanya tersurat di dalam Kitab.” Daniel 12 : 1.

Wahyu 13 : 16, 17:
“Maka ia membuat sekalian orang, keciI besar, kaya miskin, merdeka ataupun hamba, supaya semuanya itu menerima suatu tanda dalam tangan kanan mereka atau dalam dahi mereka, dan supaya tiada seorang pun dapat berjual-beli, terkecuali orang yang memiliki tanda itu, atau nama dari binatang itu, atau angka bilangan dari namanya.”

Kekuasaan ini, sebagai anda lihat, akan juga mengawasi semua pasar di dunia. Ramalan simbolis tentang pemerintahan dunia yang akan didirikan ini, jelas menunjukkan, bahwa pemerintahan dunia yang akan datang itu bukanlah PBB, bukan juga Komunisme, melainkan suatu kekuasaan agama. Kita tahu, bahwa ia itu bukanlah Komunisme, sebab Komunisme menentang agama, tetapi binatang itu membelanya.

Bilamana hal ini jadi, yang mana tidak jauh lagi di seberang khatulistiwa sana, maka orang-orang yang nama-namanya ada tersurat di dalam “Kitab Hayat” akan selamat, tetapi semua orang lainnya akan kelak menerima tanda binatang itu. Tidak akan ada tempat berdiri di tengah, ataupun kelas orang-orang yang netral.

Kita harus memutuskan sekarang juga apa yang hendak diperbuat, supaya jangan sampai kita lengah. Untuk kepentingan inilah terang Kebenaran telah datang kepada kita sekarang.

Pemerintahan dunia yang kelak akan berkembang dari “Perhimpunan Bangsa-Bangsa” maupun dari “Perserikatan Bangsa Bangsa” itu sesungguhnya tidak mutlak bersifat universal, maka masih akan ada “dua dunia” lagi, tetapi bukan merupakan dunia Kapitalisme dan dunia Komunisme, melainkan mereka adalah orang-orang yang menyembah binatang itu berikut patungnya, dan orang-orang yang menyembah Allah yang nama-namanya ada tersurat di dalam Kitab. Mereka yang terakhir inilah satu-satunya umat yang tidak mau menyembah sujud kepada pemerintahan dunia yang akan datang itu.

 

*****

 

 241 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart