<< Go Back
AMARAN SEKARANG
Jilid II No. 22
PARADOKS BESAR DARI
SEGALA ZAMAN
Naskah untuk Berdoa
MEMECAHKAN TANAH YANG TANDUS
Saya akan membaca pada halaman 56 dari buku Christ’s Object Lessons yang berbunyi sebagai berikut:
“Dalam seluruh perumpamaan mengenai penabur, Kristus menunjukkan berbagai hasil dari penaburan sebagai bergantung pada tanah. Dalam setiap hal penabur dan benih adalah sama. Dengan demikian Ia mengajarkan, bahwa jika firman Allah gagal menyelesaikan tugasnya di dalam hati dan kehidupan kita, maka alasannya akan ditemukan dalam diri kita sendiri. Tetapi hasilnya tidaklah berada di luar pengawasan kita. Benar, kita tidak dapat merubah diri kita sendiri, tetapi kuasa untuk memilih adalah milik kita, maka ia itu tergantung pada kita untuk memutuskan kita ingin menjadi apa. Para pendengar dari jenis tanah di tepi jalan, dari jenis tanah yang berbatu-batu, dari jenis tanah yang berduri-duri tidak perlu terus tinggal sedemikian itu ……. Tanah yang pernah sekali ditumbuhi oleh duri-duri dapat diperbaiki hanya dengan kerja keras. Demikianlah semua kecenderungan jahat dari hati alamiah hanya dapat dikuasai oleh usaha yang sungguh-sungguh dalam nama dan kekuatan Yesus. Tuhan meminta dari pada kita melalui perantaraan nabiNya: “Pecahkanlah tanahmu yang tandus itu, dan janganlah menabur di antara duri-duri.” “Taburlah bagi dirimu sendiri dalam kebenaran; tuailah dalam kemurahan.” Pekerjaan ini ingin Ia selesaikan bagi kita, maka Ia mengundang kita untuk bekerja sama denganNya.”
Kita akan bertelut sekarang dan berdoa kiranya kita dapat selalu berjaga terhadap Suara dari Roh Allah; untuk mengetahui, bahwa walaupun kita tak dapat merubah diri kita sendiri, namun kuasa untuk memilih adalah milik kita; untuk senantiasa ingat, bahwa Allah telah menciptakan kita menjadi perantara-perantara moral yang merdeka, bahwa kita sendiri bertanggung jawab bagi kekerasan hati kita; untuk membiarkan dia memecahkan tanah tandus kita sehingga kita dapat menabur bagi diri kita sendiri kebenaran; untuk mengetahui bahwa melalui doa dan belajar kita dapat terus menjaga kerinduan kita bagi perkara-perkara rohaniah.
228 total, 2 views today


