<< Go Back
MELAKSANAKAN SEMUA
PERINTAH HATI BATU
DAN PIKIRAN DAGING
Oleh:
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent
Sabat, 17 Januari 1948
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
Naskah dari Firman bagi kita hari ini terdapat dalam Wahyu 22 : 14, 15.
Wahyu 22 : 14, 15:
“Berbahagialah segala orang yang melaksanakan perintah-perintahNya, sehingga mereka itu berhak menghampiri pohon alhayat, dan mereka boleh masuk terus melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu. Karena di luar terdapat anjing-anjing dan segala orang hobatan, dan orang-orang berzinah, dan para pembunuh, dan orang-orang penyembah berhala, dan siapa saja yang cinta akan dusta.”
Di sini kepada kita diceritakan dengan jelas, bahwa hanya orang-orang yang melaksanakan perintah-perintahNya akan memperoleh hak untuk masuk ke Kota itu. Apabila pekerjaan penyelamatan berakhir dan semua umat pemelihara hukum telah berhimpun pulang, maka seperti biasanya mereka akan memeliharakan perintah-perintah Allah sama seperti halnya mereka kini dengan biasa melanggarnya. Ini akan jadi begitu, sebab selama masa penyucian hati mereka akan diubahkan dan perintah-perintah Allah akan dituliskan pada diri mereka. (Yeheskiel 36 : 23 – 27).
Dosa tidak dapat dihapuskan sementara Hukum masih dilanggar, sebab pelanggaran terhadap Hukum adalah dosa. (1 Yahya 3 : 2, 4). Saudara melihat, perintah-perintah Allah itu adalah kekal, maka hanya apabila orang-orang Kristen mulai menghidupkan kehidupan yang dianjurkan oleh Firman Allah, baharulah mereka akan menemukan dirinya hidup di atas Hukum itu; kemudian mereka hanya akan bebas dari pelanggaran, lalu dengan demikian itu bebas dari Hukum.
Oleh karena perintah-perintah Allah itu harus dipeliharakan selama-Iamanya, maka semua itu harus selalu ada. Lagi pula, Sabat yang telah diciptakan dan disucikan dalam minggu kejadian dunia itu, sebelum datang dosa, adalah terdapat di dalam perintah-perintah itu. Dan juga, Adam tentunya tidak dapat berdosa jika perintah yang berbunyi, “Jangan ada padamu Allah-Allah yang lain di hadapan hadiratKu,” tidak terdapat pada waktu itu.
Roma 7 : 7:
“Apakah yang akan kita katakan sekarang? Apakah Hukum Torat itu dosa? Sekali-kali tidak. Aku tidak mengenal dosa, kalau bukan karena Hukum Torat itu, karena tiada aku tahu akan hal keinginan, kalau bukan Hukum Torat yang telah mengatakan, ‘Janganlah kamu ingin.'”
Ucapan ilham dari rasul Paulus menempatkan sepuluh perintah itu, sebagai anda saksikan, dalam kerangka terpenting dari Injil. Ia menegaskan, bahwa tanpa adanya perintah-perintah itu, maka para pengikut Injil tidak akan mengetahui apa artinya dosa.
Roma 7 : 8 – 10:
“Tetapi dalam perintah itu dosa mengambil kesempatan untuk membangkitkan di dalam diriku berbagai keinginan. Karena tanpa adanya Hukum Torat dosa mati. Dahulu aku hidup tanpa Hukum Torat, tetapi apabila perintah itu datang, dosa mulai hidup, dan aku mati. Dan perintah yang seharusnya membawa kepada hidup, ternyata bagiku justru membawa kepada kematian.”
Di sini lIham menjelaskan, bahwa Hukum Torat itu tidak menyelamatkan melainkan Ia mempersalahkan; bahwa tanpa adanya Hukum Torat tidak akan ada dosa. Hukum Torat itu tidak menyelamatkan Adam dan Hawa, melainkan Ia mengadili mereka sebagai tidak pantas mereka memiliki tempat tinggal di Eden dan berhak kepada Pohon Alhayat itu. Ia menghukum mati mereka berdua. Hukum Allah, seperti juga setiap hukum yang baik lainnya adalah merupakan guru kebenaran, dan bukan Juruselamat.
Roma 7 : 12 – 14:
“Oleh sebab itu Hukum Torat itu adalah suci, dan perintah itu pun suci, benar dan baik. Jika demikian, adakah yang baik itu membawakan kematian bagiku? Dijauhkan Allah. Melainkan dosa, supaya ia itu dapat nyata terlihat dosa yang melakukan kematian dalam diriku oleh apa yang baik itu; supaya oleh perintah itu dosa lebih nyata lagi keadaannya sebagai dosa. Sebab kita tahu, bahwa Hukum Torat adalah rohani, tetapi aku adalah daging, terjual ke bawah kuasa dosa.”
Orang-orang yang dengan gembira mematuhi semua hukum negara menyatakan, bahwa semua itu adalah suatu lambang kemerdekaan yang terbaik, dan itulah sebabnya mengapa mereka memilikinya, tetapi orang-orang yang senang dalam dosa, semua hukum itu bagi mereka merupakan kutukan. Setiap pembunuh yang dihukum mati oleh undang-undang, umumnya tidak senang terhadap undang-undang yang menghukumnya. Kalau saja orang yang sedemikian ini mempunyai caranya sendiri, ia sudah akan menghapuskan undang-undang itu. Keadaan ini sama halnya dengan orang-orang yang berdosa melawan Hukum Allah, karena hukumNya adalah rohani, dan mereka adalah badani, terjual ke bawah kuasa dosa.
Bagaimanakah jika sekiranya tidak ada hukum di dalam Kerajaan Allah, dan karena itu akan terdapat pembunuhan, pencurian, iri hati dan sangka-sangka jahat, siapakah yang hendak tinggal di dalam Kerajaan itu, dan untuk apakah tinggal di sana? Jika kiranya demikian halnya, maka setiap orang akan menjadi sama kaya di dalam kerajaan-kerajaan dunia ini.
Oleh karena itu Kedua Log Batu itu bukan saja merupakan suatu peraturan moral, melainkan juga peraturan fisik, karena dosa melawan Hukum Torat menyentuh juga kesehatan dari orang berdosa, panjang umurnya, termasuk pula keturunan-keturunannya. Ia itu membalas segala kejahatan “dari segala bapa kepada anak-anaknya sampai kepada gilir yang ketiga dan keempat pun.” Keluaran 20 : 5.
Setiap keturunan dari Adam secara alamiah lahir dalam dosa dan tidak dapat menghindari diri dari berdosa, sebelum hatinya diubahkan dan Hukum Allah dituliskan padanya.
Roma 7 : 15:
“Karena barang yang ku lakukan itu tidak ku kehendaki, karena apa yang ku hendaki, itu tidak ku lakukan; melainkan apa yang kubenci itulah yang ku lakukan.”
Demikian inilah yang merupakan nasib manusia, sebelum datang masa pengembalian. Orang Kristen bergulat untuk memeliharakan Hukum Torat itu, tetapi manusia daging membencinya karena Ia itu berselisih dengan kemauannya.
Roma 7 : 16:
“Maka jikalau aku perbuat barang yang tidak aku gemar (mencapai kemenangan atas hati daging), aku menyetujui bahwa Torat itu baik adanya.”
Jika karena Hukum Torat itu seseorang menarik diri dari mencuri, maka ia menyetujui bahwa Hukum Torat itu baik adanya dan tepat, sungguh pun secara alami ia mungkin sekali suka mencuri. Dan siapakah yang akan suka rumahnya dimasuki pencuri?
Roma 7 : 17 – 23:
”Maka sekarang bukan lagi aku yang melakukannya, melainkan dosa yang tinggal di dalam diriku itu. Karena aku mengetahui, bahwa di dalam diriku (artinya di dalam dagingku) tiada diam barang yang baik; karena kemauan ada padaku, tetapi bagaimanakah untuk melaksanakan apa yang baik itu tidak kutemukan. Karena yang baik yang aku gemar itu tiada aku perbuat, tetapi yang jahat yang tiada aku gemar itulah yang kuperbuat. Sekarang jika aku perbuat barang yang tiada kugemari, maka bukan lagi aku ini yang melakukannya, melainkan dosa yang tinggal di dalam aku itu. Kemudian aku menemukan suatu hukum, bahwa apabila aku menghendaki berbuat yang baik, maka jahat itu sudah hadir di sampingku. Karena aku suka akan Hukum Allah menurut bathin manusia, tetapi aku melihat suatu hukum yang lain di dalam para anggotaku yang berperang melawan hukum dari pikiranku, Ialu menghantarkan daku ke dalam tawanan di bawah hukum dosa itu yang terdapat di dalam para anggotaku.”
Di sini dijelaskan, bahwa kita dilahirkan dengan hukum dosa, dan bahwa adalah mutlak perlu bagi Hukum Allah untuk menahan kita dari berbuat dosa.
Roma 7 : 24, 25:
“Wai celaka aku ini, siapakah yang akan melepaskan daku keluar dari tubuh maut ini? Aku mengucap syukur kepada Allah oleh perantaraan Yesus Kristus Tuhan kita. Maka dengan begitu dengan pikiranku aku sendiri mengikuti Hukum Allah, tetapi dengan daging aku tunduk ke bawah hukum dosa.”
Benar, Allah dan Hukum ToratNya berada dalam pikiran kita, yang kita peroleh dengan jalan mempelajari FirmanNya, adalah satu-satunya harapan kita bagi kemenangan atas hukum dosa dan daging.
Roma 8 : 1:
“Oleh sebab itu sekarang tidak ada lagi tuduhan terhadap mereka yang berada dalam Yesus Kristus, yang tidak berjalan mengikuti kehendak daging, melainkan mengikuti kehendak Roh.”
Pada saat kita menerima Kristus sebagai Juruselamat kita, bertobat dan dibaptis, pada saat itu pun semua pelanggaran kita melawan Hukum Torat dihapuskan, dan hukuman kita dibayar lunas oleh kematian Kristus dan darahNya. Seandainya tidak demikian halnya, maka kita sendiri harus membayar sanksi hukuman mati itu, dari mana tidak akan ada lagi kebangkitan kepada hidup yang kekal.
Roma 8 : 2:
“Karena hukum Roh yang mengaruniakan hidup dalam Kristus Yesus telah memerdekakan aku dari pada hukum dosa dan kematian.”
Di sini rasul itu memperkenalkan suatu hukum yang lain, yaitu hukum Roh yang memberikan hidup. Oleh sebab itu keseluruhannya ada tiga hukum: (1) hukum dari sepuluh perintah, (2) hukum dari daging, (3) hukum Roh yang mengaruniakan hidup. Tetapi hendaklah kita ingat, bahwa hukum yang ketiga ini terdapat di dalam Kristus, dan ia itu memerdekakan kita dari hukum dosa dan kematian (Ia membayar lunas sanksi hukuman yang dikenakan oleh hukum itu kepada kita) hanya jika kita berada dalam Dia.
Roma 8 : 3 – 11:
“Karena apa yang tak dapat diperbuat oleh hukum Torat, sebab lemah oleh karena tabiat daging, maka Allah mengirimkan AnakNya sendiri dalam kesamaan daging yang berdosa, yaitu karena dosa, dengan menjatuhkan hukuman ke atas dosa dalam daging, supaya kebenaran dari hukum itu dapat dipenuhi dalam kita, yang berjalan tidak menurut kehendak daging, melainkan menurut kehendak Roh. Karena mereka yang mengikuti kehendak daging memikirkan segala perkara dari daging, tetapi mereka yang mengikuti kehendak Roh memikirkan segala perkara Rohani. Karena pikiran tabiat duniawi itu adalah maut, tetapi memikirkan hal rohani itu adalah hidup dan perdamaian.”
“….. pikiran tabiat duniawi adalah musuh melawan Allah, karena ia itu tidak tunduk kepada Hukum Allah, ataupun dapat ditundukkan. Maka dengan begitu mereka yang berada dalam tabiat daging (duniawi) tidak dapat berkenan kepada Allah. Tetapi kamu ini bukan di dalam tabiat daging, melainkan di dalam Roh, yaitu jikalau Roh Allah ada berdiam di dalam dirimu. Sekarang jikalau barang seorang tiada memiliki Roh Kristus, maka ia bukanlah kepunyaan Kristus. Dan jika Kristus berada dalam kamu, maka tubuh itu mati karena dosa, tetapi Roh itu hidup karena kebenaran. Tetapi jika Roh-Nya yang membangkitkan Yesus dari pada mati itu tinggal di dalam kamu, maka Dia yang membangkitkan Kristus dari pada mati itu akan juga menghidupkan tubuh-tubuhmu yang fana oleh Roh-Nya yang diam di dalam kamu itu.”
Adalah kewajiban kita yang istimewa untuk memiliki Roh yang sama yang terdapat di dalam Kristus itu. Pada kenyataannya kita harus memiliki Roh itu jika kita hendak berjalan dalam kehidupan yang baru, dan jika kita hendak memiliki bagian dalam kebangkitan orang-orang benar.
Saudara saksikan dari hotbah Paulus itu, bahwa untuk menjadi seorang Kristen berarti memperhatikan setiap langkah yang anda tempuh, dan berperang melawan keinginan dagingmu sendiri, melawan pikiran duniawimu, supaya jangan sampai kamu jatuh dengan sengaja ke dalam lubang, dimana tidak ada lagi jalan keluar. Karena itu orang Kristen tidak dapat berdosa, kebenarannya dalam Kristus adalah mutIak terjamin, karena jika ia secara kebetulan harus berdosa, maka ia mempunyai seorang Pembela untuk memperjuangkan perkaranya, yaitu Yesus Kristus, kebenaran itu. Demikianlah bahwa sungguhpun seorang benar itu mungkin dapat jatuh sampai tujuh kali sehari, ia akan bangkit berdiri, dan terus melanjutkan perlombaan sampai pada akhirnya menang. Demikianlah bahwa ia tidak dapat berdosa, dan bahwa keselamatannya adalah mutIak terjamin.
Tetapi andai kata, bahwa anda akan harus bergumul mencoba memeliharakan perintah-perintah Allah sepanjang kekekalan, maka apakah akan jadi? Ilham menjawab masalah ini sebagai berikut:
Yeremiah 31 : 31 – 34:
“Tengoklah, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan membuat suatu perjanjian baru dengan isi rumah Israel, dan dengan isi rumah Yehuda, bukan seperti perjanjian yang sudah Kuperbuat dengan nenek moyang mereka itu pada hari Aku memegang tangan mereka untuk menghantarkan mereka itu keluar dari Mesir, perjanjianKu itu sudah dirombak mereka, walaupun Aku adalah suami bagi mereka itu, demikianlah firman Tuhan; tetapi ini akan merupakan perjanjian yang akan Kuperbuat dengan isi rumah Israel. Kemudian dari pada hari-hari itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menaruh hukumKu dalam bathin mereka, dan menyuratkannya dalam hati mereka; dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umatKu. Dan tiada lagi mereka itu akan mengajar seorang akan seorang, dan saudara akan saudaranya sambil mengatakan, Kenalilah olehmu akan Tuhan, karena sekalian mereka itu akan mengenal Aku, semenjak dari yang terkecil di antara mereka sampai kepada yang terbesar, demikianlah firman Tuhan; karena Aku hendak mengampuni segala kejahatannya, dan tiada Aku ingat lagi akan segala dosa mereka.”
Di sini adalah suatu janji dari sebuah perjanjian yang baru, suatu perikatan yang baru. Ini bukan sejenis yang Allah perbuat dengan nenek moyang kita pada hari mereka itu keluar dari negeri Mesir, pada hari la menuliskan semua perintah itu pada dua log batu lalu memerintahkan kepada mereka supaya mematuhinya. Melainkan la membuat sebuah perjanjian yang baru, sebuah perjanjian untuk menuliskan kesepuluh pasal perintahNya itu, bukan pada log-log batu, melainkan pada hati-hati kita yang sesungguhnya. Kemudian setiap orang yang telah memperoleh perubahan hati ini tak dapat tiada akan mengenal Dia tanpa perIu diajar.
Sungguh pun demikian perhatikanlah dengan seksama, bahwa walaupun la membuat sebuah perjanjian yang baru la tidak menciptakan sebuah hukum yang baru. Ia menghapuskan hukum dosa dari hati mereka itu lalu memasukkan hukum kebenaran ke dalam hati mereka yang baru. Semenjak dari itu dan seterusnya pemeliharaan hukum mereka itu akan menjadi biasa sama seperti biasa mereka itu berbuat dosa pada waktu ini. Kelak tidak akan ada lagi pergumulan bagi mereka untuk berbuat yang benar, tetapi sebaliknya akan ada suatu pergumulan dalam berbuat yang salah jika seseorang akan selalu mencoba melakukannya. Gambarannya adalah sebagai berikut: adalah tidak perlu pergumulan berat bagi seekor anjing untuk menyalak, tetapi adalah suatu perjuangan berat baginya untuk tetap diam, sebab ia sudah terbiasa begitu untuk menyalak.
Saudara perhatikan, bahwa perjanjian ini akan dibuat dengan isi rumah Israel dan isi rumah Yehuda, yaitu dengan seluruh umat Allah.
Injil tidak mengatakan, bahwa kita tak dapat memeliharakan Hukum Torat itu sementara la itu masih tertulis di atas log-log batu. Injil mengatakan dengan pasti, bahwa kita dapat memeliharakannya, karena barangsiapa yang merombak Hukum Torat itu dihukum karena perbuatannya. Oleh karena itu kita dapat mematuhi Hukum Torat itu, karena la sanggup membantu kita untuk mematuhinya jika kita memerlukan bantuan-Nya.
Adalah demi kenyamanan, maka kebanyakan orang-orang Kristen menghendaki agar Hukum Torat itu dihapuskan saja; walaupun mayoritas dari para pelajar Alkitab, sungguh pun tidak semuanya, mengetahui bahwa satu-satunya hukum yang sudah dihapus ialah hukum korban bayangan, bayangan dari Anak Domba Allah.
Perbedaan apa yang akan ada apakah hukum akan ditulis pada batu, atau di hati kita ? – Pengalaman Nebukadnezar, raja Babel mengungkapkan jawabannya.
Kalau saja misalnya Nebukhadnezar, raja Babil itu telah dipaksa untuk hidup bersama-sama dengan kawanan ternak dalam sebuah kandang atau di padang, maka ia sudah pasti membunuh diri jika mungkin. Tetapi nyatanya segera setelah Allah memasukkan hati dari seekor kerbau ke dalam dirinya, maka semenjak saat itu juga raja itu telah merasa cukup puas untuk berada bersama-sama dengan kawanan ternak, dan sekaligus tidak lagi puas untuk hidup di dalam istananya.
Hal yang sama terjadi kepada kita, keinginan-keinginan kita akan sama seperti raja. Dalam hal yang sama, ketika hati batu diambil dari kita dan hati daging yang taat dengan hukum Tuhan dimasukkan ke dalam kita, kita akan kemudian menemukan bahwa itu tidak nyaman untuk berbuat dosa dan lebih nyaman untuk menjaga perintah-perintah Tuhan. Dan oleh sebab itu anda tidak perlu takut untuk berjuang mempertahankan hukum Tuhan dalam kerajaan nanti, seperti yang anda lakukan di sini. Anda akan kemudian hidup menjadi lebih sempurna berisi kehidupan yang tidak berdosa lagi. Bahkan apabila anda ingin berbuat lebih banyak dosa dari sekarang, maka anda akan ingin untuk mati.
Sungguh ajaib! Tetapi kapankah dapat kita mengharapkan terlaksananya operasi hati yang ajaib ini? Untuk mendapatkan jawabannya terhadap pertanyaan ini kita perlu menghubungkan nubuatan Yeremiah dengan nubuatan Yeheskiel mengenai peristiwa yang sama:
Yeremiah 31 : 8:
“Bahwasanya Aku akan menghantarkan mereka itu dari negeri utara, dan menghimpunkan mereka dari semua pesisir bumi, dan bersama-sama dengan mereka itu orang-orang buta dan orang-orang timpang, wanita yang mengandung dan wanita dengan anak kecil bersama-sama; suatu rombongan besar akan kembali ke sana.”
Yeheskiel 36 : 24 – 28:
“Karena Aku akan mengambil kamu dari antara segala orang kapir dan menghimpunkan kamu dari segala negeri, dan Aku akan menghantarkan kamu ke dalam tanahmu sendiri. Kemudian Aku akan memercikkan air bersih ke atas kamu, maka kamu akan menjadi bersih dari semua kekotoranmu, dan dari semua berhalamu. Aku akan menyucikan kamu. Suatu hati yang baru juga akan Kukaruniakan kepadamu, dan suatu roh yang baru akan Kumasukkan ke dalam dirimu; maka Aku akan keluarkan hati batu dari dagingmu, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu suatu hati daging. Dan Aku akan memasukkan Roh-Ku ke dalam kamu, dan membuat kamu berjalan menurut segala hukumKu, maka kamu akan memeliharakan semua hukumKu dan melaksanakannya. Dan kamu akan tinggal di tanah yang sudah Kukaruniakan kepada semua nenek moyangmu; maka kamu akan menjadi umatKu, dan Aku akan menjadi Allahmu.”
Kedua nabi itu telah membuatnya cukup jelas sama seperti kata-kata bahasa itu sendiri, bahwa perubahan hati ini akan jadi di Tanah Suci, di Palestina, sementara berlangsung percikan air dan berhimpunnya orang banyak itu. Kemudian segala orang suci itu disucikan dari semua kekotorannya dan dari semua berhalanya — dari semua cacad cela yang telah ditinggalkan oleh dosa atas mereka itu. — Tuhan hendak memiliki sebuah sidang yang putih dan bersih, “tanpa cacad, atau kerut, atau sesuatu perkara yang sedemikian ini.”
“Maka akan diketahui olehmu kelak, bahwa Aku ini Tuhan, Allahmu, yang diam di Sion, Gunung kesucianKu; kemudian Yerusalem akan menjadi suci, dan tidak akan ada Iagi seorang asing pun yang akan berjalan lewat melaluinya ….. Karena Aku akan menyucikan darah mereka yang belum Kusucikan, karena Tuhan berdiam di Sion.” Yoel 3 : 17, 21.
“Pada hari itu akan terdapat pada lonceng-lonceng yang tergantung pada kuda-kuda, KESUCIAN KEPADA TUHAN; dan semua pot dalam rumah Tuhan akan jadi seperti bejana-bejana yang di depan medzbah. Bahkan setiap pot di Yerusalem dan di Yehuda akan menjadi suci kepada Tuhan serwa sekalian alam; maka semua mereka yang mempersembahkan kurban akan mengambilnya dan menanak di dalamnya, dan pada hari itu tidak akan ada lagi orang Kanani di dalam rumah Tuhan serwa sekalian alam.” Zakharia 14 : 20, 21.
“Dan akan jadi kelak, bahwa orang yang lagi tinggal di Sion dan orang yang menetap di Yerusalem, akan disebut suci, yaitu setiap orang yang tertulis namanya di antara semua yang hidup di Yerusalem; apabila Tuhan akan membersihkan segala kekotoran dari semua putri Sion, dan akan membersihkan hutang darah Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh Roh hukum dan oleh Roh pembakaran. Maka Tuhan akan menciptakan di atas setiap tempat tinggal di Gunung Sion, dan di atas semua perhimpunannya sebuah awan dan asap pada siang hari, dan sinar nyala api pada malam hari, karena di atas semua kemuliaan akan ada tudungan. Maka akan ada sebuah pondok untuk bernaung pada siang hari dari panas, dan sebuah tempat berlindung dan tempat bertahan dari angin ribut dan hujan.” Yesaya 4 : 3 – 6.
Yeremiah 31 : 35 – 40:
“Demikianlah firman Tuhan yang mengaruniakan matahari bagi penerangan pada siang hari, dan tata tertib bulan dan bintang-bintang bagi penerangan pada malam hari, yang membelahkan laut apabila segala ombaknya bergelora; Tuhan serwa sekalian alamlah nama-Nya; jika kiranya semua peraturan itu berlalu dari hadapanKu, demikianlah firman Tuhan, maka barulah bani Israel juga akan berhenti dari pada menjadi suatu bangsa di hadapanKu untuk selama-Iamanya. Demikianlah firman Tuhan, jikalau kiranya langit di atas dapat diukur dan segala alas bumi di bawah dapat diduga, maka Aku pun akan membuang segenap bani Israel karena sebab semua yang telah diperbuatnya, demikianlah firman Tuhan. Tengoklah, hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa kota itu akan dibangun bagi Tuhan dari pada menara Hananiel sampai kepada pintu gerbang Ujungnya. Maka dari sana pun akan diukur dengan tali pengukur sampai ke bukit Gareb di hadapannya, dan akan lewat balik ke Goat. Maka segenap lembah dari mayat-mayat dan habu dan semua tanah datar sampai ke sungai Kideron, sampai ke sudut pintu gerbang Kuda arah ke timur, semua itu akan menjadi suci bagi Tuhan; ia itu tiada akan lagi dicabut ataupun dibuang selama-lamanya.”
Orang banyak mungkin percaya akan apa saja yang mereka mau, tetapi kita hendak mempercayai Alkitab. Dan karena ini adalah rencana Allah untuk penyucian umatNya, dan untuk mereka memperoleh hati mereka yang baru itu, maka pekabaran ini menjadi amat penting kepada semua orang yang rindu dipersiapkan bagi tanah yang mulia itu dan bagi kehidupan kekal.
227 total, 1 views today


