Hasil dari sekolah Allah dan hasil dari sekolah manusia
<< Go Back


HASIL DARI SEKOLAH
ALLAH DAN HASIL DARI
SEKOLAH MANUSIA

 
 
Oleh:
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent
Hari Ketujuh
Sabat, 31 Januari 1948
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
 
 

Mazmur 71 : 17:
“Ya Allah, dari pada kecilku Engkau telah mengajar aku, maka sampai kepada hari ini aku telah memasyurkan segala perbuatanMu yang ajaib itu.”

Di sini adalah kesaksian dari Daud sendiri mengenai kenyataan, bahwa ia tidak menyesali apapun karena berada dalam sekolah Allah sepanjang hidupnya, bahwa ia sangat bersemangat untuk memasyurkan Kebenaran Allah. Kemudian kita juga mengetahui bahwa sekolah Allah dan semua sekolah manusia selama berabad-abad lamanya terus bersaing, maka kita sekarang harus mampu membuat suatu perbandingan yang adil antara hasil dari sekolah yang satu terhadap hasil dari sekolah yang lainnya.

Kita mengetahui, bahwa sekolah-sekolah manusia telah menghasilkan orang-orang yang cakap dalam banyak lapangan. Misalnya, manusia telah menciptakan pesawat-pesawat terbang raksasa untuk mengangkut berton-ton barang ke udara, pesawat-pesawat terbang yang kecepatan jelajahnya sama dengan kecepatan suara, dan juga pada ketinggian yang amat jauh. Manusia juga telah membangun kapal-kapal raksasa yang dimuati dengan beribu-ribu ton barang muatan berikut penumpang, dan semua itu mengarungi samudera-samudera dalam hanya beberapa hari. Sekolah-sekolah manusia juga rnenghasilkan ahii-ahli pidato yang besar dan guru-guru yang cakap. Manusia telah berbuat banyak perkara, maka kita memberi penghargaan kepada mereka yang sepatutnya. Apa yang sedang dilakukan oleh sekolah-sekolah manusia kita cukup mengetahui, tetapi apakah yang kita ketahui tentang sekolah-sekolah Allah? Adakah kita sama banyak mengetahui dari hal mereka itu? Jika tidak, mengapa tidak?

Marilah kita sekarang melakukan suatu penyelidikan yang adil terhadap hasil-hasil dari sekolah-sekolah Allah. Saya akan mulai dengan sekolah di mana Enoch, keturunan yang ketujuh dari Adam itu, belajar. Dalam sekolah Allah ia mempelajari beberapa perkara penting yang sangat berguna. Untuk memulai, ia telah belajar untuk berjalan bersama-sama Allah (Kejadian 5 : 22). Di samping itu sampai pada hari ini ia adalah pemegang juara dalam penerbangan. Anda ketahui, Enoch telah terbang bukan saja 40, 50, atau 100 mil diangkasa, bukan hanya pada kecepatan seratus atau seribu mil perjam, melainkan sampai kepada ketinggian yang tak terhitung dan pada kecepatan yang tak terhingga. Ya, dengan cepat ia telah berhasil mencapai tahta Allah. Pernahkah sekolah-sekolah manusia menghasilkan orang cerdik yang besar seperti Enoch?

Seperti Enoch Nuh pun belajar untuk berjalan bersama-sama dengan Tuhannya (Kejadian 6 : 22). Kepandaiannya dalam membangun kapal seluruhnya adalah hasil dari sekolah Allah. Saudara tahu, kapal kepunyaan Nuh itu adalah cukup luas dan cukup kokoh untuk menampung dan membawa sepasang atau lebih dari setiap mahluk hidup yang di bumi, berikut pula segala kebutuhan yang diperlukan bagi manusia dan binatang untuk Iebih dari setahun lamanya. Kapalnya itu telah dapat menahan angin ribut dan hujan yang deras dan angin yang pernah diketahui oleh dunia. KapaI Nuh itu telah berhasil selamat bukan saja dari lamanya hujan yang berkepanjangan dan angin yang pernah diketahui, melainkan juga dari berbagai kegoncangan bumi pada waktu semua mata air dari tubir yang daIam itu pecah melemparkan keluar batu-batu dan lumpur beratus-ratus bahkan beribu-ribu kubik kaki banyaknya ke udara, oleh mana gunung-gunung tinggi yang tidak merata di burni telah terbentuk. Bukan saja kapaI itu yang selamat, tetapi juga setiap mahluk hidup yang terdapat di dalamnya ikut selarnat. Nuh masih tetap sebagai juara dalam pembangunan kapaI, dan sebagai kapten kapaI di Iaut ia pun masih tetap juara. Saudara saksikan, hasil dari sekolah-sekolah Allah adalah jauh lebih unggul dari pada apa saja yang pernah dapat dihasilkan oleh sekolah-sekolah manusia.

Saudara ketahui, Ibrahim mulai diterima pada sekolah Allah pada waktu Allah memanggilnya untuk meninggalkan rumah bapanya dan pergi ke suatu tanah yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. Ia membawa serta apa saja yang dimilikinya, dan ia membawa juga sertanya saudara kemenakannya. Semenjak dari mulanya mereka maju pesat sekali, dan usaha mereka berkembang dengan begitu cepat, sehingga untuk mengawasinya mereka harus menyebar dan berpisah.

Ibrahim mengambil baginya daerah yang berbukit-bukit setelah lebih dulu Lot memilih daerah Iembah yang subur yang dekat Ietaknya dengan pasar-pasar dari Sodom dan Gommorah. Di sana keluarga Lot meninggaIkan sekolah Allah dan memasuki sekolah manusia. Sungguh pun demikian Ibrahim dan rumah tangganya tetap tinggaI dalam sekolah Allah, sambil belajar bagaimana membuat bukit-bukit itu menjadi daerah subur yang dapat memberikan hasil-hasil yang baik. Ibrahim menjadi “sangat kaya,” tetapi Lot sangat miskin. Saudara lihat, Ibrahim daIam sekolah Allah telah menjadi pengusaha yang terbesar di dunia pada masanya. Ia telah belajar untuk membuat sesuatu dari yang tidak ada apapun. Lagi pula, ia juga adaIah seorang jenderal yang terbesar di dunia, karena Saudara ingat bahwa hanya dengan sedikit anggotanya ia telah berhasil mengalahkan lima orang raja, merampas semua kekayaan mereka, dan mengembalikan semua harta benda itu kepada para pemiliknya yang sah. Semua ini telah dilakukannya tanpa kehilangan seorang prajurit pun. Lebih jauh ia juga membesarkan satu-satunya putranya yang pernah dengan rela menyerahkan dirinya untuk dibakar di atas sebuah medzbah pembakaran korban untuk kepentingan agama dari ayahnya.

Berikutnya kita akan melihat kepada Esau dan Yakub, kedua putra kembar dari Isaak. Yakub adalah tamatan dari sekolah Allah, dan Esau dari sekolah manusia. Bagaimana dapat saya tahu? Saya mengetahui hal ini, sebab jika Esau sudah berjalan bersama dengan Allah ia tidak mungkin dapat belajar berburu, sebab Allah bukanlah seorang pemburu, Allah tidak suka akan pembunuhan dan pembinasaan terhadap semua yang hidup yang diciptakanNya. Jadi, gantinya ia mendidik dirinya dalam sekolah Allah, Esau telah menyekolahkan dirinya sendiri dalam sekolah-sekolah manusia. Ia tidak melihat adanya nilai-nilai penting dalam agama, sehingga ia tidak menaruh penghargaan yang lebih besar terhadap nilai hak kesulungannya dari pada harga seporsi makanan. Sebaliknya Yakub adalah sangat rindu untuk berjalan bersama dengan Allah, dan untuk membeli hak kesulungan Esau dengan harga berapapun saja, namun itu telah diperolehnya dengan cara tawar menawar.

Lalu bagaimanakah dapat saya tahu dengan pasti, bahwa Yakub sudah berjalan bersama dengan Allah? Saya mengetahui hal ini karena pada akhir dari hari pertama pelariannya dari hadapan Esau, Yakub telah beristirahat bersama dengan Allah, dan di sanalah ia menyaksikan malaikat-malaikat Allah naik turun melalui tangga yang dibentangkan sepanjang jarak dari surga ke bumi.

Kemudian, sesudah menghabiskan masa dua puluh lima tahun yang lainnya dalam sekolah Allah, Yakub meninggalkan Padanaram dan mulai berjalan menuju rumahnya dengan membawa kekayaan-kekayaan yang tak terbilang banyaknya, walaupun ia telah menghabiskan empat belas tahun lamanya dan bekerja dua puluh tahun untuk tidak memperoleh apa-apa terkecuali kedua anak perempuan Laban untuk istrinya. Saudara saksikan, Yakub dalam sekolah Allah telah belajar bagaimana merubah kemiskinan menjadi suatu usaha yang memberikan hasil besar. Lagi pula ia tidak saja membuat dirinya sendiri menjadi kaya, tetapi mertuanya pun dibuatnya menjadi kaya. Ia belajar bagaimana bekerja dan bagaimana menabung. Tetapi ia tidak berhenti di situ saja. Ia terus melanjutkan dalam sekolah Allah, maka pada waktu di Mesir, anaknya Yusuf yang pada waktu itu adalah orang kedua dari raja, dengan tiada malu-malu memperkenalkan ayahnya kepada Phiraun di atas tahta. Yakub adalah seorang yang berbudaya.

Yusuf sendiri semenjak dari masa mudanya dan seterusnya adalah seorang siswa yang setia dalam sekolah Allah. Pada akhirnya ia telah memegang pekerjaan setelah penamatannya di Mesir. Setelah ia memperoleh cukup pengetahuan ia telah menjadi raja, dan seluruh Mesir — pada kenyataannya seluruh dunia yang lalu — telah tunduk menyembah dia.

Yusuf telah menjadi seorang ahli ekonomi dunia yang terbesar dan juga seorang ahli perbankan. Belum pernah ada semenjak masanya yang lalu seseorang yang berhasil berbuat sebanyak itu: ia telah berusaha membeli seluruh kelebihan gandum negrinya selama tujuh tahun lamanya, dan dalam tujuh tahun berikutnya ia menghimpun semua uang rakyat dan tanah-tanah mereka — baik yang berupa tunai maupun hipothek ke dalam Bank kepunyaan Phiraun. Di samping ini ia telah menyelamatkan dunia dari kelaparan. Saudara tunjukkan kepada saya hasil-hasil sedemikian yang seperti ini dari sekolah-sekolah manusia, maka saya akan menunjukkan kepadamu bahwa hujan tidak akan turun dari langit.

Kemudian adalah Musa. Semenjak dari masa mudanya, sampai kepada sekitar empat puluhan tahun umurnya ia telah bersekolah baik dalam sekolah Allah maupun dalam sekolah Phiraun. Dengan pendidikan yang rangkap ini ia telah merasa kuat dan cukup mampu untuk memerdekakan bangsa Iberani dari pabrik-pabrik batu bata kepunyaan Phiraun. la mulai dengan membunuh seorang Mesir, dan kemudian ia lari meninggalkan negeri itu. Tetapi bagaimana pun juga Allah tidak menyetujui rencananya itu. Allah membawanya ke Gunung Horeb dan di sana dijadikanNya akan dia penggembala domba. Di sana sambil menjaga kawanan domba untuk memperoleh nafkahnya dan untuk membayar pelajarannya ia berangsur-angsur belajar melepaskan semua hasil pendidikannya dari Phiraun, dan di sanalah dalam sekolah Allah ia telah belajar bagaimana untuk menjadi jenderal pembebasan dunia yang terbesar, penulis buku, pemimpin bangsa, pendidik, pembuat undang-undang, dan nabi.

Benar, sekolah-sekolah manusia telah melatih orang-orang yang berpikiran tinggi dan telah menghasilkan jenderal-jenderal besar seperti misalnya jenderal Eisenhower dan jenderal Mc Arthur, dari siapa Amerika Serikat dan Britania Raya telah membangun banyak kapal-kapal, senjata-senjata raksasa dan berbagai persenjataan besar lainnya, telah melatih angkatan-angkatan darat dan Iaut yang besar. Sesudah berbulan-bulan persiapan yang sedemikian ini dengan mengikutsertakan berjuta-juta orang, maka Eisenhower lalu menyeberangi Selat Inggris memerangi Jerman dengan kekuatan senjatanya yang super dan Mc Arthur kembali ke Pilipina dan menduduki Jepang dengan biaya bermilyar-milyar dollar dan beribu-ribu kerusakan. Benar-benar penyelesaian yang menakjubkan. Tetapi Musa, tanpa senjata, tanpa pesawat terbang, tanpa kapal, dan tanpa seorang pun di rumah membangun dan mengirimkan perbekalan, ia telah berhasil membebaskan Israel, menghantarkan mereka dengan selamat menyeberangi Laut Merah, dan menenggelamkan seluruh tentara Mesir. Semua ini telah dilakukannya tanpa sebuah senjata pun atau sebuah anak panah, tanpa kapal ataupun pesawat terbang, tanpa kehilangan manusia atau pun binatang. Ia tidak menderita kerugian apapun! Dimana di antara hasil-hasil dari sekolah-sekolah manusia dapat anda temui yang sama seperti ini?

Sekolah-sekolah manusia juga telah menghasilkan ahli-ahli pidato yang besar, tetapi Yahya Pembaptis selagi masih dalam masa mudanya, oleh pidato-pidatonya ia telah menarik semua penduduk dari kota-kota dan sekitar Yehuda, walaupun banyak yang harus berjalan kaki untuk sampai ke sana, dan semua, baik kaya maupun miskin sama-sama harus duduk di atas tanah kosong untuk berjam-jam Iamanya. Orang banyak pergi keluar ke padang belantara untuk mendengar dari dia di lapangan terbuka. Dan Rasul-Rasul, sungguh pun mereka itu adalah hanya para nelayan, dalam hanya tiga tahun lebih dalam sekolah Kristus mereka telah menjadi penghotbah-penghotbah terbesar yang pernah diketahui oleh dunia. Hanya mereka dari semua penghotbah semenjak itu yang memegang rekor karena membalikkan tiga ribu jiwa dari faham agama Judaisme kepada agama Kristen dengan hanya sebuah pidatonya.

Waktu tidak mengijinkan kepada saya untuk berbicara mengenai yang lain-lainnya — mengenai Yusak dan Kaleb, mengenai Daniel dan ketiga pemuda Ibrani itu, mengenai Simson, mengenai Daud, dari hal para nabi, dan dari hal banyak lagi yang lainnya, bahkan sampai kepada sejarah kita sekarang. Sungguh pun demikian adalah nyata, bahwa apa yang dapat dihasilkan dari sekolah-sekolah Allah, sekolah-sekolah manusia tidak dapat menyamainya.

Dalam sekolah Allah siswanya dijamin pasti akan menjadi yang terbaik dalam bidang apapun ia berusaha. Maka nasehat saya bagi anda ialah apakah anda itu rumput atau pohon, demikian misalnya, pilihlah untuk menjadi yang terbaik dari pada jenisnya. Anda dapat menjadi yang sedemikian itu jika anda mau berbuat begitu, karena tidak akan ada kegagalan-kegagalan dalam sekolah Allah. Anda bisa menjadi penggembala yang terbaik atau pun raja yang terbaik, menjadi guru yang terbaik atau penghotbah yang terbaik, menjadi ahli perbankan yang terbaik atau menjadi yang terbaik dari bidang apapun saja.

Juga menarik untuk dicatat, bahwa baik sekolah Allah maupun sekolah manusia kedua-duanya mempunyai buku-buku pelajaran. Yang satu memiliki buku-buku dari manusia yang perlu diperbaharui dari tahun ke tahun, yang lainnya memiliki Buku dari Allah di mana belum seorang pun mampu untuk memperbaikinya. Yang terakhir inilah Buku yang pertama-tarna sekali dan yang terbaik; tidak pernah ada yang sama dengannya dan tidak akan pernah ada.

Sekolah Allah tidak mengajarkan hanya dari buku pelajarannya saja, tidak hanya di dalam ruangan kelas sekolahnya saja, ia mengajarkan pelajaran-pelajaran secara praktik sama seperti pelajaran-pelajaran teori. Pelajaran-pelajaran praktik tentu kebanyakan orang tidak menyukainya, maka banyak yang tidak mau mengambil latihan-latihan praktik itu walaupun dengan diberi hadiah. Marilah kita mengambil Yusuf sebagai contoh. Setelah ia menyelesaikan pekerjaan di dalam kelas, maka ia diberi petunjuk ke dalam pekerjaan praktik. Latihannya mungkin yang terberat, sebab jabatannya tidak akan hanya menjadi salah satu yang terbesar tetapi juga tidak ada tandingannya. Di samping itu mata pelajarannya juga meliputi belajar sesuatu bahasa asing dan kasih terhadap semua musuhnya. la harus belajar melalui pengalaman, bahwa jika seseorang berbakti kepada Allah dengan setia, maka apapun juga yang menimpanya dalam hidupnya ia harus mengetahui, bahwa itu hanyalah merupakan suatu karunia dari Allah, dan bahwa ia harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Pertama-tama ia telah dijual oleh saudara-saudaranya sendiri, dan kemudian dijual lagi oleh para pedagang budak. la dapat saja membuat dirinya sakit karena susah dan takut. Kalau saja ia demikian itu tunduk kepada perasaan emosinya, maka para pedagang itu sudah akan membuangnya di tengah jalan dalam perjalanan mereka menuju Mesir, karena mereka sudah akan mengetahui bahwa orang sakit hanya akan menjadi beban biaya bagi mereka, sehingga mereka tak akan dapat menjualnya dengan harga berapa pun juga kepada siapapun. Sungguh pun demikian Yusuf tetap berlaku dengan amat baik, ia tahu bahwa Allah mengetahui semua tentang keadaannya. Orang-orang keturunan lsmael itu pun melihat bahwa mereka telah memiliki bukan seorang budak yang biasa saja. Mereka sadar bahwa ia dapat dijual dengan suatu harga yang tinggi kepada orang-orang yang mempunyai uang. Demikianlah, mereka telah membawanya kepada Potiphar, orang kaya dari Mesir. Di sanalah Yusuf telah belajar bagaimana melaksanakan perintah, bagaimana mengawasi barang-barang kepunyaan orang lain, dan juga bagaimana menjauhkan diri dari bujukan wanita-wanita yang merayu.

Setelah ia tamat dari rumah Potiphar ia mengambil suatu kursus di balik jeruji-jeruji penjara. Di sana di tengah-tengah orang-orang yang suka bermimpi ia belajar bagaimana menerjemahkan arti dari pada mimpi-mimpi. Pada hujung dari latihannya ini ia diperlengkapi untuk memerintah Mesir dan untuk memberi makan kepada seluruh dunia.

Sekolah-sekolah manusia tidak menawarkan kursus-kursus yang sejenis ini, tetapi mereka juga tidak mengembangkan orang-orang yang membuat amal, raja-raja, ahli-ahli perbankan dan pengusaha-pengusaha seperti Yusuf.

Semua ini adalah beberapa hal yang perlu kita ketahui jika kita sendiri pun akan kelak tamat dari sekolah Allah. Lagi pula kita harus mengetahui di mana kita akan menerima latihan kita, karena mungkin sekali kita dapat berada dalam sekolah diri sendiri tetapi kita menyangka kita berada dalam sekolah Allah.

Bagaimanakah dapat kita mengetahui dengan pasti di dalam sekolah yang mana akan kita peroleh latihan kita? Untuk berada dalam sekolah Allah kita harus berjalan bersama dengan Allah. Dan bagaimanakah dapat kita ketahui bahwa kita sedang berjalan bersama dengan Allah? Saya yakin bahwa jika kita pergi ke tempat-tempat di mana Allah tidak suka pergi ke sana, dan jika kita bekerja di mana Allah tidak suka mengerjakannya, maka gantinya kita berjalan dengan Allah dan belajar dari padaNya, kita akan berjalan dengan Iblis dan menerima latihan dari padanya.

Bagaimanakah dapat kita ketahui, bahwa pekerjaan yang sedang kita lakukan adalah pekerjaan yang Allah ingin kita perbuat? Adalah pasti bahwa Allah tidak akan membangun peralatan-peralatan untuk membunuh tanpa memandang bayaran; bahwa Ia tidak akan mau membuat sesuatu yang dibuat oleh Iblis; Ia juga tidak akan mau berjalan bersekutu dengan seseorang yang tidak berjalan bersama dengan Allah.

Dengan sendirinya timbuI pertanyaan, haruskah kita bekerja bagi manusia ataukah harus kita bekerja bagi Allah untuk mencari nafkah? Jika Allah memiliki suatu pekerjaan bagimu untuk dilaksanakan, maka engkau tak dapat pergi bekerja bagi manusia lalu berharap memperoleh persetujuan Allah. Tetapi jika Allah tidak memiliki sesuatu bagimu dalam bengkelNya, demikian misalnya, maka jelas bahwa Ia akan memiliki sesuatu bagimu dalam bengkel orang lain yang tak dapat ditolak.

Siswa-siswa di dalam sekolah Allah belajar berdasarkan prinsip dan dengan hanya satu tujuan untuk memajukan Kerajaan Allah, sebaliknya siswa-siswa dalam sekolah manusia belajar berdasarkan pandangan dari segi keuangan untuk khusus membantu dirinya sendiri dan bukan orang lain, yang mana kita sebagai orang-orang Kristen tidak dapat melakukannya jika kita berharap untuk menjadi pelaksana dari pada apa yang Allah kehendaki kita perbuat. Setiap ahli pikir yang memandang pada segala perkara menurut pandangan Allah, tak dapat tiada adalah hasil dari sekolah Allah.

 

 
 
*****

 225 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart