Kebenaran yang ditetapkan di bumi itu juga ditetapkan di dalam surga
<< Go Back


KEBENARAN YANG DITETAPKAN
DI BUMI ITU JUGA DITETAPKAN
DI DALAM SURGA

 

 

Oleh:
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 28 Februari 1948
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

 

 

Pelajaran kita adalah terdapat dalam Injil Matius pasal yang ke 16. Saya akan memulai dengan ayat-ayat 13 dan 14.

Matius 16 : 13, 14:
“Setelah sampai Jesus ke jajahan Kaisaria, Pilipi, bertanyalah Ia kepada murid-muridNya, kataNya: “Menurut kata orang, siapakah Anak manusia?” Maka berkatalah mereka itu: “Ada yang mengatakan: Yahya Pembaptis, dan ada yang mengatakan Elia, ada pula yang mengatakan Jeremia, atau seorang dari antara segala nabi.”

Jesus di sini menanyakan sebuah pertanyaan yang terpenting: “Siapakah saya menurut kata orang?” Jawaban yang diberikan kepada-Nya menunjukkan kebodohan orang-orang itu, karena tampaknya mereka sudah harus dapat mengetahui bahwa Kristus tidak mungkin adalah Yahya Pembaptis. Mereka seharusnya pasti mengetahui bahwa Yahya telah membaptis-Nya sejak permulaan Ia melaksanakan tugas-Nya. Lagi pula Jesus telah menyampaikan khotbah-khotbah-Nya yaitu sebelum Yahya dipancung kepalanya.

Matius 16 : 15, 16 :
”Maka kata Jesus kepada mereka itu: ‘Tetapi kata kamu ini siapakah Aku?’ Maka sahut Simon Petrus, katanya: “Tuhanlah Kristus itu, Anak dari Allah yang hidup.”

Murid-murid itu sendiri tampaknya tidak mengetahui dengan pasti siapa sesungguhnya Jesus itu. Hanya Petrus tanpa ragu-ragu sedetikpun lalu menjawab, “Tuhanlah Anak dari Allah yang hidup.”

Matius 16 : 17 :
‘Lalu jawab Jesus, serta berkata kepadanya: “Berbahagialah engkau, hai Simon, anak Yunus! Karena bukanlah keadaan manusia (daging dan darah) yang menyatakan hal itu kepadamu, melainkan Bapaku yang di Surga.”

Petrus memperoleh berkat karena ia adalah orang itu kepada siapa Bapa telah menyatakan anak-Nya, sebab ia telah digerakkan oleh Roh dari Kebenaran yang suci itu, dan sebab ia dengan bebas telah menyuarakan kebenaran itu. Dengan perolehan pemberian ini bagi tanggungannya; maka kepada Petrus dipesankan :

Matius 16 : 18 :
“Maka Aku pun berkata kepadamu, bahwa engkau adalah Petrus, dan di atas b a t u  i n i Aku akan membangunkan sidangKu, dan segala pintu alam maut tiada akan dapat mengalahkan dia”.

Kata-kata “engkau” dan “ini” menunjukkan kepada dua objek, yaitu Petrus dan Kebenaran yang diucapkannya. Sebutan ‘Petrus’ didalam bahasa Grika adalah berarti ‘batu’. Demikian inilah apa yang sesungguhnya dikatakan oleh Jesus itu bukanlah menyebutkan nama orang itu, melainkan mengatakan kepadanya bahwa ia terpilih menjadi salah sebuah dari batu-batu didalam susunan rohani, yaitu sidang. Tetapi “pada batu karang ini (bukan pada sebuah batu) Aku akan membangunkan sidangku,” demikianlah kata Jesus. Pada batu karang yang manakah? Tentunya pada batu karang kebenaran yang teguh, yaitu kebenaran yang diucapkan oleh Petrus itu – kebenaran yang menyatakan bahwa Jesus Kristus adalah “Anak Allah”.

Lalu Jesus memberitahukan bahwa segala pintu alam maut tiada akan dapat mengalahkan Kebenaran itu, bahwa segala pintu itupun tidak dapat menahan didalam alam maut (didalam kubur) kematian didalam Kristus itu, sehingga mereka pun akan merupakan sebagian dari sidang yang kekal, yaitu sidang yang berdiri diatas Batu Karang Kebenaran yang teguh itu.

Matius 16 : 19:
“Maka Aku akan memberi kepadamu anak kunci kerajaan surga; dan barang apa yang engkau ikatkan diatas bumi itupun terikat juga di surga, dan barang apa yang engkau orakkan di atas bumi itupun terorak juga di surga.”

Di sini Jesus jelaskan bahwa Petrus akan menjadi lambang, yaitu contoh, dari semua orang yang membawakan kebenaran-kebenaran Ilahi yang dinyatakan. Sebagaimana kepada Petrus, maka kepada mereka diberikan kunci-kunci Kerajaan, yaitu penyebar-penyebar Kebenaran yang diilhamkan itu dikuasakan untuk mengikat dan mengorak oleh kuasa dari Kebenaran itu. Yang mereka ikat diatas bumi adalah dernikian itu juga diakui didalam surga. Eliah mengikatkan bahwa akan terjadi suatu masa kelaparan selama tiga setengah tahun, maka demikian itu juga telah jadi. Katanya, “bagi Ahab … tidak akan terdapat embun ataupun hujan selama tahun-tahun ini terkecuali seperti yang kukatakan.” 1 Raja-raja 17 : 1.

Matius 16 : 20 :
“Lalu Ia berpesan kepada murid-muridNya, jangan mengatakan kepada seorang juapun bahwa Ialah Kristus adanya.”

Oleh karena orang-orang itu tidak mengetahui bahwa Jesus adalah Anak dari Allah yang hidup itu, maka sadarlah Jesus bahwa dengan menceritakan kepada mereka berterus-terang akan hanya membuat mereka makin bersyakwasangka saja. Olehnya juga, maka Ia memesankan kepada murid-murid itu untuk melakukan yang sama sebagairnana halnya kita diwaktu ini telah dipesankan untuk melakukan. Bukanlah dengan mengatakan berterus-terang: “Kami memiliki Kebenaran, pekabaran mengenai Jam Ke sebelas itu.” Tetapi sebaliknya kita hendaknya mengajarkan Kebenaran Alkitab yang diilhami itu, dengan demikian memberikan kepada para pendengar kesempatan untuk mereka menarik kesimpulan-kesimpulannya sendiri, untuk membuat mereka memahaminya sendiri. Jika mereka adalah penyelidik-penyelidik kebenaran yang jujur, maka Bapa sendirilah yang akan membukakan kedalam hati mereka bahwa inilah pekabaran jam ke sebelas itu.

Olehnya itu kita hendaknya tidak mengemukakan secara berterus-terang keseluruhan Kebenaran Allah yang penting itu. Kita harus mengambil keputusan dan kebijaksanaan yang baik. Kita harus menabur benih itu pada tanah yang telah dipersiapkan dengan baik jika kita mengharapkan berkat-berkat Allah, jika kita mengharapkan hujanNya serta cahaya matahariNya untuk mempertumbuhkannya dan menghasilkan buah-buah. Jika benih tidak ditaburkan cukup dalam, maka tanaman itu akan layu bersamaan dengan naiknya matahari. Jika kita hanya menjatuhkan benih-benih itu pada permukaan tanah, maka burung-burung akan mematuknya habis.

Matius 16 : 21 – 23 :
“Dari pada masa itu mulailah Jesus menyatakan kepada murid-muridNya bahwa Ia wajib pergi ke Jerusalem, lalu merasai banyak sengsara dari orang tua-tua, dan dari para kepaIa imam dan ahli-ahli Torat, sehingga dibunuh, kemudian la bangkit pula pada hari yang ketiga. Maka Petrus membawa Dia sertanya, lalu mulai menegur Dia, katanya: “Dijauhkan Allah ya Tuhan! Sekali-kaIi jangan perkara ini akan jadi padamu.” Tetapi berpalinglah Jesus sambil berkata kepada Petrus: Pergilah ke belakangku, hai Iblis! Engkaulah menjadi suatu penyesat bagiku, karena bukanlah engkau memikirkan barang dari pada Allah, melainkan barang dari pada manusia.”

Disinilah kebenaran yang disebutkan terdahulu diperbesarkan. Ikatan ataupun orakkan yang dilakukan Petrus diatas bumi dapat diterima didaIam surga hanya bilamana dilakukan sesuai dengan petunjuk-petunjuk Kebenaran Ilahi yang dinyatakan. Bilamana berbicara hanya oleh desakan hatinya saja serta perasaannya, maka Petrus dengan tegas dipersalahkan, dan kepadanya dijelaskan bahwa semua pendapat-pendapatnya itu bukanlah Kebenaran, melainkan berasal dari Setan. Olehnya itu adalah jelas bahwa pengikut-pengikut Kristus dapat mengikat ataupun mengorak hanya dengan menggunakan Kunci-kunci Kebenaran. Mereka akan menyadari bahwa hanya Kebenaranlah yang membuka semua pintu-pintu surga.

Pada akhirnya, jika kita memiliki Kebenaran surga pada jam ini sebagaimana dimiliki oleh Petrus dimasanya dahulu, maka kita akan memiliki kunci-kunci surga, dan dengan itu pula dapatlah kita mengikat ataupun mengorak – keputusan-keputusan Kebenaran diatas bumi merupakan juga keputusan-keputusan di dalam surga.

Matius 16 : 24 :
“Setelah itu berkata Jesus kepada murid-muridnya: ‘Jikalau barangsiapa hendak mengikut Aku haruslah ia menyangkali dirinya serta menanggung salibnya lalu mengikut Aku.”

Terkandung di dalam ayat ini bahwa kepentingan Petrus adalah lebih utama bagi dirinya sendiri dari pada bagi kehidupan Jesus, karena Petrus mengetahui bahwa jika Jesus dibunuh, maka hidupnya sendiri akan berbahaya. Olehnya itulah Petrus diberitahu bahwa jika seseorang hendak mengikut Jesus, maka ia pun hendaknya rela menyetujui untuk memikul salibnya sendiri jika kebenaran memutuskannya demikian. Kepada kita diceritakan bahwa rasul ini telah melaksanakan perkara yang penting ini, dan ia telah didapati setia sampai kepada matinya.

Matius 16 : 25 – 27 :
“Karena barangsiapa yang hendak memeliharakan nyawanya ia akan kehilangan nyawa, tetapi barangsiapa yang kehilangan nyawanya oleh karena Aku ialah akan mendapat nyawa. Apakah untungnya kepada seorang jikalau ia beroleh segenap dunia ini tetapi jiwanya binasa? Atau apakah yang patut diberi orang akan menebus jiwanya? Karena Anak manusia akan datang dengan kemuliaan BapaNya beserta dengan segala malaikatNya; pada masa itu ia akan membalas kepada tiap-tiap orang menurut perbuatannya.”

Pengikut-pengikut Kristus disini diberitahu agar supaya tidak meninggalkan keputusan Kebenaran walaupun diminta dari mereka sampai kepada menyerahkan kehidupannya sekalipun, sebab oleh demikian melepaskan hidupnya mereka sebenarnya akan menyelamatkan hidupnya bagi yang kekal – mereka akan bangkit pada kebangkitan orang-orang suci. Tetapi sebaliknya bagi orang-orang yang menyangkal Kebenaran demi untuk menenteramkan musuh-musuh Kebenaran itu, lalu dengan demikian itu menyelamatkan hidupnya yang bersifat sementara ini kelak akan mati di dalam kematian yang mana tidak akan ada lagi kebangkitannya.

Hendaklah diketahui dengan penuh perhatian apakah rasul Petrus adalah yang pertama yang akan diberi Kunci-Kunci Surga, ataukah telah ada orang-orang lain yang sudah lebih dulu memiliki Kunci-Kunci itu dari padanya. Oleh karena Kebenaran sekarang yang diberikan kepada seseorang adalah merupakan Kunci-Kunci Surga, dan mengingat bahwa ajaran-ajarannya itu adalah mengikat maupun mengorak perkara-perkara diatas bumi lalu dengan demikian itu dibenarkan didalam surga, maka orang-orang lain pasti telah memiliki Kunci-Kunci itu sebelum Kunci-Kunci itu dapat diteruskan kepada Petrus, sebab bumi, sidang, dan Kebenaran surga yang dinyatakan itu berada sebelum masa hidupnya Petrus.

Sebagai contoh ambillah N u h. Ia mengabarkan bahwa kelak akan jadi suatu banjir besar, sehingga segaIa-gala yang berada diluar bahtera yang sedang dibangunkannya itu kelak akan binasa, dan bahwa semua yang masuk kedalam bahtera itu akan hidup. Lalu kenyataan bahwa Surga telah mengirimkan banjir besar segera sesudah N u h memberitakannya telah membuktikan sendiri bahwa apa yang telah N u h ikatkan diatas bumi adalah terikat juga didaIam surga. Petrus sebagaimana Saudara saksikan bukanlah yang pertama-tama yang akan diberikan Kunci-Kunci Surga itu.

Sesudah N u h, maka akan kita saksikan bahwa Kunci-Kunci itu telah diteruskan kepada Ibrahim, mengingat bahwa yang akan diikat ataupun diorak diatas bumi itu harus juga terikat ataupun terorak didaIam surga, maka ketiga jurukabar dari surga itu telah menanyakan kepada Ibrahim mengenai pernbinasaan kota-kota Sodom dan Gomorah. Pada waktu itulah lalu disepakati bahwa jika terdapat sepuluh orang benar saja didalam kota dimana Lot tinggal, maka mereka tidak akan membinasakannya. Dan demikian itulah halnya. Dapatlah dimengerti bahwa sesudah Ibrahim, Kunci-Kunci itu sudah akan diteruskan kepada Ishak. Ishak telah mengatur bahwa Yakub akan menerima berkat-berkat perjanjian walaupun oleh hak kelahiran semuanya itu harus menjadi milik Esau. Walaupun kenyataannya bahwa Yakub telah memperoleh berkat-berkat perjanjian itu dengan menipu, Surga masih membenarkan apa yang telah Ishak ikat diatas bumi – Yakub telah menjadi leluhur dari Kristus.

Demikian inilah bahwa sepanjang garis keturunan dari Yakub telah datang Tuhan, dan demikian ini pula bahwa keturunan-keturunan dari Yakub mewarisi Tanah Perjanjian itu. Dengan memiliki Kunci-Kunci Kerajaan Surga, maka Yakub pada menjelang saat-saat terakhir hidupnya telah menetapkan bahwa hak kelahiran dari Manaseh harus diberikan kepada Ephraim. Untuk inilah Yusuf telah memprotesnya dengan berusaha membujuk ayahnya agar meletakkan tangan kanannya keatas kepala Manaseh (Kejadian 48 : 17 – 19), tetapi apa yang Yakub ikat diatas bumi adalah terikat juga didalam surga, karena bertahun-tahun kemudian sesudah kematiannya Solaiman, maka suku Ephraimlah dan bukan suku Manaseh yang telah memerintah kerajaan Israel. Dapatlah kita saksikan bahwa apa yang telah Yakub ikat diatas bumi adalah terikat juga didalam surga.

Bersamaan waktunya dengan Yakub, maka Yusuf oleh pengertian mimpinya Firaun telah mengikat atau menetapkan bahwa akan terdapat tujuh tahun berkelimpahan dan tujuh tahun kelaparan. Demikianlah halnya bahwa penetapan Yusuf itu telah dilaksanakan (diikat) oleh Surga.

Lalu kata Musa: “Jikalau orang-orang ini mati seperti halnya mati segala orang lain, atau jikalau didatangkan segala kesukaran atas mereka ini seperti halnya berlaku atas segala manusia, maka bukanlah aku disuruh Tuhan. Tetapi jikalau diadakan Tuhan barang sesuatu yang dahulu tiada, dan jikalau bumi mengangakan mulutnya serta menelan akan mereka ini dan akan segala sesuatu yang ada padanya, dan jikalau dengan hidupnya mereka ini turun kedalam lubang, maka diketahuilah olehmu bahwa orang-orang ini telah mencela akan Allah.” – Bilangan 16 : 29, 30 (terjemahan yang lebih tepat).

Keputusan Musa adalah terikat didalam surga, karena “bumi telah mengangakan mulutnya serta menelan akan mereka itu dan akan segala tempat tinggalnya dan segala orang yang Korah punya dan segala harta bendanya.” Ayat 32.

Kunci-Kunci Kerajaan Surga itu sebagaimana Saudara saksikan terus menerus, diturunkan dari satu generasi kepada generasi yang lain – dari para kepala suku kepada para nabi-nabi, kepada para rasul-rasul, dan terus menerus turun sampai kepada masa kita sekarang. Sebagai contoh kira-kira pada enam puluh tahun yang lalu pendiri Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, menyatakan bahwa General Conference tidak lagi merupakan penguasa surga yang tertinggi diatas bumi (General Conference Bulletin, 34th Session, Vol. 4, Extra 1, April 3, 1901, p.25, Cols. 1 & 2). Dan demikian inilah halnya bahwa bilamana tiba waktunya bagi pekabaran tambahan (yang akan memberikan kuat dan kuasa kepada pekabaran malaikat yang ketiga ~ Early Writings, p. 277) untuk disampaikan kepada s i d a n g, maka itu telah datang bukan melalui General Conference melainkan melalui anggota biasa. Ini merupakan bukti nyata bahwa kunci-kunci yang mana teIah dipercayakan kepada Petrus itu kini sedang terus bekerja.

Jelaslah sudah bahwa Kunci-Kunci Kerajaan surga itu terdapat dalam tangan orang-orang yang memiliki Kebenaran untuk waktunya. Akibatnya sejauh mana surga telah menjelaskannya, maka Kebenaran itu menunjukkan bahwa Kunci-Kunci Kerajaan Surga pada waktu ini telah beralih dari tangan-tangan orang-orang General Conference kepada tangan-tangan orang-orang General Association of Davidian Seventh-day Adventists, sebagaimana juga halnya Kunci-Kunci itu telah beralih dari Sanhedrin kepada Petrus dimasa kedatangan Kristus yang pertama dahulu. Demikian inilah bahwa Kebenaran yang ditetapkan diatas bumi itu juga ditetapkan didalam surga.

 

*****

 

 208 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart