Naskah untuk berdoa
<< Go Back


AMARAN SEKARANG
Jilid II No. 39

 

PEMBENARAN OLEH KARUNIA, PEMBENARAN OLEH IMAN, DAN PEMBENARAN DARI KRISTUS

 

Naskah untuk Berdoa
 

JANGANLAH MENGUKUR PEKERJAAN ALLAH
DENGAN TALI PENGUKUR MANUSIA

 

 

Saya akan membaca dari buku Christ’s Object Lessons, halaman 79, paragraf satu sebagai berikut:

“Orang-orang terkemuka pemikir agama dalam generasi ini mengumandangkan pujian-pujian dan mendirikan monumen-monumen bagi mereka yang telah menanamkan benih kebenaran berabad-abad yang lalu. Tidakkah banyak orang pada waktu ini sedang beralih dari pekerjaan ini menginjak-injak pertumbuhan yang keluar dari benih yang sama? Seruan dahulu kala itu kini terulang kembali, ‘Kami tahu bahwa Allah berbicara kepada Musa; kalau mengenai orang ini (Kristus di dalam diri juru-kabar yang diutus-Nya), kami tidak tahu dari mana ia berasal.’ Sama seperti halnya dalam abad-abad yang terdahulu kebenaran-kebenaran penting bagi zaman ini diperoleh bukan dari penguasa-penguasa keimamatan, melainkan dari orang-orang laki-laki dan perempuan yang tidak terlalu terpelajar atau terlalu pintar untuk percaya firman Allah. ‘Karena kamu menyaksikan panggilanmu, saudara-saudaraku, bagaimana mereka yang dipanggil itu, tidak banyak orang pintar menurut ukuran manusia, tidak banyak orang yang gagah perkasa, tidak banyak orang bangsawan yang dipanggil; melainkan Allah telah memilih perkara-perkara dunia yang bodoh untuk mengacaukan orang-orang pintar; dan Allah telah memilih perkara-perkara dunia yang lemah untuk mengacaukan perkara-perkara yang kuat perkasa.”

Bacaan ini memerintahkan kita untuk berdoa bagi orang-orang yang dianggap pintar, karena pada waktu ini sama seperti halnya di masa lalu mereka yang disebut pemuka-pemuka agama yang mulia itu pada satu pihak seolah-olah sedang mengumandangkan pujian-pujian, membangun monumen-monumen bagi hamba-hamba Allah yang hidup beradab-abad sebelumnya, sementara di lain pihak mereka sedang menginjak-injak utusan-utusan Allah yang hidup dalam sejarahnya sendiri. Mereka juga pada kenyataannya mengatakan, “Kami tahu bahwa Allah berbicara kepada Musa; kalau mengenai orang ini kami tidak tahu dari mana Ia berasal.’ Kita hendaklah berdoa agar mereka dapat menginsyafi akan kekeliruannya mengukur pekerjaan Allah dengan tali pengukur manusia. Dan juga berdoalah agar kita sendiri tidak akan jatuh kedalam praktik-praktik yang sedemikian ini.

 

*****

 

 201 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart