Renungan Doa Pembukaan
<< Go Back


Renungan Doa Pembukaan

 

 

Kita akan meneruskan bacaan kita di mana pada Sabat lalu telah kita tinggalkan: The Mount of Blessing, halaman 148 —

Mount of Blessing, hal. 148:

“Jesus sewaktu Ia tinggal di bumi ini, Ia memuliakan kehidupan sampai kepada semua yang sekecil-kecilnya dengan cara mempertahankan di depan manusia kemuIiaan Allah itu, dan dengan cara menyerahkan segala perkara kepada kehendak BapaNya. Jika kita mengikuti teladanNya, maka jaminanNya kepada kita adalah, bahwa segala perkara yang diperlukan di dalam hidup ini ‘akan dipertambahkan’. Kemiskinan atau kekayaan, penyakit atau kesehatan, kesederhanaan atau kepintaran, semua dijamin di dalam janji kemurahanNya.

“Uluran tangan Allah yang kekal merangkul jiwa yang datang kepadaNya meminta bantuan, bagaimanapun lemahnya jiwa itu. Segala perkara yang berharga dari segala bukit itu akan binasa; tetapi jiwa yang hidup bagi Allah akan tetap tinggal bersama Dia. Dunia akan berlalu berikut segala nafsunya, tetapi mereka yang melakukan kehendak Allah akan tetap selama-Iamanya. Kota Allah akan membuka pintu-pintu gerbang keemasannya untuk menyambut dia yang telah belajar selama di bumi untuk bersandar pada Allah untuk pimpinanNya dan kepintaranNya, untuk penghiburan dan harapan, di tengah-tengah berbagai bencana dan penderitaan. Nyanyian-nyanyian dari malaikat-malaikat akan menyambutnya di sana, maka baginyalah pohon alhayat akan mengeluarkan buahnya. Gunung-gunung akan berIalu, dan bukit-bukit akan berpindah; tetapi kemurahanKu tidak akan berpindah dari padamu, bahkan janji perdamaianKu pun tidak akan berubah, demikianlah firman Tuhan yang memiliki kemurahan atasmu.”

Dan dari hal apakah doa kita untuk sore hari ini? Ya, marilah kita berdoa bagi suatu kenyataan, supaya jika kita menaruh harapan kita sepenuhnya pada Tuhan, berharap padaNya bagi pimpinan dan kebijaksanaan, maka la tidak akan melalaikan kita. Kita hendaknya berdoa bagi suatu kenyataan supaya uluran tanganNya yang kekal itu akan selalu siap merangkul jiwa yang berbalik kepadaNya memohonkan bantuan; dan kita harus berdoa bagi iman yang mutlak dalam janjiNya, bahwa jika kita berserah dalam segala perkara kepada kehendak Bapa, maka segala perkara yang diperlukan di dalam hidup ini ‘akan dipertambahkan’ bagi kepentingan-kepentingan kita yang abadi.

 

 244 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart