<< Go Back
Renungan Doa Pembukaan
Pada sore hari ini renungan doa kita terdapat pada halaman 149 dan 150 dari buku The Mount of Blessing. Kita akan membaca empat paragraf yang pertama. Semua ini berlandaskan pada kata-kata firman yang berbunyi : “Oleh karena itu janganlah kamu khawatir karena hari esok ………. kecukupan sampai kepada hari itu ada jahatnya sendiri.”
Mount of Blessing, pp. 149, 150 :
“Jika engkau telah menyerahkan dirimu kepada Allah untuk melaksanakan pekerjaanNya, maka engkau tidak perlu khawatir akan hari esok ………. Apabila kita mengambil ke dalam tangan kita pengendalian perkara-perkara dengan mana kita harus laksanakan, lalu bergantung pada kepintaran kita sendiri bagi keberhasilannya, berarti kita mengambil suatu beban yang bukan diberikan Allah kepada kita ………. Kita mungkin saja memiliki kekhawatiran, lalu mengharapkan bahaya dan kerugian, karena itu adalah pasti akan menimpa kita. Tetapi apabila kita betul-betul percaya, bahwa Allah mencintai kita, dan bahwa Ia bertujuan untuk berbuat yang baik bagi kita, maka kita hendaknya berhenti dari pada meragukan hari depan kita. Kita hendaknya berharap kepada Allah seperti halnya seorang anak kecil berharap pada orang tuanya yang penuh kasih sayang. Dengan demikian gangguan dan kekhawatiran bathin itu akan hilang; sebab kehendak hati kita telah ditelan di dalam kehendak Allah.
“Kristus tidak menjanjikan kepada kita bantuan untuk memikul pada hari ini beban-beban hari esok ………. Hanya satu hari saja adalah milik kita, maka sepanjang hari inilah kita harus hidup bagi Allah. Untuk satu hari inilah kita harus meletakkan ke dalam tangan Kristus dalam penyerahan yang sungguh-sungguh, semua maksud dan rencana kita, menyerahkan semua keperluan kita kepadaNya, karena Ia mengawasi kita. “Aku tahu segala kepikiran, bahwa Aku memikirkan kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu kepikiran-kepikiran damai dan bukan yang jahat, untuk memberikan kepadamu yang paling diharapkan.” “………. di dalam kesunyian dan di dalam keyakinan akan terdapat kekuatanmu.”
Marilah kita berdoa bagi suatu realisasi yang abadi, bahwa Allah telah menjanjikan bantuan untuk memikul beban-beban kita, bukan beban-beban hari esok melainkan beban-beban hari ini. Marilah kita berdoa agar supaya kita setiap hari meletakkan ke dalam tangan-Nya semua maksud dan rencana kita, semua keperluan dan kekhawatiran kita. Hanya dengan begitu dapatlah kita merasa pasti, bahwa di dalam ‘ketenangan dan dalam keyakinan’ akan terdapat kekuatan kita.
221 total, 1 views today


