<< Go Back
TANYA – JAWAB
(BAGIAN II)
SIAPAKAH ORANG-ORANG LAODIKEA ITU?
SIAPAKAH RAJA DARI UTARA DAN RAJA DARI
SELATAN ITU?
APAKAH PERANG DUNIA KEDUA TERDAPAT DI DALAM
DANIEL PASAL SEBELAS?
MENGHEMAT WAKTU DAN TENAGA
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 31 Agustus 1946
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
Pada sore hari ini saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah sampai kepada saya dari Saudara-saudara di dalam Gereja induk. Tetapi sebagaimana Saudara mendengarkan jawaban-jawabannya saya ingin Saudara pikirkan, bahwa kita pun pernah berada di tempat mereka; bahwa kita pernah juga menjadi orang-orang Laodikea seperti itu; dan bahwa apa yang sedang mereka lakukan sekarang, kita pun pernah melakukan yang sama sebelumnya. Kita juga mungkin pernah mempermasalahkan segala perkara dimana kita tidak berada di dalamnya; berbuat dan berbicara seperti yang dilakukan mereka. Betapa bahaya dan tidak pantasnya bagi seseorang Kristen untuk tidak mempercayai bahkan kata-kata firman milik Tuhan sendiri yang ditujukan kepada orang-orang Laodikea, tetapi pun kita berpikir, bahwa kita tidak memerlukan apa-apa lagi, terkecuali orang-orang lain yang memerlukan kita.
Saudara ketahui, bahwa kita tadinya tidak banyak bersifat terbuka seperti halnya kita sekarang. Maka apabila doktrin ajaran-ajaran kita dipermasalahkan di waktu itu, maka kita pun seperti halnya Saudara-saudara kita itu tidak secara jujur dan terbuka memberikan kesempatan dengar pendapat yang lebih adil bagi berbagai pandangan dari orang lain.
Sewaktu kita berada di tempat mereka, kita pun dalam kesuaman rohani dengan bersemangat mempertahankan setiap doktrin, sekalipun kita sendiri belum memahami jelas sebagian dari doktrin-doktrin itu. Ini kita lakukan hanya karena doktrin ajaran-ajaran itu yang diajarkan di dalam sidang oleh Saudara-saudara pendeta kita sendiri, kita pun sudah menganggapnya benar. Dan demikian itulah kita telah mempercayai secara buta seratus persen seperti yang dipercayai mereka terhadap apa saja yang diajarkan di dalam gereja, tanpa mempertimbangkan, bahwa banyak dari semuanya itu datang melalui orang-orang yang tidak diilhami. Diilhami atau tidaknya tidak ada bedanya bagi kita di waktu itu, seperti juga halnya bagi mereka di waktu ini. Kita pun pernah berada di dalam kesesatan yang sangat menyedihkan dan bersama-sama dengan mereka tidak mengetahui atau tidak mempercayai, bahwa kita adalah tidak dikasihani, menyedihkan, miskin, buta, dan telanjang, walaupun Tuhan sendiri yang telah mengatakan demikian itu! Wahyu 3 : 14 – 18. Kita terus saja dalam alam berpikir sedemikian itu sampai tiba saatnya lembaran itu dibukakan. Kemudian mata kita terbuka, lalu doktrin ajaran-ajaran dan interpretasi-interpretasi yang telah datang tanpa diilhami kemudian menjadi tampak jelas, bahwa semuanya itu hanya merupakan “hasil dari akal ciptaan manusia”. Kita juga tidak melihat sebelumnya, bahwa Sabat dan Sidang telah kembali menjadi lembaga-lembaga untuk berbagai target pengumpulan uang dan untuk menawarkan barang-barang dagangan; yang berarti mempermalukan Allah serta merampok dari orang-orang miskin untuk memberi makan dan pakaian kepada mereka yang sedang mempertahankan keseluruhan sidang dalam kesesatan Laodikeanya yang sangat menyedihkan.
Dengan begitu sambil memandang kepadanya dari sudut pandangan ini, kita sebelumnya adalah tidak lebih baik dari pada orang-orang Laodikea yang terbaik. Apakah yang telah membuat perbedaan di antara kita dengan mereka pada waktu ini ialah, bahwa terang itu telah menerangi jalan kita, tetapi terang itu belum mencapai mereka. Nama baik atau pujian bagi kemajuan yang telah dapat kita capai dalam usaha pembangunan dan reformasi ini bukanlah milik kita, melainkan milik Allah saja.
Pertanyaan pertama yang akan dijawab pada sore hari ini membawa kita kepada Daniel pasal 11 untuk di sana.
Pertanyaannya adalah, “Siapakah Raja dari Utara dan Raja dari Selatan itu di dalam sejarah kita sekarang?” Karena adalah kewajiban kita untuk menjunjung tinggi kesucian Tuhan Allah di dalam hati kita, dan untuk selalu siap sedia memberikan jawaban yang benar pada waktunya kepada setiap orang yang menanyakan alasan pengharapan yang terdapat di dalam diri kita, maka marilah kita membaca:
Daniel 11 : 40 – 43 :
“Maka apabila masa kesudahan Raja dari Selatan akan mengikat perang melawan dia, maka Raja dari Utara pun akan mendatangi dia bagaikan suatu angin puyuh, bersama dengan beberapa kereta perang dan dengan beberapa pasukan berkuda dan dengan banyak kapal, maka ia akan masuk ke dalam banyak negeri dan ia akan memasukinya di sana sini serta melewatinya. “Ia akan masuk pula ke dalam tanah yang permai itu, dan banyak negeri akan ditaklukkannya, tetapi mereka inilah yang akan luput dari pada tangannya, yaitu Edom dan Moab serta ibu negeri bani Amon. Ia akan membentangkan pula tangannya pada negeri-negeri, maka tanah Mesir pun tidak akan luput. Tetapi ia akan berkuasa atas segala perbendaharaan emas dan perak, serta atas segala benda berharga di Mesir, maka orang-orang Libia dan Ethiopia akan mengikuti langkah-langkahnya.”
Pertikaian yang dikemukakan di dalam ayat ini terjadi di antara Raja-Raja, bukan sebelum masa akhir zaman, atau di dalam masa akhir zaman, melainkan ‘pada masa akhir zaman itu.’ Saudara lihat, Raja dari Selatan adalah dia yang akan mendesak pada Raja dari Utara, dan Raja dari Utara adalah dia yang akan memenangkan peperangan itu, dan yang akan mengambil dari Raja Selatan itu tanah yang permai (Palestina) dan Mesir di samping juga negeri-negeri yang tidak disebutkan nama-namanya. Hal-hal inilah sebagaimana yang akan kita saksikan sekarang adalah cukup untuk menentukan dengan tepat ciri-ciri dari kedua Raja-Raja itu, peperangan itu, dan masa di mana peperangan itu telah terjadi. Oleh karena peperangan itu akan dimulai pada masa akhir zaman, dan karena Raja dari Selatan adalah pihak yang kalah dari peperangan itu, maka negeri-negeri yang dikalahkan itu tak dapat tiada akan diperintah oleh Raja dari Utara selama masa akhir zaman. (Untuk penyelidikan yang lebih mendetail terhadap Daniel pasal 11, supaya bacalah Traktat No. 12, Dunia Kemarin, Hari Ini, Esok, halaman 57 – 91)
Oleh karena mereka yang mengemukakan pertanyaan itu setuju dengan kita, bahwa kita kini hidup di dalam “masa akhir zaman”, maka kita tidak perlu berbicara lebih banyak lagi mengenai tahapan dari permasalahan itu, namun kita perlu meminta dari mereka untuk menceriterakan kepada kita kekuasaan yang mana pada masa yang tertentu ini, dalam masa akhir zaman, yang telah menambahkan atau memasukkan “tanah yang permai itu”, (Palestina), Mesir, dan negeri-negeri lainnya ke dalam kerajaannya. Jawaban yang dapat diberikan oleh setiap orang ialah bahwa Britania Raya telah merebut semuanya ini dari Turki, dan dialah yang telah memerintah hampir semuanya itu semenjak dari kemenangannya. Jadi jelaslah, bahwa selama masa akhir zaman Britania Raya adalah Raja dari Utara dan Turki adalah Raja dari Selatan. Demikian pula kebenarannya, karena faham agama Islam pada dasarnya muncul dari sebelah Selatan Laut Tengah lalu membanjiri tanah-tanah sebelah Utara dan memerintah mereka sampai kepada masa akhir zaman. Kemudian meja-mejanya berputar dan kerajaan Turki mulai menciut sementara sebaliknya Inggris mulai berkembang.
Oleh karena tidak ada jalan lagi bagi siapapun untuk mengelak kebenaran masalah ini, maka tidak perlu lagi untuk dibicarakan seterusnya. Untuk penyelidikan yang lebih mendetail terhadap Daniel pasal 11 supaya bacalah bagian terakhir dari Traktat No. 12, Dunia Kemarin, Hari ini, Esok.
Bagaimanapun janganlah terlalu banyak berharap kepada orang-orang Laodikea itu, sebab Saudara mengetahui, bahwa adalah sama sulitnya bagi mereka untuk menerima Kebenaran seperti juga halnya dengan kebanyakan kita sewaktu kita masih berada di tempat mereka. Mengapa? Sebab bagi kebanyakan orang adalah sulit untuk mengatakan, “kami salah”. Hanya sejumlah kecil yang dapat meninggalkan pikiran yang sombong lalu mengakui kesalahan-kesalahan mereka. Adalah karena alasan inilah, maka Kebenaran yang baru terungkap tidak pernah menjadi terkenal. Sewaktu Kebenaran bagi zaman ini pertama kali mendatangi kita, kita mempercayaiNya bukan karena orang-orang lain telah berbuat demikian, melainkan karena kita sendiri telah menyaksikanNya dengan jelas. Marilah kita melanjutkannya, tetapi hendaklah kita bersabar, penuh toleransi, dan murah hati dengan semua orang.
Pertanyaan kita berikutnya yang harus dijawab ialah:
Daniel 11 : 44, 45 :
“Tetapi kabar-kabar dari sebelah Timur dan dari sebelah Utara akan merisaukan dia, oleh sebab itu ia akan keluar dengan amat besar amarahnya hendak membinasakan dan hendak menumpas banyak orang. Maka ia akan mendirikan kaabah kerajaannya di antara kedua laut di bukit kesucian yang permai itu, namun ia akan sampai pada ajalnya, dan tak seorang pun akan menolongnya.”
Dalam peperangan yang istimewa ini Raja dari Utara itu pergi membinasakan banyak orang, sebab berita-berita yang merisaukan dari sebelah Timur dan sebelah Utara telah sampai ke pendengarannya. Olehnya itu Raja dari Selatan tidak akan ikut di dalamnya.
Oleh karena Hitler dan Rusia (penguasa-penguasa dari Utara) telah memulaikan Perang Dunia II di Polandia, kemudian Jepang (penguasa dari Timur) menggabungkan diri dengannya, dan karena Turki, Raja dari Selatan menghindari diri dari padanya, maka adalah jelas sekali, bahwa peperangan dari ayat 44 itu ialah Perang Dunia II ke mana kabar-kabar yang disebutkan di sini telah menarik Inggris (Raja dari Utara) ke dalamnya. Oleh karena itu Perang Dunia II adalah pasti perang yang dinubuatkan di dalam ayat 44 dan 45, yaitu perang yang terakhir dari Daniel pasal 11. Dan lagi kenyataannya, bahwa hanya ayat 44 yang sejauh ini telah digenapi, bahwa raja itu masih belum lagi sampai pada ajalnya; adalah bukti yang pasti, bahwa Perang Dunia II itu masih belum selesai, sehingga tidak terdapat perdamaian di waktu ini, dan tidak akan ada persetujuan bersama di antara bangsa-bangsa sekalipun perang itu disangka sudah berakhir semenjak dari menghilangnya Hitler.
Sebutan yang berbunyi: “Ia akan sampai pada ajalnya, dan tak seorang pun akan menolongnya,” mengandung arti, bahwa seseorang pernah menolongnya, maka dunia mengetahui, bahwa itu adalah Amerika Serikat. Oleh sebab itu kita mendapatkan diri kita kini hidup di antara ayat 44 dan 45 dari Daniel pasal 11 itu,
Pertanyaan kita selanjutnya ialah:
Marilah kita membaca:
Daniel 11 : 35 :
“Maka beberapa dari pada mereka yang mengerti itu akan jatuh, untuk menguji mereka, dan untuk membersihkan mereka, dan untuk memutihkan mereka, bahkan sampai kepada akhir zaman, karena iaitu masih untuk sesuatu masa tertentu.” (Terjemahan yang lebih tepat)
Di sini Saudara catat, bahwa umat Allah akan jatuh, akan dianiaya, mati sahid dan dicobai sampai kepada masa akhir zaman itu. Mereka harus menjalani ujian itu supaya mereka dibersihkan, dicobai, dan diputihkan. Perhatikanlah, bahwa pembersihan itu akan terus berlangsung sampai ke “masa akhir zaman” dan bahwa Raja dari Selatan akan mendesak melawan Raja dari Utara “pada masa akhir zaman.” Sekarang perhatikanlah, bahwa kata perangkai “ke” berakhir pada kata perangkai “pada”, sehingga dimana pembersihan itu berakhir, maka desakan Raja itu akan dimulai. Hal-hal ini diungkapkan dengan jelas pada permulaan penyelidikan ini.
Sejauh yang dapat saya temui, sejarah mengajarkan, bahwa aniaya-aniaya yang membawa mati sahid itu berakhir dalam tahun 1700 T.M. dan bahwa kerajaan Turki mulai menciut dalam tahun 1699. (Lihat Peta No. 10 dari Traktat No, 12, Dunia Kemarin, Hari Ini, Esok). Oleh karena itu maka masa akhir zaman itu dimulai pada akhir abad ketujuh belas, yaitu masa dimana mati sahid berakhir, dan masa dimana kerajaan Turki mulai pecah.
Lagi pula berbicara mengenai masa aniaya itu dimana berjuta-juta orang telah mati sahid, Jesus mengatakan : “Segera kemudian sesudah masa sengsara itu matahari akan dikelamkan……..” Matius 24 : 29. Hari gelap itu telah datang dalam tahun 1780 T.M. Maka sementara kerajaan Turki terus menciut, maka Inggris pun terus berkembang. Terlihatlah di sini, bahwa nubuatan meneguhkan sejarah dengan sempurnanya. Sekarang kita pelajari :
Saudara menyadari akan kenyataan, bahwa kita telah diberikan suatu tugas besar dan, bahwa waktu untuk melaksanakannya adalah sangat singkat, sehingga oleh karenanya kita harus belajar merubah waktu yang terbuang sia-sia menjadi bermanfaat. Ada orang pernah mengatakan, bahwa secara rata-rata lebih separuh dari hidup dan tenaga manusia dihamburkan pada pembicaraan-pembicaraan yang sia-sia dan dalam membicarakan masalah orang lain. Oleh karena itu salah satu keperluan kita yang terbesar ialah supaya kita belajar mengawasi lidah kita dan supaya memeliharakan hidung kita daripada semua urusan orang lain, untuk dapat mengumpulkan waktu dan tenaga, damai dan keutuhan.
Adalah baik untuk juga diingat, bahwa lidah kita telah dikaruniakan kepada kita untuk maksud membicarakan Kebenaran Allah dan pujianNya, dan tenaga kita untuk memberitakan KebenaranNya dan untuk membawa berkat bagi umatNya. Hendaklah kita berbicara dari hal prinsip-prinsip yang berasal dari surga, dan hendaklah kita bekerja untuk prinsip-prinsip ini. Jika Saudara secara kebetulan melihat atau mendengar, bahwa seseorang sedang melakukan sesuatu perkara yang menurut penilaianmu yang terbaik tidak pantas dilakukan oleh orang Kristen, dan jika Saudara mengira Saudara dapat menolongnya, maka janganlah membuat diri anda menjadi seorang pembawa berita untuk menceriterakannya kepada setiap orang, melainkan supaya berbicara sendiri dengan orang yang bersangkutan.
Janganlah membuat dirimu sebagai suatu ukuran bagi siapapun juga, dan janganlah memaksakan pendapatmu kepada siapapun terkecuali kepada dirimu sendiri. Adalah bukan tugas siapapun juga untuk mengatur orang lain. Pahamilah, bahwa tidak seorang pun berkewajiban untuk menyesuaikan hidupnya kepada standar dan tingkat ukuran tertinggi kepunyaan orang lain. Dengarlah olehmu apa yang dikatakan Ilham : “Siapakah ini engkau yang menghakimi hamba orang lain? Kepada tuannya sendirilah ia tegak ataupun jatuh. Tetapi ia akan ditegakkan, karena Tuhan berkuasa menegakkan dia” (Rum 14 : 4). Tetapi oleh karena kamu tak dapat menegakkan orang lain, mengapakah kamu mencoba-coba?
Janganlah memperbanyakkan musuh oleh lidahmu. Berkawanlah dengan banyak orang. Dan janganlah meletakkan perasaanmu hanya pada ujung jarimu. Jika kau lakukan juga, maka kamu sendirilah yang akan merasakan kehilangan banyak teman, kehilangan kegembiraan sosial, dan kehilangan kesempatan dan hak untuk memenangkan banyak jiwa kepada Kristus. Janganlah mengakhiri sesuatu hari pun tanpa adanya sesuatu nilai baik yang akan dapat dicatat di samping namamu pada halaman buku Sorga. Janganlah salah menginterpretasikan pikiran orang lain. Berusahalah melihat dan menginterpretasikan segala perkara dengan cara yang benar, berikanlah kepada setiap orang suatu kesempatan. Perhatikanlah yang baik yang terdapat dalam diri setiap orang dan tutuplah matamu dari pada semua yang jahat.
Hendaklah segala pembicaraanmu berpokok pada meninggikan Kebenaran Allah bagi hari itu. Inilah yang akan membuatmu sibuk berbicara dari hal sesuatu yang bermanfaat dan terpuji. Berpikirlah dan belajar, maka apabila kamu membicarakan agama, bagaimanapun juga jangan menjadi bosan. Teruskanlah dengan pembicaraanmu sejauh mana para pendengarmu masih mau mengikutimu. “Janganlah kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan pula dicampakkan mutiaramu kehadapan babi, supaya jangan dipijak-pijaknya semua itu dengan kakinya lalu berbalik mencabik-cabik akan kamu.” Matius 7 : 6.
Lidah adalah sulit diawasi, dan telinga senantiasa suka mendengar. Oleh sebab itu adalah lebih baik bagimu jika engkau tidak sering berkunjung. Sering berkunjung hanyalah merupakan pemborosan waktu dan suatu cobaan untuk membicarakan bintik-bintik di mata orang lain dan mengabaikan balok yang ada di mata sendiri.
Di mana pun anda berada engkau dapat saja membuat sesuatu. Engkau dapat saja bekerja atau belajar. Tetapi apabila anda berkumpul bersama-sama orang lain, maka dalam semua kesempatan itu engkau tak akan dapat berbuat sesuatu, melainkan sebaliknya merugikan dirimu sendiri dan orang lain. Sekaranglah waktunya untuk menyelidiki dan belajar Kebenaran itu bagi zaman ini, untuk memperoleh bagaimana caranya memberikan pelajaran dan bagaimana caranya menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan mudah dan sederhana, tanpa harus pergi menyelidiki banyak catatan sejarah ataupun sejarah kehidupan orang-orang. Maka jika anda telah bertekad untuk berjalan dengan Allah pada setiap hari dan menyelidiki kehendakNya terhadap semua tugasmu sendiri, bukan tugas orang lain, maka anda akan menemukannya dengan limpah untuk membuatmu sibuk dan terhindar dari kejahatan.
Ingatlah juga, bahwa anda adalah seorang calon bagi buah-buah pertama itu, untuk menjadi salah seorang yang akan bersama-sama dengan atau salah seorang dari mereka yang 144.000 itu, agar supaya anda didapati dengan tiada tipu di dalam mulut (Wahyu 14 : 5).
Perbandingkanlah semua kata-katamu dengan peraturan keemasan. Jika anda ingin berbuat kepada orang lain sesuai apa yang anda ingin dibuat orang kepadamu maka anda tidak akan banyak terganggu, anda akan mendapatkan lebih banyak kegembiraan di dalam hidup, mendapatkan banyak teman di sekelilingmu, dan mendapatkan berkas-berkas ikatan gandum yang indah-indah bagi Lumbung Sorga.
266 total, 1 views today


