<< Go Back
Renungan Doa Pembukaan
Sebelum kita berdoa dan melibatkan diri dalam penyelidikan Alkitab, maka saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, dimulai dengan paragraf yang pertama pada halaman 151. Pasal ini dilandaskan pada Doa Tuhan Yesus.
Mount of Blessing, pp. 151, 152 :
”Doa Tuhan itu telah dua kali diberikan oleh Juruselamat, pertama kepada orang banyak dalam hotbah di atas gunung, lalu kembali beberapa bulan kemudian, kepada hanya murid-murid itu saja. Murid-murid itu untuk sesuatu masa yang singkat telah berpisah dari Tuhan mereka, pada waktu mereka kembali, mereka mendapati Dia sedang tekun berhubungan dengan Allah. Tampaknya tidak Ia menyadari akan kehadiran mereka, maka Ia terus saja berdoa dengan nyaring suaraNya. Wajah muka dari Juruselamat adalah diterangi dengan suatu cahaya terang dari langit. Ia tampaknya berada di tengah-tengah hadirat Dia Yang Tak Kelihatan itu, maka terdapat di sana suatu kuasa yang hidup dalam kata-kata firmanNya, seperti dari seseorang yang berbicara dengan Allah.
“Hati dari para murid yang mendengarkannya itu sangat tergerak. Mereka telah menandai betapa sering Ia menghabiskan berjam-jam lamanya dalam kesepian seorang diri, untuk berhubungan dengan BapaNya. Segala hariNya dilaluiNya dengan memberikan pelayanan kepada orang banyak yang datang berkerumun kepadaNya, maka dengan mengungkapkan kepada mereka penghianatan yang menyesatkan dari para ahli Torat, dan bekerja-Nya yang tak henti-hentinya ini sering sekali membuatNya sangat letih, sehingga ibuNya dan saudara-saudaraNya dan bahkan para muridNya merasa takut kalau-kalau hidupNya akan menjadi korban.”
Apa yang mereka takuti? Mereka takut kalau-kalau Yesus berbuat terlalu banyak, dan bahwa jika Ia terus menerus demikian membebani kekuatanNya, Ia tidak akan hidup lama. Mereka merasa yakin Ia tidak akan lama lagi jatuh sakit dan meninggal.
Adakah perkiraan-perkiraan mereka itu menjadi kenyataan? Tidak. Justru yang sebaliknya dari pada apa yang ditakuti mereka yang telah jadi. Apakah yang telah membuat Dia seimbang kepada tugasNya? Bukankah itulah doa? Jika Jesus dapat memperoleh kekuatan yang cukup dalam doa untuk melaksanakan tugasNya sehari-hari, maka mengapakah kita tidak? Marilah kita bertelut dan berdoa untuk maksud ini.
230 total, 1 views today


