<< Go Back
Renungan Doa Pembukaan
Sebelum ikut dalam sesuatu masa berdoa, maka saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, p. 154 dimulai dengan paragraf yang pertama :
The Mount of Blessing, p. 154 :
“Jesus mengajarkan kepada kita supaya memanggil akan Bapanya, Bapa kita. Ia tidak malu untuk memanggil kita saudara-saudara. Demikian kesediaanNya, demikian kesungguhanNya perasaan hati Juruselamat untuk menyambut kita sebagai anggota-anggota keluarga Allah, sehingga dalam kata-kata yang pertama sekali akan kita gunakan dalam menghampiri Allah, Ia menempatkan jaminan hubungan keilahian kita, yaitu “Bapa kita.”
“Di sinilah pengumuman tentang kebenaran yang ajaib itu, yang begitu penuh dengan dorongan dan hiburan, bahwa Allah mengasihi kita seperti halnya Ia mengasihi Anak-Nya. Inilah yang Yesus katakan dalam doaNya yang terakhir bagi murid-muridNya, Engkau “telah mengasihi mereka seperti halnya Engkau telah mengasihi akan Daku.”
“Dunia yang Setan telah nyatakan sebagai kepunyaannya dan telah memerintah atasnya dengan kekejamannya, oleh suatu keberhasilan yang luas Anak Allah telah menyelubunginya dengan kasihNya, lalu menghubungkannya kembali dengan tahta Jehovah. Malaikat-malaikat kerubium dan serapim berikut jumlah-jumlah besar orang-orang yang tak terhitung banyaknya dari semua dunia-dunia yang tidak jatuh menyanyikan lagu-lagu pujian bagi Allah dan anak Domba itu sewaktu kemenangan ini dipastikan. Mereka bersukaria karena jalan keselamatan telah terbuka bagi umat manusia yang sudah jatuh, dan karena bumi akan ditebus dari kutuk dosa. Betapa lebih lagi mereka-mereka itu yang seharusnya bersukaria, yaitu orang-orang yang menjadi obyek dari kasih yang sedemikian besar ini!”
Untuk mengucapkan “Bapa kita”, bukan BapaKu, terutama apabila berdoa di depan umum, membantu kita untuk menginsafi, bahwa kita semua adalah saudara-bersaudara. Allah mengasihi kita semua seperti halnya Ia mengasihi Kristus, maka Ia tidak akan mengecewakan kita jika kita berdoa dan hidup seperti doa Kristus dan teladanNya mengajarkan kepada kita. Ia tidak dapat menolak dari pada kita jawaban terhadap doa-doa kita jika kita mengetahui apa yang kita sedang doakan, jika kita memohonkan perkara-perkara yang kita betul-betul perlu memiliki, yaitu perkara-perkara yang Ia sendiri ingin sekali supaya kita miliki. Sebelum memohonkan sesuatu, kita wajib mempelajarinya terlebih dahulu, supaya doa-doa kita pun dapat bertahan untuk selama-lamanya. Marilah kita berdoa.
— 0 —
226 total, 1 views today


