Oleh: Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 14 September 1946
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
Saudara ingat, bahwa pada penyelidikan kita pada Sabat yang lalu kita telah menemukan, bahwa nubuatan dari Yesaya pasal yang ketiga sesungguhnya dimulai dengan pasal yang kedua, berlanjut sampai pasal yang ketiga, dan berakhir dengan pasal yang keempat. Dan Saudara juga ingat, bahwa semua yang terkandung di dalamnya itu adalah berhubungan dengan sidang “di akhir zaman”, yaitu pada bagian terakhir dari masa akhir zaman itu. Dengan kata lain Saudara akan ingat, bahwa dalam pasal-pasal ini Allah sedang berbicara langsung kepada umatNya yang hidup di waktu sekarang ini.
Oleh karena semua yang berhubungan dari pasal-pasal ini adalah dialamatkan kepada Yehuda, Yerusalem, dan Sion dari akhir zaman, maka marilah kita sejenak menggantikan gelar-gelar ini ke dalam bahasa sekarang.
Gelar “Yehuda” (kerajaan Yehuda) tentunya diambil untuk bangsa itu secara keseluruhannya. Mengaplikasikan gelar ini bagi sidang di masa kita sekarang, maka itu menunjukkan kepada Organisasi Gereja secara keseluruhan, yaitu umat yang akan membentuk Kerajaan Yehuda contoh saingan. Gelar “Sion”, pekarangan istana kuno itu yang menunjukkan kepada seseorang seperti terdapat pada pasal ini, dan jauh dari tanah perjanjian itu, menunjukkan kepada General Conference, markas besar dari Organisasi Gereja. Sesuai dengan kata-kata Nehemiah 11 : 1, gelar “Jerusalem” di masa lalu menunjukkan kepada kota dari pemimpin-pemimpin bangsa itu. Mengaplikasikan gelar ini kepada masa kita sekarang, dan terlepas dari tanah leluhur itu seperti yang dikatakan Ilham, menunjukkan kepada pemimpin-pemimpin bawahan dari General Conference. Kembali diulangi, Yehuda mengambil tempatnya para anggota biasa; Yerusalem diambil untuk melambangkan penguasa-penguasa Uni dan daerah; Sion diambil melambangkan penguasa-penguasa General Conference. Semua inilah satu-satunya pengaplikasian yang mungkin dan masuk akal yang dapat dilakukan terhadap semua gelar ini.
Dengan mengetahui sekarang, bahwa pasal 3 mengemukakan maksud-maksud Tuhan bagi kita di waktu ini, maka kita akan memulai penyelidikan kita dengan :
Yesaya 3 : 16 :
“Dan lagi firman Tuhan : Sebab segala anak-anak perempuan Sion mengatas-ataskan dirinya serta berjalan menjenjang lehernya dan bercelak matanya dan berenjut-enjut kakinya yang pakai keroncong.”
Di samping hal-hal yang kita pertimbangkan pada minggu lalu, maka pada hari ini Tuhan membawakan pekabaran ini bagi “anak-anak perempuan Sion.”
Oleh sebab itu maka di dalam ayat yang terpenting ini, Allah secara khusus mengamanatkan kepada anak-anak perempuan dari penguasa-penguasa tertinggi organisasi, yaitu kependetaan, yaitu mereka yang berada pada pucuk pimpinan pekerjaan. Bersamaan dengan itu Ia sedang akan melakukan sesuatu, sebab anak-anak perempuan Sion itu “tinggi diri”, yaitu sombong. Kesombongan mereka itu dimanifestasikan dalam kenyataan, bahwa mereka itu berjalan menjenjang lehernya dan bercelak matanya; mereka tidak dapat menahan diri, mereka gelisah, suka menonjolkan diri. Kemudian juga, sambil berjalan berenjut-enjut kakinya yang pakai keroncong, yaitu mereka tidak berjalan biasa, mereka memamerkan, seolah-olah untuk menarik perhatian umum. Seperti yang Allah melihat akan mereka itu mereka berada di jalan-jalan, bukan untuk sampai ke sana yang dituju mereka, bukan untuk menyelesaikan tugas mereka, melainkan mereka berada di sana supaya dipandang orang. Inilah caranya Allah melihat akan segala keadaan yang terdapat di antara anak-anak perempuan Sion. Ia melihat mereka itu bagaikan pemimpin-pemimpin gerombolan penjahat bernafsu di dalam sidang.
Saudara ingat pada penyelidikan kita yang lalu apa yang Tuhan lakukan melawan para pemimpin umatNya, melawan para pahlawan, hulubalang, hakim, nabi, orang besar-besar dan orang tua-tua, dan penghulu, dan orang bangsawan dan menteri, dan tukang yang pandai, dan orang yang fasih lidah (ayat 2, 3). Mereka adalah tukang-tukang ramal.” “Demikian kataNya (Yesaya 2 : 6); “mereka telah makan habis kebun anggur itu; segala rampasan dari orang miskin terdapat di dalam rumah-rumah mereka.” Yesaya 3 : 14. Demikianlah Ilham menunjukkan, bahwa mereka membelanjakan dengan jahatnya segala barang rampasan orang miskin. Bahasa yang keras sekali, namun adalah Allah sendiri yang mengucapkannya.
Yesaya 3 : 17 :
“Sebab itu kepala anak-anak perempuan Sion akan disulahkan Tuhan kelak, dan Tuhan pun akan menelanjangi kemaluan mereka itu.”
Oleh karena anak-anak perempuan Sion pada satu pihak dengan dibiayai oleh orang-orang miskin sedang membodohi dirinya sendiri, dan pada pihak lainnya sedang mengaku mewakili sorga, maka Tuhan hendak memalu dengan kudis mahkota kepala mereka itu. Mereka tidak akan lepas baik dengan membawa barang-barang rampasan dari orang-orang miskin, ataupun dengan kebodohan, kejahatannya sendiri, serta kesia-siaan pembicaraan mereka itu.
“Tuhan akan menelanjangi kemaluan mereka itu” jika mereka tidak bertobat. Mereka dengan sombong menyalahgunakan kepala dan lehernya, tangan dan kakinya. Mereka dengan sombong memamerkan barang-barang dagangannya. Karena alasan inilah Tuhan hendak memamerkan bagian-bagian itu yang mereka tidak ingin untuk dipamerkan. Ia akan menelanjangi mereka. Ia akan membuat mereka menjadi suatu tontonan umum.
Yesaya 3 : 18 – 23 :
“Pada hari itu juga diangkat Tuhan kelak akan segala perhiasan gelang keroncong dari kakinya, dan dokoh lawi-lawi mereka dan dokoh sehari bulan, dan segala cumbal dan segala pontoh dan segala perada terbang, dan segala perhiasan kepala dan segala gelang dan segala ikat pinggang dan segala selepa dan segala anting-anting dan segala cincin dan segala jamang dan segala persalinan dan segala baju selimut dan segala tudung dan segala pundi-pundi dan segala cermin dan segala kain sundus, dan segala tetampan dan segala selendang mereka itu.”
“Pada hari itu”, yaitu hari dimana semua keadaan ini merajalela menguasai di antara umat Allah, Ia akan menyingkirkan segala kesombongan mereka itu, menyingkirkan segala keberaniannya dengan mana mereka telah membodohi dirinya sendiri. Ia akan menyingkirkan perhiasan-perhiasan jahat dari kaki-kaki mereka, paha-paha mereka, dan leher-leher mereka. Anak-anak perempuan Sion ini, tepat pada pusat pekerjaan itu, sedang menantang Tuhan, dan sedang menyesatkan umatNya dengan mengorbankan KebenaranNya, kebun anggurNya, dan keringat orang miskin. Tetapi sekarang Ia akan membalikkan meja-meja. Ia akan menantang mereka.
Apakah yang akan terjadi dengan ban-ban bundar yang seperti bulan itu? Yah, semua itu mungkin berupa tumit-tumit yang tinggi di bawah kaki-kaki mereka, tumit-tumit yang membuat leher-leher mereka panjang dan punggung-punggung mereka lemah, namun mungkin sekali ban-ban bundar yang seperti bulan itu mungkin merupakan benda-benda fantasi yang ditaruhnya di kepala, dan yang disebutnya topi mungkin hanya karena semua itu diletakkan di mana topi harus ditempatkan.
Untuk lebih secara ekstrim untuk mengikuti mode-mode dunia adalah cukup pantas bagi orang-orang tak beriman, tetapi adalah pasti semuanya itu salah bagi orang-orang yang pengakuan agamanya mempersalahkan praktik-praktik perbuatan itu.
Daftar perhiasan ini membuat setiap perkara menjadi khayalan, yaitu semua yang tak berguna seseorang dapat pamerkan. Mengapa tidak sekarang saja, Saudara-Saudari, singkirkan dari tubuhmu semua kesia-siaan itu yang merendahkan derajat nama baik pengakuanmu, dan yang menghalangi pekabaran Allah? Mengapakah tidak sekarang saja berpakaian yang pantas, bersih, sopan, sederhana, serasi dengan pengakuanmu? Mengapa menunggu sampai Tuhan memalumu dengan beberapa kutuk dari mana engkau tidak akan lagi dapat sembuh? Mengapakah tidak kamu selesaikan kebahagiaan hidupmu dengan Allah, yaitu Dia satu-satuNya temanmu yang setia, satu-satuNya Pelepasmu, satu-satuNya yang mengetahui segala masalahmu, satu-satuNya yang dapat menghapuskan segala dosamu?
Mengapakah tidak mengambil petunjuk dari Allah yang maha bijaksana itu? Mengapakah membiarkan kemunafikan merendahkan kamu sampai kepada tingkat kejahatan, tidak tertib, dan tidak terhormat, yaitu kemunafikan yang membawa turun ke lembah ketidakpastian, lembah tak berketentuan, lembah malapetaka, lembah kehinaan? Mengapakah anda hendak dengan nama Tuhan memasang jaringan jahat bagi kaki orang yang kesasar untuk jatuh ke dalamnya? Mengapakah anda hendak melayani Musuhmu sementara mengaku sebagai wakil Kristus?
Adakah anda mengira, bahwa kita akan dapat mentobatkan orang kapir kepada cara hidup Kristus yang tinggi dan mulia apabila kita tidak berpakaian lebih baik dari mereka, terutama apabila mereka mengetahui, bahwa pakaian kita adalah tidak selaras dengan pengakuan kepercayaan kita? Sejauh ini tampaknya seolah-olah orang kapir sedang mengkapirkan sidang, bukan sidang yang sedang mengkristenkan mereka.
Kalau saja Allah menghendaki anda berbeda daripada keadaanmu yang ada sekarang, maka Ia dapat saja membuatmu berbeda. Kalau saja Ia menghendaki anda menjadi seperti seekor burung kalkun, maka Ia sudah akan dapat dengan mudah memberikan kepadamu suatu perhiasan hidung, anting-anting, dan sebuah peniti hiasan. Kalau saja Ia menghendaki kamu menjadi seperti seekor burung merak, maka Ia sudah akan memberikan kepadamu suatu ekor merak dan sebuah mahkota merak. Kalau saja Ia menghendaki kamu memiliki sebuah leher yang panjang lurus, maka Ia sudah akan memberikan kamu sebuah leher dari jerapah. Kalau saja Ia menghendaki kamu berjalan dengan gemerincing, maka Ia sudah akan memberikan kepadamu suatu ekor yang gemerincing bunyinya. Ia dapat saja membuatmu dengan berbagai cara yang dikehendakiNya. Tetapi tidakkah Saudara bergembira, bahwa Ia telah menjadikan Saudara seperti adanya Saudara sekarang?
Beberapa tahun lalu jika seseorang dari anak-anak perempuan Sion itu muncul di jalan-jalan dengan berpakaikan jenis pakaian yang mereka pakai sekarang, ia sudah akan dimasukkan ke dalam penjara. Tetapi jika salah seorang dari mereka itu dalam pakaian masa itu harus muncul di jalan-jalan sekarang, maka tak seorang pun akan memperhatikannya. Apakah artinya itu bagi anda? Bukankah itu berarti, bahwa pakaian masa kini adalah tidak sopan? Sehingga mode-mode dunia kini sedang makin merosot?
Adakah anda orang-orang Davidian juga sedang ikut jatuh mengikuti kebiasaan anak-anak perempuan Sion yang sombong itu? Apakah anda datang ke dunia ini untuk memuaskan mata penganggur-penganggur di jalan, ataukah keberadaan anda di sini untuk melakukan kebaikan bagi dunia, dan memuaskan Tuhan? Siapakah dari antaramu, Saudara-saudari, yang ingin istrimu atau anak gadismu dipertontonkan untuk memuaskan mata pelacuran yang memenuhi jalan-jalan?
Mengapakah Allah hendak menelanjangi puteri-puteri Sion itu dari semua kesia-siaan mereka? Marilah kita mendengarkan jawabanNya : “……….. Sebab anak-anak perempuan Sion itu adalah sombong, dan mereka berjalan dengan leher-leher yang lurus ke depan dan dengan mata pelacuran, berjalan sambil bertingkah secara dibuat-buat, serta membuat bunyi gemerincing dengan kakinya.”
Cara berpakaian menurut mode telah membuat mereka itu sombong, angkuh; membuat mereka meluruskan lehernya ke depan, dan membuat mereka gemerincing dengan kakinya; mendorong mereka itu untuk membuat apa saja untuk menarik perhatian orang, ya apa saja dengan mana membuat mereka kelihatan tidak pantas, munafik, dan memiliki tabiat yang meragukan. Adakah sesuatu keanehan, bahwa terdapat demikian banyaknya kejahatan dalam sidang? Orang seolah-olah harus membawa senjata untuk melindungi istrinya di jalan-jalan. Bagaimanakah hal itu sebaliknya apabila cara berpakaian kaum wanita itu sendiri yang mengundang bahaya?
Lagi pula, jika kamu Saudari-saudari tidak berpakaian sesuai kehendak Allah, sesuai dengan Kebenaran TambahanNya, maka bahkan dunia sekalipun, jika ia itu tahu tentang pengakuan kepercayaanmu, ia tidak akan berpikir banyak mengenaimu. Mereka itu sedang mencari orang-orang munafik maka jika engkau tidak setia kepada agamamu, kamu di mata mereka itu akan tampak menjadi yang terbaik dari segala orang munafik.
Yesaya 3 : 24 :
“Maka akan jadi kelak, bahwa akan ada bau busuk gantinya bau harum dari minyak bau-bauan, dan kain compang camping gantinya pakaian yang indah-indah, dan gundul kepala akan gantinya ikal-ikalan rambut, dan kain kambeli akan gantinya pakaian hari raya, dan arang di muka akan gantinya elok paras.”
Berpakaianlah yang pantas, maka engkau akan mendapatkan bahwa bukan saja orang jahat tidak akan menungguimu, melainkan juga kutuk-kutuk Tuhan tidak akan jatuh keatasmu.
Yesaya 3 : 25 :
“Segala orang laki-lakimu akan rebah mati dimakan pedang, dan segala pahlawanmu pun akan mati dalam perang.”
Jika anak-anak perempuan Sion gagal bereformasi, maka kaum pria mereka itu kelak akan mati dimakan pedang. Maukah kamu kuceriterakan kepadamu mengapa orang-orang laki-laki mereka itu akan jatuh dimakan pedang? Sebab tidak akan ada pemuda Kristen yang jujur dalam kesadarannya yang benar akan benar-benar mau mempertimbangkan untuk mengawini seorang gadis yang berpakaian seperti seseorang munafik berpakaian. Maka sebab itu jika seorang gadis duniawi yang sedemikian ini hendak kawin, pria yang bagaimanakah yang ingin dikawininya? Tentu bukanlah seorang Kristen yang terkenal dalam Kebenaran sekarang. Dia akan mengawini jenis pria yang tidak memiliki perlindungan Tuhan atas dirinya, jenis pria yang akan jatuh di dalam perang, yaitu peperangan yang akan jadi sementara umat Allah sedang dilepaskan (Bacalah kembali Traktat No. 14), Jika engkau mau menyelamatkan kaum priamu, maka tinggalkanlah permainan bodoh dengan Setan itu. Bangkitlah menjadi hamba-hamba Allah yang sejati.
Bagaimanakah pendapatmu jika malaikat-malaikat turun di jalan-jalan berpakaian seperti puteri-puteri Sion ini? Dapatkah kamu mengira, bahwa mereka itu adalah malaikat-malaikat, atau kamu akan mengira mereka itu setan-setan? Dapatkah kamu mengira, bahwa Sorga adalah suatu tempat yang baik untuk didiami? Sekarang secara jujur, apakah pendapatmu? Maukah kau memberikan mereka hormat yang sepatutnya? Tidak, saya yakin kamu tidak akan mau. Lalu mengapa tidak berpakaian seperti yang dikehendaki oleh malaikat-malaikat itu jika misalkan mereka itu ditempatmu? Sekiranya malaikat-malaikat itu akan muncul sekarang, mereka tidak akan malu dilihat orang, tetapi kebanyakan wanita akan malu dilihat oleh malaikat-malaikat itu. Kebenaran adalah tetap Kebenaran, dan kesadaran adalah tetap kesadaran; marilah kita memiliki kedua-duanya.
Yesaya 3 : 26 :
“Maka isi segala pintu gerbangnya akan meratap dan berkabung dan mereka itu akan duduk di bumi dengan hampanya.”
Perkara yang terutama yang menyaring keluar orang-orang yang tidak bertobat itu, sebab standar pengakuan kepercayaannya telah disia-siakan, segala pintu gerbang tempat pertemuannya akan meratap dan berkabung. Dengan hampa mereka akan duduk di bumi, bukan di atas tahta. Mengapa harus menderita kerugian yang sedemikian ini?
Tentu orang-orang akan memandang padamu, namun mereka tidak menganggapmu sebagai pelaku kejahatan, atau sebagai seseorang yang hampa yang ditertawakan, tetapi sebaliknya sebagai orang Kristen yang dihormati. Jika mereka membencimu, maka itu adalah karena sikapmu yang membuat mereka itu malu. Dan, lagi pula, bagaimana lagi hendak kamu memenangkan mereka kepada agamamu yang mereka harus miliki untuk selamat, kalau tidak kamu menunjukkannya dengan sepatutnya?
Apabila saya pergi keluar bersama istri saya, orang-orang yang belum pernah melihat saya sebelumnya, yang belum memikirkan siapa saya, dengan sedikit ragu-ragu memanggil saya “Pak Pendeta”, sebab mereka mengira istri saya adalah seorang istri pendeta. Itu menunjukkan bagaimana orang dunia berpikir apabila mereka melihat wanita-wanita yang berpakaian dengan pantas. Lebih baik membuat mereka berpikir bahwa anda adalah isteri seorang pendeta atau puteri seorang pendeta dari pada membuat mereka menerka apa kira-kira anda yang sebenarnya.
Mengapakah tidak mematuhi seruan kebangunan Tuhan? Jangan lalai mematuhi panggilan yang mendesak ini sampai besok. Saudara, Saudari. Jika anda gagal hari ini, maka hari esok tidak akan pernah lagi datang. Inilah kesempatanmu.
Seperti yang diucapkan terdahulu, seperti halnya pasal 3 adalah kelanjutan dari pasal 2, maka pasal 4 pun adalah kelanjutan dari pasal 3. Oleh karena itu kita akan melanjutkan penyelidikan ini dengan pasal 4.
Yesaya 4 : 1 :
“Maka pada hari itu tujuh orang perempuan akan memegang seorang laki-laki, serta katanya: Kami akan makan roti kami sendiri, dan memakai pakaian kami sendiri, sahaja biarlah kami disebut dengan namaMu untuk menghapuskan kecelaan kami.”
Artinya dalam masa akhir zaman, masa di mana puteri-puteri Sion berlaku dengan sombongnya, maka tujuh orang perempuan (semua gereja pada waktu itu) akan di dalam hati berkata kepada Kristus, Laki-laki itu, “Kami akan makan roti kami sendiri, kami akan memakai pakaian kami sendiri, kami akan selengkapnya bebas bergantung kepadaMu. Hanya satu hal yang kami perlukan dari padaMu: Hanya biarlah kami dipanggil dengan namaMu, Kristen, sedemikian supaya menghapuskan kecelaan kami.” Inilah caranya Allah melihat sidangNya diperhamba oleh dunia.
Sekarang untuk hal ini saya ingin membacakan sebuah syair bagimu. Syair ini secara sempurna menceriterakan bagaimana kejatuhan itu terjadi,
Sidang berjalan bersama Dunia
Sidang dan Dunia berjalan secara terpisah
Di tepi-tepi pantai waktu yang berubah-ubah
Dunia sedang menyanyikan sebuah lagu yang tak menentu bunyinya
Dan Sidang menyanyikan sebuah kidung pujian yang mulia
“Mari, berikanlah padaku tanganmu,” kata Dunia yang penuh gembira,
“Dan berjalanlah bersamaku di sini!”
Tetapi Sidang yang baik itu menyembunyikan tangan-tangannya yang bersalju
Dan mengatakan sungguh-sungguh “Tidak,
Aku tidak mau memberikan tanganku kepadamu,
Dan aku tidak mau berjalan denganmu;
Jalanmu ialah jalan yang membawa kepada kematian;
Semua ucapanmu itu adalah tidak benar.”
“Tidak, berjalanlah bersamaku untuk sebentar saja,” Kata Dunia dengan wajah yang ramah; Jalan yang ku lewati adalah jalan yang sangat menyenangkan, Dan matahari senantiasa menyinari di sana; Jalanmu penuh duri dan berbatu-batu dan kasar, Tetapi jalanku adalah lebar dan rata; Jalanku diselingi bunga-bunga dan air embun, Tetapi jalanmu penuh air mata dan sengsara; Langit di atasku selalu kebiru-biruan, Tidak satupun kekurangan, tidak perlu bersusah payah yang dikenal di sana; Langit di atasmu selalu gelap, Bagianmu adalah bencana; Ada cukup tempat bagimu dan aku Untuk berjalan bersama berdampingan.”
Dengan malu-malu Sidang lalu menghampiri Dunia, Lalu memberikan kepadanya tangannya yang bersalju; Maka Dunia tua itu lalu menggenggamnya, lalu berjalan bersama-sama, Sambil berucap dalam tekanan nada suara yang rendah, “Bajumu terlalu sederhana bagi kepuasan seleraku; Aku akan mengenakan padamu mutiara-mutiara, Berbagai kain beludru dan sutera yang mewah bagi pembentukanmu yang lebih menarik, Serta butir-butir intan untuk menudungi rambutmu.” Sidang lalu mengamati jubah-jubah putihnya yang bersih itu, Dan kemudian memandangi Dunia yang penuh bercahaya, Maka dengan agak malu setelah dipandanginya bibirnya yang menarik Disertai sebuah senyum yang terlontar penuh penghinaan. “Aku akan menggantikan bajuku dengan sebuah yang lebih mahal,” Demikian kata Sidang, sambil tertawa bersyukur; Kemudian jubah-jubah putihnya yang bersih itu tertanggallah, Lalu sebagai gantinya, Dunia memberikan Kain Satine yang indah-indah dan sutera yang berkilau-kilauan, Bunga mawar dan batu-batu mulia serta mutiara-mutiara, Sementara di atas sekeliling dahinya bergantungan lepas rambutnya yang berkilau-kilauan Yang teranyam rapi dalam ribuan yang berkeriting
“Rumahmu terlalu sederhana,” kata Dunia tua yang sombong itu, “Aku akan membangun bagimu sebuah yang sama dengan kepunyaanku; Dilengkapi pagar tembok dari marmer serta menara-menara dari emas, Dan perlengkapan rumah tangga yang pernah sedemikian halusnya.” Maka dibangunnya bagi Sidang sebuah rumah yang indah yang mahal harganya; Sangat menarik keadaannya untuk dipandang; Semua putera dan puteri-puterinya yang cantik tinggal di sana Bergelimang dengan emas dan perak; Berbagai acara dan pertunjukan yang mahal-mahal diselenggarakan di dalam ruangan-ruangan terbuka, Maka Dunia dan anak-anaknya berada di sana. Tawa dan musik dan berbagai perayaan terdengar Di tempat yang semula dimaksudkan bagi pertemuan doa. Terdapat kursi-kursi yang berkasur empuk bagi orang kaya dan yang gembira, Untuk duduk dalam kemewahan dan kesombongan; Tetapi orang miskin, mereka yang berpakaian compang-camping, Duduk bersahaja dengan rendah hati di bawah di luar.
“Engkau memberi terlalu banyak kepada orang miskin,” kata Dunia. “Jauh melebihi daripada yang patut kau lakukan; Jika mereka membutuhkan tudungan dan makanan, Mengapa iaitu perlu merepotkan dikau ? Pergilah, ambillah uangmu dan belilah baju, Belilah kuda dan kereta yang bagus; Belilah mutiara dan perhiasan dan makanan yang lezat Belilah anggur yang mahal yang jarang-jarang ada; Anak-anakku, mereka itu manja pada semua ini, Maka jika engkau ingin memenangkan kasih sayang mereka Engkau harus melakukan apa yang mereka lakukan, dan berjalan pada jalan-jalan Yang sedang mereka jalani.” Dengan demikian oang miskin ditolak olehnya (Sidang) untuk masuk dengan ejekan. Dan Sidang tidak lagi mendengarkan seruan anak-anak yatim, Tetapi ditariknya jubah-jubahnya yang indah ke samping, Sementara perempuan-perempuan janda itu pergi sambil menangis.
Kemudian anak-anak dari Dunia dan Anak-Anak dari Sidang Berjalan bergandengan tangan dalam perasaan persaudaraan, Dan hanya Tuhan yang mengenal semuanya itu, Yang dapat memberitahukan kedua pihak itu. Pada waktu itulah Sidang duduk dengan santainya, lalu mengatakan, “Aku adalah kaya dan harta kekayaanku telah meningkat; Aku tidak lagi memerlukan, atau melakukan apapun, Terkecuali tertawa, dan berdansa-dansi, dan berpesta pora.” Dunia yang licik itu mendengar, lalu tertawalah ia diam-diam, Sambil mengolok-olok ia mengatakan, singkir – “Sidang sudah jatuh, Sidang yang indah itu; Dan malunya merupakan kebanggaan dan kesombongannya.”
Malaikat datang menghampiri tahta kemurahan, Lalu membisikkan namanya dalam keluhan; Kemudian suara lagu-lagu gembira ditenangkan, Lalu kepala orang-orang tertutupi malu; Pada akhirnya sebuah suara terdengar oleh Sidang Dari DIA yang duduk di atas tahta, “Aku tahu semua perbuatanmu, dan bagaimana engkau telah mengatakan, ‘Aku kaya,’ tetapi tidak mengetahui Engkau bertelanjang, dan miskin dan buta, Dan sengsara di hadapan hadiratKu; Oleh sebab itu dari hadapan hadiratKu Ku buang engkau. Dan menghapus namamu daripada tempatnya.”
— Matilda C. Edwards.
Saya tidak kenal akan pencipta syair ini, namun tampaknya seolah-olah ia telah diilhami seperti apa yang telah saya bacakan kepadamu dari Alkitab. Syair ini menceritakan cerita yang sama seperti yang terdapat dalam Alkitab. Orang-orang yang senang berpakaian serta senang untuk dilihat seperti dunia, melakukan yang sedemikian ini hanya karena tangan mereka bergandengan dengan tangan dunia, dan karena dunia menolak untuk berjalan bersama mereka jika tidak mereka berpakaian seperti dunia. Sungguh ironis — dunia tetap setia pada profesinya, tetapi anak-anak perempuan Sion tidak setia kepada profesi mereka.
Dunia terus menghimbau. Sidang pada mulanya terus membangkang. Tetapi dunia terus menerus menghimbau sampai pada akhirnya ia menang. Orang-orang yang menyerah oleh hanya sebagian inci terkecil saja dari hari ke hari, oleh karenanya, adalah orang-orang itu juga yang pengaruhnya sedang digunakan Setan untuk menjatuhkan sidang. Bangkitlah Saudara! Bangkitlah Saudari! Jika tidak Setan akan membodohi kita untuk selama-lamanya.
Allah tidak meminta dari kita untuk mengenakan sesuatu yang dapat memanggangkan tubuh kita. Tetapi Ia sedang meminta dari kita untuk mengenakan sesuatu yang rapih yang dapat menunjukkan Dia dan pekabaranNya dari hal jam itu. Jika tidak kita lakukan ini, maka dunia tidak akan percaya, bahwa Ia telah mengutus kita, dan kita sendiri pun akan mulai ragu-ragu. Cara berpakaian kita berbicara lebih nyaring dari pada kata-kata.
Setan tentunya bekerja dengan kedua cara itu; ia sendiri tidak perduli yang mana yang terbaik, namun ia dengan hati-hati memberikan tempat kepada orang berdosa sedemikian rupa sampai akhirnya memenangkannya kepada sisinya. Jika dengan satu cara yang ekstrim tidak berhasil, maka Musuh itu akan membiarkan dia mendapatkan cara lain; apa saja yang dapat menghalanginya dari tengah jalan, yaitu apa saja yang dapat menghalanginya dari mengikut Tuhan.
Yesaya 4 : 2 :
“Pada hari itu Cabang Tuhan akan menjadi cantik dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi sempurna dan menarik bagi segala orang di antara orang Israel yang sudah luput itu.”
Pada hari itu, yaitu pada hari anak-anak perempuan Sion menjadi sombong, pada hari dimana tujuh orang perempuan berpegang pada seorang laki-laki, maka pada hari itulah Cabang Tuhan akan menjadi cantik dan mulia, dan hasil bumi akan menjadi sempurna dan menarik bagi mereka yang telah luput dari Israel. Dari apakah umatNya akan diluputkan? Di sinilah jawabannya :
Yesaya 3 : 1 – 3 :
“Karena bahwasanya Tuhan, yaitu Tuhan serwa sekalian alam akan membuang dari Yerusalem dan dari Yehuda baik tongkat baik batang, dan keseluruhan tongkat roti dan keseluruhan tongkat air, orang pahlawan dan hulubalang dan hakim dan nabi dan orang besar, dan orang bangsawan dan penghulu atas lima puluh orang dan orang terhormat dan penasehat dan tukang yang pandai dan orang yang fasih lidah.”
Ternyata, bahwa mereka itu luput dari kebinasaan orang-orang jahat ini di dalam sidang.
Yesaya 4 : 3 :
“Maka akan jadi kelak, bahwa dia yang tertinggal di Sion, dan dia yang tinggal di Yerusalem, akan disebut suci, yaitu setiap orang yang tersurat namanya di antara semua orang hidup di Yerusalem.”
Hanya orang-orang suci, yaitu mereka yang nama-namanya masih ada tertulis di dalam Buku yang dapat luput dari kebinasaan yang akan menimpa orang-orang jahat di dalam sidang. Hanya mereka yang akan membentuk “orang-orang yang lagi tinggal itu”, yaitu orang-orang yang tertinggal. Kapankah ini akan jadi? Tuhan sendiri memiliki jawabannya :
Yesaya 4 : 4 – 6 :
“Apabila Tuhan kelak sudah membasuhkan anak-anak perempuan Sion dari pada kotornya, dan kelak sudah membuang semua hutang darah orang isi Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh roh hukum dan oleh roh pembakaran. Pada masa itu akan dijadikan oleh Tuhan sebuah awan berasap pada siang dan suatu cahaya api bernyala-nyala pada malam di atas setiap tempat tinggal di bukit Sion; bahkan di atas semua perhimpunannya. Karena di atas semua kemuliaan akan terdapat suatu pertahanan. Maka akan ada sebuah pondok untuk bernaung dari pada panas siang hari, dan bagi perlindungan dan persembunyian daripada angin ribut dan hujan yang deras.”
Itu akan jadi apabila pembersihan sidang berlangsung, yaitu sewaktu pemeriksaan hukum bagi orang hidup di dalam rumah Allah (1 Petrus 4 : 17), sewaktu pemisahan gandum dari pada lalang, di dalam masa penuaian, yaitu masa di mana ikan yang baik akan dipisahkan dari antara ikan yang jahat, kambing-kambing dipisahkan dari antara domba-domba (Matius 25 : 32).
Di dalam masa kekacauan ini, apabila semua unsur bergerak untuk mendatangkan masa kesukaran itu yang sedemikian itu belum pernah ada (Daniel 12 : 1) Allah akan membersihkan sidangNya untuk melindungi umatNya dari kekacauan yang sedang akan dihadapinya. Orang-orang yang tertinggal sesudah orang-orang berdosa disingkirkan, “orang-orang yang lagi tinggal itu”, kelak akan memiliki perdamaian yang sempurna.
Tuhan kini memanggil pria dan wanita “untuk memberitakan kebebasan bagi orang-orang yang tertawan, serta membuka pintu penjara bagi mereka yang terbelenggu; untuk memberitakan tahun penyambutan Tuhan, dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua yang menangis; untuk menjanjikan kepada mereka yang meratap di Sion, untuk memberikan kepada mereka keindahan sebagai pengganti abu, minyak kesukaan untuk menggantikan kesedihan, pakaian kepujian untuk menggantikan roh yang penuh beban; supaya mereka itu boleh disebut pohon-pohon pembenaran, tanaman Tuhan, supaya Ia dapat dipermuliakan. Maka mereka akan membangun kembali semua yang sudah rusak, mereka akan membangunkan kembali semua tempat yang ditinggalkan sebelumnya, dan mereka akan memperbaiki semua kota yang rusak, semua kehancuran yang ditinggalkan oleh banyak keturunan.
“Maka orang-orang asing akan berdiri dan memberi makan semua kawanan binatangmu, dan segala anak orang tidak dikenal akan menjadi pengolah-pengolah tanahmu dan petugas-petugas kebun anggurmu. Tetapi kamu akan dinamai orang Imam-imam Tuhan; orang-orang akan menyebutmu Pendeta-pendeta dari Allah kita; engkau akan makan segala kekayaan orang Kapir, dan dalam kemuliaan mereka engkau akan menyombongkan dirimu sendiri. Karena sebab semua kehinaanmu engkau akan memperoleh dua kali lipat; dan karena kekacauan mereka akan bersuka cita dengan bagiannya; oleh karena itu di negeri mereka, mereka akan memiliki dua kali lipat; kegembiraan yang kekal akan menjadi bagian mereka. Karena Akulah Tuhan yang mencintai keadilan, Aku membenci perampasan bagi korban bakaran; maka Aku akan mengarahkan pekerjaan mereka dalam Kebenaran, dan Aku akan membuat suatu janji kekal dengan mereka. Maka benih mereka itu akan dikenal di antara segala orang Kapir, dan semua keturunan mereka di antara bangsa-bangsa. Semua yang menyaksikan mereka itu akan mengenal mereka, bahwa mereka itulah benih yang diberkati Tuhan.
“Aku hendak bersukaria dalam Tuhan, jiwaku hendak bergembira dalam Allahku; karena Ia telah memakaikan padaku pakaian-pakaian keselamatan, Ia telah menutupiku dengan jubah pembenaran, seperti halnya seorang pengantin pria melengkapi dirinya dengan perhiasan-perhiasan, dan seperti halnya seorang pengantin wanita menghiasi dirinya dengan permata-permata yang indah-indah. Karena seperti halnya bumi mengeluarkan segala tunasnya, dan seperti halnya kebun menumbuhkan segala bibit yang ditaburkan ke atasnya; demikianlah Tuhan Allah akan menjadikan pembenaran dan pujian itu terus berkembang di hadapan segala bangsa.”
“Bahwa karena sebab Sion tiada Aku hendak berdiam diriKu, dan karena sebab Yerusalem tiada Aku hendak beristirahat, sampai pembenarannya terbit seperti cahaya terang dan selamatnya pun seperti pedamaran yang bernyala-bernyala. Maka segala orang Kapir akan menyaksikan pembenaranmu, dan semua raja akan kemuliaanmu, maka engkau akan dipanggil dengan suatu nama yang baru yang akan diucapkan oleh mulut Tuhan. Maka engkau pun akan menjadi sebuah mahkota kemuliaan di dalam tangan Tuhan dan sebuah tongkat kerajaan di dalam tangan Allahmu. Maka tiada lagi dikatakan orang kepadamu: Yang ditinggalkan; dan tiada lagi dikatakan akan tanahmu, Kerusakan; melainkan engkau akan disebut, Yang kekasih; dan tanahmu akan disebut, Yang bersuami; karena dikasihi Tuhan akan dikau kelak dan tanahmu pun akan diperistrikan. Karena seperti seorang teruna beristrikan seorang anak dara, demikian pula segala puteramu akan mengawini engkau. Dan seperti seorang mempelai pria bersuka cita akan hal mempelai wanitanya, demikian pula halnya Allahmu akan bersuka cita akan dikau. Aku sudah menaruh beberapa orang pengawal di atas pagar tembokmu, hai Yerusalem, mereka itu tidak pernah berdiam dirinya siang ataupun malam. Kamu yang menyebut nama Tuhan, janganlah kamu berdiam dirimu, dan janganlah memberikan Dia beristirahat sampai ditetapkanNya Yerusalem dan dijadikan-Nya dia akan suatu kepujian di bumi. Bahwa Tuhan sudah bersumpah demi tangan kananNya dan demi lengan kuasaNya. Bahwasanya dari pada sekarang ini tiada lagi Aku memberikan gandummu kepada musuhmu akan makanannya, dan tiada lagi putera-putera orang asing akan minum air anggurmu yang sudah kamu persiapkan. Melainkan orang yang mengumpulkan dia, ia itu juga akan memakan dia serta memuji Tuhan, dan orang yang menghimpun dia ia itu juga akan minum dia di dalam pagar halaman tempatKu yang suci. Berjalanlah, melalui pintu-pintu gerbang, sediakanlah jalan bagi orang banyak itu; bukalah jalan raya, buangkanlah semua batu, dan tinggikanlah suatu tanda alamat bagi segala bangsa! Bahwasanya Tuhan memperdengarkan sampai kepada ujung bumi; katakanlah kepada puteri Sion, bahwasanya selamatmu sudah datang, bahwasanya upahNya ada menyertaiNya dan perbuatanNya ada di hadapanNya. Pada masa itu disebut orang akan mereka itu bangsa yang suci, orang tebusan Tuhan, dan engkaupun akan dinamai, Yang kekasih, Negeri yang tiada ditinggalkan.”Yesaya 61 : 1 – 11; 62 : 1 – 12.
Mengapa tidak kembali kepada Allah? Bagaimanapun jeleknya anda sebagai seorang berdosa Ia mau dengan senang hati mengampunimu. Mengapakah tidak menyambut sekarang panggilanNya? Engkau tidak akan hilang untuk selamanya, engkau tentunya tidak ingin kehilangan kemuliaan hari depan yang digambarkan oleh para nabi itu, dan kini secara segar dikemukakan. “Janganlah mengasihi dunia berikut segala perkara yang ada di dalamnya. Jika seseorang mengasihi dunia, maka kasih Bapa tidak akan terdapat di dalamnya. Karena segala yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan tubuh dan keinginan mata, dan hidup dengan jemawa itu bukannya dari Bapa, melainkan dari dunia. Maka dunia ini lenyap, demikian juga keinginan dunia; tetapi orang yang melakukan kehendak Allah kekal selama-lamanya.” 1 Yesaya 2 : 15 – 17. “Sebab itu (seperti firman Rohulkudus: ‘Pada hari ini jikalau kamu mendengar suaraNya, janganlah mengeraskan hatimu seperti pada masa penggusaran pada hari pencobaan di padang belantara).” Iberani 3 : 7, 8.
Inilah kesempatan bagimu. Hari inilah anda dapat menggunakannya atau melewatkannya, tetapi besok anda mungkin akan melompat kegirangan atau menggeretak gigi di dalam kegelapan. Sekarang segala-galanya terserah kepadamu.
Anda tentunya tidak akan menjual dengan demikian murahnya dengan cara menyangkal semua kemuliaan yang tak ada tandingannya ini serta himbauan dari cinta Allah untuk melepaskan dunia dan kembali dengan segenap hati kepadaNya pada panggilan penghabisanNya sekarang ini.
Dapatkah Dunia melihat Yesus Pada Dirimu ?
Adakah kita hidup hari ini begitu dekat pada Tuhan,
Berjalan ke sana ke mari pada jalan kehidupan yang sibuk,
Sehingga dunia dapat melihat pada kita suatu kesamaan
Dari Manusia yang di Golgotha itu ?
Adakah kita mengasihi, mengasihi akan sanak saudaraNya sendiri, Semua mahluk ciptaanNya yang hilang di dalam lumpur dosa ? Maukah kita menggapai sebuah tangan, betapapun juga harganya, Untuk mendapatkan kembali seorang berdosa yang hilang ?
Sebagai sebuah kitab yang terbuka mereka akan membaca kehidupan kita, Sesuai kata-kata dan perbuatan kita yang setiap hari diperhatikan; Adakah sekaliannya itu menarik, ataukah justru menjauhkan Dari Manusia yang di Golgotha itu ?
Dapatkah dunia melihat Yesus pada diriku ? Dapatkah dunia melihat Yesus pada dirimu ? Adakah kasihmu kepadaNya berbunyi tulus, Serta hidup dan bakti, juga ? Dapatkah dunia melihat Yesus pada dirimu ?