Renungan Doa Pembukaan
<< Go Back


Renungan Doa Pembukaan

 

 

Saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, p. 155, dimulai dengan paragraf kedua,

Mount of Blessing, pp. 155, 156:

“Langkah yang pertama sekali dalam menghampiri Allah adalah mengetahui dan percaya akan kasih yang Ia miliki bagi kita; karena adalah oleh penarikan kasihNya, maka kita dipimpin datang kepadaNya.

“Oleh menerima akan kasih Allah, maka iaitu mengerjakan penyangkalan terhadap sifat mementingkan diri sendiri. Oleh menyapa Allah, Bapa kami, maka kita mengakui akan semua anakNya sebagai saudara-saudara kita. Kita semua adalah sebagian dari jaringan besar umat manusia, semua anggota dari suatu keluarga. Di dalam semua permohonan kita, kita supaya mengikutsertakan juga semua sesama  kita seperti akan diri kita sendiri. Tidak seorangpun dapat berdoa dengan benar jika ia mencarikan suatu berkat hanya bagi dirinya sendiri.

“Yang ada di dalam sorga.” Ia kepada siapa Kristus menganjurkan kepada kita supaya memandang sebagai “Bapa kita”, berada di dalam segala langit. Ia telah melakukan apa saja yang disukaiNya. Di dalam pengawasanNya kita boleh tinggal dengan aman, sambil mengatakan, kapan saja saya takut, saya akan berharap kepadaMu.”

Apakah yang dianjurkan oleh bacaan itu bagi kita untuk didoakan? Supaya menyukai akan kasih Allah dan supaya memahami Dia dengan lebih baik; supaya memahami dengan benar apa artinya mengucapkan doa Tuhan itu; supaya mengerti mengapa kita menyampaikan doa kepada Allah sebagai Bapa kita, mengapa kita adalah anggota-anggota dari suatu keluarga, saudara bersaudara dari suatu rumah tangga; supaya memperoleh rahmat untuk ingat untuk tidak berdoa hanya bagi kita diri sendiri, melainkan juga bagi sesama kita, dan bahkan juga bagi musuh-musuh kita.

 238 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart