Renungan Doa Pembukaan
<< Go Back


Renungan Doa Pembukaan

 

 

Saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, dimulai dengan paragraf yang pertama pada balaman 157.

Mount of Blessing, p. 157:

“Menjunjung kesucian nama Tuhan mewajibkan kepada kita, agar kata-kata dengan mana kita berbicara dari hal Mahkluk Yang Maha Kuasa itu supaya diucapkan dengan penuh hormat. “Suci dan tertinggilah namaNya.” Kita supaya jangan sekali dalam cara apapun juga melakukan dengan remeh terhadap gelar-gelar atau nama dari Tuhan……………….

“Tetapi menjunjung kesucian nama Tuhan berarti lebih lagi dari ini ….. Dari hal sidang Kristus ada tertulis, “Inilah nama itu dengan mana ia (she) akan dipanggil, yaitu Tuhan Pembenaran kita.” Nama ini ditaruh pada setiap pengikut Kristus. Itulah warisan dari anak Allah. Keluarga itu dipanggil sesuai dengan nama BapaNya. Nabi Yeremiah dalam masa kekecewaan dan aniaya Israel yang sangat hebat telah berdoa, “Kami dipanggil sesuai namaMu; janganlah kiranya meninggalkan kami! …………………..

“Dalam setiap tindak kehidupan Saudara harus memanifestasikan nama Allah. Permintaan ini disampaikan kepadamu supaya memiliki tabiatNya. Saudara tak mungkin dapat menjunjung tinggi kesucian namaNya, Saudara tak mungkin dapat mewakiIinya kepada dunia, jika tidak Saudara mewakili hidup dan tabiat Allah di dalam hidup dan tabiatmu sendiri. Ini dapat Saudara lakukan hanya oleh menyambut rahmat dan pembenaran Kristus.”

Menyadari, bahwa Allah telah mengakui kita di hadapan manusia dan malaikat-malaikat sebagai anak-anakNya, maka marilah kita berdoa supaya “kiranya tidak kita melakukan sesuatu yang mempermalukan terhadap ‘nama yang sangat terhormat itu’ oleh mana kamu telah terpanggil.”  Marilah kita berdoa supaya kita dapat menjadi wakil-wakilNya yang sejati.

 217 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart