<< Go Back
JIKA HANYA 144.000 YANG DIOBAHKAN
KESEMPATAN APAKAH BAGIMU?
Oleh: Victor T. Houteff
Sore hari ini kita akan melanjutkan penyelidikan kita pada Zakharia pasal dua. Namun oleh karena Zakharia pasal dua adalah kelanjutan dari cerita yang dimulai di pasal satu, maka kita akan memulai penyelidikan kita dengan pasal satu itu.
Zakharia 1 : 20, 21:
“Maka ditunjuk Tuhan kepadaku empat orang tukang kayu. Maka sembahku: ‘Orang ini datang hendak berbuat apakah?’ Maka sahutnya, ‘mereka inilah segala tanduk yang sudah mencerai beraikan Yehuda, sehingga tak seorangpun berani mengangkat kepalanya, tetapi mereka ini datang untuk mengejuti mereka itu dan mengempaskan tanduk-tanduk bangsa-bangsa Kapir yang telah mengangkat tanduk-tanduk mereka melawan negeri Yehuda untuk mencerai beraikannya.”
Sebelumnya nabi itu melihat akan mereka ini bagaikan empat tanduk, sebagai kuasa-kuasa yang telah mencerai beraikan Yehuda, Israel, dan Yerusalem di seluruh bangsa-bangsa Kapir, tetapi sebagaimana malaikat itu memproyeksikan gambaran nubuatan ini kepada masa akhir zaman ia melihat akan mereka itu bagaikan empat orang tukang kayu; artinya, sebagai ‘tanduk-tanduk’ mereka datang untuk ‘mengejutkan’ dan ‘menghempaskan semua tanduk bangsa-bangsa Kapir’ dari negeri Yehuda, tetapi sebagai tukang-tukang kayu mereka tentunya datang untuk membangun bagi Yehuda. Jelaslah pada masa itu apabila tanduk-tanduk (kuasa-kuasa) dari bangsa-bangsa Kapir dihempaskan keluar dari negeri itu, maka umat Allah akan dibawa masuk ke dalamnya, kemudian ‘segala masa dari bangsa-bangsa Kapir itu’ akan digenapi (Lukas 21 : 24).
Sesudah ditunjukkan lambang dari empat tanduk itu dan empat orang tukang kayu, maka perhatian nabi itu kembali beralih kepada suatu lambang yang lain. Kita membacanya dalam empat ayat pertama dari pasal yang kedua.
Zakharia 2 : 1 – 4:
“Maka kembali kuangkat mataku, kulihat bahwasanya adalah seorang laki-laki dengan sebuah tali pengukur di dalam tangannya. Maka kataku: ‘Engkau hendak kemana? Lalu katanya kepadaku, ‘Hendak mengukur Yerusalem, untuk melihat berapa lebarnya dan berapa panjangnya. Lalu bahwasanya berjalanlah malaikat yang berkata dengan aku itu, lalu keluarlah seorang malaikat yang lain menemui dia, dan berkata kepadanya, ‘Larilah, katakanlah kepada orang muda ini, katakanlah kepadanya, bahwa Yerusalem akan didiami orang bagaikan kampung-kampung yang tidak berpagar tembok karena kebanyakan manusia dan ternak di dalamnya.”
Dari kenyataan, bahwa malaikat itu secara tiba-tiba memerintahkan kepada orang muda itu supaya tidak mengukur Yerusalem, adalah tampak jelas, bahwa orang itu oleh prakarsanya sendiri telah mulai melaksanakan sesuatu yang tidak sesuai dengan rencana Allah. Oleh karena itu usahanya untuk mengukur negeri itu (menghitung jumlah penduduknya) adalah suatu pendapat-Nya sendiri yang keliru, atau pendapat orang lain untuk mana dengan cepatnya ia telah dikoreksi dan telah diberitahu dengan pasti untuk melepaskan percobaannya untuk mengukur negeri itu; bahwa ia itu akan merupakan sebuah kampung yang tak memiliki pagar tembok, tak ada garis perbatasannya yang tentu, karena banyaknya manusia maupun ternak; oleh karena itu ia itu tak dapat di ‘ukur’ (dihitung).
Oleh karena llham sedang memandang sampai kepada masa sejarah kita, dan berbicara dalam kata-kata kita, maka olehnya itu ‘orang muda itu’ tak dapat tiada melambangkan pengerja-pengerja Kristen yang terkemudian (yang muda, bukan yang dahulu) yang menundukkan dirinya kepada kepemimpinan para penafsir Alkitab yang tidak diilhami yang telah membatasi Tuhan, yang menyangka, bahwa orang-orang suci di dalam kota itu adalah demikian sedikitnya sehingga orang dapat menghitungnya, yaitu 144.000 orang, tanpa mempertimbangkan, bahwa ini baharu hanya ‘buah-buah pertama’ (Wahyu 14 : 4) hasil ‘penuaian’ yang besar itu.
Penjelasan malaikat itu, bahwa Yerusalem akan didiami oleh sejumlah besar yang tak terhitung baik manusia maupun ternak, membuktikan, bahwa ini adalah hal-hal yang baru bagi orang muda itu. Kapan dan bagaimana dalam perjalanan sejarah orang muda ini akan dikoreksi? Satu-satunya kesimpulan yang masuk akal dan tepat yang dapat ditemukan orang ialah, bahwa apabila Roh Nubuat membuka gulungan surat, apabila Allah mendatangkan seorang penafsir Firman, maka demikian itulah, bahwa pembetulan doktrin yang sedemikian akan dapat terlaksana.
Adalah demikian pentingnya Roh Nubuat yang hidup itu di dalam sidang, karena pengalaman ‘orang muda’ itu membuktikan, bahwa terlepas dari semangat seseorang, kejujuran maupun ketulusan hatinya, ia tak dapat melayani Allah dengan benar tanpa Roh Nubuat itu, sehingga bahkan pekerjaan dan kehendak hati seseorang yang terbaik sekalipun akan bertentangan dengan maksud-maksud Allah. Oleh karena itu sudah sampai masanya kini bagi sidang untuk memulai mempercayai apa yang semua nabi telah tulisi, “mengetahui terlebih dulu ini, bahwa tak ada sesuatu nubuatan di dalam Alkitab yang datang daripada akal orang sendiri. Karena tak ada nubuatan yang datang di masa lalu oleh kehendak manusia, melainkan datangnya daripada Allah, diucapkan oleh orang-orang yang digerakkan oleh Rohulkudus.” 2 Petrus 1 : 20, 21.
Ilham menekankan, bahwa adalah sangat tidak mungkin bagi seseorang untuk dapat menginterpretasikan sendiri segala nubuatan yang termeterai itu (tanpa bantuan Roh Kebenaran). Maka hendaklah kita ingat, bahwa tak ada Kebenaran yang dinyatakan pernah datang, ataupun pernah akan datang melalui ruang-ruang kuliah. Oleh karena itu adalah sangat penting, bahwa anda supaya meninggalkan Malaikatnya orang-orang Laodikea itu, supaya tidak anda juga ikut diludahkan (Wahyu 3 : 16). Jika ia memilih untuk terus memberikan makan dengan pidato-pidatonya yang kosong itu, masih tetap mengajarkan, bahwa sidang tidak lagi memerlukan Kebenaran, bahwa ia sudah memiliki cukup untuk membawanya melewati pintu gerbang mutiara, bahwa ia (malaikat sidang Laodikea) mampu tanpa pertolongan Ilham menginterpretasikan Alkitab itu dan mengetahui apa artinya Kebenaran, maka biarkanlah dia sendiri makan daripada jamuannya yang tidak suci itu. Tegaskanlah kepadanya, bahwa anda memilih untuk terus hidup dengan “makanan yang tepat pada waktunya” (Matius 24 : 25) yang langsung datang dari Tahta Allah. Sekarang dengarkanlah himbauan Allah:
“Mereka yang memimpin kamu menyebabkan kamu keliru, dan membinasakan jalan segala lorongmu.” Yesaya 3 : 12. “Hendaklah kamu bertobat, hai anak-anak yang terbalik! Demikianlah firman Tuhan, karena Aku akan mengawinimu, maka Aku akan membawa kamu seorang daripada isi sebuah negeri, dan dua orang daripada sesuku bangsa, maka Aku akan membawa kamu ke Sion, maka Aku akan mengaruniakan kepadamu gembala-gembala yang setuju dengan hatiku, maka mereka itu akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian.” Yeremiah 3 : 14, 15.
Hendaklah selalu membuka telingamu kepada setiap tuntutan Ilham jika anda tidak hendak mengulangi sejarah pengalaman orang-orang Yahudi yang lalu. Allah tidak mau membiarkan anda tertipu jika anda sungguh-sungguh berlapar dan berhaus akan kebenaran, jika anda betul-betul rindu untuk mengetahui Kebenaran, karena Ia betul-betul rindu agar supaya anda berpegang teguh kepada Kebenaran-Nya yang dibukakan yang terus berkembang itu. Oleh karena itu tak ada bahayanya bagi seseorang untuk tertipu oleh berhubungan dengan kesalahan, tetapi adalah suatu bahaya besar karena tetap tinggal dalam kegelapan oleh karena tidak berhubungan dengan Kebenaran yang baru. Petunjuk Ilham adalah demikian:
“Hai segala kekasihku, janganlah percaya akan sembarang roh, melainkan ujilah segala roh itu, kalau-kalau daripada Allah datangnya; karena banyak nabi palsu sudah keluar ke seluruh dunia.” 1 Yahya 4 : 1. Memeliharakan perintah ini adalah sama pentingnya seperti halnya memeliharakan setiap perintah yang lain.
Untuk lebih terperinci, maka malaikat Laodikea mengakui, bahwa akan ada hanya 144.000 orang suci yang hidup — suatu rombongan yang dapat diukur atau dapat dihitung, yaitu yang akan membentuk Kerajaan itu. Ia juga percaya, bahwa tak akan ada jenis ternak apapun juga yang akan dibawa ke sana, yang mana semuanya adalah bertentangan kepada apa yang dinyatakan oleh malaikat dari Surga itu: bahwa bukanlah suatu rombongan orang-orang suci yang hidup yang terhitung jumlahnya, melainkan sebaliknya suatu rombongan besar yang tak seorang pun dapat menghitung jumlahnya yang akan segera menjadi penduduk Yerusalem, Kerajaan yang kekal itu, yaitu sidang yang sudah disucikan itu yang telah disendirikan dari dunia, sehingga orang-orang yang terpanggil dari Babil boleh memperoleh perlindungan di dalam-Nya. Mereka yang 144.000 itu adalah hanya “buah-buah pertama” (Wahyu 14 : 4) dan rombongan besar orang-orang suci yang tak terhitung jumlahnya itu yang dikemukakan dalam Wahyu 7 : 9 adalah buah-buah kedua, karena jika tak terdapat yang kedua tak mungkin ada yang pertama.
Saudara-saudara pendeta, anda dengan bangga menceritakan kepada kami, bahwa Organisasi kini telah memiliki hampir sejuta anggotanya, dan bahwa ia telah menetapkan tujuannya untuk melipat-duakan jumlah keanggotaan. Pada satu pihak anda membual tentang kecepatan pertumbuhannya, dan pada lain pihak anda mencoba untuk menyangkal ajaran “Tongkat Gembala” mengenai rombongan besar dari Wahyu 7 : 9 yang oleh “Tongkat” itu telah dibuktikan melalui Alkitab, bahwa mereka itu adalah buah-buah kedua dari hasil penuaian. Oleh peganganmu secara pasti, bahwa orang-orang suci yang hidup itu akan hanya berupa sejumlah kecil, hanya 144.000 orang, dan oleh pembualanmu mengenai pertumbuhan Organisasi dan ribuan anggota yang sudah ada di dalam sidang, maka dengan demikian itu anda sedang menciptakan suatu paradoks bagi dirimu sendiri serta bagi semua orang yang bersimpati kepada anda. Di samping ini anda mengakui, bahwa bagian terbesar dari pekerjaan masih belum terselesaikan —- bahwa ada berjuta-juta bahkan di Amerika Serikat sendiri yang belum banyak mendengar akan nama Masehi Advent Hari Ketujuh, bahkan tidak kurang pentingnya ialah “Injil yang kekal itu”. Oleh karena itu adalah jelas, Saudara-saudara sekalian, bahwa pada tingkat pertumbuhan sekarang ini, apabila pekerjaan selesai dan Jesus datang menjemput sidang-Nya ke negeri yang mulia itu, Organisasi pada saat itu sudah akan bertumbuh mencapai banyak jutaan orang yang kuat.
Walaupun dengan latar belakang ini yang anda sebagai Pendeta-pendeta sendiri telah tegakkan, namun bertentangan dengan semuanya itu, anda ajarkan, bahwa apabila Jesus datang akan ada hanya 144.000 orang-orang suci yang hidup, tidak lebih! Tidakkah anda sebagai Pendeta-pendeta terkecoh dan kacau! Jika anda sungguh-sungguh percaya akan teorimu mengenai 144.000 itu, maka maukah anda di dalam Roh Kristus dan sedikitnya demi untuk keselamatan jiwamu, mengambil kertas dan pensil lalu bersamaan dengan itu menggambarkan persentase orang-orang suci dan persentase dari lalang, setan-setan, yang bahkan pada waktu ini membentuk keanggotaan dari gereja-gereja kita? Oleh karena jumlahnya itu sudah mencapai tidak kurang dari 800.000 orang, dan jika terdapat hanya 144.000 orang suci di dalamnya apabila Jesus datang, maka sesuai dengan angka perbandingan, sambil mempertimbangkan keanggotaan gereja pada waktu ini, setiap gereja yang beranggotakan 100 orang akan pada waktu ini terdiri dari kira-kira 18 orang suci dan 82 setan-setan. Jika ini demikian halnya, maka kesempatan apakah yang ada bagimu? Dan oleh karena para tua-tua yang memimpin gereja-gereja adalah terpilih oleh suara terbanyak, dapatkah anda melihat siapakah yang memilih mereka itu, siapakah yang menduduki jabatan, dan siapakah yang berkuasa atas gereja-gereja? Adakah anda merasa heran kemudian mengapa segala perkara sedang berjalan seperti ini?
Jika itu benar, bahwa akan ada hanya 144.000 orang suci yang hidup apabila Jesus datang, dan jika jumlah keanggotaan berlipat dua pada akhir tahun 1953 atau 1954 sebagaimana tampaknya yang dicita-citakan (walaupun sangat diragukan), maka pada tingkat pertumbuhan itu di dalam tahun 1955 akan terdapat hanya 9 orang suci berbanding 91 setan-setan dalam setiap 100 orang anggota. Bersamaan dengan itu jika jumlah keanggotaan meningkat berlipat ganda berkali-kali sebelum Jesus datang untuk menyambut sidang-Nya, maka bahkan tidak akan terdapat satu orang suci pun di dalam setiap seratus anggota. Makin lebih kecil lagi kesempatan bagimu! Jika ini demikian, maka tanyakanlah kepada dirimu sendiri kepunyaan siapakah sidang ini? Kepunyaan setankah, atau kepunyaan Tuhankah, dan dimanakah akan ditungguiNya akan dia apabila Ia datang?
Saudara-saudara Pendeta, kenyataan-kenyataan yang menyedihkan ini berdiri tegak bagaikan gunung melawan interpretasi-interpretasi ciptaanmu sendiri, dan bagaikan alat-alat pembuka mata bagi semua kawanan dombamu. Jika oleh karenanya anda terus saja mengatakan, bahwa anda tidak tidur, sehingga interpretasimu terhadap Firman adalah tak dapat dibantah, sehingga anda memiliki semua Kebenaran untuk membawamu masuk melewati Pintu Gerbang Mutiara itu, sehingga anda tidak memerlukan apa-apa lagi, maka tidak ada lagi harapan; anda sudah terlalu jauh sesat.
Sungguhpun kami secara pribadi mengetahui, bahwa ada banyak orang yang tidak terlalu banyak dibodohi, yaitu mereka yang tidak bertekuk lutut kepada Ba’al, yang tidak membiarkan diri mereka seolah-olah terkunci di dalam kandang-kandang bagaikan domba-domba dan ternak oleh orang-orang penipu yang menguasai dan memberi makan kawanan domba Allah di sana dengan kulit-kulit yang sedemikian rendah mutunya seperti yang diperlihatkan di dalam penyelidikan ini.
Bualanmu tentang hasil-hasil yang dicapai Organisasi serta dari hal banyaknya orang-orang yang ditobatkannya di seluruh dunia, jika itu benar, maka Kebenaran kini menantang kamu supaya menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan sejujurnya: Mengapa anda memberikan harapan kepada mereka dari hal sebuah rumah tinggal di dalam Kerajaan itu jika anda secara pasti mengetahui, bahwa mereka tidak akan diselamatkan? Bukankah pengumpulan yang sedemikian ini suatu penipuan terang-terangan dan usaha terbesar untuk menyelundupkan lalang-lalang ke dalam sidang yang pernah diketahui? Dan bukankah ini suatu pelacuran rohani yang terburuk jenisnya untuk mengisi sidang Allah dengan setan-setan?
Untuk menutupi tidur lelap yang terlihat dari angka-angka yang disebut di atas, maka seorang pendeta menjelaskan: “Apabila pekerjaan berakhir,” katanya, “akan terdapat di dalam sidang lebih banyak ribuan lagi dari pada hanya 144.000 orang-orang suci yang hidup itu, namun gantinya mereka diobahkan, jumlah terbesar dari mereka akan mati karena celaka-celaka itu atau karena berbagai penyakit epidemic mendahului kedatangan Kristus, sebab mereka belum cukup baik bagi pengobahan walaupun mereka cukup sempurna bagi kebangkitan!”
Betapa jelasnya suatu alat pembuka mata bagi para anggota terhadap ajaran-ajaran palsu yang luar biasa ini! Dan betapa besarnya kuasa dorongan serta suatu kesempatan baik bagimu kini, Saudara-saudara Pendeta, untuk mengakui tuduhan Kristus, bahwa engkau adalah tidak “terkasihan, dan sengsara, dan miskin, dan buta, dan bertelanjang.” Wahyu 3 : 17. Jika Roh Kebenaran tak dapat menyadarkan engkau kini dari hal Kebenaran serta semua yang benar itu, maka Ia tak akan pernah lagi mau menyadarkan anda. Oleh karena itu adalah sepatutnya, bahwa engkau sekarang juga mengakui ke hadapan para anggota kesalahanmu mengajarkan ajaran-ajaran palsu, bahwa engkau tidak akan lagi membodohi dirimu atau pun semua kawanan dombamu dengan cara membuang-buang waktu dan tenaga dalam mencoba mengukur Yerusalem. Kebijaksanaan menyerukan agar supaya engkau segera menyambut nasehat-Nya:
“Aku ikhtiarkan engkau membeli kepadaKu emas yang sudah teruji dengan api (Kebenaran Ilham) supaya engkau kaya, dan pakaian putih supaya engkau berkain dan jangan kelihatan malu keadaanmu yang bertelanjang, dan supaya menggosokkan matamu dengan salp mata (yang sedemikian ini), supaya engkau dapat melihat. Maka seberapa banyak orang yang Ku kasihi, Aku tegor dan ajar; oleh karena itu berusahalah dan bertobat.” Wahyu 3 : 18, 19.
Demi karenamu segala perkara ini telah disembunyikan dari mata umum, tetapi karena kamu telah meremehkan selengkapnya setiap undangan kiriman dari Surga untuk selama 20 tahun lamanya, maka engkau kini menuai hasilnya. Anda saksikan, ketelanjanganmu sudah mulai dibukakan. Maka jika anda tidak menyambut Kebenaran ini serta berbalik melawan segala kekejian yang dibukakan di sini, lalu dengan senang hati menyambut undangan ini untuk reformasi, maka setiap orang akan mengetahui, bahwa semua perbuatanmu, Saudara-saudara Pendeta, adalah usaha-usaha yang disengaja untuk ”menyesatkan orang-orang pilihan itu”, mereka yang 144.000 itu, yaitu mereka yang sesuai dengan nubuatan-nubuatan yang kini dibukakan, hampir semuanya kini berada di dalam sidang. Kita akan melanjutkan kini dengan nubuatan Zakharia pasal 2:
Zakharia 2 : 5:
“Karena Aku akan jadi baginya suatu pagar api berkeliling, demikianlah firman Tuhan, dan Aku akan menjadi kemuliaan di tengah-tengahNya.”
Hanya suatu tembok batu yang mengelilingi Yerusalem di masa hidupnya Zakharia yang lalu. Tetapi suatu tembok dari pada api akan mengelilingi Yerusalem dari masa sejarah kita, yaitu Yerusalem yang telah diinstruksikan kepada Zakharia untuk ditulis. Adalah dari Yerusalem yang terkemudian inilah, maka Tuhan akan mengajarkan kepada kita segala jalan-jalan-Nya, dan membuat kita berjalan di dalam segala lorong-Nya, ”karena”, demikianlah dinyatakan oleh nabi Alkitab itu,” …………. dari Sion akan keluar hukum, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.” Yesaya 2 : 3. Demikianlah panggilan:
Zakharia 2 : 6:
“Dengarlah, dengarlah, keluarlah, dan larilah dari tanah Utara, demikianlah firman Tuhan: karena kamu sudah kucerai beraikan keluar bagaikan kepada ke empat mata angin, demikianlah firman Tuhan.”
Ucapan “kamu sudah kucerai beraikan keluar bagaikan kepada ke empat mata angin,” tidak dapat dibatasi kepada orang-orang Yahudi di Babilon saja. Itu adalah meliputi pencerai-beraian umat Allah secara keseluruhan, Yehuda dan Israel, ke seluruh negeri-negeri orang-orang Kapir. Oleh karena nubuatan ini adalah ditujukan kepada masa sejarah kita, maka panggilan untuk “keluar” dan supaya “lari dari tanah Utara” akan diserukan kepada umat Allah pada masa Babilon dari Wahyu pasal 17 memerintah. Panggilan, “keluarlah dan larilah dari tanah Utara” adalah sejajar dengan panggilan, “keluarlah dari padanya, hai umat-Ku, supaya jangan kamu terbabit dengan segala dosanya, dan supaya jangan kamu ikut kena segala celakanya.” Wahyu 18 : 4. Panggilan ini tidak dapat diambil untuk mengartikan, bahwa umat Allah harus keluar dari hanya sebuah bangunan gedung, atau dari sebuah negeri, lalu pergi ke dalam sebuah yang lainnya di mana juga dosa diperbuat. Tempat ke mana mereka dipanggil untuk datang seharusnya bebas dari dosa, dan demikian pula bebas dari segala celaka. Jelaslah, mereka dipanggil untuk datang ke Kerajaan itu yang penduduknya sebentar lagi akan merupakan buah-buah pertama, yaitu 144.000, sidang yang sudah disucikan dan yang sudah dipisahkan dari dunia. Maka akan kelak dikatakan kepadanya, ” ………….. karena tiada lagi akan masuk ke dalammu barang seorang kuluppun atau yang najis.” Yesaya 52 : 1.
Zakharia 2 : 7:
“Luputkanlah dirimu dari sana, hai Sion, engkau yang lagi duduk dengan puteri Babilon,”
Adalah pasti, bahwa “puteri Babilon” itu tidak mungkin merupakan ibu, Babilon kuno. Sebaliknya ia harus merupakan Babilon yang terkemudian, yaitu Babilon yang menunggang (memerintah atas) binatang yang berwarna merah kirmizi itu (Wahyu pasal 17).
Lagi pula adalah jelas, bahwa semua umat kesucian itu dipanggil keluar dari Babilon sebelum bela-bela dari Wahyu pasal 16 dituangkan ke atasnya jika mereka akan dilepaskan dari semua bela-bela itu. Tetapi bagaimanakah dapat Sion menyelamatkan dirinya sendiri, jika ia tidak mendengarkan amaran-amaran Tuhan untuk meninggalkan Babilon? Oleh karena itu adalah sangat penting, bahwa pekabaran ini supaya mencapai pendengarannya.
Zakharia 2 : 8:
“Karena demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam; setelah sudah disuruhkan-Nya aku dengan kemuliaan kepada segala bangsa yang dahulu menjarahi akan dikau: karena barangsiapa yang mengusik kamu ia itu mengusik akan biji mata-Nya.”
Allah membiarkan umat-Nya dicerai-beraikan (dijarahi) di antara bangsa-bangsa Kapir, tetapi kini Ia akan mengirimkan utusan-utusan-Nya mengikuti mereka, sebab orang-orang yang mengusik mereka itu, seolah-olah mangusik akan biji mata-Nya, yaitu anggota tubuh yang terpeka. Sidang-Nya, “kemuliaan,” adalah perhatian-Nya yang tertinggi.
Zakharia 2 : 9:
“Karena, bahwasanya, Aku hendak menggoncangkan tangan-Ku ke atas mereka itu, maka mereka akan menjadi suatu jarahan bagi segala hambanya: maka akan diketahui olehmu, bahwa Tuhan serwa sekalian alam telah mengutus aku.” (Terjemahan yang lebih tepat).
Hamba-hamba menjarahi majikan-majikan mereka adalah salah satu pertanda pada masa nubuatan ini dibukakan. Maka dunia mengetahui, bahwa buruh dan pimpinan perusahaan kini terlibat dalam pergolakannya yang terbesar, dan sebagai hasilnya Komunisme mengancam seluruh dunia.
Sebutan, “Maka akan diketahui olehmu, bahwa Tuhan telah mengutus aku,” digunakan berkali-kali di dalam nubuatan-nubuatan Zakharia. Kita menjumpainya dua kali di dalam ayat 9 dan 11 dari pasal 2 secara berturut-turut, dan sekali dalam ayat 9 dari pasal 4. Apakah yang dimaksudkan olehnya? Itu secara pasti berarti, bahwa pada waktu Alkitab ini dibuka, kebanyakan dari umat adalah orang-orang yang ragu-ragu namun, bahwa pada akhirnya mereka akan mengetahui, bahwa Tuhan telah mengirimkan pekabaran ini kepada mereka. Orang-orang yang ragu biasanya menunggu sampai terdapat kenyataan yang tak dapat dipermasalahkan sebelum mereka mengakui, bahwa pekabaran itu adalah dari Allah, namun itu mungkin tidak akan membawa sesuatu kebaikan bagi mereka pada jam yang sudah terlambat itu.
Zakharia 2 : 10:
“Bersorak-soraklah dan bersukalah, hai puteri Sion: karena sesungguhnya Aku datang dan Aku akan duduk di tengah-tengah kamu, demikianlah firman Tuhan.”
Jelaslah kedatangan Tuhan ini bukannya kedatangan dalam mana orang-orang suci akan menemui-Nya di udara (1 Tesalonika 4 : 16, 17), karena Tuhan tidak mengatakan di dalam Alkitab, bahwa Ia datang untuk menyambut umat-Nya sehingga mereka dapat tinggal dan memerintah bersama Dia seribu tahun lamanya (Wahyu 20 : 4), melainkan bahwa setelah orang-orang berdosa disingkirkan dari antara mereka Ia akan datang untuk “tinggal” bersama mereka, untuk melindungi mereka dari kemarahan bangsa-bangsa Kapir selama “masa kesusahan, yang sedemikian itu belum pernah ada sejak berdirinya sesuatu bangsa.” Ia melindungi mereka oleh sebuah “tembok api yang mengelilingi” mereka itu. Masa kesusahan itu sudah hampir berada di sini. Dunia menyaksikannya datang. Adakah Saudara, Saudari menyaksikannya? Dan apakah yang sedang anda lakukan untuk itu?
“Pada hari itu Tunas Tuhan kelak akan menjadi indah dan mulia, dan hasil tanah akan menjadi sempurna dan cantik menarik bagi segala orang di antara orang Israel yang sudah luput. Maka akan jadi kelak, bahwa orang yang lagi tinggal di Sion dan yang lagi ketinggalan di dalam Yerusalem akan disebut suci, yaitu setiap orang yang tersurat namanya di antara orang-orang hidup yang di Yerusalem: Apabila Tuhan sudah membasuhkan segala anak perempuan Sion dari pada kotornya, dan sudah membuang segala hutang darah orang isi Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh roh hukum dan oleh roh pembakaran. Maka Tuhan akan menciptakan pada setiap tempat tinggal di Bukit Sion, dan pada segala perhimpunannya suatu awan dan asap pada siang hari, dan suatu cahaya api yang bernyala-nyala pada malam hari: karena di atas segala kemuliaan akan terdapat suatu pelindung. Maka akan terdapat sebuah pondok bagi pernaungan pada siang hari dari panas matahari, dan bagi suatu tempat berlindung dari pada air bah dan hujan yang deras.” Yesaya 4 : 2 – 6.
Oleh karena itu kedatangan Tuhan ramalan Zakharia adalah sama dengan bangkit berdiri-Nya Mikhael untuk melepaskan segala orang yang nama-namanya ada tertulis di dalam Buku Daniel 12 : 1. Hendaklah selalu diingat, bahwa buku-buku itu adalah terbuka dan diperiksa selama Masa Pehukuman, (Daniel 7 : 10). Bahwa nama-nama kita terdapat di dalam “Buku” itu hendaklah sekarang merupakan kepentingan masing-masing kita yang sangat dipikirkan.
Zakharia 2 : 11:
“Maka banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan pada hari itu, dan akan menjadi umat-Ku: maka Aku akan tinggal di tengah-tengah kamu, dan kamu akan mengetahui, bahwa Tuhan serwa sekalian alam itu telah mengutus aku kepadamu.”
Segera setelah kita sebagai suatu Organisasi bangkit kepada kenyataan, bahwa “banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada Tuhan,” dan akan menjadi umat-Nya, maka sesegara itu pula teori dari hal hanya buah-buah pertama itu akan mati. Maka sebagaimana selekasnya pekabaran ini mencapai setiap anggota sidang, selekas itu pula akan terjadi pembersihan. “Maka Ia akan duduk bagaikan pembersih dan penyuci perak: maka ia akan menyucikan bani Lewi, dan membersihkan mereka bagaikan emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan sebuah persembahan dalam kebenaran. Kemudian kelak segala persembahan Yehuda dan Yerusalem menjadi berkenan kepada Tuhan, seperti pada zaman dahulu kala, dan seperti pada tahun yang dulu-dulu.” Maleakhi 3 : 3, 4. “Orang jahat tidak akan lagi berjalan lalu melewatinya,” “ia akan dibinasakan selengkapnya.” Nahum 1 : 15.
Kini terlihatlah jelas betapa sempitnya pikiran kita dari hal pekerjaan Allah yang besar dan dari hal bagaimana cara-Nya Ia menyelesaikannya, tidak mengetahui, bahwa sementara pekerjaan itu diselesaikan, maka suatu rombongan besar yang tak seorang pun dapat menghitungnya, berasal dari segala bangsa (Wahyu 7 : 9) akan menggabungkan diri kepada “bukit rumah Tuhan” dan akan menjadi umat-Nya (Yesaya 2 : 2). Doa, “Datanglah kerajaanmu, jadilah kehendakmu di bumi seperti halnya (itu terlaksana) di dalam Surga.” Perlunya suatu pembangunan dan reformasi yang murni pada waktu ini menjadi sangat nyata. Apakah yang dimaksudkan dengan pembangunan dan reformasi?” Pembangunan dan reformasi adalah dua perkara yang berbeda. Pembangunan menunjukkan kepada suatu pembaharuan kehidupan rohani, suatu kebangkitan kuasa-kuasa pikiran dan hati, suatu kebangkitan kembali dari mati rohani”, dan “reformasi menunjukkan kepada suatu reorganisasi, suatu perubahan dalam pendapat-pendapat dan teori-teori, kebiasaan-kebiasaan dan perbuatan-perbuatan.” — Christ Our Righteousness, p. 121, edisi 1941.
Akhirnya, perhatikanlah, bahwa Zakharia pasal 2 berisikan kebenaran yang sama dengan yang terkandung dalam Yesaya pasal 2, Mikah pasal 4, Yeremiah pasal 31, dan Yeheskiel pasal 36.
Marilah kita melanjutkan penyelidikan kita dengan:
Zakharia 2 : 12:
”Maka Tuhan akan mempusakai Yehuda sebagai bagian-Nya di Tanah Suci, dan Ia akan memilih Yerusalem kembali.” (Terjemahan yang lebih tepat).
Inilah yang diajarkan Alkitab, maka tak seorangpun dapat meragukan Firman Allah. Ini merupakan pekabaran dari hal jam, dan karena semua orang akan diadili oleh-Nya, maka jika kita tidak menerima-Nya sepenuhnya kita akan menjadi sia-sia di pemandangan Allah atau “penghalang-penghalang dari tanah”. Semua yang disebut perbuatan baik kita saja tidak akan membawa kita keluar dari Babilon, terkecuali pengertian kita akan Kebenaran itu bagi masa ini, dan kepatuhan kita sepenuhnya kepada panggilan Allah dan kemauan-Nya.
Saudara ingat, bahwa sementara Nuh menghotbahkan, bahwa suatu kebinasaan akan datang dari Yang Maha Kuasa, maka ia juga mempersiapkan sebuah tempat berlindung — ia membangun bahtera itu. Orang-orang yang meragukan pemberitahuan Nuh dari hal air bah itu, dan orang-orang yang mengejek akan pendapat, bahwa mereka harus masuk ke dalam bahtera bagi keselamatan, pada suatu masa sewaktu belum terdapat sedikitpun pertanda akan adanya ancaman bahaya hujan, tidak lagi menjadi orang-orang ragu-ragu sewaktu segala unsur alam dilepaskan. Mereka kemudian secara membabi buta berlarian menuju ke bahtera itu; tetapi dengan penuh kekecewaan dan putus asa mereka menemukan pintu bahtera itu telah terkunci rapat dari mereka. Demikianlah semua orang, baik yang baik maupun yang jahat yang memilih untuk tetap tinggal di luar bahtera, telah binasa. Pengalaman zaman purbakala itu hendaklah berlaku sebagai suatu peringatan bagi kita, bahwa kita supaya tidak ragu-ragu seperti mereka. Kita sebaliknya harus memperhatikan amaran-amaran yang jelas yang berlaku bagi jam ini, sebab kepada kita diceritakan, bahwa seperti pada hari-hari air bah itu, demikian kelak akan jadi pada masa kedatangan Tuhan.
Bahtera masa kini adalah “Sion dan Yerusalem,” “karena hukum akan keluar dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.” Mikah 4 : 2.
Zakharia 2 : 13:
“Diamlah kamu, hal segala manusia, di hadapan hadirat Tuhan: karena sudah bangkit keluar Ia dari dalam tempat kediaman kesucian-Nya.”
Perhatikanlah dengan teliti apa yang dikatakan Firman, “Ia telah bangkit,” bukan “Ia akan bangkit.” Jadi, jelaslah, sewaktu Tuhan mengucapkan nubuatan ini, Ia memproyeksikan kata-kataNya kepada masa depan, berbicara di dalam tata bahasa masa sekarang seolah-olah itu terjadi pada masa nubuatan ini sedang dalam proses kegenapannya. Jadi, sebutan, “Ia telah bangkit,” berarti, bahwa kini pada pembukakan kebenaran ini “Ia telah bangkit”; dan sebutan, “Tuhan akan mempusakai Yehuda bagianNya di Tanah Suci,” berarti, bahwa Ia masih akan mempusakai Yehuda, sidang yang disucikan. Oleh karena itu kita kini hidup di antara dua saat ini —- di antara “Ia telah bangkit,” dan “Ia akan mempusakai”.
Apakah yang akan menjadi keputusan kita sekarang? Akan kita menutup matakah terhadap semua wahyu yang mulia dan sungguh-sungguh ini mengenai peristiwa-peristiwa yang kini sedang terjadi? Akan tetapkah kita meragukannya dan terus menunggu hasil-hasilnya? Atau akan kita bangkit dengan sepenuh hati lalu melaksanakan himbauan Allah? Adakah Kerajaan-Nya ataukah rumah-rumah kita sendiri yang akan dijadikan kepentingan kita yang terutama? Jika kita tidak memperbaiki semua cita-cita hati kita yang kacau itu sekarang, maka bagaimanakah dapat kita mengatakan dengan jujur, “Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu”? Dan bagaimanakah dapat anda mengharapkan segala kebutuhan hidup yang sementara itu untuk “dipertambahkan kepadamu?” Matius 6 : 33.
Sudahkah kita memutuskan sekali dan untuk selamanya untuk melayani Allah, bukan diri sendiri, untuk menyelidiki dengan cara yang belum pernah sebelumnya, dan menyingkirkan semua keragu-raguan? Tuhan mengatakan, ” …………. Adalah suatu perkara yang mudah, bahwa engkau hendaknya menjadi hamba-Ku untuk membangkitkan segala suku Yakub, dan untuk memperbaiki segala pucuk Israel: Aku akan juga memberikan dikau akan suatu terang bagi segala bangsa Kapir, supaya kamu dapat merupakan selamat-Ku kepada seluruh hujung bumi.” Yesaya 49 : 6. (Terjemahan yang lebih tepat).
“ . . . . .. Ia akan mengadili dunia dengan keadilan, dan umat itu dengan Kebenaran-Nya.” Mazmur 96 : 13.
221 total, 1 views today


