Berakhirnya Dewa-Dewa Manusia Dan Para Penyembahnya
<< Go Back


BERAKHIRNYA DEWA-DEWA MANUSIA
DAN PARA PENYEMBAHNYA

 

 
Teks Pidato Oleh V. T. Houteff.
Pendeta dari
Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 7 Desember 1946
Gereja Gunung Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

 

 

 

Pada sore hari ini kita akan mempelajari kitab Zakharia pasal yang ke 13. Marilah kita mulai dengan ayat yang pertama.

Zakharia 13 : 1:
“Pada hari itu akan ada sebuah mata air yang terbuka bagi isi rumah Daud dan bagi semua penduduk Yerusalem untuk membasuh segala dosa dan kecemaran.”

Kata-kata “pada hari itu” menunjuk ke belakang kepada peristiwa-peristiwa sebelumnya, yaitu kembali ke pasal yang ke duabelas. Di situ kita jumpai, bahwa peristiwa itu ialah ratap tangis yang besar di Yerusalem (pasal 12, ayat-ayat 11 – 14). Jadi, “pada hari itu,” pada hari ratap tangis yang besar itu, mata air ini akan dibukakan.

Untuk menemukan waktu itu dalam mana telah terjadi ratap tangis itu, maka kita perlu pergi lebih jauh ke belakang ke dalam pasal yang ke duabelas. Lebih baik lagi jika kita meninjau pasal itu dimulai dari ayat pertama dan seterusnya, sebab di sana dikemukakan tujuh kelompok peristiwa-peristiwa yang terpisah dan terkenal yang satu menyusul lainnya.

 
Peristiwa-peristiwa yang mencolok dari masing-masing kelompok itu adalah sebagai berikut:
 
  1. Yerusalem akan dijadikan “sebuah cawan yang menggetarkan” dan bangsa-bangsa di bumi akan “datang mengepung baik terhadap Yehuda maupun terhadap Yerusalem.”

  2. “Pada hari itu” segala bangsa akan berkumpul bersama-sama melawan mereka.

  3. “Pada hari itu” Tuhan akan “memalu setiap kuda dengan keheranan, dan penunggangnya dengan gila,” dan Ia pun akan membuka “mata-Nya terhadap isi rumah Yehuda.” Maka para pemimpin Yehuda akan mengatakan dalam hatinya “Para penghuni Yerusalem akan menjadi kuatku di dalam Tuhan serwa sekalian alam Allah mereka itu.”
  4. “Pada hari itu” Yerusalem akan didiami kembali.

  5. “Pada hari itu dia yang lemah di antara mereka itu” akan jadi seperti Daud; maka isi rumah Daud akan menjadi seperti Allah.

  6. “Pada hari itu” Tuhan akan mencari untuk membinasakan semua bangsa-bangsa yang datang melawan Yerusalem. Maka Ia akan mencurahkan keatas isi rumah Daud, dan ke atas semua penghuni Yerusalem, roh kemurahan dan roh permohonan.

  7. “Pada hari itu akan ada suatu ratap tangis besar di Yerusalem.”


Jadi peristiwa yang satu bergantung kepada peristiwa yang lainnya, yang satu menyusul yang lainnya, yang terakhirnya dalam pasal ini adalah ratap tangis besar di Yerusalem. Oleh karena itu, pada hari peristiwa ratap tangis ini, mata air bagi dosa dan kekejian akan terbuka. Marilah sekarang kita menghubungkan Zakharia 13 : 1 dengan ayat 2.

Zakharia 13 : 1, 2:
“Pada hari itu (pada hari terjadi ratap tangis yang besar itu) akan ada sebuah mata air terbuka bagi isi rumah Daud dan bagi semua penghuni Yerusalem untuk dosa dan untuk kekejian. Maka akan jadi kelak pada hari itu, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam, bahwa Aku akan menghapuskan dari pada tanah itu segala nama dan dewa-dewa, maka semua itu tidak akan lagi diingat: dan juga Aku akan melalukan segala nabi dan roh yang najis keluar dari tanah itu.”

Dua hal sekarang muncul jelas di dalam ayat-ayat ini:


  1. bahwa isi rumah Daud harus muncul menjadi kenyataan sebelum mata air pembersih itu terbuka;

  2. bahwa pembersihan itu dimulai dengan penghapusan nama-nama dari dewa-dewa, dan terlemparnya keluar dari tanah itu segala nabi palsu dan berbagai roh najis.


Pada penyelidikan kita terdahulu terhadap pasal yang ke sepuluh dari Zakharia, telah kita pelajari bahwa semua dewa-dewa ini adalah jenis yang berbicara; bahwa mereka itu adalah orang-orang. Oleh karena itu tak dapat diragukan lagi, bahwa mereka itu adalah para pendeta yang telah mengkhotbahkan dirinya sendiri sebagai pengganti Kristus, dan yang telah di dewa-dewakan oleh para anggota. Sebagai hasilnya para anggota secara buta mengikuti mereka, dan apapun keputusan-keputusan yang diambil oleh “dewa-dewa” mereka ini mengenai apa artinya Kebenaran dan apa artinya kesalahan, apa artinya dosa dan apa artinya keadilan, semua itulah yang menjadi keputusan-keputusan yang dilaksanakan oleh para anggota. Oleh karena itu dewa-dewa inilah yang menciptakan suatu keadaan yang sama dengan apa yang dilakukan oleh para imam, para ahli Torat, dan orang-orang Parisi pada hari-hari kedatangan Yesus yang pertama dahulu. Akibatnya, para penyembah dewa-dewa itu tidak mau merepotkan diri untuk menyelidiki sendiri secara pribadi pekabaran-pekabaran baru yang segar, dan olehnya itu mereka dengan bodoh mengikuti manusia sebagai gantinya mengikuti Kristus dan Kebenaran lanjutan-Nya. Mereka ini bersama-sama dengan para nabi itu berikut semua roh yang najis akan disingkirkan dari negeri itu.

Zakharia 13 : 3 – 5:
“Maka akan jadi, bahwa apabila lagi seseorang akan bernubuat, maka ibu bapanya yang telah melahirkannya itu akan berkata kepadanya, Tak boleh lagi engkau hidup, karena engkau telah berkata dusta demi nama Tuhan: maka ibu bapanya yang telah melahirkannya itu akan menusuk dia apabila ia bernubuat. Maka akan jadi pada hari itu, bahwa segala nabi itu akan malu masing-masingnya karena khayalnya sendiri, apabila ia telah bernubuat; tidak akan lagi mereka itu memakaikan baju kembali untuk menyamarkan diri, melainkan akan katanya, aku ini bukan nabi, aku adalah seorang peladang; karena aku diajarkan orang untuk menjaga ternak semenjak kecilku.”

Nama-nama dari dewa-dewa itu (berbagai gelar yang menyanjungkan dari orang-orang) akan dilupakan untuk selama-lamanya. Pada hari itu kemudian, tak ada lagi nabi palsu atau pun roh najis dibiarkan berada di negeri itu. Bahkan sesungguhnya tak ada bapa atau pun ibu yang akan membiarkan anak mereka pada masa itu untuk berlaku demikian, melainkan mereka akan menyerahkannya kepada para pelaksana hukuman. Akan jadi kelak, bahwa orang-orang yang kini sedang meninggi-ninggikan dirinya, dan sedang berkhotbah tanpa “disuruh” akan malu karena mata mereka akan terbuka terbelalak apabila mereka terbawa untuk menyaksikan kepalsuan-kepalsuannya — dalam ramalan-ramalan palsu dan interpretasi-interpretasi sendiri terhadap Firman Allah. Mereka tidak akan lagi berpakaikan baju-baju yang menyesatkan, melainkan mereka akan mengatakan, “Saya ini bukan nabi, bukan juga seorang pendeta; saya hanyalah seorang pengembala, seorang petani biasa.”

Nabi Yeheskiel juga diperlihatkan sepintas lalu akan keadaan ini: “Demikianlah firman Tuhan Allah; Celaka bagi nabi-nabi bodoh itu yang telah mengikuti rohnya sendiri, dan tidak berhasil menyaksikan apa-apa! Hai Israel, segala nabimu adalah bagaikan rubah-rubah pada tempat-tempat yang rusak. Tiada pernah kamu memanjat celah pagar tembok, atau membangun pagar tembok bagi bangsa Israel untuk tahan berdiri dalam perang pada hari Tuhan. Sia-sia barang yang dilihat mereka dan dusta belaka nubuatnya, kata mereka itu. Demikianlah firman Tuhan: dan Tuhan sendiri tidak menugaskan mereka itu: dan mereka membuat orang lain untuk berharap bahwa mereka akan memperteguhkan kata itu. Bukankah khayal yang kosong juga yang kamu saksikan itu, dan nubuatan dusta juga yang kamu katakan itu, sebaliknya kamu katakan, Tuhan berfirman begitu; maka tiada Aku berfirman, berfirman begitu? Oleh karena itu, demikianlah firman Tuhan Allah; Sebab kamu telah berbicara dusta, dan telah menyaksikan sia-sia, maka sebab itu, tengoklah, bahwa Aku akan melawan kamu, demikianlah firman Tuhan Allah. Dan tangan-Ku akan melawan segala nabi yang melihat khayal yang sia-sia dan yang bernubuat dusta: mereka itu tidak akan masuk bilangan umat-Ku, mereka juga tidak akan tersurat namanya di dalam penulisan nama-nama isi rumah Israel, mereka juga tidak akan masuk ke dalam negeri Israel; maka akan diketahui olehmu, bahwa Akulah Tuhan Allah.

“Sebab, bahkan sebab mereka telah membujuk semua umatKu, katanya, Damai; dan tidak ada perdamaian; dan seorang mendirikan tembok, dan sesungguhnya orang-orang lain melumaskannya dengan kapur: Katakanlah kepada mereka yang melumaskannya dengan kapur itu, bahwa pagar itu akan roboh: akan ada hujan yang sangat deras, dan Aku akan menurunkan hujan air beku dan angin ribut yang besar untuk meruntuhkan tembok itu. Maka sesungguhnya apabila pagar itu sudah roboh, bukankah kata orang kepadamu kelak: Dimanakah kapur yang telah kamu lumaskan itu? Oleh sebab itu, demikianlah firman Tuhan Allah; Sesungguhnya Aku hendak meruntuhkan pagar itu dengan suatu topan oleh murka-Ku; dan akan ada suatu hujan lebat oleh murka-Ku, dan hujan air beku yang besar oleh kehangatan murka-Ku untuk menghancurkannya. Demikian itulah akan Ku hancurkan pagar tembok itu yang telah kamu lumasi dengan kapur, dan akan Ku runtuhkannya sampai ke tanah, sehingga alasnya pun akan kelihatan, maka ia itu akan runtuh, dan kamu akan binasa di tengah-tengahnya: maka akan diketahui olehmu, bahwa Akulah Tuhan. Demikianlah Aku akan menyempurnakan kehangatan murka-Ku terhadap pagar itu dan terhadap mereka yang telah melumasinya dengan kapur, dan Aku akan mengatakan kepadamu, Bahwa pagar itu sudah tidak ada lagi, juga orang-orang yang melumasi dia pun sudah tidak ada lagi.” Yeheskiel 13 : 3 – 15.

Betapa menakutkan tanggung jawab yang terletak pada orang-orang yang lalai menangani Firman Allah, yang mengemukakan dirinya sebagai pengawal-pengawal jiwa-jiwa dari semua umat namun ternyata mereka sedang menjaga agar tak akan ada jiwa dapat lolos dari celaka. Baik mereka maupun semua kekejiannya akan jatuh ke dalam lubang. Sesungguhnya, jika diperlukan sesuatu reformasi di dalam dunia Kristen, maka pasti sangat diperlukan dalam garis yang satu ini.

Setelah mengetahui sekarang dengan lebih baik, maka marilah kita jangan lagi mendewa-dewakan manusia; jangan lagi kita memberikan tempat di dalam diri kita bagi roh-roh yang najis. Sebaliknya marilah kita memberikan kesempatan bagi Roh Allah untuk memimpin kita ke dalam Kebenaran-Nya yang terus berkembang itu dengan pengertian pribadi.

 

Hendaklah kita menjadi pengikut-pengikut Kristus, jangan lagi menjadi pengikut Paulus, ataupun Appolos, ataupun Cephas, ataupun orang-orang lain.

Zakharia 13 : 6, 7:
“Maka seseorang akan mengatakan kepadanya, Luka-luka apakah semua ini pada tangan-Mu? Maka akan dijawab-Nya, Semua itulah dengan mana Aku telah terluka di dalam rumah kawan-kawan-Ku. Bangkitlah hai pedang, paranglah akan gembala-Ku, dan akan orang yang adalah kawan-Ku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam: paranglah gembala itu, maka domba-domba itu akan tercerai berai: maka Aku akan menunjuk tangan-Ku kepada yang kecil-kecil.

Saya tidak mempunyai komentar khusus terhadap ayat-ayat 6 dan 7, selain dari pada apa yang umumnya telah dimengerti di antara orang-orang Kristen. Hal ini jelas terlihat, meskipun, bahwa setelah gembala Tuhan yang diparang, maka itu adalah bahwa Tuhan akan memisahkan umatNya. 

Zakharia 13 : 8:
“Maka akan jadi, bahwa di seluruh tanah itu, demikianlah firman Tuhan, dua bagian dari padanya akan ditumpas dan mati; namun bagian yang ketiga akan tinggal padanya.”

Dalam pemisahan ini, sesuai dengan ayat 8, orang-orang itu dibagi dalam tiga bagian: Ternyata mereka adalah orang-orang suci, orang-orang munafik, dan orang-orang kapir. Dua bagian yang terkemudian itu akan ditumpas (dipisahkan dari orang-orang suci), dan mereka akan mati. Dari hal masa depan dari pada bagian ketiga yang disebut pertama itu, marilah kita baca sebagai berikut:

Zakharia 13 : 9:
“Maka Aku akan membawa bagian yang ketiga itu melalui api, dan Aku akan menyucikan mereka itu seperti disucikan orang akan perak, dan Aku akan menguji mereka itu bagaikan diuji orang akan emas: mereka akan menyebut nama-Ku, dan Aku akan mendengar akan mereka itu: Aku akan mengatakan, Inilah umatKu: dan mereka akan mengatakan, Tuhanlah Allahku.”

Dalam hubungan ini nabi Injil itu telah diperintahkan untuk menulis: “Bahwasanya, hari Tuhan itu datang dengan bengis dan geram dan murka yang sangat, untuk menjadikan tanah itu sunyi, maka Ia akan menumpas segala orang berdosa dari dalamnya. Karena segala bintang di langit dan segala gugus bintangnya pun tiada akan memberikan cahayanya: matahari akan digelapkan pada ketika terbitnya, dan bulan tiada akan menyinarkan cahayanya. Maka Aku akan menghukum dunia karena segala kejahatan mereka, dan segala orang jahat karena segala perbuatan kekejiannya; maka Aku akan memutuskan congkak segala orang sombong, dan Aku akan merendahkan keangkuhan dari yang mengerikan. Aku akan menjadikan seorang laki-laki lebih berharga dari pada emas terbaik; bahkan lebih mahal seorang manusia dari pada emas tua dari Ophir.

“Oleh sebab itu Aku akan menggoncangkan segala langit, dan bumi akan berpindah dari tempatnya, dalam murka Tuhan serwa sekalian alam, dan pada hari kehangatan murka-Nya. Dan ia itu akan jadi bagaikan seekor kijang yang diburu, dan bagaikan seekor domba yang tiada terhimpunkan oleh seorang juapun: masing-masing mereka akan kembali kepada bangsanya sendiri, dan masing-masing mereka berlari ke dalam tanahnya sendiri. Setiap orang yang dijumpai akan mati ditusuk; dan setiap orang yang menggabungkan diri kepada mereka akan rebah mati dimakan pedang.” Yesaya 13 : 9 – 15.

Terhadap amaran ini nabi Zephanya menambahkan: “Maka akan jadi kelak pada masa itu, bahwa Aku akan menyelidiki Yerusalem dengan lampu-lampu lilin, dan Aku akan menghukum segala orang laki-laki yang sudah jadi beku di atas ampasnya: yang berkata dalam hatinya, bahwa Tuhan tidak akan berbuat baik, Ia juga tidak akan berbuat jahat. Oleh sebab itu segala harta benda mereka itu akan menjadi rampasan, dan segala rumah mereka akan menjadi binasa: mereka juga akan membangunkan rumah-rumah, tetapi tiada mereka itu akan tinggal di dalamnya; dan mereka akan menanami kebun-kebun anggur, tetapi tiada mereka itu minum air anggurnya. Hari Tuhan yang besar itu sudah dekat, ia itu sudah hampir, dan sedang datang dengan cepatnya, yaitu suara dari hari Tuhan itu: orang-orang perkasa di sana akan berteriak dengan kepahitan.

“Hari itu adalah suatu hari murka, suatu hari kekacauan dan kekecewaan, suatu hari penggagahan dan kebinasaan, suatu hari gelap-gulita dan penuh kesuraman, suatu hari yang penuh berawan dan gelap gulita, suatu hari bunyi nafiri dan tempik sorak perang melawan kota-kota benteng, dan melawan bangunan-bangunan yang tinggi. Maka Aku akan mendatangkan ketakutan ke atas manusia, sehingga mereka akan berjalan bagaikan orang-orang buta, sebab mereka telah berdosa melawan Tuhan: maka darah mereka akan dicurahkan seperti pasir, dan daging mereka seperti tahi. Baik perak ataupun emasnya tiada dapat melepaskan mereka itu pada hari murka Tuhan; tetapi seluruh tanah itu akan ditelan oleh api cemburuan-Nya; karena diadakan-Nya kelak kesudahan yang segera terhadap semua mereka yang tinggal di tanah itu.” Zefanya 1 : 12 – 18.

Semua kata-kata firman ini jelas dengan sendirinya, dan semua itu telah membuat cukup terang masalahnya. Segera setelah isi rumah Daud berdiri, segera setelah buah-buah pertama mencapai Gunung Sion dan berdiri di sana bersama-sama dengan Anak Domba, maka mata air pembersih itu akan dibuka. Kemudian penuaian besar akan dimulai, dan selama itulah setiap butir “gandum” akan dimasukkan ke dalam “lumbung” tetapi setiap benih yang jelek akan dibakar (Matius 13 : 30). Kemudian setiap “ikan” yang baik akan dimasukkan ke dalam keranjang-keranjang, sebaliknya setiap ikan yang jelek akan dibuang. (Matius 13 : 48). Kemudian setiap orang yang berpakaikan “pakaian Kawin” akan diberikan pelayanan perjamuan kawin, tetapi setiap orang yang tidak berpakaikan pakaian kawin akan dicampakkan ke dalam kegelapan di luar (Matius 22 : 11 – 13).

Dalam batas kata-kata perumpamaan-perumpamaan itu semua ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Orang-orang yang mencita-citakan dengan berhasil untuk dapat diselamatkan bagaikan “gandum”, bagaikan “ikan” yang baik, dan memakaikan “pakaian kawin”, adalah orang-orang yang telah menemukan ladang yang berisikan harta karun dan mutiara yang termahal harganya dan yang telah berusaha dengan segala daya untuk membelinya.

“Demikianlah akan jadi pada akhir dunia ini: malaikat-malaikat akan muncul, dan akan memisahkan orang-orang jahat dari antara orang-orang benar, dan akan mencampakkan mereka itu ke dalam dapur api: di sanalah akan ada tangisan dan keretak gigi.” Matius 13 : 49, 50.

Masa-masa yang serius yang harus kita hadapi, Saudara dan Saudari. Sekaranglah waktunya untuk memakaikan pakaian putih itu. Sekaranglah waktunya untuk membeli ladang yang berisikan harta karun itu, dan mutiara yang termahal harganya itu. “Maukah Saudara? Maukah saya?” adalah pertanyaan besar yang harus kita putuskan segera tanpa dipengaruhi ataupun dicampuri orang lain.

Sekarang kita harus mampu untuk melihat bagaimana pekerjaan Injil akan diselesaikan, dan bahwa perkiraan yang kita telah miliki dari halnya hanyalah suatu perkiraan manusia. Sekarang terlihat jelas bagaimana orang-orang berdosa telah menjadi orang-orang suci, kapan dan bagaimana mata air Allah menyucikan semua orang berdosa yang bertobat membuat kita putih seperti salju jika kita mengundang Dia. Demikianlah tak menjadi soal bagaimana keadaan kita kemarin, yang terpenting ialah bagaimana kita hari ini, dan bagaimana kita semenjak dari jam ini dan seterusnya.

Disini terlihat, bahwa jika kita tidak datang kepada pengetahuan Kebenaran, dan jika kita tidak membiarkan Kebenaran itu melaksanakan kehendak kerja-Nya di dalam diri kita, maka kita tak akan pernah mencapai kepantasan untuk hidup di hadapan hadirat suatu Allah yang suci. Berdiri teguh melawan sejumlah tantangan bagi Kebenaran ini adalah sepatutnya. Tetapi untuk berdebat sebagaimana dilakukan beberapa orang, misalnya mengenai masalah seperti “masalah tiga hari dan tiga malam” (Matius 12 : 40) tanpa berbuat apa-apa mengenainya sungguhpun perdebatan itu dimenangkan, ia itu adalah lebih buruk dari cara-cara orang Parisi. Setan ingin mendapatkan kita menyibukkan diri dengan masalah-masalah yang tidak penting dan dengan perkara-perkara yang tidak kita pahami.

Dalam tahun 1931, sesudah buku “The Shepherd’s Rod,” Jilid 1 keluar dari percetakan, kami telah menerbitkan suatu artikel dua halaman dalam mana telah kami tegaskan, bahwa yang Allah telah hantarkan kita itu adalah hanya ke dalam semua Kebenaran atau tak satupun Kebenaran. Semenjak waktu itu kami telah menerbitkan sebuah buku lain dan lebih dari dua puluh traktat di samping beberapa seri “Amaran Sekarang,” yang semuanya berisikan masalah doktrin. Semua penerbitan ini telah disebar-luaskan ke seluruh Organisasi Gereja, tetapi sampai pada hari ini belum sekalipun Organisasi mencoba secara resmi untuk membantah sesuatu pokok masalah di dalam keseluruhannya itu. Mereka pernah mencoba untuk menyingkirkan apa yang kita miliki pada kata-kata firman ini, namun mereka tidak pernah memberikan kepada kita sesuatu yang lebih baik. Semua yang sudah kita dengar ataupun melihat adalah pemutar balikkan kenyataan, atau beberapa cara yang sedemikian seperti yang diikuti oleh para pemelihara hari pertama sementara berdebat melawan para pemelihara Sabat.

Janganlah membiarkan musuh-musuh Kebenaran memperoleh kesempatan dengan pemutar balikkannya, melainkan bawalah mereka untuk berurusan dengan Alkitab. Saya mengetahui bahwa bukanlah seorang Bulgaria dari pegunungan Rhodope yang telah memusingkan kepala orang-orang Amerika yang terpelajar. Adalah tidak mungkin, bahwa seseorang yang sedemikian itu telah dapat menggoncangkan Organisasi dari titik tengah berpindah ke pinggiran. Jika anda tidak mengetahui siapa sebenarnya Orang Itu, maka adalah lebih baik anda berusaha menemukannya sebelum terlambat.

 

*****

 

 246 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart