<< Go Back
Jilid 1 No. 20
KERAJAAN YEHUDA, PENYARINGAN
TERHADAP SEGALA BANGSA
Oleh : Victor T. Houteff
Saya akan membaca dari buku “The Mount of Blessing,” halaman 174, dimulai dengan paragraf yang pertama. Judul dari bacaan ini adalah, “Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kuasa, dan kemuliaan.”
Mount of Blessing, p. 174:
“Kalimat terakhir seperti halnya kalimat pertama dari doa Tuhan Yesus itu, menunjuk kepada Bapa kita sebagai di atas semua kuasa dan penguasa dan setiap nama yang disebut …………. Di tengah-tengah pergolakan nasional dan kehancuran, langkah-langkah dari para murid itu dikelilingi berbagai bahaya, dan seringkali hati mereka dikekang oleh ketakutan. Mereka akan menyaksikan Yerusalem sebagai kota yang sunyi, sebagai kaabah yang akan hanyut, tempat ibadahnya yang untuk selamanya berakhir, dan Israel akan tercerai berai ke semua negeri, yang bagaikan kehancuran kapal pada suatu pantai yang hampa. Yesus mengatakan: “Kamu akan mendengar dari hal perang-perangan, dan berita-berita peperangan,” “Bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan; dan akan terdapat berbagai kelaparan, dan berbagai penyakit sampar, dan gempa-gempa bumi, di berbagai tempat. Semua ini adalah permulaan dari segala penderitaan.” Namun pengikut-pengikut Kristus tidak perlu takut, bahwa harapan mereka telah lenyap, atau bahwa Allah telah meninggalkan bumi. Kuasa dan kemuliaan adalah milik-Nya, yaitu Dia yang semua maksud-Nya yang besar masih akan terus bergerak dengan tidak terhalang sampai semuanya itu tercapai. Dalam doa yang menyuarakan kebutuhan mereka setiap hari, murid-murid Kristus dibawa untuk memandang ke atas semua kuasa dan kekuasaan jahat, dalam Tuhan Allah mereka, yang kerajaanNya memerintah atas semua, dan bahwa Ialah Bapa mereka dan Temannya yang kekal.”
Murid-murid mengharapkan Yerusalem yang ada dalam sejarah mereka itu akan menjadi ibu kota dari Kerajaan Allah yang besar. Namun bertentangan dengan harapan-harapan mereka, Yesus memberitahukan, bahwa Yerusalem akan menjadi suatu kerobohan batu, dan sebuah kaabah yang hancur! Jadi, berulang kali kita dibawa untuk menyaksikan, bahwa kita sebagai mahluk-mahluk yang terbatas tidak pernah mengetahui akan rencana-rencana Allah. Sesungguhnya, kita perlu berdoa memohonkan Roh-Nya untuk memimpin kita terus menerus, dan untuk menunjukkan kepada kita jalan yang benar pada setiap persimpangan sepanjang perjalanan kita menuju Akhirat. Marilah kita sekarang berdoa agar supaya pengetahuan akan semua kebenaran ini akan membuat kita menjadi seperti yang sepatutnya bagi kita.
209 total, 1 views today


