<< Go Back
AMARAN SEKARANG
JILID 1 No. 23
NASIB DARI ASSIRIA DAN
KEMENANGAN SIDANG
BAHAN RENUNGAN DAN DOA
Kita akan membaca dari buku The Mount of Blessing, halaman 180, paragraf satu. Bacaan ini dilandasi pada kata-kata firman yang berbunyi, “Mengapakah engkau memandang kepada sebuah titik kecil yang di dalam mata saudaramu?”
Mount of Blessing, p. 180 :
“Bahkan kalimat yang berbunyi, ‘Engkau yang mengadili melakukan juga perkara-perkara yang sama,’ tidak mencapai besar dosanya dia yang dengan congkak mengeritik dan menuduh akan saudaranya… Apabila ia berpikir ia telah berhasil menemukan suatu kesalahan dalam tabiat atau kehidupan, maka ia adalah sangat bersemangat untuk mencoba menunjukkannya; tetapi Yesus menyatakan, bahwa justru sifat tabiat yang berkembang untuk melakukan pekerjaan yang tidak bersifat Kristus ini, adalah berbanding dengan kesalahan yang dikritikkan bagaikan perbandingan sebuah balok terhadap sebuah titik kecil. Adalah karena kegagalan seseorang akan roh kesabaran dan kasih yang telah membawanya membuat sebuah dunia dari sebutir atom kecil … Sesuai dengan lambang yang digunakan oleh Juruselamat kita, barangsiapa yang memanjakan suatu roh suka mencela adalah bersalah oleh dosa yang lebih besar dari pada dosa orang yang dituduhnya; sebab ia bukan saja ikut berdosakan dosa yang sama, melainkan menambahkan juga kepadanya kesombongan dan celaan”.
Setan sedang membuat taraf tingkatnya dengan sebaik-baiknya untuk membuat kita melanggar dalam hal ini supaya kita akan hilang untuk selamanya. Allah tidak menguasakan kepada siapa-pun untuk menjadi polisi terhadap orang lain. Hanya saja Allah oleh perantaraan nabi-nabi-Nya menegur dosa, tetapi tidak pernah dengan menggunakan paksaan dalam cara apapun juga.
Maukah kita bertelut sekarang, dan berdoa bagi suatu kenyataan, supaya kewajiban kita tidaklah mengeritik orang lain ataupun membesar-besarkan kesalahan orang lain, melainkan membicarakan dan mempraktikkan Kebenaran itu? Lebih dari itu, Saudara- Saudariku, kita tak perlu melangkah jauh. Selebihnya adalah terserah kepada para hadirin dan anggota-anggota kita. Biarkanlah mereka memutuskan bagi dirinya sendiri apa yang terbaik bagi jiwa maupun tubuh. Kebenaran tidak perlu didorong masuk sampai ke dalam kerongkongan.
216 total, 1 views today


