Bangsa-bangsa Manakah Yang Hendak Melucuti Senjatanya dan Mengapa ?
<< Go Back


BANGSA-BANGSA MANAKAH
YANG HENDAK MELUCUTI
SENJATANYA, DAN MENGAPA ?

 

 

Oleh : Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 25 Januari 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

 

 

Untuk meneruskan dengan tema dari penyelidikan-penyelidikan kita yang terdahulu — kerajaan Yehuda — kita akan kembali kepada buku Mikah. Sebagai anda ketahui buku itu terdiri dari tujuh pasal, dan semua pasal itu membawakan suatu cerita bersambung mengenai Yehuda baik pada masanya terdahulu maupun pada masanya terkemudian. Tiga pasal pertama adalah mengenai Yehuda pada masa permulaannya, dan empat pasal yang terakhir berisikan janji-janji kepada Yehuda contoh saingan, yaitu Yehuda akhir zaman, mengenai siapa adalah kepentingan utama kita sekarang ini.

Untuk menggabungkan tiga pasal pertama dari buku Mikah itu dengan empat pasalnya yang terakhir, kita akan memulai dengan ayat terakhir dari pasal tiga.

Mikah 3 : 12:
“Sebab itu demi karena kamu Sion akan ditenggala bagaikan sebuah ladang, dan Yerusalem akan menjadi sebuah kerobohan batu, dan bukit rumah itu akan menjadi bagaikan tempat-tempat yang tinggi di hutan.”

Oleh sebab tidak ada lagi yang dapat dilakukan untuk menginsyafkan Yehuda, bahwa ia berada dalam kekeliruan dan bahwa ia perlu kembali kepada Tuhan, maka Tuhan pada akhirnya memperingatkan, bahwa lantai istananya akan ditenggala bagaikan ladang, dan bahwa istana dan kotanya itu akan menjadi bagaikan timbunan-timbunan batu. Kegenapan dari sebagian nubuatan Mikah ini merupakan suatu saksi setia di hadapan segala bangsa, dan hukuman terhadap bangsa itu adalah suatu teladan yang adil bagi semua orang untuk mengetahui, bahwa Allah menghendaki sesuai dengan apa yang dikatakan-Nya. Tetapi bagaimanapun Allah tidak mengesampingkan umat setia-Nya yang sedikit dan keturunan-keturunan mereka untuk selama-lamanya. Kepada mereka Ia tinggalkan janji penghiburan ini,

Mikah 4 : 1:
“Tetapi pada akhir zaman akan jadi kelak, bahwa bukit rumah Tuhan akan diperdirikan di atas puncak segala gunung, dan ia itu akan dipuja diatas segala lereng; maka orang-orang akan berkerumun datang kepadanya.”

Walaupun Mikah meramalkan berita-berita sedih bagi Yehuda kuno yang dahulu itu, ia meramalkan berita-berita menggembirakan ini bagi Yehuda akhir zaman. Sesungguhnya menegangkan, yang sudah seharusnya bagi Yehuda mengharapkan kebinasaannya sendiri. Sungguhpun demikian, sebaliknya, ia itu seharusnya akan mendorongnya untuk mengetahui, bahwa masanya akan datang baginya untuk kembali dan “untuk membangun kembali tempat-tempat yang rusak,” “untuk mendirikan landasan-landasan dari banyak generasi” (Yesaya 58 : 12). Dan yang lebih menggembirakan lagi sekiranya ia sekarang akan mengetahui, bahwa masa bagi kembalinya kepada Allah dan kepada tanah airnya itu sesungguhnya sudah tiba!

Untuk menghindarkan sesuatu keragu-raguan dalam hubungan ini, maka Tuhan meneguhkan kembali Firman-Nya dengan mengatakan : “Karena seperti hujan dan salju turun dari langit dan tiada kembali ke sana, melainkan diairinya bumi dan dijadikannya ia berhasil dan menumbuhkan pohon, dan ia memberi biji-bijian kepada orang penabur dan roti kepada orang yang makan; demikian pun perihal Firman-Ku yang terbit dari pada mulut-Ku, Ia itu tiada akan kembali kepada-Ku dengan hampa, melainkan akan dilakukan-Nya barang yang Ku kehendaki dan Ia itu pun akan beruntung dalam segala sesuatu yang Ku suruhkan Dia. Karena dengan kesukaan kamu akan keluar dan dengan selamat juga kamu akan dipimpin; bahwa segala gunung dan lereng akan bertempik sorak dan menyanyi ramai-ramai di hadapan kamu, dan segala pohon kayu di padang pun akan bertepuk-tepuk tangan. Akan ganti pokok duri kelak bertumbuh pohon senobar dan akan ganti pokok onak kelak bertumbuh pohon murd, maka inilah bagi Tuhan akan suatu nama dan akan tanda yang kekal, yang tiada terhapuskan.” Yesaya 55 : 10 – 13. Kita pun hendaknya bertepuk tangan bahkan di waktu ini karena memiliki kesempatan besar ini untuk ikut dalam pekerjaan mulia ini, dan karena kesempatan istimewa untuk memberitakan berita-berita baik ini dan untuk dipanggil sebagai “Orang-orang yang memperbaiki celah pagar, Orang-orang yang memperbaiki lorong-lorong untuk didiami.’ Yesaya 58 : 12. Sesungguhnya inilah “berita-berita baik” tentang “perdamaian” yang diramalkan oleh Nabi Nahum itu. Nahum 1 : 15.

Apabila kerajaan Yehuda kembali diperdirikan, maka kelak genaplah kata-kata firman yang berbunyi:

Mikah 4 : 2:
“Maka banyak bangsa akan datang, dan mengatakan, Marilah, dan marilah kita naik ke bukit Tuhan, dan ke rumah Allah Yakub; maka Ia akan mengajarkan kepada kita segala jalan-Nya, dan kita akan berjalan dalam segala lorong-Nya, karena dari dalam Sion akan terbit hukum dan Firman Tuhan dari Yerusalem.”

“Bersorak-soraklah dan bersuka-sukaanlah, hai puteri Sion! Karena sesungguhnya Aku datang dan Aku akan tinggal di tengah-tengah kamu, demikianlah firman Tuhan. Maka banyak bangsa pada waktu itu akan digabungkan kepada Tuhan dan akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan tinggal di tengah-tengahmu, dan kamu akan mengetahui, bahwa Tuhan serwa sekalian alam telah mengutus Aku kepadamu. Maka Tuhan akan mengambil Yehuda bagian-Nya akan milik pusaka di tanah suci, dan akan memilih Yerusalem kembali. Berdiamlah kamu, hai segala manusia, dihadapan hadirat Tuhan ; karena sudah bangkit Ia dari dalam kediaman kesucian-Nya.” Zakharia 2 : 10 – 13.

“Maka segala orang Kapir akan datang kepada terangmu, dan segala raja kepada cahaya yang sudah terbit bagi kamu. Angkatlah matamu, lihatlah berkeliling; mereka itu sekalian berkerumun, mereka itu datang kepadamu, segala anakmu laki-laki datang dari jauh dan segala anakmu perempuan pun berjalan pada sisinya. Pada masa itu kamu akan melihat, dan mengalir bersama-sama, dan hatimu akan bimbang dan akan dibesarkan, sebab segala kelimpahan laut akan dibalikkan kepadamu, segala harta benda orang Kapir akan datang kepadamu. Bahwa kawanan onta akan menudungi muka tanahmu, yaitu onta-onta yang pantas dari Midian dan Hefah; maka dari Sheba pun datanglah sekaliannya sambil membawakan emas dan kemenyan, sambil memasyurkan kepujian Tuhan. Segala domba Kedar dikumpulkan kepadamu, segala domba jantan Nebayot akan melayanimu, sekalian itu naik ke atas medzbah-Ku, dipersembahkan dengan keridlaan hati; maka Aku akan memuliakan rumah kemuliaan-Ku. Siapakah mereka ini yang terbang bagaikan awan, dan seperti burung merpati kepada sarangnya? Sesungguhnya mereka yang di pulau-pulau itu akan menantikan Daku, dan seperti dahulu kapal-kapal Tarsis akan membawa anak-anakmu dari jauh, dan membawa sertanya akan emas dan peraknya kepada nama Tuhan Allahmu, dan kepada Yang Maha Suci orang Israel, sebab Ia telah mempermuliakan kamu. Maka anak-anak orang asing akan mendirikan pagar tembokmu, dan raja-raja mereka akan melayani kamu, karena oleh kehangatan murkaKu telah Ku palu engkau, tetapi oleh keridlaan-Ku sudah Ku kasihani engkau. Sebab itu segala pintu gerbangmu akan terbuka selalu, baik siang baik malam tiada ia itu ditutup, supaya dibawa masuk kepadamu akan bala tentara orang Kapir, dan supaya raja-raja mereka itu dapat dibawa. Karena bangsa dan kerajaan yang tiada mau takluk kepadamu akan binasa; sesungguhnya bangsa-bangsa itu akan dihapuskan sama sekali.” Yesaya 60 : 3 – 12.

Jelas, bahwa kita sudah sampai pada dinihari menjelang suatu hari yang baru, yaitu hari dalam mana pekerjaan Injil akan mencapai kemenangan dan akan memungut suatu hasil penuaian yang limpah dari orang-orang bertobat. Hampir seluruh bangsa-bangsa akan menggabungkan diri kepada “bukit Tuhan itu” selama hari Pehukuman itu, yaitu hari dalam mana akan “terbit hukum dari dalam Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem,” dari markas besar Injil yang akan datang itu.

Sebab itu masa itu adalah sudah dekat apabila untuk betul-betul pergi ke gereja, maka orang harus pergi ke Yerusalem, dan di sanalah diajarkan jalan Tuhan, dan demikianlah untuk berjalan di dalam lorong-lorong-Nya.

Mikah 4 : 3:
“Maka Ia akan mengadili di antara banyak bangsa, dan menghukum bangsa-bangsa besar yang jauh tempatnya; maka mereka itu akan menempa segala pedangnya menjadi penggali, dan segala tombaknya menjadi sabit; bahwa bangsa tiada akan menghunus pedang untuk melawan bangsa, dan tiada lagi mereka itu belajar berperang.”

Banyak bangsa akan dengan senang hati menerima tuduhan hukum-Nya, mereka menempa segala pedangnya menjadi penggali dan segala tombaknya menjadi sabit sebagai gantinya terus menerus maju dalam perlombaan senjata.

Menurut Mikah bangsa-bangsa yang akan melucuti senjata hanyalah mereka yang menyambut Kebenaran Tuhan bagi zaman ini dan pergi ke Tanah Perjanjian. Mereka tidak pernah lagi memerlukan baik pedang maupun tombak.

Mikah 4 : 4:
“Melainkan mereka akan duduk masing-masingnya di bawah pokok anggurnya dan di bawah pokok aranya; dan seorangpun tiada yang akan menakutkan mereka, karena mulut Tuhan serwa sekalian alam telah berfirman begitu.”

Bangsa-bangsa dan orang-orang pada waktu ini memiliki waktu yang sulit untuk sampai kepada “pokok ara” mereka, demikianlah misalnya, sungguhpun hanya untuk duduk dengan damai di bawahnya. Mereka adalah selalu takut kalau-kalau seseorang akan menghalau mereka dari tempat duduknya sungguhpun tidak di bawah sesuatu pohon pun. Akibatnya mereka akan mencoba untuk melindungi hak-haknya, ataupun melindungi bukan hak-haknya, dengan cara menempa segala “penggalinya menjadi pedang, dan segala sabitnya menjadi tombak-tombak.” Yoel 3 : 10. Dan dengan demikian mereka mengukur kekuatannya sendiri dengan persiapan-persiapan perangnya, sehingga bahkan yang lemah pun akan mengatakan, “Saya adalah perkasa.” Namun tidaklah demikian kelak halnya dengan bangsa-bangsa itu yang menggabungkan diri dengan umat dari Kerajaan Tuhan. Mereka tidak akan perlu berharap pada kekuatannya sendiri, karena mereka akan memperoleh perlindungan Tuhan. Masing-masingnya akan duduk dengan aman dan senang di bawah ”pokok aranya” sendiri, sambil menyadari bahwa tak seorangpun dapat mungkin mengusir mereka pergi dari bawahnya. Demikianlah begitu, karena “mulut Tuhan serwa sekalian alam telah mengucapkannya begitu.”

Mikah 4 : 5:
“Karena segala orang akan berjalan masing-masing dalam nama dewanya sendiri, maka kita akan berjalan di dalam nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.”

Orang-orang yang berada di luar Kerajaan sehingga Roh Allah tak dapat menginsyafkan mereka terhadap kesalahan-kesalahannya, akan terus berjalan dalam nama ilah-ilah palsu mereka. Tetapi orang-orang yang di dalam Kerajaan “akan berjalan dalam nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.”

Mikah 4 : 6, 7:
“Maka pada hari itu, demikianlah firman Tuhan, Aku akan menghimpunkan mana yang sesat, dan mengumpulkan mana yang terhalau, dan mereka yang telah kuduka citakan dahulu itu. Maka yang telah sesat itu akan kujadikan suatu yang sisa dan yang tercerai berai itu menjadi suatu bangsa besar, dan Tuhan akan memerintah atas mereka itu di Gunung Sion semenjak dari itu sampai selama-lamanya.”

Hari di mana umat Allah akan dikumpulkan dari seluruh bagian bumi lalu dibawa ke Sion adalah sudah dekat, dan Tuhan akan memerintah atas mereka itu semenjak itu sampai selama-lamanya.

Mikah 4 : 8:
“Maka engkau, hai menara dari kelompok, tempat pertahanan puteri Sion, kepadamulah Ia itu akan datang, yaitu pemerintahan yang dahulu; Kerajaan itu akan datang kepada puteri Yerusalem.”

“Menara dari kelompok, tempat pertahanan puteri Sion,” akan menjadi objek utama yang menarik di Yerusalem. Dan apakah fungsinya? Di masa dahulu menara-menara dibangun dengan tujuan untuk tempat melakukan pengawasan terhadap seluruh negeri, maka demikian pula “menara kelompok itu” tak dapat tiada adalah tahta yang di Sion, yaitu suatu lereng yang tinggi, tempat pertahanan Sion. Anda perhatikan, bahwa tempat pertahanan ini bukanlah kepunyaan i b u (bukan kepunyaan Sion kuno yang dahulu) melainkan kepunyaan puterinya (kepunyaan Sion contoh saingan).

Mikah 4 : 9, 10 :
“Maka sekarang mengapakah engkau menangis tersedu-sedu ? Tiadakah lagi ada raja di antara kamu? Sudah binasakah segala penghulumu, maka engkau kedatangan sakit seperti seorang perempuan yang hendak beranak? Rasailah sakit, hai puteri Sion, seperti seorang perempuan yang menyakiti hendak beranak, karena sekarang engkau harus pergi meninggalkan negeri, dan kamu harus tinggal di padang, dan kamu harus pergi juga sampai ke Babil. Maka di sanalah kamu akan dilepaskan, di sanalah Tuhan akan menebus kamu dari tangan segala musuhmu.”

Kedua ayat ini membawa kembali kita kepada masa pada waktu orang-orang setia dari Yehuda kuno yang dahulu menangis tersedu-sedu setelah mereka menyadari dirinya akan dicerai beraikan di antara seluruh bangsa-bangsa, namun nasehat yang membesarkan hati untuk berusaha dan menghasilkan anak-anak selagi masih di padang, dan janji yang menghiburkan tentang kelepasannya dari Babil contoh saingan, yang ditinggalkan kepadanya oleh para nabi, tetap ada bersama mereka sampai kepada hari ini. Sion, sidang, telah ditentukan untuk pergi ke seluruh bangsa-bangsa Kapir, untuk di sana memperlipatgandakan jumlah mereka, dan pada akhirnya akan dilepaskan. Pekabaran-pekabaran yang baik ini, yang kini tepat sebelum pengumpulan itu dimulai, Tuhan menghendaki agar kita memberitakannya di mana-mana, dengan mengatakan: “Dengarlah olehmu akan Firman Tuhan, hai kamu segala bangsa, dan nyatakanlah Firman itu kepada semua pulau yang jauh-jauh, dan mengatakan, Dia yang telah mencerai-beraikan Israel itu akan kembali menghimpunkannya, dan memeliharakannya, bagaikan seorang gembala berbuat bagi kawanan dombanya. Karena Tuhan telah menebus Yakub, dan telah menebus dia dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya. Sebab itu mereka itu akan datang dan menyanyi pada ketinggian Sion, dan mereka akan mengalir datang bersama-sama kepada kebaikan Tuhan, untuk gandum, dan air anggur, dan untuk minyak, dan untuk kawanan domba dan kawanan ternak yang muda-muda, maka jiwa mereka akan jadi bagaikan taman yang telah disirami, dan mereka tidak akan lagi bersusah hati.” Yeremiah 31 : 10 – 12.

Mikah 4 : 11, 12 :
“Sekarang juga banyak bangsa berkumpul melawan engkau, yang mengatakan, ‘Biarlah dia dinajiskan, dan biarlah mata kami memandang kepada Sion. Tetapi mereka tidak mengetahui akan kepikiran Tuhan, dan tiada mereka itu mengerti akan bicara-Nya, karena Ia akan menghimpunkan mereka bagaikan berkas-berkas gandum ke tempat pengiriknya.”

Mikah 4 : 13:
“Bangkitlah engkau dan iriklah, hai puteri Sion, karena Aku akan membuat tandukmu menjadi besi, dan Aku akan membuat kuku-kukumu menjadi tembaga, maka kamu akan menghancurkan banyak bangsa, dan Aku akan mempersembahkan keuntungan mereka itu dengan suci kepada Tuhan, dan segala harta bendanya kepada Tuhan seluruh bumi.”

Bukan puteri Yerusalem, melainkan puteri Sion yang akan melakukan pengirikan itu. Dan ia memperoleh janji tentang suatu tanduk besi — kuasa Ilahi, yaitu jenis yang tidak akan pecah. Lagi pula telah dijanjikan kepadanya kuku-kuku dari tembaga, yaitu suatu pekabaran istimewa dan terkenal dengan mana untuk membinasakan banyak bangsa; artinya, dengan pekabaran itu ia akan mengirik dan memilih-milih gandum dari pada lalang. “Kemudian aku tampak malaikat yang ketiga itu. Kata malaikat pengantarku, “adalah mengerikan pekerjaannya. Adalah menakutkan kedatangannya. Ialah malaikat yang akan memilih-milih gandum dari pada lalang, lalu memeteraikan, atau mengikat, segala gandum itu bagi lumbung sorga. Segala perkara ini hendaknya memenuhi seluruh ingatan, seluruh perhatian.” – Early Writings, p. 118.

“Karena, bahwasanya, Tuhan akan datang dengan api, dan dengan segala keretanya bagaikan puting-beliung, geram-Nya dinyatakan seperti bara api dan kehangatan murka-Nya seperti nyala api. Karena dengan api dan dengan pedang-Nya Tuhan akan nyatakan kepada semua manusia, maka besarlah kelak bilangan segala orang yang dibunuh oleh Tuhan.” Yesaya 66 : 15, 16. Inilah pemisahan yang pertama.

“Maka Aku akan menaruh suatu tanda alamat di antara mereka, dan Aku akan mengutus orang-orang yang luput dari antara mereka itu kepada segala bangsa, ke Tarsis, ke Pul, dan ke Lud, orang pemanah ke Tubal, dan ke Yawan, ke pulau-pulau yang jauh-jauh, yang belum mendengar nama-Ku dan yang belum melihat kemuliaan-Ku; maka mereka akan menyatakan kemuliaanKu di antara segala bangsa Kapir. Maka mereka akan menghantarkan segala saudaramu dari pada segala bangsa akan persembahan bagi Tuhan dengan mengendarai kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan unta berpelana, dan dengan kuda bagal dan kuda semberani, sampai ke bukit kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, seperti halnya bani Israel membawa korban dalam bejana-bejana yang bersih ke dalam rumah Tuhan.Yesaya 66 : 19, 20.

Orang-orang yang lolos dari pembunuhan Tuhan itu akan diutus kepada segala bangsa Kapir untuk disana memberitakan kepada mereka nama Tuhan dan kemuliaan-Nya, dan juga untuk menghantarkan semua saudaranya (semua yang dapat diselamatkan) ke rumah Tuhan. Dari sini saudara dapat jelas melihat, bahwa mereka yang lolos itu tak dapat tiada merupakan buah-buah pertama, 144.000 keturunan Yakub (Wahyu 14 : 4). Orang-orang yang dibawanya dari segala bangsa Kapir ke rumah Tuhan, tak dapat tiada, adalah buah-buah kedua (Wahyu 7 : 9), sehingga demikianlah jika terdapat yang pertama akan terdapat pula yang kedua. Akhirnya Saudara akan jelas melihat, bahwa dari pembersihan sidang mereka yang 144.000 itu akan lolos dan menjadi hamba-hamba Allah, yaitu mereka yang lagi tinggal itu, yaitu orang-orang yang akan menyelesaikan pekerjaan lnjil di seluruh dunia.

Sekarang untuk menyimpulkan semuanya, marilah kita melihat kembali titik-titik pelajaran yang amat istimewa sebagai berikut:

Pertama-tama kerajaan Yehuda sudah harus terlebih dulu dihancurkan — Sion ditenggala bagaikan sebuah ladang dan Yerusalem disusutkan menjadi timbunan-timbunan batu.

Kemudian di akhir zaman ia itu akan diperdirikan kembali, dan ditinggikan di atas segala kerajaan bangsa Kapir.

Ketiga, apabila sudah ia “berdiri” sedemikian itu, maka banyak bangsa akan datang kepadanya, dan bahkan mereka akan saling mengajak satu terhadap lainnya untuk pergi ke sana untuk diajarkan dari hal jalan-jalan Tuhan dan untuk berjalan dalam lorong-lorong-Nya. Ini akan jadi begitu, sebab “hukum akan terbit dari Sion, dan Firman Tuhan dari Yerusalem.”

Keempat, Tuhan akan mengadili dari Sion, dan dari sanalah Ia akan menegur kesalahan segala bangsa yang besar-besar yang jauh-jauh. Orang-orang yang menerima teguran-Nya akan menempa pedang-pedangnya menjadi tenggala, dan tombak-tombak-nya menjadi pacul. Bangsa-bangsa yang menggabungkan diri kepada Kerajaan Tuhan tidak akan pernah lagi mengangkat pedang melawan sesuatu bangsa, mereka juga tidak akan lagi belajar perang-perangan. Mereka tidak lagi memerlukan persenjataan, karena mereka akan dilindungi oleh sebuah “tembok api.” Zakharia 2 : 5. Setiap orang akan duduk di bawah pokok aranya sendiri, dan tak seorangpun akan membuat mereka itu takut, “karena Tuhan serwa sekalian alam telah mengucapkan begitu.”
 
Kelima, setiap orang dari mereka yang tidak pergi ke Yerusalem, dan mereka yang tidak melucuti senjatanya, kelak akan berjalan dalam nama ilah palsunya sendiri. Tetapi semua yang menggabungkan diri kepada kerajaan Yehuda akan berjalan dalam nama Tuhan Allah kita untuk selama-lamanya.

Keenam, Allah hendak menghimpunkan dan mengumpulkan umat-Nya, sidang — mereka yang sesat, dan mereka yang terhalau, dan mereka yang telah merasai susah. Ia akan membuat mereka menjadi suatu bangsa yang kuat “dan Tuhan akan memerintah atas mereka itu di Gunung Sion semenjak dari itu sampai selama-lamanya.”

Ketujuh, kepada Kerajaan ini akan datang bahkan pemerintahan yang pertama itu.

Penyelidikan pada sore hari ini menunjukkan bagaimana pengumpulan itu akan dipersiapkan dan bagaimana pekerjaan lnjil diselesaikan, dan bagaimana dunia yang jahat ini dibawa kepada ajalnya. Benar, rencana untuk menyelesaikan pekerjaan yang sedemikian ini bukanlah rencana kita, melainkan sudahlah tiba waktunya agar kita menyadari, bahwa semua rencana kita tidak pernah akan jadi dan semua itu tidak akan pernah menjadi rencana-rencana Tuhan. Lebih baik sekarang kita menyambut akan segala rencana-Nya jika kita ingin pergi ke Sion untuk berdiri disana bersama-sama dengan Anak Domba itu.

Fajar telah merekah membawakan suatu hari yang baru bagi kita, Saudara dan saudaraku. Dan sekaranglah, gantinya mengira, bahwa kita adalah kaya dan bertambah-tambah dalam kekayaan, tidak memerlukan apa-apa lagi, marilah kita melihat, bahwa diri kita memerlukan segala perkara. Tidakkah kita mau menyambut akan semua kekayaan ini (Kebenaran) yang sudah teruji di dalam api, dan semua pakaian kebenaran ini dengan mana untuk menutupi semua ketelanjangan kita? Tidakkah mau kita menggosokkan mata kita dengan minyak keemasan Kebenaran yang segar ini supaya dapat kita melihat dan mengetahui akan jalan, supaya kita dapat mencapai “pintu itu” pada waktunya? Tidak ada alasan untuk tetap tinggal merana, sengsara, miskin, buta, dan telanjang. Tuhan sedang menunggu di pintu hati kita, Ia ingin sekali mencurahkan berkat-Nya, untuk mengisi cawan sampai tumpah. Janganlah kiranya kita mengecewakan Dia dengan memaksakan Dia pergi melewati kita. Marilah sekarang kita melucuti senjata lalu mempersiapkan diri dengan tiada takut untuk duduk dengan damai di bawah “pohon ara” karunia Allah kita.

 

*****

 

 219 total,  2 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart