Renungan Doa Pembukaan
<< Go Back


AMARAN SEKARANG
JILID 1 No. 27

 

SEBUAH TONGKAT
YANG BERBICARA,
MENYERUKAN
REFORMASI DAN
MENIMBULKAN
PERTENTANGAN
BESAR

 

RENUNGAN DOA PEMBUKAAN

 

Saya akan membacakan dari buku The Mount of Blessing, halaman 184, paragraf yang terakhir:

“Sebelum anda merasa, bahwa anda dapat mengorbankan harga diri sendiri, dan bahkan mengorbankan nyawa untuk menyelamatkan seorang saudara yang bersalah, maka anda belum akan berhasil mengeluarkan balok itu dari dalam matamu, sehingga anda siap untuk menolong saudaramu. Kemudian baharulah anda dapat menghampirinya, dan menyentuh hatinya. Tak ada orang yang pernah dapat dinyatakan tidak bersalah setelah melakukan kesalahan, dengan cara dituduh-tuduh dan dicari-cari kesalahannya; melainkan justru banyak yang dengan demikian telah terhalau dari Kristus, dan telah terbawa untuk memeteraikan hati mereka melawan pengakuan bersalah. Suatu roh yang lemah lembut, suatu pembawaan diri yang baik dan menarik, mungkin dapat menyelamatkan orang yang bersalah dan menutupi sejumlah besar dosa. Kenyataan Kristus di dalam tabiatmu sendiri akan memiliki daya pengobahan terhadap semua orang dengan siapa anda berhubungan. Hendaklah setiap hari Kristus dinyatakan di dalam dirimu, maka Ia akan menyatakan daya kreasi firman-Nya melalui kamu, yaitu suatu pengaruh pendorong yang halus tetapi kuat untuk menghidupkan kembali jiwa-jiwa lain di dalam keindahan Tuhan Allah kita”.

Menurut penglihatan Ilham tak seorangpun dari kita adalah pantas untuk mencari menemukan kesalahan orang lain. Adakah anda mencatat apa yang kita baca? – Bahwa hanyalah apabila kita telah sampai pada tingkat bahwa kita rela mengorbankan nyawa kita bagi seorang saudara yang bersalah, maka baharulah kita pantas dan mampu untuk menolong orang lain memperbaiki kesalahan-kesalahan mereka.

Di bawah terang ini, apakah kiranya keperluan kita, Saudara Saudariku? Tidakkah kita hendak berdoa memohonkan pengalaman agar supaya Kristus dinyatakan di dalam kita; berdoa memohonkan pengalaman yang akan mempersiapkan kita untuk membantu orang-orang lain dan bukannya menghalangi mereka; berdoa untuk memperoleh suatu pengaruh Kebenaran yang halus dan mendorong dan kuat terhadap mereka ? Kemudian kelak kita akan mampu untuk mendekati mereka yang bersalah itu dengan bijaksana, mampu menyentuh hati mereka, dan menunjukkan kepada mereka kesalahan-kesalahannya. Hanya dengan begitulah mereka akan mendengarkan kita, tetapi bukan sebaliknya.

******

 238 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart