Di ambang pintu sebuah dunia baru dalam penglihatan dunia yang lama
<< Go Back


DI AMBANG PINTU
SEBUAH DUNIA BARU
DALAM PENGLlHATAN
DUNIA YANG LAMA

 

 
 

Oleh:

Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent

Hari Ketujuh
Sabat, 15 Pebruari 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

 

 

 

Sore hari ini kita akan mempelajari pasal yang ke tujuh dari buku Mikah. Pasal ini membawa perhatian kita kepada tiga pembagian waktu dalam mana tiga keadaan yang berbeda ditemukan di bumi. Keadaan yang pertama tercatat dalam empat ayat yang pertama; keadaan yang kedua tercatat dalam ayat-ayat 5 – 14; keadaan yang ketiga terdapat dalam ayat 15 dan seterusnya sampai kepada ayat terakhir dari pasal itu.

Sekarang marilah kita memulaikan penyelidikan kita terhadap ——

Mikah 7 : 1:
“Celakalah aku! Karena adalah halku bagaikan apabila sudah habis orang mengumpulkan hasil musim panas, bagaikan sudah habis orang memetik buah anggur yang terakhir; sebiji anggurpun tiada lagi untuk dimakan, sia-sia jiwaku merindukan buah yang masak pertama”.

Adalah sesuatu yang dipersamakan kepada suatu tahun musim buah sesudah hasilnya dikumpulkan. Apakah ini? Kita akan menemukan jawabannya pada bacaan berikut:

Mikah 7 : 2 – 6:
“Bahwa orang yang baik sudah hilang dari dalam negeri dan orang yang tulus hatinya tiada lagi di antara manusia; semuanya mengintai hendak menumpahkan darah, seorang mengejar akan seorang dan membentangkan jaring akan dia. Supaya mereka dapat berbuat jahat dengan kedua tangannya secara bersungguh-sungguh, bahwa penghulu minta hadiah dan hakimpun sengajakan upah, dan orang besar menyatakan labanya dengan tiada malu, semuanya itu minta makin lebih. Adapun yang terbaik di antara mereka itu, ia itu seperti duri juga adanya, dan yang dikatakan tulus hatinya itu, ia itu Iebih tajam dari pada pagar duri; bahwa hari segala penunggumu dan pehukumanmu datang; sekaranglah kelak menjadi kegemparan mereka. Jangan lagi percaya akan sahabat, jangan lagi menaruh harap pada penunjuk jalan; peliharakanlah lidahmu dari perempuan yang berbaring dalam ribaanmu”.

Sesudah orang benar diambil keluar dari dunia ini dan hanya orang jahat tertinggal di dalamnya, maka keadaannya digambarkan bagaikan suatu tahun musim buah yang telah habis dirampas hasilnya dan yang ketinggalan merana dan menakutkan karena di mana-mana jahat adanya. Peristiwa penyaringan ini terjadi pada hari Allah mendatangkan hukum atas semua pengawal-Nya; artinya, pada hari Pehukuman, pada hari Ia memisah-misahkan “gandum” dari pada lalang (Matius 13 : 30), ikan yang baik dari pada ikan yang jelek (Matius 13 : 47, 48) domba dari pada kambing (Matius 25 : 31 –  46).

Mikah 7 : 7 – 10:
“Oleh sebab itu, aku akan memandang kepada Tuhan, aku hendak menantikan Allah pohon selamatku, maka Allahku juga akan mendengarkan suaraku. Janganlah engkau bersuka cita akan halku, hai seteruku! Jikalau kiranya aku jatuh, maka aku akan bangun kembali, apabila aku duduk dalam kegelapan, maka Tuhan juga akan menjadi terangku. Adapun aku menanggung murka Tuhan, sebab aku sudah berbuat dosa melawan-Nya, maka ia itu sampai dipadukan-Nya perkaraku dilakukan-Nya hakku; bahwa Ia akan mengeluarkan daku kepada terang, dan akupun akan melihat Kebenaran-Nya. Maka ia itu akan dilihat oleh seteruku, laIu mukanya akan ketutupan maIu, ia yang sudah berkata kepadaku demikian, “Dimanakah sekarang Tuhan, AIIahmu? Bahwa mataku akan memandang kepadanya; kini ia akan diinjak-injak seperti lumpur di jalan-jalan raya”.

Ayat-ayat ini mengemukakan umat Allah yang setia, yaitu orang-orang kepada siapa nubuatan-nubuatan ini dibukakan bagaikan mempunyai musuh yang ditunjukkan dengan kata ganti “perempuan itu”. “Perempuan” ini mempertanyakan dan meragukan adanya kehadiran Allah di antara umat-Nya, ia mengejek-ejek mereka karena iman mereka itu.

Oleh karena nubuatan-nubuatan ini kini untuk pertama kalinya dikemukakan dan semua ini membentuk pekabaran dari jam itu, dan oleh karena atas kitalah telah dibebankan tugas untuk memberitakan pekabaran itu kepada jemaat, dan oleh karena ia adalah musuh kita seperti halnya gereja Yahudi memusuhi orang-orang Kristen di masa lalu, maka demikian inilah Ilham berdiri menjadi saksi melawannya, dan mengucapkan nasib hukumannya.

Maka akan jadi kelak, bahwa “orang-orang Kapir akan menyaksikan” kebenaran segala orang suci itu, dan segala raja akan menyaksikan kemuliaan mereka itu, maka mereka sebagai suatu umat “akan dipanggil dengan suatu nama yang baru, yang akan diucapkan oleh mulut Tuhan sendiri”. Yesaya 62 : 2.

Mikah 7 : 11, 12 :
“Bahwa pada hari segala pagar tembokmu akan diperdirikan, pada hari itu juga keputusan itu akan kelak disingkirkan jauh-jauh. Pada hari itu juga ia akan datang kepadamu dari Assiria dan dari negeri-negeri yang diperkokoh, dan dari perbentengan itu sampai ke sungai, dan dari laut sampai ke laut, dan dari gunung sampai ke gunung”. (Terjemahan yang Iebih tepat)

Oleh karena keputusan ini disingkirkan pada hari Kerajaan itu (sidang yang disucikan), dikembalikan, pada hari orang-orang suci diperkokoh, maka keputusan itu tidak berpengaruh apa-apa terhadap mereka. Ilham mengatakan, bahwa pada hari itu kelak akan ada suatu pengumpulan besar dari Assiria dan dari negeri-negeri yang kokoh, juga dari laut ke laut dan dari gunung ke gunung. Sebab itu pekabaran ini iaIah sebuah pekabaran yang mendahului penuaian bumi, hari Tuhan yang besar dan hebat itu, Pehukuman bagi orang Hidup, hari di mana semua perkara akan dikembalikan seperti semula, (Markus 9 : 12).

Mikah 7 : 13, 14 :
“Kendatilah, maka tanah ini akan binasa juga oleh karena orang penduduknya, ia itulah hasil perbuatan mereka itu. Gembalakanlah umatmu dengan tongkatmu, yaitu kawanan domba pusakamu, yang diam dalam hutan dengan sunyinya, di tengah-tengah Karmel; biarlah mereka makan rumput di Bashan dan Gilead seperti pada zaman dahulu”.

Sungguhpun sebelum semua janji-janji ini digenapi, Ilham menyatakan tanah itu akan binasa, penyebaran orang-orang itu akan lebih dulu terjadi.

Tongkat Allah ini tidak saja berbicara, tetapi Ia juga memberi makan. Dan apakah yang dapat diberikan-Nya kalau bukan “makanan pada waktunya”? Kalau bukan pekabaran dari hal jam itu? Firman menjelaskan, bahwa orang-orang itu adalah mereka yang tinggal secara terpencil di hutan-hutan, di tengah-tengah Karmel. Nubuatan mengenai hari dan jam ini menunjuk kepada pekabaran yang terkandung di dalam Tongkat itu, dan yang oleh Karmel dikeluarkan. Tidak ada lagi yang lain.

Mikah 7 : 15 :
“Seperti pada hari tatkala engkau keluar dari negeri Mesir Aku akan memperlihatkan kepadanya perkara-perkara ajaib”.

Kita memperoleh janji, bahwa pengalaman orang-orang suci itu akan sama dengan pengalaman pergerakan Israel keluar dari Mesir; artinya, sebagaimana mereka itu dihantarkan keluar dari Mesir oleh tangan Allah yang berkuasa, lalu dibawa dengan selamat sampai ke dalam tanah perjanjian, demikian pula kelak akan jadi di waktu ini.

“Maka akan jadi kelak pada hari itu, bahwa Tuhan akan kembali mengangkat tangan-Nya pada kedua kalinya untuk mendapatkan kembali umat-Nya yang lagi tinggal, dari Assiria, dan dari Mesir, dan dari Patros, dan dari Kush, dan dari Elam dan dari Shinar, dan dari Hamath, dan dari pulau-pulau yang di lautan. Maka Ia akan menegakkan suatu tanda alamat bagi segala bangsa, dan akan dihimpunkan-Nya segala orang Israel yang sudah terhaIau itu, dan mengumpulkan bersama semua orang Yehuda yang tercerai berai itu dari seluruh empat penjuru bumi”. Yesaya 11 : 11, 12.

Mikah 7 : 16 – 18:
“Bahwa segala bangsa akan menyaksikan dan malu oleh karena semua kekuatan mereka itu; mereka akan menutup mulutnya dengan tangan, dan telinganya akan menjadi tuli. Mereka akan menjilat duli seperti ular, mereka akan keluar dari lobang-lobangnya seperti cacing-cacing tanah; mereka akan gementar terhadap Tuhan Allah kita, dan mereka akan takut karena sebab Dikau. Siapakah Allah seperti Engkau, yang mengampuni kejahatan dan memaafkan pelanggaran dari milik pusaka-Nya yang lagi tinggal? Tiada ditahan-Nya murka-Nya untuk selamanya, karena berkenanlah Ia kepada kemurahan”.

“Maka pada masa itu dengki akan lalu dari pada Efraim dan cemburu akan dipadamkan di dalam Yehuda, sehingga Efraim tiada lagi dengki akan Yehuda dan Yehudapun tiada lagi mengusik akan Efraim dari sebab cemburunya. Melainkan keduanya bersama-sama akan menerkam bahu orang Filistin pada sebelah barat; dan membagi-bagi jarahan mereka itu pada sebelah timur; mereka akan menangkap Edom dan Moab, dan segala bani Amonpun akan takluk kepadanya. Maka Tuhan akan selengkapnya membinasakan teluk laut Mesir, dan dengan angin-Nya yang dahsyat akan digoncangkan-Nya tangan-Nya pada sungai itu, dan akan dipalu-Nya sungai itu menjadi tujuh aliran, dan memungkinkan orang berjalan melewatinya dengan kekeringan”. Yesaya 11 : 13 – 15.

Sebesar-besarnya kelak hari Tuhan bagi semua orang setia, sedemikian pula kelak mengerikan keadaannya bagi orang-orang yang tidak setia.

Mikah 7 : 19:
“Bahwa Ia akan kembali, Ia akan mengasihani kami; Ia akan menutupi segala kesalahan kami; dan segala dosa mereka itu akan Kau campakkan ke dalam tubir laut”.

Sungguh mulia adanya Allah kita! Tidak dipertahankan-Nya murka-Nya. Ia menyukai kemurahan. Tidak diingat-Nya akan dosa-dosa segala orang yang bertobat, semua itu dicampakkan-Nya jauh-jauh sehingga tidak akan ditemui lagi.

Mikah 7 : 20:
”Bahwa Engkau akan meneguhkan Kebenaran kepada Yakub, dan kemurahan kepada Ibrahim, yang telah Kau janjikan dengan sumpah kepada nenek moyang kami semenjak dari zaman dahulu kala”.

Ilham menegaskan kembali semua janji-janji Allah. Semua itu tidak akan gagal. Semua nubuatan-Nya adalah pasti. Kita berada pada ambang pintu dari sebuah dunia baru dalam penglihatan dunia yang lama – tak lama lagi kelak tidak akan ada lagi dosa. “Itulah sebabnya mereka itu ada di hadapan tahta Allah, dan melayani Dia siang dan malam di dalam kaabah-Nya; maka Ia yang duduk pada tahta itu akan tinggal di antara mereka itu. Tiada mereka itu akan lapar atau dahaga lagi; dan tiada lagi mereka itu dipukul oleh panas matahari atau barang sesuatu yang hangat. Karena Anak Domba yang di tengah-tengah tahta itu akan memberi makan mereka, dan akan menggembalakan mereka kepada semua mata air hidup; maka Allah akan menyapukan segala air mata dari mata mereka”. Wahyu 7 : 15 – 17.

Bahkan pada waktu ini, Tuhan berfirman, “Hai Yerusalem, Aku sudah menaruh beberapa orang pengawal di atas pagar tembokmu, supaya jangan mereka itu menahankan suaranya baik siang ataupun malam; kamu yang menyebutkan nama Tuhan janganlah berdiam diri, dan janganlah berhenti dari pada memberikan kepada-Nya sampai kelak diperdirikan-Nya dan dijadikan-Nya Yerusalem suatu kepujian di atas bumi.

“Bahwa Tuhan sudah bersumpah demi tangan kanan-Nya dan demi lengan kekuasaan-Nya; Bahwasanya dari pada sekarang ini tiada lagi Aku memberikan gandummu kepada segala musuhmu akan makanannya, dan tiada lagi anak-anak lelaki orang asing akan minum air anggurmu untuk mana kamu telah berlelah.

“Melainkan mereka yang mengumpulkan dia, ia itu juga akan memakannya serta memuji-muji Tuhan, dan mereka yang menghimpunkannya, ia itu juga akan minum dia di dalam pagar halaman tempat kesucian-Ku. Keluarlah, keluarlah dari pada pintu-pintu gerbang, sediakanlah jalan bagi semua umat, tambaklah, tambaklah jalan raya, lalukanlah semua batu, dan dirikanlah suatu alamat bagi umat itu.

“Bahwasanya, Tuhan telah memberitakan sampai kepada hujung dunia, Katakanlah olehmu kepada puteri Sion, bahwasanya selamatmu ada datang; bahwasanya, upah-Nya adalah sertaNya, dan kerja-Nya adalah dihadapan-Nya. Maka akan dinamai orang akan mereka itu, Umat yang suci, Umat tebusan Tuhan; dan kamu akan dinamai Yang kekasih, sebuah negeri yang tidak ditinggalkan”. Yesaya 62 : 6 – 12.

Sesungguhnya kita telah berada pada ambang pintu dari dunia baru itu dalam penglihatan dunia yang lama. Hendaklah kiranya perbuatan dan iman kita pada waktu ini dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Tuhan yang amat mendebarkan semenjak permulaan dunia:

“Bahwasanya Aku akan menyuruhkan utusan-Ku, dan ia akan menyediakan jalan di hadapan-Ku; dan Tuhan, Yang kamu cari itu, akan tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian, yang kamu sukai itu; bahwasanya, ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam.

“Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatanganNya? Dan siapakah yang dapat tahan berdiri apabila kelihatanlah Ia? Karena Ia adalah bagaikan suatu api pandai emas, dan seperti sabun binara; maka Ia akan duduk bagaikan seorang pembersih perak, dan Ia akan menyucikan semua bani Lewi, dan membersihkan mereka itu bagaikan emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran.

“Kemudian kelak persembahan Yehuda dan Yerusalem akan berkenan kepada Tuhan, seperti di masa lalu, dan seperti di tahun-tahun yang dahulu-dahulu. Dan Aku akan datang hampir kepadamu hendak berhukum; dan dengan segera Aku akan menjadi saksi melawan semua tukang sulap, dan melawan semua orang yang berbuat zinah, dan melawan semua orang yang bersumpah palsu, dan melawan orang-orang yang menindas orang-orang upahan oleh pembayaran-pembayaran upahnya, orang-orang yang menindas janda-janda, dan anak-anak piatu, dan yang mengesampingkan orang asing dari pada hak-haknya, dan yang tiada takut akan Daku, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Karena Akulah Tuhan, Aku tidak berubah; oleh sebab itu, maka kamu bani Yakub tidak ditumpas”, Maleakhi 3 : 1 – 6.

 

*****

 

 235 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart