Naskah untuk berdoa
<< Go Back


A M A R A N  S E K A R A N G

JILID 1 No. 29

 

SEBUAH KERAJAAN
YANG TERLINDAS,
BANGKIT MENJADI
MULIA DAN
BERBAHAGIA

 

NASKAH UNTUK BERDOA

 

Saya akan membaca pada buku The Mount of Blessing, halaman 187, paragraf yang kedua. Paragraf ini dilandasi dengan kata-kata firman yang berbunyi: ”Pinta, maka ia itu akan diberikan kepadamu; cari, maka engkau akan dapat; ketoklah, maka ia itu akan dibukakan kepadamu”.

Mount of Blessing, p. 187:
“Tuhan tidak menentukan secara terperinci berbagai persyaratan terkecuali supaya engkau berlapar akan kemurahan-Nya, merindukan nasehat-Nya, dan mengharapkan kasih-Nya. “Pintalah”, Meminta membuktikan, bahwa anda menyadari akan kebutuhan anda; maka jika anda memohon dalam iman, anda akan menerima …… Apabila anda memohonkan berkat-berkat yang anda perlukan, supaya anda dapat menyempurnakan suatu tabiat yang sama dengan tabiat Kristus, maka Tuhan menjaminkan kepada anda, bahwa anda sedang memohon sesuai dengan suatu janji yang akan dipertimbangkan. Bahwa anda merasa dan mengetahui anda adalah seorang berdosa, adalah merupakan landasan yang cukup untuk memohonkan kemurahan dan kasihan-Nya. Persyaratan untuk dapat anda datang kepada Allah bukanlah, bahwa anda harus menjadi suci, melainkan bahwa anda merindukan Dia untuk menyucikan anda daripada semua dosa, dan membersihkan anda daripada semua kejahatan. Argumentasi yang menyatakan agar kita dapat memohon sekarang dan selamanya adalah kebutuhan kita yang besar, keadaan kita yang sepenuhnya tak kuasa, sehingga membuat Dia dan kuasa penebusan-Nya itu sesuatu yang diperlukan.” 

Betapa terjaminnya janji yang tiga kali diulangi ini bagi kita orang-orang berdosa. Tuhan tidak menyajikan persyaratan-persyaratan yang sulit dan sukar untuk dipenuhi. Ia hanya mengatakan, “Pintalah”. Dengan memohonkan berkat-berkat yang kita perlukan untuk menyempurnakan tabiat-tabiat kita dalam Kristus, kita menyatakan kerinduan kita terhadap nasehat-Nya dan pertolongan-Nya, dengan begitu kita membuktikan bahwa kita betul-betul menginsyafi akan ketidak mampuan kita tanpa pertolonganNya. Apabila kita melakukan ini, maka kita tidak perlu takut bahwa Tuhan akan melalaikan kita. Sesungguh-sungguhnya tidak, karena Ia adalah orang yang teguh pada kata-kata-Nya.

Mengingat akan hal ini, maka apakah yang akan kita doakan pada sore hari ini? Cukuplah agar kita boleh menginsyafi akan semua keperluan kita, agar kita boleh merindukan untuk disucikan dari semua dosa, dan agar supaya kita boleh memohon dalam iman, sambil meyakini bahwa kita kelak akan menerima.

 

*****

 

 

 202 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart