<< Go Back
TUJUH ORANG WANITA
BERPEGANG PADA
SEORANG LAKI-LAKI
Oleh:
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 1 Maret 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
Hari ini kita akan melanjutkan penyelidikan kita terhadap buku Yesaya, dimulai dengan ayat pertama dari pasal yang keempat,
Yesaya 4 : 1 :
“Maka pada hari itu tujuh orang perempuan akan berpegang pada seorang laki-laki, serta katanya: Kami akan makan rejeki kami sendiri, dan berpakaikan pakaian kami sendiri, hanya saja biarlah kami dipanggil dengan nama-Mu, untuk menyingkirkan kecelaan kami”.
Yang pertama sekali perlu kita ketahui ialah waktu yang ditunjukkan dengan sebutan “pada hari itu”. Kata-kata pendahulu yang mendahului kata-kata “hari itu” dijumpai dalam ayat-ayat 13 dan 14 dari pasal sebelumnya dari mana pasal ke-empat ini merupakan kelanjutannya. Ayat-ayat ini menunjukkan, bahwa “hari itu” adalah Hari Pehukuman, yaitu hari dalam mana tempat suci (sidang) disucikan – hari penuaian. Jadi, dengan menunjuk kepada hari dalam mana kita sekarang hidup, kepada hari Pehukuman itu, maka kata-kata firman secara simbolis menyatakan, bahwa semua (untuk itu ditunjukkan oleh angka bilangan Alkitab “tujuh”) sidang telah tiba pada tempat di mana oleh perbuatan-perbuatan mereka, mereka sesungguhnya sedang mengatakan kepada Tuhan: “Kami tidak membutuhkan apa-apa dari pada-Mu terkecuali hanya nama-Mu. Hanya saja biarlah kami dipanggil umat Kristen, semua inilah yang kami perlukan dari padaMu. Kami memerlukan nama-Mu, sebab ia itu menyingkirkan semua kecelaan kami; artinya, jika kami disebut umat Kristen, maka apa yang kami perbuat ia itu dapat dipersalahkan kepada-Mu, Engkau memikul tanggung jawab untuk itu”.
Jadi, dunia telah mencapai hari itu apabila untuk menyelamatkan Sidang Allah pada akhirnya terpaksa melakukan sesuatu yang sama besar dan sama perubahannya seperti yang telah ditimbulkan oleh Kedatangan Kristus yang pertama dahulu. Maka bagaimanakah mungkin kejadiannya? – Ayat-ayat yang sisa dari pasal ini akan memberikan jawabannya.
Yesaya 4 : 2:
“Pada hari itu (apabila tujuh orang perempuan berpegang pada seorang laki-laki) Tunas Tuhan akan kelak menjadi indah dan mulia, dan hasil tanah akan menjadi indah dan menarik bagi mereka yang telah luput dari Israel”.
Ayat ini menunjukkan, bahwa masa itu kini telah masak bagi perubahan segera yang mulia terhadap sidang maupun terhadap dunia. Hendaklah kita ingat, bahwa sejarah terus berulang dan bahwa suatu hari yang berawan gelap selalu diikuti oleh suatu hari yang cerah. Demikianlah kemurtadan yang besar ini akan diikuti bukan oleh kekacauan, melainkan oleh pembangunan dan reformasi yang gilang gemilang, oleh kemuliaan dan kebahagiaan bagi semua orang suci yang luput dari pembalasan sesuatu Allah yang besar. Orang-orang setia akan memetik hasil suatu penuaian jiwa-jiwa seperti yang dilakukan oleh para Rasul pada hari Pantekosta dan sesudahnya.
“Bahwasanya hari-hari itu datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan membangkitkan bagi Daud sesuatu Pucuk yang adil, maka seorang Raja akan memerintah dan selamat sentausa, maka Ia akan melaksanakan hukum dan keadilan di bumi. Pada zamannya (di dalam sejarah Kristen) Yehuda akan diselamatkan, dan Israel akan hidup dengan sentausa: dan inilah nama-Nya dengan mana Ia akan dipanggil, TUHAN KEBENARAN KITA”. Yeremiah 23 : 5, 6.
Oleh sebab itu pekabaran inilah yang disebut pekabaran dari hal “Pembenaran Oleh lman” bagi mereka yang percaya. Pada hari “pucuk yang benar” itu dibangkitkan, Yehuda dan Israel akan diselamatkan, dan mereka akan tinggal dengan selamat sentausa. Ya, hari itu adalah di sini apabila pembalasan Allah akan jatuh keatas semua musuh-Nya, maka kerajaan-kerajaan Yehuda dan Israel yang pernah dipijak-pijak itu akan bangkit mencapai kejayaan dan berkuasa. “Oleh sebab itu, tengoklah, hari-hari itu akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa mereka itu tidak lagi akan mengatakan, Demi Tuhan yang hidup, yang telah menghantarkan keluar bani Israel dari negeri Mesir; melainkan, Demi Tuhan yang hidup, yang telah membawa dan yang telah memimpin benih dari isi rumah Israel keluar dari negeri Utara, dan dari segala negeri ke mana sudah Ku halaukan mereka itu; maka mereka akan duduk di dalam negerinya sendiri”. Yeremiah 23 : 7, 8.
Jelas inilah penuaian bumi yang terakhir, yaitu pengumpulan umat dari semua negeri. ltulah hari dalam mana akan dinyanyikan nyanyian Musa dan anak Domba itu. Inilah yang merupakan Pergerakan Exodus yang kedua dan yang terakhir itu. Demikian besar kelak keadaannya, sehingga ia itu akan melampaui Pergerakan di masanya Musa. Sebab itu, adakah kita menyadari, bahwa kita sekarang berada pada ambang pintu sesuatu hari yang baru? – suatu hari besar bagi orang-orang setia dan suatu hari yang mengerikan bagi mereka yang tidak setia?
Yesaya 4 : 3:
”Maka akan jadi kelak, bahwa orang yang lagi tinggal di Sion dan orang yang ketinggalan di Yerusalem, akan disebut suci, yaitu setiap orang yang tercatat namanya di antara orang-orang hidup yang di Yerusalem”.
Ayat ini menunjukkan dengan jelas, bahwa sementara tak seorangpun dari pada orang-orang jahat yang di dalam sidang akan lolos hidup dari penyucian itu, juga tak seorangpun dari pada orang-orang benar akan binasa. Benar, semua orang yang lagi tinggal akan disebut suci, dan mereka akan menikmati bahkan kesentausaan yang lebih besar lagi dari pada yang dialami umatNya yang dahulu pada waktu mereka itu meninggalkan Mesir.
“Bahwasanya, ……… Tuhan, Yang kamu cari itu; akan secara tiba-tiba datang ke kaabah-Nya, yaitu utusan perjanjian itu, yang kamu senangi: tengoklah, ia akan datang, demikianlah firman Tuhan serwa sekalian alam. Tetapi siapakah yang dapat tahan berdiri pada hari kedatangannya? dan siapakah yang akan berdiri apabila kelihatanlah ia? karena ia adalah bagaikan api pandai emas, dan bagaikan sabun binara: maka ia akan duduk bagaikan seorang pembersih dan pencuci perak: maka ia akan menyucikan bani Lewi, dan membersihkan mereka itu seperti emas dan perak, supaya mereka dapat mempersembahkan kepada Tuhan suatu persembahan dalam kebenaran”. Maleakhi 3 : 1 – 3.
Yesaya 4 : 4 – 6:
“Apabila Tuhan sudah membasuhkan anak-anak perempuan Sion dari pada kotornya, dan sudah membuang segala hutang darah orang isi Yerusalem dari tengah-tengahnya oleh Roh hukum dan oleh Roh pembakaran. Pada masa itu akan dijadikan Tuhan sebuah awan berasap pada siang hari dan suatu cahaya api yang bernyala-nyala pada malam hari di atas tiap-tiap tempat tinggal di bukit Sion, dan di atas semua perhimpunannya, karena atas segala sesuatu kemuliaan akan menjadi sebuah tudungan. Maka pada masa itu akan ada sebuah pondok akan naungan dari pada panas siang hari dan akan perlindungan dari pada angin ribut dan hujan”.
”Karena Aku, demikianlah firman Tuhan, akan jadi baginya sebuah tembok api berkeliling, dan akan menjadi kemuliaan di tengah-tengahnya”. Zakharia 2 : 5.
Setiap orang yang mengenal Alkitab dapat melihat, bahwa semua peristiwa ini akan jadi sebelum masa seribu tahun itu. Demikianlah, bahwa kemurtadan yang ada sekarang akan menghasilkan “Tunas Tuhan yang penuh buah”; bahwa orang-orang jahat yang ada di antara umat Allah akan dikeluarkan dari perjalanan, dan orang-orang setia, yaitu mereka yang luput itu, akan menjadi hamba-hamba Allah lalu memetik suatu penuaian jiwa-jiwa, dari pada “yang sedemikian yang akan diselamatkan”, bahwa hari pembalasan itu sudah sampai di ambang pintu; bahwa orang-orang setia-Nya akan dibangkitkan kepada kemuliaan dan kuasa; bahwa kebesaran dan kemuliaan dari pergerakan itu akan menimbulkan keajaiban-keajaiban dari Pergerakan Exodus itu dan dari hal sidang Kristen yang mula-mula itu akan layu menjadi tak berarti.
Saudara, “Saudariku, sudahkah anda bersedia untuk tahan pada hari kedatangan-Nya? Adakah kelak hari itu bagimu suatu hari besar dan mulia, ataukah ia itu akan menjadi suatu hari yang mengerikan bagimu? Maukah anda mendapatkan dirimu pada sebelah kanan-Nya, ataukah pada sebelah kiri-Nya? Dapatkah ia itu dikatakan kepadamu kelak “Marilah, kamu yang diberkati oleh Bapaku, pusakailah Kerajaan yang telah disediakan bagimu semenjak dari permulaan dunia, ataukah akan dikatakan kepadamu kelak, “Lalulah kamu dari pada-Ku, hai terkutuk, masuklah ke dalam api, yang telah dipersiapkan bagi Setan dan malaikat-malaikatnya”? Dapatkah pakaianmu lolos melewati pemeriksaanNya, ataukah anda akan mendapatkan dirimu terbuang ke dalam kegelapan diluar, di sana akan ada keretak gigi?
Semua inilah pertanyaan-pertanyaan yang serius yang masing-masing kita pada waktu ini harus menjawab kepada dirinya sendiri. Jika kita tidak menjawabnya sekarang, maka kita akan harus menjawab secara berdiri membisu di hadapan suatu Allah yang murka. Kiranya masing-masing kita mampu pada hari itu untuk mengatakan “Bahwasanya, inilah Allah kita; kita sudah menantikan Dia, maka Ia akan menyelamatkan kita : inilah Tuhan; kita sudah menanti-nantikan Dia, kita akan tamasya dan bersukacita dalam keselamatan-Nya”. Yesaya 25 : 9.
195 total, 1 views today


