<< Go Back
HASIL RAMPASAN
SI PERAMPAS
DIRAMPAS OLEH
YANG PINCANG
DAN LEMAH
Oleh:
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent
Sabat, 29 Maret 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
Pokok pembicaraan ini terdapat di dalam Yesaya pasal 33. Kita akan memulaikan penyelidikan dengan,
Yesaya 33 : 1 :
“Celakalah engkau, hai perusak yang tidak dirusak sendiri, dan engkau hai penggarong yang tidak digarong sendiri. Apabila engkau selesai merusak, engkau sendiri akan dirusak; apabila engkau habis menggarong, engkau sendiri akan digarong.”
Dengan mempertimbangkan akan apa yang menyusul di dalam pasal ini serta di dalam dua pasal berikutnya (karena pasal 34 dan pasal 35 adalah sebagian dari pokok masalah yang terdapat di dalam pasal 33), maka jelaslah bahwa “celaka” itu diucapkan terhadap dia, yaitu sidang yang ada sebelum “hari Tuhan yang besar dan hebat itu,” yaitu saat mana orang-orang berdosa di Sion binasa, saat mana orang-orang yang bertobat memperoleh upah mereka, – “hari pembalasan Tuhan, dan tahun bagi pengganjaran semua perkara Sion.” Yesaya 34 : 8.
Khusus kepada sidang ditunjukkan melalui kenyataan, bahwa tidak seperti halnya Sidang Wasiat Lama, ia telah merampas membinasakan tetapi ia sendiri tidak dirampas dibinasakan; bahwa ia telah bertindak dengan khianat tetapi ia sendiri tidak ditindak sedemikian itu. Tetapi Ilham selanjutnya meramalkan suatu kebalikan dari pada keadaan ini sebagai berikut: Sidang akan dirampas dibinasakan dan akan ditindak dengan khianat. Tetapi orang-orang setianya yang terdapat di tengah-tengahnya akan memperoleh kemurahan, sebab mereka memohon sebagai berikut:
Yesaya 33 : 2 :
“Ya Tuhan, kasihankanlah kami; kami telah menanti-nantikan Dikau. Lindungilah mereka setiap pagi dengan tanganMu, dan peliharakanlah kami pada masa kesusahan”.
Ayat ini menunjukkan, bahwa sementara pemberitahuan celaka itu (ayat 1) disampaikan, maka pada masa yang sama suatu reformasi yang kuat akan terjadi di antara umat penyelidik Kebenaran Allah. Mereka sedang berdoa, bukan hanya bagi dirinya saja, melainkan juga bagi saudara-saudara mereka. Mereka sepenuhnya menyadari bahwa mereka sedang mendekati masa kesusahan itu, dan harapan mereka terletak pada kenyataan, bahwa mereka telah menunggui Tuhan. Kuasa Allah akan dirasakan di seIuruh bumi.
Yesaya 33 : 3 :
“Oleh bunyi gemuruh berlari-larilah bangsa itu; oleh bangkit berdiri Engkau segala bangsa tercerai berailah.”
Ayat ini menyatakan, bahwa bilamana Allah menyatakan kuasa-Nya di antara umat-Nya, maka dunia akan merasakan akibat-akibatnya.
Yesaya 33 : 4 :
“Maka semua rampasanmu akan dikumpulkan bagaikan pengumpulan makanan oleh belalang-belalang pelahap, mereka menyerbunya seperti serbuan kawanan belalang.”
Barang-barang rampasan yang didapat oleh sidang itu, Ia kumpulkan bagaikan pengumpulan oleh belalang-belalang pelahap. Kemudian akan dikatakan,
Yesaya 33 : 5 :
“Tuhan, ditinggikan, karena Ia bersemayam pada tempat yang tinggi: Ia telah memenuhi Sion dengan keadilan dan kebenaran.”
Apabila semua perkara ini jadi, maka Sion (sidang yang sudah disucikan) akan dipenuhi dengan keadilan dan kebenaran. Lagi pula, bahwa umat Allah yang setia akan memiliki jaminan berikut ini,
Yesaya 33 : 6 :
“Maka hikmat dan pengetahuan akan menjadi kepastian segala masamu dan kekuatan selamatmu: takut akan Tuhan ialah perbendaharaan-Nya.”
Tetapi dari hal orang-orang kuat mereka yang tidak bertobat Ilham menyatakan:
Yesaya 33 : 7 :
“Bahwasanya segala orang sombong mereka itu akan berseru-seru di luar: semua utusan damai akan meratap tersedu-sedu.”
Di sini kita saksikan, bahwa orang-orang yang memberitakan damai sebagai gantinya hari Allah itu, akan “meratap tersedu-sedu.”
Yesaya 33 : 8 :
“Segala jaIan raya menjadi sunyi, seorang pejaIan pun tiada laIu dari pada jaIan itu : sudah dirombaknya perjanjian, sudah diremehkannya semua negeri, tiada lagi diindahkannya seorang manusiapun.”
Dalam bahasa hari ini ayat ini akan berbunyi sebagai berikut: Rute-rute perjaIanan penginjilan telah menjadi sunyi; penginjilan itu sendiri berhenti; ia telah melanggar ikatan perjanjiannya; ia telah meremehkan semua negeri; ia tidak menghargai seorangpun.
Yesaya 33 : 9 :
“Bumi berkabung dan merana : Lebanon telah menjadi malu dan mati rebah : Sharon sudah seperti padang belantara; dan Bashan dan Karmel luruh semua buahnya.”
Semua kata benda dalam ayat ini merupakan lambang yang mengandung arti yang dalam, dan masa kegenapannya masih jauh di depan; kita belum siap untuk memberikan sesuatu komentarnya.
Yesaya 33 : 10:
“Sekarang Aku akan bangkit berdiri, demikianlah firman Tuhan; sekarang Aku akan ditinggikan; sekarang Aku hendak mengangkat diri-Ku sendiri.”
Pada masa semua keadaan yang digambarkan di sini menjadi kenyataan, maka kelak Tuhan akan bangkit dan ditinggikan dan diangkat-angkat. Tetapi bagi mereka yang bersalah Ia amarkan,
Yesaya 33 : 11 :
“Kamu akan mengandung merang, kamu akan memperanakkan jerami : napasmu seperti api akan makan habis dirimu.”
Kembali kepada orang-orang berdosa dan orang-orang munafik di antara umat-Nya, terhadap siapa celaka dari ayat satu telah diucapkan dengan sungguh-sungguh, Allah menyatakan bahwa hasil dari semua perbuatannya akan merupakan merang dan jerami, sehingga napasnya sendiri akan menelan mereka seolah-olah itu api adanya. Lagi pula dari hal pengikut-pengikut mereka Ia tambahkan:
Yesaya 33 : 12 :
“Maka orang banyak itu akan jadi seperti pembakaran kapur : seperti duri-duri yang ditebas mereka itu akan dibakar di dalam api.
Oleh memulaikan pekerjaan penyucian-Nya di Sion, Ia menyatakan:
Yesaya 33 : 13, 14:
“Dengarlah oIehmu, hai kamu yang jauh, apa yang telah Ku perbuat; dan kamu yang dekat, akuilah olehmu akan kuasa-Ku. Bahwa takutlah segala orang berdosa di Sion; kegentaran berlaku atas semua orang munafik. Siapa gerangan di antara kita akan duduk bersama-sama dengan api yang memakan habis? Siapa gerangan di antara kita yang akan duduk bersama-sama dengan nyala api yang kekal selamanya?”
Apabila Hakim yang adil bangkit untuk menampi orang banyak itu, maka orang-orang munafik tidak akan menyombongkan diri, bahwa mereka “adalah orang-orang Kristen yang baik sama seperti lainnya.” Mereka juga tidak akan lagi berkata, “Kami tidak lagi memerlukan Kebenaran.” Sebaliknya, ketakutan dan kekejutan akan menimpa mereka. Pertanyaan yang terbesar dan yang sangat terhormat pada waktu itu kelak ialah, “Siapakah di antara kita akan dapat duduk bersama-sama dengan api yang memakan habis? Siapakah di antara kita akan duduk bersama-sama dengan nyala api yang kekal selamanya?” Maka di sinilah keseluruhan jawaban itu.
Yesaya 33 : 15 – 17:
“Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya supaya jangan melihat kejahatan; ia akan tinggal pada tempat-tempat yang tinggi: tempat berlindungnya ialah kubu di atas bukit batu: roti akan diberikan kepadanya; airnya akan tersedia. Matamu akan memandang Raja di dalam kemuliaan-Nya: mereka akan memandang negeri yang terbentang jauh.”
Setelah pernyataan tentang pengawasan lIahi serta pemandangan yang indah, kepada mereka selanjutnya diceriterakan bahwa,
Yesaya 33 : 18 :
“Dalam hatimu engkau akan memikir-mikirkan kengerian. Dimanakah juru tulis, dimanakah orang yang memungut bea, di manakah dia yang menghitung segala menara ?”
Betul-betul mengerikan kenyataan itu bahwa orang-orang yang didapati tanpa pakaian kawin (di antara siapa terdapat orang-orang yang menduduki jabatan-jabatan tertinggi gereja, sekretaris dan bendahara) tercampak keluar menangis dan menggeretak giginya. Tetapi mereka yang sisanya, yaitu orang-orang yang tertinggal akan ditinggikan. Kepada mereka Tuhan mengatakan:
Yesaya 33 : 19 :
“Tidak lagi akan kau Iihat suatu bangsa yang bengis, suatu bangsa yang amat dalam bahasanya, sehingga tidak dapat dipahami, dan yang berlidah gagap, sehingga tak seorangpun mengerti.”
Para tamu yang melewati pemeriksaan Tuan itu sesungguhnya akan dijadikan orang besar. Apakah mereka itu orang-orang yang berbahasa sangat dalam, ataukah mereka itu orang-orang yang berlidah gagap, tak seorangpun yang akan lebih besar dari mereka. Mata segala orang yang setia itu selanjutnya diarahkan kepada kota Allah:
Yesaya 33 : 20 :
“Pandanglah akan Sion, kota pertemuan raya kita, Matamu akan memandang Yerusalem suatu tempat kediaman yang tenteram, sebuah kemah yang tidak terpindahkan, yang pasaknya sampai kekal tiada tercabut, dan tali-taIinya pun tiada akan putus.”
Sesudah para pengacau disingkirkan, maka kemudian umat Allah akan tampak berdiri teguh dan pasti, berdiri dengan tidak sedikitpun kemungkinan untuk dapat diganggu. Maka orang-orang suci akan penuh dengan kegembiraan. Bahkan pada waktu inilah mereka mengatakan:
Yesaya 33 : 21, 22 :
“Melainkan di sana Tuhan yang mulia itu akan menjadi bagi kami suatu tempat yang penuh sungai-sungai dan aliran-aliran air yang lebar; sebuah perahu berdayungpun tiada dapat menyeberangi dia dan sebuah kapal besarpun tiada dapat melaluinya. Karena Ia adalah hakim kita, Tuhan adalah pemberi hukum kita, Tuhan adalah raja kita; Ia akan menyelamatkan kita.”
Segala perkara ini akan menjadi milik kita jika kita betul-betul setia sampai kepada kesudahan. Kembali berbicara kepada sidang yang sedang mendekati hari Tuhan yang besar dan hebat itu, Ia menyatakan:
Yesaya 33 : 23 :
“Semua talimu sudah kendor; semua tali itu tidak dapat mengikat dengan teguh tiang layar pada tempatnya, semua itu tidak dapat membentangkan layar : kemudian dibagi-bagikan orang barang rampasan yang amat limpah; orang pincang akan mengambil jarahan itu.”
Mereka yang tidak mematuhi suara Tuhan adalah di sini diamarkan, bahwa hari itu sudah dekat apabila mereka akan mendapatkan dirinya sendiri tidak lagi mampu untuk mengumpulkan barang rampasan. Kemudian ialah, bahwa semua barang rampasannya itu akan dibagi-bagi, dan orang pincang – orang-orang yang tampaknya lemah dan tak berdaya – akan mengambil barang rampasan itu.
Yesaya 33 : 24 :
“Maka seorang isi negeripun tiada akan berkata, Aku sakit, karena bangsa yang duduk di dalamnya itu akan diampuni segala kesalahannya.”
Jadi, pikirkanlah, hanya sebentar lagi, jika kita setia, tidak lagi seorangpun dari pada kita akan mengatakan, ‘Saya sakit,’
Sekarang kita menyimpulkan kembali beberapa hal yang terpenting dari pokok-pokok penyelidikan kita itu sebagai berikut:
Terhadap orang-orang yang tidak setia yang sedang mendekati “hari Tuhan yang besar dan hebat itu,” Allah menyatakan suatu kutuk : Sidang akan ditelanjangi dari semua barang rampasan yang telah didapatnya dan ia akan dilakukan dengan khianat sama seperti dia juga sudah lakukan terhadap orang-orang lain.
Jelas sekali, pada masa pernyataan ini dibuat, terjadilah suatu reformasi yang sangat berakar di antara umat penyelidik Kebenaran Allah. Mereka mengenali akan kenyataan, bahwa mereka sedang mendekati masa kesusahan itu, dan mereka kembali memperoleh jaminan, bahwa stabilitas dan kekuatan keselamatan mereka itu ditemui hanya dalam hikmah dan pengetahuan, dalam Roh dan dalam Kebenaran bagi hari itu. Takut akan Tuhan akan menjadi perbendaharaan mereka yang terbesar.
Bilamana Allah menyatakan kuasa-Nya di antara umat-Nya, maka bahkan dunia pun akan merasakan akibat-akibatnya. Rute-rute perjalanan penginjilan akan menjadi sunyi, penginjilan itu sendiri akan berhenti, ia tidak menghargai siapapun. Allah menyatakan, bahwa buah dari orang-orang berdosa dan orang-orang munafik di antara umatNya akan merupakan merang dan jerami; napas mereka sendiri akan menelannya seolah-olah ia itu api yang memakan habis. Ketakutan dan kekejutan akan menguasai mereka itu.
Kemudian ialah, bahwa Sion, sidang yang sudah disucikan itu, akan dipenuhi dengan keadilan dan kebenaran. Allah pada masa itu akan dipuja dan ditinggikan. Umat-Nya yang telah berjalan dengan benar akan diberkahi dengan pengawalan Ilahi. Mata mereka akan melihat Raja dan keindahan-Nya; sidang akan menjadi kokoh dan pasti, tidak lagi diganggu; barang-barang rampasan yang diperoleh Organisasi akan dirampas oleh mereka yang pincang – yaitu umat Allah yang sebenarnya. Mereka akan diampuni segala dosanya, dan kesehatannya akan dipulihkan. Sesungguhnya janji kepadamu itu adalah pasti: … kesehatanmu akan tumbuh dengan segeranya : dan kebenaranmu akan berjalan di depanmu; kemuliaan Tuhan akan menjadi pengiringmu” (Yesaya 58 : 8), jika engkau mau mendengarkan amaran yang sungguh-sungguh ini dan tetap setia kepadanya saja.
211 total, 1 views today


