Hiburkanlah, hiburkanlah Umat-Ku
<< Go Back


HIBURKANLAH,
HIBURKANLAH UMAT-KU

 

 
 Oleh:
 
Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent
Hari Ketujuh
Sabat, 12 April 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat
 
 

 

Pada minggu lalu kita telah selesai mempelajari pasal 35 dari buku Yesaya. Dan mulai sekarang, setelah segera terlihat, pasal 36 sampai dengan pasal 39 menginterupsi dengan data-data sejarah mengenai tema dari nubuatan Yesaya, maka kita akan melanjutkan dengan membentangkan jaringan pemikiran pilihan Ilham di dalam pasal 40 yang berisikan sebuah himbauan kepada semua umat Allah pembawa pekabaran sebagai berikut:

Yesaya 40 : 1, 2:
“Hiburkanlah, hiburkanlah semua umat-Ku, demikianlah firman Allahmu. Tenangkanlah hati Yerusalem, dan serukanlah kepadanya, bahwa peperangannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya sudah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali Iipat karena segala dosanya.”

Ayat 2 tanpa meragukan lagi menunjukkan bahwa Ilham sedang berbicara kepada suatu umat di akhir zaman, yaitu hari-hari dimana peperangan, perjalanan, dan perhambaan umat Allah yang sudah letih itu akan berakhir. Karena telah menerima dua kali lipat untuk segala dosa dan pendurhakaan mereka, maka segala kejahatannya diampuni dan mereka kini segera akan dilepaskan. Saudara tak dapat mengabaikan pekabaran yang menghiburkan ini. Saudara hendaknya tidak lalai untuk mempersiapkan diri, karena inilah sebabnya mengapa pekabaran itu kini teIah dibuka dan disampaikan kepadamu dengan percuma. Kuncinya ialah persiapkanlah diri untuk menjumpai Allahmu.

Yesaya 40 : 3:
“Adalah bunyi suara orang yang berseru-seru di padang belantara: ‘Sediakanlah olehmu jalan Tuhan, ratakanlah sebuah jalan raya di gurun bagi Allah kita!”

Benar, ayat 3 teIah menemukan kegenapannya pada pekerjaan Yahya Pembaptis, tetapi ayat-ayat sebeIumnya dan juga ayat-ayat sesudahnya secara pasti adalah berlaku bagi umat di akhir zaman dan hanya sebagian yang berlaku bagi umat di masanya Yahya. Oleh sebab itu kebenaran itu menunjukkan dengan tegas, bahwa kegenapan langsung dari pasal ini akan ditemukan di dalam sejarah kita, sehingga dengan demikian pekerjaan Yahya itu merupakan contoh teladan bagi pekerjaan kita – pekerjaan Yahya berupa contoh, pekerjaan kita contoh saingannya.

“Padang belantara” dan “padang pasir” (ayat – 3) sebagai lawan dari “kebun anggur”, isi rumah Yehuda secara sesungguhnya dan secara contoh saingan mengatakan: “Adalah bunyi suara orang yang berseru-seru di tanah bangsa-bangsa Kapir, yang mengatakan, persiapkanIah olehmu jalan Tuhan, luruskanlah sebuah jalan raya di dunia kekapiran bagi Allah kita.”

Yesaya 40 : 4:
“Setiap lembah akan ditinggikan, dan setiap gunung dan bukit akan direndahkan: maka yang bengkok akan diluruskan, dan yang kasar akan diratakan.”

Untuk membuat jalan raya ini menjadi lurus, maka “suara itu” seolah-olah meninggikan semua lembah, memotong-motong melalui gunung-gunung dan bukit-bukit, lalu menekan tempat-tempat yang berbatu-batu; artinya, setiap penghalang harus dan akan disingkirkan, semua orang suci harus dihimpunkan tanpa memandang dimana pun mereka itu hidup.

Yesaya 40 : 5:
“Maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan, dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; karena mulut Tuhan sendiri telah mengatakannya.”

Ini semua akan jadi segera setelah jalan raya itu selesai dibuat.

Yesaya 40 : 6 – 8:
“Suara itu mengatakan, Berserulah. Maka ia mengatakan, Apakah yang akan kuserukan? Semua manusia adalah seperti rumput, dan semua kebaikannya adalah bagaikan bunga di padang: rumput mengering, bunga menjadi layu, sebab Roh Tuhan meniup ke atasnya; sesungguhnya orang banyak itu bagaikan rumput adanya. Rumput itu mengering, bunga melayu, tetapi Firman Allah akan tetap selama-lamanya.”

“Suara itu” memberitakan bahwa semua orang adalah bagaikan rumput, bahwa semua kebaikan yang ada di dalam manusia adalah bagaikan bunga-bunga di padang, tetapi Firman Allah berdiri tetap selama-Iamanya. Maka itu tak dapat tiada berarti, bahwa manusia adalah buta terhadap semua kenyataan ini, sebab jika tidak mereka tidak akan perlu diperingatkan dari hal itu. Itu tak dapat tiada menunjukkan, bahwa mereka sedang menaruh harap kepada manusia, bukan kepada Firman Allah dan Roh-Nya.

Yesaya 40 : 9 – 11:
“Hai Sion, yang membawa kabar-kabar baik, naikIah kamu ke atas gunung yang tinggi; hai Yerusalem, yang membawa kabar-kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat; nyaringkanlah, janganlah takut; katakanlah kepada semua kota Yehuda, TengokIah Allahmu! TengokIah, Tuhan Allah akan datang dengan tangan yang kuat, maka lengan-Nya akan memerintah bagi-Nya; tengoklah upah-Nya adalah bersama-Nya, dan pekerjaan-Nya adalah di depan-Nya. la akan memberikan makan kawanan domba-Nya bagaikan seorang gembala; la akan mengumpuIkan domba-domba dengan lengan-Nya, dan menghantarkan mereka itu di dalam pangkuan-Nya, dan akan menghantarkan dengan hati-hati domba-domba dengan anak-anaknya.”

Kita saksikan, bahwa pekabaran yang terkandung di dalam pasal ini bukanlah sebuah pekabaran untuk dikhotbahkan kepada dunia, melainkan kepada kota-kota dari Yehuda contoh saingan, yaitu sidang. Dan orang-orang yang memberitakannya adalah warga dari Sion dan Yerusalem contoh saingan, anggota-anggota sidang. Mereka akan mengangkat suaranya dengan sekuat-kuatnya dengan tiada takut.

Mereka akan menjelaskan, bahwa orang-orang yang Allah gunakan untuk menyelesaikan adalah “lengan-Nya”, bahwa mereka itu akan memerintah bagi-Nya; bahwa upah-Nya adalah bersama Dia, dan masih ada pekerjaan-Nya didepan-Nya; bahwa Ia akan memberikan makan kepada kawanan domba-Nya, dan dengan lengan-Nya (dengan sidang-Nya) Ia akan menghimpunkan domba-domba-Nya (orang-orang bertobat yang baru) dan menghantarkan mereka itu ke kerajaan-Nya.

Yesaya 40 : 12 – 20:
“Siapakah yang menakar segala air dengan lekuk tangannya, dan mengukur langit dengan jengkal, dan menyukat debu tanah di dalam sebuah timbangan, dan menimbang gunung-gunung dengan skala, dan bukit-bukit dengan neraca? Siapakah yang mengatur Roh Tuhan, atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasehat? Kepada siapakah Tuhan meminta nasehat, dan siapakah yang memberi petunjuk kepada-Nya, dan mengajarkan kepada-Nya jaIan keadilan, dan mengajarkan kepada-Nya pengetahuan, dan menunjuk kepada-Nya jalan pengertian? Bahwasanya, bangsa-bangsa adalah bagaikan setitik air dari timba, dan terhitung bagaikan habu keciI pada timbangan; bahwasanya Ia memperhitungkan pulau-pulau itu bagaikan sesuatu yang amat kecil. Maka Lebanon tidak mencukupi bagi kayu bakar, dan segala binatangnya pun tidak cukup untuk suatu korban bakaran. Segala bangsa di hadapan-Nya adalah bagaikan tiada; maka mereka itu terhitung baginya Iebih kurang dari pada tiada, dan sia-sia. Maka kepada siapakah hendak kamu menyamakan Allah, atau dengan apakah hendak kamu mempersamakan-Nya? Tukang membuat sebuah patung ukiran, dan tukang emas menyalutnya dengan emas dan membuat rantai-rantai peraknya, Dia yang sangat miskin sehingga tidak mempunyai kurban bakaran memilih sebatang kayu yang tiada rapuh; dicarinya tukang yang ahli untuk mempersiapkan sebuah patung ukiran yang tidak akan goyang.”

Orang-orang yang tidak mengenal Allah mempersamakan-Nya dengan sesuatu. Namun masalah yang besar ialah, dengan apakah kita mempersamakan-Nya – dengan sesuatu sungguhpun tidak ada persamaannya dengan Dia?

Yesaya 40 : 21 – 26:
“Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah ia itu diberitahukan kepadamu semenjak dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar-dasar bumi diletakkan? Adalah Dia yang duduk di atas bulat bumi, dan penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan segala langit seperti sehelai kain, dan memasangnya seperti sebuah tenda untuk didiami, yang membuat para penghulu menjadi tiada; Ia membuat semua hakim di bumi menjadi sia-sia. Baru saja mereka ditanam, baru saja mereka ditaburkan, baru saja cangkok mereka berakar di dalam tanah; maka akan bertiup juga Ia kepada mereka, maka mereka akan layu, dan akan diterbangkan badai mereka itu bagaikan jerami. Maka dengan siapakah hendak kamu mempersamakan Daku, atau seperti siapakah Aku ini, demikianlah Dia yang suci itu. Angkatlah matamu menengadah ke atas, dan tengokIah, Siapakah yang telah menciptakan semua perkara ini, yang telah membawa keluar pasukan mereka itu sesuai bilangannya, Ia memanggil semua mereka itu sesuai namanya oleh kebesaran kuasa-Nya, karena Ia adalah kuat dalam kekuasaan, tak satupun yang gagal.”

Betapa besarnya suatu Allah, yaitu Allah kita! Dan betapa lambatnya kita untuk berpegang kepada semua janji-Nya. Betapa lambannya kita untuk membiarkan Dia mengawasi sepenuhnya kita sama seperti halnya Dia mengawasi semua bintang-bintang di langit.

Yesaya 40 : 27:
“Mengapakah katamu, hai Yakub, dan tuturmu, hai Israel, Hidup-ku tersembunyi dari Tuhan, dan keputusanku tidak diperhatikan Allah?”

Jelaslah, bahwa umat Allah keliru dari hal pengetahuan Allah terhadap jalan-jalan mereka.

Yesaya 40 : 28 – 31:
“Tiadakah kamu mengetahui, tiadakah kamu mendengar, bahwa Allah yang kekal itu, yaitu Tuhan, Pencipta seluruh hujung bumi, tidak tahu penat ataupun lelah? Tiada terduga hikmat pengetahuan-Nya. Ia mengaruniakan kuat kepada orang yang lemah, dan kepada mereka yang tidak memiliki kemampuan, Ia menambahkan kekuatan. Bahkan orang muda akan menjadi penat dan lemah, dan orang teruna akan jatuh, tetapi mereka yang harap kepada Tuhan itu akan memperbaharui kekuatan mereka; mereka akan terbang naik dengan sayap-sayap seperti burung nasar; mereka akan berlari dan tiada tahu penat; dan mereka akan berjalan dan tiada tahu letih.”

Semua ayat ini menjelaskan, bahwa umat Allah perlu mengetahui semua perkara ini sebelum mereka memperoleh hak untuk berjalan menuju kedalam Kerajaan Suci-Nya. Dan betapa suatu hak istimewa yang mulia menjadi milik kita jika kita berharap hanya pada Tuhan, jika kita tetap benar dan setia hanya kepada Firman-Nya. Kemudian Ia akan memperbaharui kekuatan kita bagaikan burung-burung nasar; kita akan berlari dan tiada tahu penat; kita akan berjalan dan tiada tahu letih.

Karena hari Tuhan yang besar dan hebat itu sudah sangat mendekat, dan karena kepada kita sudah diberitahu tentang apa yang harus diperbuat untuk mempersiapkan diri, maka kita tidak perlu didapati lalai. “Bahwa sesungguhnya selamat-Nya adalah hampir bagi segala orang yang takut akan Dia; supaya kemuliaan akan tinggal di dalam negeri kita … Kebenaran akan terbit keluar dari dalam bumi; dan keadilan akan memandang ke bawah dari langit. Sesungguhnya Tuhan akan mengaruniakan apa yang baik, dan tanah kita akan mengeluarkan hasilnya. Keadilan akan berjalan di depan-Nya, dan akan menempatkan kita di dalam jalan yang dijejaki oleh kaki-Nya.” Mazmur 85 : 9 – 12.

Betapa menghiburkan pekabaran ini! Sesuatu yang ajaib mengapa Yang Maha Kuasa memerintahkan secara mendesak: “Hiburkanlah, hiburkanlah olehmu akan umat-Ku.”

*****

 206 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart