Jika Tidak Bangun Sekarang, Mereka Mungkin Akan Tidur Untuk Selamanya
<< Go Back


JIKA TIDAK BANGUN

SEKARANG, MEREKA

MUNGKIN AKAN TIDUR UNTUK

SELAMANYA

 

 

Oleh:

Victor T. Houteff

Pendeta dari
Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh

Sabat, 26 April 1947

Gereja
Mount Carmel, Waco, Texas

Amerika
Serikat

 

 

Pokok pembicaraan kita untuk sore hari ini terdapat di dalam Yesaya pasal 52. Kita
akan mulai dengan ayat yang pertama.

 

 

 

Yesaya 52 : 1:

“Jagalah, jagalah, kenakanlah kuatmu, hai Sion, kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem, kota suci; karena tiada lagi akan masuk ke dalammu barang seorang kuluppun atau yang najis.”

 

 

Pada waktu panggilan untuk berjaga ini keluar ke seluruh tanah itu, lIham mengumumkan bahwa masa penuaian telah tiba bagi malaikat-malaikat untuk mengeluarkan dan menjauhkan dari Sion dan Yerusalem semua yang kulup dan keji, yaitu suatu pekerjaan yang oleh Ilham disebut dengan berbagai nama sebagai berikut:

 

  1. penyesuaian tempat suci (Daniel 8 : 14),
  2. menyucikan bani Lewi (Maleakhi 3 : 1 – 3),
  3. penyucian sidang (Testimonies, vol. 5, p. 80),
  4. Pehukuman di dalam isi rumah Allah (1 Petrus 4 : 17),
  5. penuaian (Matius 13 : 30), membuang ikan yang jelek dari antara ikan-ikan yang baik (Matius 13 : 47, 48), memisah-misahkan domba dari kambing-kambing, — Pehukuman bagi Orang Hidup.

 

 

Kita mengetahui, bahwa orang-orang berdosa selalu ada dan masih ada di antara umat Allah. Oleh sebab itu kegenapan dari kata-kata Firman ini adalah sudah hampir datang, ditunjukkan dari kenyataan, bahwa kebenaran pasal ini kini dibukakan dan disajikan kepada sidang, mengusahakan untuk menjagakan umat Allah dan untuk meyakinkan mereka kepada kenyataan bahwa tak lama lagi penuaian akan dimulai — pertama-tama memisahkan buah-buah pertama, yaitu mereka yang 144.000 itu dari “isi rumah Allah,” kemudian disusul oleh buah-buah kedua dari segala bangsa (Wahyu 7 : 9); Injil juga menunjukkan, bahwa orang-orang berdosa tidak
akan lagi berjalan bersama-sama orang-orang suci dan bahwa penuaian mengakhiri sejarah dunia (Matius 13 : 39). Berhenti, berpikir, dan membaca kembali Yesaya lima pulu
h satu dan lima puluh dua. Janganlah cepat-cepat melewati pokok masalah hidup dan mati ini.

 

Siapakah yang Tuhan panggil supaya bangun? — Sion dan Yerusalem. Mengapa tidak isi rumah Yehuda, isi rumah Israel, atau yang lainnya? Siapakah Sion itu, dan siapakah Yerusalem? Di sinilah jawaban-jawabannya: Di masa Yesaya dahulu Yerusalem adalah ibu kota dari kerajaan Yehuda, dan di Sion berdiri istana dari raja-raja. Jadi apakah yang dapat dilambangkan dari pada keduanya itu sebagai contoh saingannya? — Katakanlah, “Capital Hill,” gedung pemerintahan bangsa Amerika (‘Gedung Putih’), dapat kita sebut sebagai Sionnya Amerika Serikat; dan ibu kota dari bangsa Amerika, Washington D.C., dapat kita sebut sebagai Yerusalemnya Amerika Serikat.

 

 Tetapi Tuhan bukan berbicara kepada Amerika Serikat, maka sebagaimana Sion dan Yerusalem di dalam contoh ini adalah dikemukakan sebagai orang-orang, maka sebab itu contoh saingannya adalah sebagai berikut: General Conference, “Ibu kota” dari organisasi tak dapat tiada merupakan Sion masa kini; dan local conferences (seperti Divisi-divisi, Uni-uni, Daerah-daerah Distrik-distrik), yaitu pemerintahan-pemerintahan bawahan, tak dapat tiada adalah Yerusalem masa kini. Jadi, siapakah yang sedang tidur dan sedang dipanggil untuk “bangun”? — Yaitulah General Conference dan semua local conferences, yaitu semua cabang pelaksana pemerintahan dari organisasi. Jadi kalau saja mereka itu tidak tidur, maka mengapakah Ilham hendak menyerukan kepada mereka supaya “bangun?” Lagi pula tidakkah itu benar, bahwa mereka itu adalah buta terhadap kata-kata lnjil ini? Kata-kata lnjil ini dibuatnya seolah-olah semua itu sama sekali tidak ada di dalam Alkitab. Tidakkah ia itu terlihat padamu, bahwa khotbah mereka tentang pemilikan seluruh Kebenaran, pekabaran yang terakhir, tentang tidak memerlukan apa-apa lagi, adalah hanya penipuan? Bukankah pekabaran tentang Pehukuman bagi Orang Hidup adalah yang terakhir dan bukan Pehukuman bagi Orang Mati? Dan bukankah yang pertama itulah yang lebih penting dari pada yang kedua?

 

Kata-kata, “Kenakanlah kuatmu, hai Sion; kenakanlah pakaian-pakaian perhiasanmu, hai Yerusalem,” jelas menunjukkan, bahwa Sion adalah lemah, dan bahwa Yerusalem sedang bertelanjang atau berpakaian kotor, berbaju jelek. Sekarang untuk menggantikan sebutan-sebutan ini dari kata-kata simbolisnya kepada kata-katanya yang sesungguhnya, apa yang dimaksudkan dengan “k u a t” untuk menggenapi nubuatan-nubuatan ini kalau bukan i m a n? Tuhan mengatakan, bahwa tanpa i m a n kamu tak dapat berbuat sesuatu apapun, tetapi dengan i m a n kamu dapat memindahkan gunung-gunung. Oleh karena itu i m a n lah yang diperlukan Sion dan Yerusalem pada waktu ini. lman itu sendiri adalah tak kelihatan seperti juga udara, tetapi apabila ia itu digerakkan, maka ia dapat menyingkirkan bahkan halangan-halangan yang lebih besar dari pada yang dapat disingkirkan oleh udara apabila ia itu digunakan. Walaupun kita tak dapat melihat angin, kita dapat merasakannya dan dapat melihat hasil-hasil dari kekuatan tenaganya. Demikian pula halnya dengan i m a n.

 

Selanjutnya untuk dipikirkan ialah pakaian-pakaian. Pakaian seseorang adalah sesuatu yang pertama sekali yang menarik perhatian mata. Sebab itu “pakaian perhiasan,” tak dapat tiada melambangkan sesuatu yang merubah bentuk pemakainya dari jelek dan kotor rohani menjadi cantik dan membanggakan secara rohani. Jadi, apa lagi yang dapat dilambangkannya kalau bukan tabiat Kristen yang benar, yaitu baik hati, kasih, kemurahan, dan keadilan, yaitu semua yang tampak dan yang membuat seseorang sama dan betul-betul seorang Kristen yang terhormat.

 Sebab itu “kekuatan” dan “pakaian”, kedua-duanya tak lain adalah kebenaran Kristus — tindakan dari iman dan hasil-hasilnya. Semua inilah hal-hal penting yang diperlukan oleh Sion dan Yerusalem pada waktu ini. Semua ini mereka perlukan sekarang, sebab “kemudian dari sini … mereka yang kulup dan yang najis” – orangorang yang tidak percaya dan orang-orang yang tidak diampuni dosanya, yaitu orang-orang yang tidak berpakaikan “pakaian perhiasan”, akan diikat berberkas-berkas untuk dibakar, tidak lagi didapati di antara orang-orang suci.

 Yesaya 52 : 2:

“Kebaskanlah habu dari padamu, bangunlah dan duduklah, hai Yerusalem: lepaskanlah segala pengikat lehermu, hai puteri Sion yang tertawan.”

 Sion dan Yerusalem pada waktu ini bukan saja sedang telanjang, melainkan mereka juga dalam keadaan kotor, mereka berbaring di dalam abu, mereka masih dalam tawanan dan bahkan tidak mengetahuinya, demikian dimisalkan. Maka sebab itulah para puteri Sion dan Yerusalem, yaitu organisasi secara keseluruhan, diminta supaya bangkit dari abu, dan supaya duduk di atas tahtanya, supaya membebaskan dirinya dari beban perhambaannya, yaitu ikatan-ikatan lehernya. Dia perlu menyadari, bahwa hari penebusannya sudah tiba, dan bahwa ia sekarang akan dibebaskan, tidak akan lagi dikuasai oleh orang-orang laki-laki.

 Yesaya 52 : 3:

“Karena demikianlah firman Tuhan, bahwa kamu sudah menjual dirimu sendiri dengan sia-sia, maka kamu akan ditebuspun dengan tiada harga.”

Karena ayat ini tidak lagi memerlukan sesuatu komentar, maka kita akan melanjutkan dengan:

Yesaya 52 : 4, 5:

“Karena demikianlah firman Tuhan Hua: Pada zaman dahulu kala umat-Ku telah turun ke Mesir hendak menumpang di sana sebagai orang dagang, dan orang-orang Assiria telah menganiaya mereka tanpa sebab. Sebab itu, sekarang, apalagi urusan-Ku di sini, demikianlah firman Tuhan, bahwa umat-Ku telah dibawa pergi dengan sia-sia? Mereka yang berkuasa atas mereka itu telah membuat mereka itu meratap, demikianlah firman Tuhan; dan nama-Ku setiap hari tak henti-hentinya dihojat.”

 Ayat-ayat ini mengingatkan kepada Sion dan Yerusalem masa kini, bahwa mereka sedang menganiaya para anggota sidang tidak kurang dari pada yang diperbuat majikan-majikan bangsa Mesir dan tuan-tuan tanah bangsa Assiria dalam menganiaya bani Israel dahulu. Mereka membuat umat Allah menangis, dan demikianlah mereka menghojat nama-Nya dan menghalangi umat-Nya dari pada berhubungan dengan Kebenaran Allah bagi zaman ini.

 Yesaya 52 : 6:

“Sebab itu umat-Ku akan kelak mengetahui nama-Ku; sebab itu mereka akan mengetahui pada hari itu, bahwa Akulah Dia yang berbicara: bahwasanya, itulah Aku.”

 Karena umat Allah salah dipimpin, telah disesatkan, dan telah salah digunakan, dan karena nama-Nya dihojat, maka Ia menyatakan bahwa Ia tidak akan membiarkan mereka dalam kebodohan. Ia berjanji bahwa tanpa memandang betapa pun ketatnya penguasa-penguasa yang bernafsu dari Sion dan Yerusalem yang belum disaring itu mencoba untuk tetap mempertahankan umat dalam kebodohan terhadap pekabaran penyaringan ini, maka karena itulah Ia akan membuat umat-Nya mendengar dan mengetahui, bahwa itulah Dia yang berbicara, bukan musuh seperti yang dikatakan kepada mereka.

 Apakah yang Allah pikirkan mengenai pekabaran ini dan dari hal para juru-kabar-Nya? Marilah kita membaca —

Yesaya 52 : 7:

“Betapa indahnya di atas gunung-gunung kaki orang yang membawakan kabar-kabar baik, yang memberitakan damai; yang membawakan kabar-kabar baik dari hal yang baik, yang memberitakan keselamatan; yang mengatakan kepada Sion, bahwa Allahmu memerintah!”

Kabar-kabar yang lebih baik apakah dari pada ini yang mungkin diingini oleh suatu umat sementara mereka berada dalam tawanannya? Jika pekabaran ini, Kerajaan Allah (sidang yang sudah disucikan), bukanlah sebuah pekabaran damai dan sejahtera, maka katakanlah kepada kami apakah yang dimaksudkan Ilham dengan mengatakan, bahwa serigala dan domba, macan tutul dan kambing, anak lembu dan anak singa, akan berbaring bersama-sama, “dan seorang anak kecil akan mengembalakan mereka.” “Dan penduduk negeri tidak mengatakan, ‘aku sakit’; dan semua penduduknya akan diampuni kesalahannya.” Yesaya 11 : 6; 33 : 24.

 Yesaya 52 : 8:

“Para pengawalmu akan mengangkat suara; dengan suara itu bersama-sama akan mereka menyanyi; karena mereka akan sepakat apabila Tuhan akan membawa kembali Sion.”

 Semua hamba Allah akan bersama-sama, dan dengan bersukaria meninggikan pekabaran-Nya (Suara itu), sebab apabila Tuhan kembali membawa Sion mereka akan sepakat. Betapa bedanya antara pengawal-pengawal Sion yang akan datang dan pengawal-pengawalnya pada waktu ini di antara mana hampir tak ada dua orang yang betul-betul bersepakat! “Hanya mereka yang telah melawan pencobaan dengan kuasa Dia yang Maha Tinggi akan diizinkan mengambil bagian dalam memberitakannya (pekabaran MaIaikat Ketiga) apabila ia itu akan berkembang menjadi Seruan Keras.” – Review and Herald, November 19, 1908.

 Yesaya 52 : 9, 10:

“Bertempiklah, bersoraklah bersama-sama, hai segala jajahan Yerusalem yang sudah rusak, karena Tuhan sudah menghiburkan umat-Nya, Ia sudah menebus Yerusalem. Bahwa Tuhan sudah menyingsing lengan kesucian-Nya di hadapan mata segala bangsa, dan segala hujung bumi akan menyaksikan selamat dari Allah kita.”

Apabila semua perkara ini jadi, maka seluruh bumi akan menyaksikan selamat dari Allah kita. Tetapi sekarang marilah kita mendengarkan nasehat-Nya dari hal apa yang Ia ingin kita perbuat:

 Yesaya 52 : 11:

“Pergilah kamu, pergilah kamu, keluarlah kamu dari sana, janganlah kamu menjamah barang yang keji; keluarlah kamu dari tengah-tengahnya, jadilah kamu suci, kamu yang membawa bejana-bejana Tuhan.”

Orang-orang yang membawa Kebenaran Allah harus bersih; mereka harus bebas dari setiap tali yang mengikat mereka dengan perkara-perkara dunia ini.

 Yesaya 52 : 12:

“Karena kamu tidak akan keluar dengan tergopoh-gopoh, atau pun pergi dengan berlari; karena Tuhan akan pergi mendahului kamu; dan Allah orang Israel akan menjadi penutup barisanmu.”

Perginya kita ke dalam negeri leluhur-leluhur kita itu, seperti diceritakan kepada kita di sini, tidaklah secara terburu-buru ketakutan atau secara berlari-Iari, sebab Tuhan sendiri akan pergi mendahului kita, dan Ia akan berada di belakang kita.

 Yesaya 52 : 13, 14:

“Bahwasanya hamba-Ku akan berlaku dengan akal budi, ia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan. Seperti banyak orang tertegun melihat engkau; rupa-Nya begitu buruk, lebih buruk dari pada manusia, dan bentuk-Nya lebih buruk dari pada anak-anak Adam.”

Ayat-ayat ini sebagai anda ketahui sudah lama dimaksudkan kepada Tuhan sendiri. Sungguhpun Ia tidak melakukan sendiri semua perkara ini, namun Ia melakukan semua itu oleh perantaraan juru-juru kabar-Nya. Catatlah sekarang, bahwa dalam ayat 13 kepada kita diceritakan bahwa Tuhan amat dimuliakan, sebaliknya dalam ayat 14 kita diberitahu bahwa rupa-Nya begitu buruk dan bentuk-Nya lebih buruk dari pada anak-anak Adam. “Ia tidak lagi berbentuk ataupun memiliki daya tarik; … tak ada kecantikan yang dapat membuat kita rindu kepada-Nya.” Yesaya 53 : 2. Mengapa? — Satu-satunya jawaban yang dapat diberikan bagi pertanyaan ini ialah: Allah mengetahui bahwa keadaan dosa orang banyak itu mendorong mereka untuk membuat berhala-berhala dari pada manusia. Mereka dengan mudah jatuh kepada manusia-manusia yang dapat menunjukkan hal-hal yang baik di depan. Mereka berlaku seolah-olah mereka telah dibaptiskan dalam nama-nama dari para Paulus dan para Apollos modern ini. Mereka adalah pengikut-pengikut kesombongan dan keangkuhan bukan pengikut-pengikut Allah dan Kebenaran-Nya yang terus berkembang. Untuk memutuskan mereka dari hubungannya dengan kebodohan ini, maka Allah mengirimkan kepada mereka KebenaranNya melalui orang-orang yang tidak disangka-sangka. Jadi bertentangan dengan kesenangan dan harapan mereka maka ia itu tertulis bahwa Tuhan tidak berbentuk dan sama sekali tidak menarik; namun karena sebab itulah Ia “akan ditinggikan dan dimuliakan amat sangat.”

 Yesaya 52 : 15:

“Demikianlah Ia akan memercik banyak bangsa, raja-raja akan mengatupkan mulut mereka melihat Dia, karena apa yang belum pernah diceritakan kepada mereka itu akan mereka saksikan, dan apa yang belum pernah mereka dengar itu akan mereka pertimbangkan”.

 Ia akan memercik (membersihkan — Yeheskiel 36 : 25) banyak bangsa. Orang-orang yang tidak mau berbalik dari pada mengikuti kesombongan manusia akan dibawa jatuh ke dalam selokan; demikian dikatakan. Setiap orang yang tak berguna akan gugur melalui “penyaringan terhadap yang sia-sia”, tetapi pengikut-pengikut Kebenaran Firman dan kebenaran akan hidup untuk selama-Iamanya. Tak satupun dari pada perkara-perkara ini pernah diceritakan kepada seseorang. Oleh sebab itu adalah penting berhenti, melihat, mendengar, mengikuti dengan rajin akan Kebenaran itu sendiri. Ketahuilah, bahwa orang-orang yang tak berguna itu memamerkan diri mereka sendiri, memamerkan semua hasil yang dicapainya, dan terutama memamerkan peribadatan mereka. Ketahuilah, bahwa mereka melakukan semua ini untuk menarik perhatian para hadirin kepada diri mereka sendiri, untuk mendapatkan pengikut, untuk menanamkan pengaruh mereka, untuk mengemukakan sesuatu. Orang-orang Parisi di masa Yesus dahulu adalah amat terlatih dalam pekerjaan penarikan perhatian massa. Mereka berdoa di sudut-sudut jalan-jalan raya supaya dapat terlihat oleh orang-orang, dan dengan demikian mereka menyesatkan orang-orang sehingga tidak dapat disadarkan kembali.

 ”Bahwasanya, nama Tuhan datang dari jauh, murka-Nya bernyala-nyala, dan sangatlah kehangatannya. Bibir-Nya penuh dengan garam dan lidah-Nya seperti api yang makan habis; maka nafas-Nya (pekabaran-Nya bagi zaman ini) seperti aliran sungai yang meluap, akan naik sampai ke tengah leher, untuk menyaring segala bangsa dengan penyaringan kesia-siaan, maka akan dibubuhkan suatu kang di mulut orang banyak itu membuat mereka keliru”. Yesaya 30 : 27, 28.

 Israel kuno yang lalu menghendaki orang laki-laki yang tertinggi badannya di negeri itu untuk menjadi raja mereka, dan mereka menemukannya. Sungguhpun demikian ia juga yang akan membawa mereka kepada kehancuran, kalau saja tidak ditolong oleh Daud yang sederhana dan kemerah-merahan mukanya itu yang telah melepaskan mereka dari bala tentara orang Filistin dan dari raksasa mereka itu.

 Adalah suatu hal yang umum di antara orang-orang Kristen menjadikan manusia sebagai dewa-dewa mereka. Ini pun dikenal juga oleh kepemimpinan organisasi-organisasi gereja lain. Ada seorang pendeta berbicara dari hal “Ibadah dalam kehidupan”, ia menceritakan kepada para pendengarnya melalui radio, bahwa ia berhenti pada sebuah bengkel untuk mengisi tangki mobilnya pada sesuatu hari. Sementara di tempat itu salah seorang yang mengenal akan suara pendeta itu, lalu bertanya: “Apakah suara anda yang setiap pagi saya dengar melalui radio?” Segera setelah orang itu mendengar pendeta mengatakan ya, ia lalu menyahut dengan tegas: “Saya kecewa pada anda, saya mengira saya telah mendengarkan suara seorang penghotbah yang kira-kira enam kaki tingginya, yang berbobot tidak kurang dari dua ratus pound; ternyata sekarang saya melihat anda hanya seorang sedikit kerdil“. Hal seperti ini adalah khas di antara kebanyakan orang Kristen.

Secara singkat kesimpulan penyelidikan kita hari ini adalah sebagai berikut:

Kita saksikan bahwa masa pembersihan sidang itu sudah dekat; bahwa Sion (General Conference)
dan Yerusalem (Conference-conference setempat) dipanggil supaya “bangun”, sehingga puteri Sion, sidang, dapat mengenakan pakaian kebenaran Kristus; bahwa ia adalah lemah; bahwa ia tidak memiliki kebenaran Kristus; bahwa hari penebusannya itu kini sudah dekat; bahwa ia akan dibebaskan dari bawah pemerintahan orang laki-laki dan dari kemunafikan; bahwa Sion dan Yerusalem seperti halnya sekarang, sedang menindas para anggota sidang sama seperti para tuan besar bangsa Assiria menindas bani Israel kuno yang lalu; bahwa Allah tidak akan membiarkan umat-Nya dalam kebodohan; bahwa mereka akan mengerti bahwa adalah Dia yang berbicara bukan musuh seperti yang diajarkan kepada mereka; bahwa pekabaran dari hal Kerajaan Allah adalah sebuah pekabaran penghiburan; bahwa hamba-hamba-Nya yang setia akan meninggikan pekabaranNya (Suara itu); bahwa sesudah Sion dan Yerusalem bangkit
,mereka akan “sepakat” dan hanya orang-orang yang melawan pencobaan dengan kekuatan dari Dia Yang Maha Tinggi akan memperoleh kesempatan ikut memberitakan pekabaran ini dalam Seruan Keras (Review and Herald, Nov. 19, 1908); bahwa kemudian semua hujung bumi akan menyaksikan keselamatan dari Allah kita; bahwa Allah mengirimkan Kebenaran-Nya bukan melalui orang-orang yang ditinggi-tinggikan dan didewa-dewakan oleh manusia, melainkan melalui hamba-hamba yang tidak disangka-sangka; bahwa orang-orang yang tidak berbalik dari pada bergantung kepada manusia akan jatuh, sebaliknya para pengikut Kebenaran Firman dan kebenaran akan hidup selama-Iamanya; bahwa adalah kewajiban yang suci dari semua pembawa Kebenaran untuk memberitakan pekabaran kepada semua Saudara, karena jika tidak mereka bangun sekarang, mereka mungkin akan tidur terus untuk selama-Iamanya.

 

 

 

*****

 233 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart