Buah-Buah Dari Dia Yang Diurapi Itu
<< Go Back


BUAH-BUAH DARI DIA
YANG
DIURAPI ITU

 

 
 
Oleh:

Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh
Sabat, 17 Mei 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

 

 
 
 

Kita akan mempelajari dari Yesaya pasal yang ke enam puluh satu, dimulai dengan ayat yang pertama:

Yesaya 61 : 1, 2:
“Bahwa Roh Tuhan Allah ada padaku, sebab telah dilantik Tuhan akan daku supaya aku memberitakan kabar-kabar baik kepada orang-orang yang rendah hati; disuruh-Nya aku pergi mengobati orang yang pecah hatinya, memberitakan kelepasan kepada orang-orang yang tertawan, dan kubukakan penjara bagi mereka yang terbelenggu; memberitakan tahun penerimaan Tuhan dan hari pembalasan Allah kita; dan menghiburkan hati segala orang yang berduka cita”.

Ini adalah dua ayat yang telah dibacakan Yesus sewaktu Ia berdiri di dalam kaabah di kota Nazareth, yaitu tempat di mana Ia telah dibesarkan. Sesudah Ia membaca kedua ayat ini lalu duduklah Ia tanpa memberikan sesuatu komentar. Sementara para pendengar-Nya diam terpaku memikirkan mengapa setelah Ia membaca kemudian Ia duduk tanpa menambah sesuatu patah kata, maka Yesus bangkit kembali lalu mengatakan: “Pada hari ini kata-kata firman ini digenapi dalam pendengaranmu”.

Alasan yang diberikan mengapa adanya Roh itu pada Yesus ialah karena Tuhan Allah telah mengurapi Dia untuk memberitakan kabar-kabar baik kepada semua orang yang rendah hati. Jadi, kesimpulannya ialah, bahwa jika Tuhan Allah tidak mengurapi Dia untuk berhotbah, maka Roh Tuhan tidak akan ada pada Dia. Apalagi Ia telah diurapi untuk berbicara kepada orang-orang yang rendah hati, yaitu mereka yang tidak merasa kecukupan sendiri, tidak tinggi hati, melainkan rendah hati dan suka diajar. Kelas yang lainnya tidak dapat diajar. Ia akan menghiburkan semua orang yang menangis, mengobati semua orang yang dukacita hatinya, memberitakan kelepasan kepada orang-orang yang tertawan (bukan membebaskan mereka dengan segera). “Tahun penerimaan Tuhan” tentunya adalah masa dalam mana kata-kata firman ini digenapi. Masa di mana orang mendengarkan masalah itu dihotbahkan ialah masa di mana itu dapat diterima. Orang-orang yang tidak menaruh perhatian terhadap hal itu akan disingkirkan oleh kebinasaan pada “hari pembalasan”. Semua inilah kabar-kabar baik untuk mana Yesus telah diurapi.

Tetapi karena hanya Juruselamat menghotbahkan kedua ayat ini, maka keduanya tidak mungkin disingkirkan untuk tidak dihotbahkan kembali bersama-sama dengan ayat-ayat lainnya pada masa ayat-ayat itu akan digenapi. Dan karena Roh Tuhan juga berada pada para pembawa kabar (para rasul), pada masa itu, maka demikian juga Roh Tuhan tak dapat tiada berada pada para pembawa kabar yang diurapi-Nya pada waktu ini. Dengan begitu, maka apabila ayat-ayat selebihnya dari pasal itu menemui kegenapannya, maka Roh Tuhan tak dapat tiada juga berada pada orang-orang yang diurapi-Nya untuk memberitakannya.

Kewajiban-kewajiban mereka kelak ialah:

Yesaya 61 : 3:
“Untuk mengangkat bagi mereka yang meratap di Sion, untuk memberikan kepada mereka keindahan akan ganti abu, dan minyak kesukaan akan ganti kedukaan, dan pakaian indah-indah akan ganti hati yang picik; supaya mereka itu boleh disebut pohon-pohon kebenaran, tanaman Tuhan, supaya Ia boleh dipermuliakan”.

Tugas dari Roh ialah untuk memperbaiki kondisi-kondisi kehidupan orang-orang yang berdukacita di Sion: yaitu memberikan kepada mereka keindahan untuk pertobatan mereka, minyak kesukaan bagi ganti kedukaan mereka, dan Tabiat Ilahi yang terpuji bagi kesedihan mereka yang mereka alami selama berusaha untuk mencapai standard ukuran yang terpampang di hadapan mereka. Inilah yang diperbuat bagi mereka agar supaya mereka dapat dikenal sebagai perhiasan-perhiasan kebenaran yang hidup, ciptaan Allah, sehingga Ia dapat dipermuliakan.

 

Di sini kita lihat, bahwa tabiat-tabiat kita, keindahan kita, kesehatan kita, kekuatan kita, dan kebenaran kita, ciptaan Allah yang asli yang telah hilang karena dosa itu akan dikembalikan menurut pekabaran itu.

Yesaya 61 : 4:
“Maka mereka akan membangun kembali segala tempat yang lama sudah rusak, mereka akan mendirikan kembali segala tempat yang dirobohkan dahulu, dan mereka akan memperbaiki kembali semua negeri yang sudah rusak, peninggalan-peninggalan dari banyak generasi”.

Orang-orang yang akan dibuat gembira dan menjadi indah, yang akan berpakaian terpuji dan yang akan menjadi pohon-pohon kebenaran — tanaman Tuhan — oleh siapa Ia akan dipermuliakan, akan menjadi hamba-hamba-Nya. Secara analogi mereka itu tak dapat tiada akan menjadi Ezra-Ezra dan Nehemiah-Nehemiah masa kini. Sesungguhnya mereka tak dapat tiada akan menjadi rombongan 144.000 itu, yaitu buah-buah pertama, yang tiada terdapat tipu di dalam mulut mereka berdiri di hadapan tahta, dan “di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu”. Wahyu 14 : 1.

Yesaya 61 : 5:
“Maka orang-orang asing akan berdiri memberikan makan semua ternakmu, dan orang-orang luar akan menjadi pekerja-pekerja bendangmu dan penunggu-penunggu kebun anggurmu”.

Orang-orang asing dan orang-orang luar yang disebutkan di sini tentunya bukanlah orang-orang asing dan orang-orang luar bagi Kerajaan Allah, melainkan orang-orang asing dan orang-orang luar terhadap bangsa Yehuda dan Israel. Mereka bukanlah dari keturunan Yakub, mereka bukan dari rombongan 144.000 itu.

Yesaya 61 : 6:
“Tetapi kamu akan diberi gelar Imam-Imam Tuhan: orang-orang akan memanggilmu Hamba-Hamba dari Allah kita; kamu akan makan segala kekayaan bangsa-bangsa Kapir, dan dengan semua kemuliaan mereka itu kamu akan berbangga dirimu”.

Sebab itu di dalam Kerajaan Yehuda yang akan datang akan terdapat dua kelompok umat — para pendeta dan para anggota biasa (hamba-hamba, demikianlah dimisalkan).

Dari kata-kata Injil ini kita saksikan, bahwa Kerajaan Allah adalah sesuatu perkara yang nyata. Itu bukanlah sesuatu khayalan, bukanlah sesuatu yang berupa asap yang beterbangan di angkasa.

Yesaya 61 : 7:
“Untuk ganti malumu kamu akan memperoleh hormat dua kali lipat; dan untuk ganti kekacauan mereka itu mereka akan bersorak sorai dalam untungnya; sebab itu di dalam negeri mereka, mereka akan memiliki dua kali lipat bagiannya: kesukaan kekal akan menjadi milik mereka itu.”

Hamba-hamba Allah ini akan memperoleh dua kali lipat disebabkan karena malu yang sudah dideritanya, maka semua akan bersukaria dengan bagiannya.

Orang-orang yang berusaha mencarikan kesenangan dari dunia ini, cepat atau lambat mereka akan mendapatkan diri mereka dalam kekecewaan besar. Tetapi orang-orang yang mencarikan kesenangan dari Allah akan menemukannya dalam kelimpahan besar, dan akan memilikinya untuk selama-lamanya.

Yesaya 61 : 8
“Karena Aku ini Tuhan yang mencintai keadilan, Aku benci akan barang rampasan bagi korban bakaran; maka Aku akan mengendalikan pekerjaan mereka dalam kebenaran, dan Aku akan membuat suatu perjanjian kekal dengan mereka itu”.

Pehukuman dan keadilan — inilah motto dari Allah bagi semua mahluk ciptaan-Nya. Sebutan yang berbunyi, “Aku benci akan perampasan bagi korban bakaran”, mengandung arti bahwa perkara-perkara yang tidak disukai ini kini sedang dipraktikkan di antara umat-Nya.

Dalam hubungan ini beberapa tahun yang lalu saya mendengar seseorang anggota gereja mengatakan bahwa ia telah memenangkan sejumlah uang dalam sesuatu bentuk judi, dan karena bisikan hatinya mengecewakannya karena memegang uang itu, maka ia telah memberikannya sebagai suatu persembahan kepada sidang Tuhan. Juga saya mendengar banyak orang yang mengatakan, bahwa mereka bekerja pada hari Sabat, tetapi mereka mengembalikan penghasilan hari-hari Sabatnya kepada gereja. Pengakuan-pengakuan ini dapat merupakan contoh-contoh tentang bagaimana piciknya, dan bagaimana bodohnya mereka dalam perkara-perkara Allah. Mereka sedang berlaku terhadap Allah sebagai seorang penjudi dan sebagai pengacau Hari Sabat, namun pada waktu yang sama mereka mengira bahwa mereka sedang melakukan sesuatu yang berkenan kepada-Nya, dan dengan demikian mereka berharap dapat melepaskan diri dari tuntutan hukum.

Janji Allah kepada umat-Nya adalah: “Aku akan mengarahkan pekerjaan mereka dalam Kebenaran”. Adakah kita mengira bahwa Ia sedang berbicara bohong, atau bahwa Ia tidak akan mampu untuk melaksanakan apa yang Ia katakan Ia hendak perbuat, lalu pada waktu yang sama kita mengharapkan Dia mengaruniakan kepada kita sebuah rumah di dalam KerajaanNya? Oleh sebab itu janji-Nya dan jaminan-Nya bukan saja pasti, melainkan juga kekal selama-lamanya.

Yesaya 61 : 9:
“Maka benih mereka itu akan menjadi termasyur di antara segala bangsa Kapir, dan segala keturunan mereka di antara segala bangsa: semua yang melihat mereka itu akan mengenal mereka, bahwa mereka benih yang diberkahi Tuhan”.

Betapa suatu harapan yang berbahagia! Betapa besarnya kuasa yang akan menyelamatkan baik orang muda maupun orang tua dan membuat nama-nama mereka menjadi termasyur di seluruh dunia! Demi untuk suatu nama baik yang sedemikian ini orang rela menjalani setiap penyiksaan apa saja yang kita ketahui. Walaupun demikian Allah hanya meminta kepada kita supaya percaya dan supaya menyesuaikan diri dengan Firman-Nya — sesungguhnya hanya itu.

Kekristenan akan menjadi nyata, menjadi sesuatu perkara yang dapat dijangkau — sedemikian nyata sehingga bahkan orang-orang Kapir akan mengenal bahwa orang-orang Kristen yang sedemikian inilah adalah tanaman Tuhan; bahwa hanya kuasa Allah yang dapat membawakan perubahan yang sedemikian ini di dalam hati manusia. Bahwa perubahan besar ini akan betul-betul jadi, dan akan dikenal oleh semua orang, maka Ilham meramalkan kesaksian orang-orang yang mengalami perubahan itu sebagai berikut:

Yesaya 61 : 10:
“Bahwa amat sukacitalah hatiku akan Tuhan, hatiku pun bergemar akan Allahku, karena sudah dikenakan-Nya kepadamu pakaian selamat dan diselubung-Nya aku dengan selimut kebenaran, seperti seorang mempelai laki-laki menghiasi dirinya dengan berbagai perhiasan dan seorang mempelai perempuan menghiasi dirinya dengan selengkap permata”.

Pasal dari nabi Yesaya ini adalah betul-betul membawakan “Pembangunan dan Reformasi” yang sedemikian ini belum pernah jadi semenjak mulanya dosa. Allah melarang agar jangan ada dari pada kita kelak kehilangan pengalaman dan berkat-berkat yang datang melalui pembangunan dan reformasi ini.

Yesaya 61 : 11
“Karena seperti bumi mengeluarkan tunasnya, dan seperti kebun membuat segala perkara yang ditabur diatasnya bertumbuh, demikianlah Tuhan Allah akan membuat kebenaran dan kepujian itu memancar ke hadapan segala bangsa”.

Melalui benih Kebenaran pengalaman ini akan datang kepada umat Allah sama hakekatnya seperti halnya bumi membuat benih-benih yang ditabur diatasnya itu bertunas dan membawa hasil. Inilah benar-benar “kebenaran Kristus itu,” bukan kekuatan manusia.

Sambil menyimpulkan penyelidikan ini, kita mengetahui bahwa buah-buah dari dia yang diurapi itu adalah sebagai berikut:

Bahwa Yesus telah diurapi untuk memberitakan kabar-kabar baik, yaitu berita-berita bahwa Ia akan membuka pintu penjara dosa, akan membalut luka-luka umat Allah, akan memberitakan tahun penerimaan Tuhan, akan menghiburkan orang-orang yang meratap, dan akan memberikan kepada semua orang kesempatan untuk melepaskan diri dari “hari pembalasan itu”.

Bahwa karena Yesus telah diurapi sedemikian itu, maka Ia adalah tangguh untuk menghiburkan mereka yang meratap di Sion, untuk memberikan keindahan sebagai ganti abu, untuk memberikan minyak kesukaan sebagai ganti ratap tangis, dan memberikan karunia pujian sebagai gantinya kesedihan, sehingga mereka dapat dipanggil “pohon-pohon kebenaran”, dan supaya dengan begitu Allah dapat dipermuliakan.

Bahwa oleh perantaraan karunia Roh umat-Nya akan mampu untuk membangun kembali tempat-tempat yang telah ditinggalkan oleh banyak generasi;

Bahwa orang-orang yang dipanggil pada waktu ini akan menjadi hamba-hamba Allah “dan mereka akan makan segala harta benda bangsa-bangsa Kapir”, dan kemuliaan berada dengan mereka, maka “orang-orang asing dan orang-orang luar” akan menjadi gembala-gembala bagi kawanan ternak mereka dan akan menjadi “penjaga-penjaga kebun anggur mereka”.

Bahwa kemudian semua malu dan kekacauan mereka itu akan berubah menjadi kegembiraan yang kekal.

Bahwa sebagaimana Allah membenci akan perampasan, maka Ia akan mengendalikan pekerjaan itu ke dalam kebenaran lalu membuat suatu janji kekal dengan mereka yang mengenal akan Dia;

Bahwa kemudian benih mereka itu akan dikenal oleh semua bangsa Kapir dan di antara bangsa itu, maka mereka akan mengakui bahwa Allah telah memberkati umat-Nya;

Bahwa karena Dia yang diurapi itu menyelubungi umat-Nya dengan pakaian keselamatan, dan jubah kebenaran, maka kesaksian dari anak-anak-Nya kelak berbunyi: “Aku akan sangat bersukacita di dalam Tuhan”, maka seperti halnya seorang pengantin perempuan menghiasi dirinya dengan berbagai permata, demikianlah perhiasan-perhiasan rohani yang diberikan melalui karunia-karunia ini akan menimbulkan “pembangunan dan reformasi”.

Dan bahwa, seperti halnya benih yang ditabur di tanah secara alamiah berkembang sampai menghasilkan buah, maka demikianlah Dia yang diurapi itu akan membuat kebenaran dan kepujian memancar di hadapan segala bangsa.

“Kesempatan-kesempatan luas telah diberikan kepada semua orang yang jujur, bersungguh-sungguh, dan dengan penuh perhatian sedang berusaha mencapai kesucian sempurna dalam takut akan Allah. Kekuatan, kemurahan, dan kemuliaan telah disediakan melalui Kristus, dibawakan oleh malaikat-malaikat pemberi layanan kepada para pewaris keselamatan. Tak seorang pun yang terlalu hina, terlalu jahat dan kotor, sehingga mereka tidak dapat memperoleh kekuatan, kesucian, dan kebenaran, di dalam Yesus yang telah mati bagi mereka, jika mereka mau melepaskan semua dosa mereka, berhenti dari pada semua jalan kejahatan mereka, dan kembali dengan kesungguhan hati kepada Allah yang hidup. Ia sedang menunggu untuk membuka dari mereka pakaian-pakaian mereka yang ternoda dan kotor oleh dosa, dan untuk mengenakan kepada mereka jubah-jubah kebenaran yang cerah dan putih; dan Ia mengajak mereka untuk hidup supaya jangan mati. Di dalam Dia mereka dapat berkembang. Tangkai-tangkai mereka tidak akan layu dan tidak akan gagal berbuah. Jika mereka tinggal di dalam Dia, mereka dapat mengambil makanan dan minuman dari pada-Nya, diisi dengan Roh-Nya, berjalan seperti halnya Dia berjalan, menang seperti halnya Dia menang, dan ditinggikan pada tangan kanan-Nya”.Testimonies, Vol. 2, p. 453.

 

 
 
 
*****

 

 218 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart