<< Go Back
AMARAN SEKARANG
Jilid 1 No. 41
BUAH-BUAH DARI
DIA YANG
DIURAPI ITU
Naskah untuk Berdoa
RELA UNTUK DIBUAT MENJADI MAU
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, dimulai pada halaman 204, paragraf yang pertama:
“Kemenangan tidak akan dicapai tanpa banyak doa yang bersungguh-sungguh, tanpa merendahkan diri pada setiap langkah. Kemauan kita tidak akan dipaksa ke dalam kerja sama bersama-sama dengan perantara-perantara samawi, melainkan ia itu harus dengan rela ikut. Jika sekiranya mungkin dapat dipaksakan kepadamu pengaruh Roh Allah itu dengan seratus kali lebih kuat, ia itu tak akan membuatmu menjadi Kristen, yaitu sesuatu mahluk yang pantas bagi sorga ….. kemauan harus ditempatkan pada pihak kehendak Allah. Kamu tak akan mampu oleh dirimu sendiri menyerahkan semua maksud dan kehendak dan kecenderungan-kecenderungan hatimu ke bawah kehendak Allah; tetapi jika kamu “rela untuk dibuat menjadi mau,” maka Allah akan menyelesaikan pekerjaan itu bagimu ….Tetapi banyak orang tertarik oleh keindahan Kristus dan kemuliaan sorga, namun mereka enggan mengikuti persyaratan-persyaratan dengan mana semua ini dapat menjadi miliknya …. Untuk melepaskan kehendak hatinya sendiri, yaitu cita-cita dan perasaan pilihannya atau semua yang dikejarnya, memerlukan suatu pengorbanan oleh mana mereka ragu-ragu, lalu tidak bersungguh-sungguh, dan akhirnya kembali. Banyak orang “ingin berusaha masuk, dan tidak akan mungkin”.
Apakah yang akan kita doakan bagi sore hari ini? — Marilah kita ingat, bahwa kepentingan diri sendiri adalah satu-satunya halangan yang ada di antara kita dan Allah, dan bahwa Allah tidak akan pernah memaksa kita untuk datang kepada-Nya. Marilah kita memohon kuasa kepada Allah untuk dapat menggunakan karunia yang Ia sediakan dengan sedemikian limpahnya. Ia tidak akan membuat kita menjadi perantara-perantara moral yang bebas jika tidak Ia mengharapkan dari pada kita supaya menggunakan semua kemauan hati kita. Hendaklah kita memohon kepada Allah untuk membantu kita untuk menjadi “rela untuk dibuat menjadi mau”, lalu kemudian menggabungkan semua kemauan kita kepada kemauan-Nya, maka dengan begitu “menyelesaikan keselamatan kita sendiri”. Kita memerlukan kekuatan dari Allah untuk melawan semua kejahatan, dan dalam kekuatan itulah kita akan mengalahkan dunia seperti Yesus telah kalahkan.
226 total, 1 views today


