Upahnya Sion dan usaha Allah yang besar
<< Go Back


 

UPAHNYA SION
DAN USAHA
ALLAH YANG BESAR

 

 
 

Oleh:

Victor T. Houteff
Pendeta dari Persekutuan Davidian Masehi Advent

Hari Ketujuh
Sabat, 24 Mei 1947
Gereja Mount Carmel, Waco, Texas
Amerika Serikat

 

Sore hari ini kita akan mempelajari Yesaya pasal yang ke-enam puluh dua. Perkara-perkara yang pertama sekali perlu kita ketahui dari pasal ini ialah apakah ini ditulis terutama bagi umat di waktu ini, ataukah khusus bagi umat di masa kemarin, dan apakah pekabaran yang terkandung di dalamnya adalah untuk diberikan kepada sidang atau kepada dunia. Untuk menemukan semua perkara ini kita akan membaca ayat yang ke sebelas sebagai berikut:

Yesaya 62 : 11
“Tengoklah, Tuhan telah memberitakan kepada akhir dunia, Katakanlah olehmu kepada puteri Sion, Tengoklah, keselamatanmu ada datang; tengoklah, upah-Nya adalah serta-Nya, dan pekerjaan-Nya ada di hadapan-Nya”.

Tuhan mengatakan di sini, “Tengoklah, sudah Ku beritakan kepada a k h i r dunia” — bukan kepada sesuatu masa lain di dalam sejarah dunia. Pemberitaan kebenaran Tuhan itu, oleh karenanya, adalah berlaku bagi orang-orang yang hidup di akhir zaman. Kepada merekalah pasal ini dibukakan dari segelnya, dan mereka ditugaskan untuk pergi kepada puteri Sion, yaitu sidang.

Yesaya 62 : 1
“Karena sebab Sion tiada Aku hendak berdiam diri-Ku, dan karena sebab Yerusalem tiada Aku hendak berhenti beristirahat, sampai kebenarannya terbit seperti cahaya terang, dan keselamatannya seperti lampu yang bernyala”.

Di sini kepada kita diceriterakan, bahwa Tuhan akan terus berbicara demikian, bukan untuk kepentingan dunia, melainkan demi untuk sidang, yang akan kelak berdiri pada Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba itu; bahwa Ia hendak terus demikian “sampai kelak kebenarannya terbit seperti cahaya terang, dan keselamatannya seperti lampu yang bernyala”. Pernyataan Tuhan itu mengandung arti, bahwa “kebenarannya” (kebenaran dari umat-Nya) pada waktu pemberitaan pasal ini adalah hanya kelip-kelip, jika semuanya itu terbit, dan bahwa “keselamatannya” pada waktu ini tidaklah seperti sebuah lampu yang bernyala, melainkan adalah seperti terang lampu yang sedang akan padam. Usaha-Nya yang besar adalah bagaimanapun juga untuk membawakan suatu perubahan besar: kebenaran Kristus akan bercahaya secerah cahaya matahari.

Yesaya 62 : 2
“Maka segala orang Kapir akan menyaksikan kebenaranmu, dan segala raja akan kemuliaanmu: maka kamu akan dipanggil dengan sebuah nama yang baru, yang akan ditentukan oleh mulut Tuhan”.

“Kebenarannya” itu (Kebenaran dari umat-Nya itu) akan diucapkan sedemikian rupa sehingga segala bangsa Kapir pun akan tertarik olehnya, dan semua raja mereka akan tertarik oleh kemuliaannya. Adalah karena alasan ini sehingga nama dari sidang yang ada sekarang tidak akan cocok baginya pada waktu itu.

Sebagai anda ketahui, pada waktu ini ada beratus-ratus nama gereja di dunia, — sesungguhnya, sama banyak nama-nama itu dengan banyaknya faham-faham yang ada. Semua mereka itu diberi nama oleh mulut manusia, dan nama-nama dari masing- masingnya mengandung arti, bahwa ada terdapat gereja-gereja lain yang seperti itu sungguhpun Allah mengakui hanya sebuah. Banyak dari nama-nama itu bahkan mengemukakan persaingan Ilahi. Sebagai contoh, tidakkah nama-nama SIDANG KRISTUS, dan SIDANG ALLAH, membuat Kristus dan Allah sebagai saling bersaing? Nama kita sendiri, Persekutuan Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh, menunjukkan sepenuhnya, bahwa ada sebuah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh yang lain lagi. Dan bahkan nama Masehi Advent Hari Ketujuh itu mengandung arti bahwa terdapat juga sebuah gereja Masehi Advent Hari Pertama.

Apa pun terjadi dengan “nama baru” itu, satu hal yang pasti ialah nama itu tidak akan mengandung arti bahwa masih terdapat sesuatu gereja lain yang sejenis dengannya. Dan karena tidak pernah ada sesuatu gereja yang sama sifatnya dengan gereja yang dikemukakan di sini, maka nama itu kelak tidak saja esa jenisnya, tetapi juga keseluruhannya cocok baginya dalam kebenarannya.

Walaupun pada waktu ini kita berada di dalam suatu periode dimana ada orang-orang yang dari pihak Paulus dan ada beberapa dari pihak Apollos, dari pihak Cephas, dari pihak Petrus, pihak Yahya, dan pihak Yakub, dan dari pihak banyak lagi yang lainnya. Sesungguhnya bahkan ada beberapa orang yang mengaku berasal dari pihak Allah dan beberapa lagi dari pihak Kristus. Jelas terlihat, bahwa ada banyak orang yang sedang mengikuti manusia, bukan mengikuti Trinitas yang di dalam nama ini mereka telah dibaptis, dan sebagai akibatnya dunia telah dipenuhi dengan berbagai sekte dan faham — Orang-orang Kristen berselisih dan bertengkar antar sesamanya, yang satu menolak iman yang lainnya, dan pada waktu yang sama mereka berusaha untuk mentobatkan kepada Kristus dunia yang bukan Kristen.

Yesaya 62 : 3
“Engkau akan juga menjadi sebuah mahkota kemuliaan di dalam tangan Tuhan, dan sebuah tengkuluk kerajaan di dalam tangan Allahmu”.

Di sini kita lihat bahwa sidang akan dibentuk terdiri dari suatu umat yang benar, dan namanya yang baru tak dapat tiada akan mengemukakan kenyataan ini. Sungguh ajaib, ia harus jadi begitu, karena Tuhan sendiri mengatakan “Engkaulah mahkota kemuliaan-Ku, tengkuluk kerajaan-Ku”.

Yesaya 62 : 4
“Engkau tidak akan disebut lagi “Yang ditinggalkan”, dan negerimu tidak akan disebut lagi Yang sunyi; melainkan engkau akan dipanggil Hephzibah, dan tanahmu Beulah; karena Tuhan telah berkenan akan kamu, dan tanahmu akan bersuami”.

Karena Tuhan akan berkenan akan dia, dan juga karena negerinya akan bersuami kepadanya, maka ia akan dipanggil Hephzibah, dan negerinya Beulah.

Sidang di masa yang lalu telah ditinggalkan beberapa kali — sekali di Mesir, kemudian di Babilon, di Rum, dan seterusnya — namun ia tidak akan pernah lagi ditinggalkan, dan negerinya : tidak akan pernah lagi ditinggalkan sunyi.

Yesaya 62 : 5
”Karena seperti seorang muda belia mengawini seorang anak dara, demikianlah kelak segala anakmu laki-laki akan mengawini engkau; maka seperti halnya seorang mempelai laki-laki girang hatinya melihat mempelai perempuan, demikianlah kelak Allahmu bergembira karena engkau”.

Pernikahan menunjukkan suatu persekutuan yang abadi. Jadi, sidang memiliki janji, bahwa tanah airnya akan kini menjadi miliknya untuk selamanya, dan ia dan anak-anaknya akan tidak pernah lagi berpisah.

Yesaya 62 : 6, 7
“Aku telah menempatkan pengawal-pengawal pada semua pagar tembokmu, hai Yerusalem, yang tidak akan pernah berdiam diri mereka baik siang baik malam; kamu yang menyebut nama Tuhan, janganlah berdiam diri. Dan janganlah memberikan Dia berdiam sampai ditetapkan-Nya Yerusalem, dan sampai dibuat-Nya Yerusalem menjadi suatu kepujian di atas bumi”.

Ia telah (bukan akan) menempatkan pengawal-pengawal yang kelak tidak akan pernah melalaikan kewajibannya baik siang baik malam, Dan demikian pula kamu yang kini menyebutkan nama Tuhan janganlah berdiam diri, melainkan memuji Dia dan berbicara dari hal kasih-Nya yang ajaib dan Kebenaran. Sekaranglah kesempatanmu untuk membuat kemajuan kerajaan-Nya itu menjadi kesibukanmu yang terutama, perhatianmu yang utama, kesenanganmu yang tertinggi. Sekaranglah waktunya untuk mengatakan, “Jika aku melupakan dikau, hai Yerusalem, maka biarlah tangan kananku melupakan kecantikannya. Jika kiranya tidak aku ingat akan dikau, maka biarlah lidahku lekat pada langitan mulutku; jikalau kiranya tiada aku membesarkan Yerusalem lebih dari pada kesukaanku yang terutama”. Mazmur 137 : 5, 6. Untuk yang terakhir ini berdoalah dan bekerja. Janganlah biarkan Dia diam sampai Ia membuat Yerusalem menjadi suatu kepujian “di bumi”. Biarlah ini menjadi kesenanganmu sama seperti engkau adalah kesenangan-Nya.

Yesaya 62 : 8, 9
“Tuhan sudah bersumpah demi tangan kanan-Nya dan demi lengan kekuatan-Nya, Sungguh-sungguh tiada lagi Aku akan memberikan gandummu menjadi makanan bagi segala musuhmu; dan anak-anak orang asing tidak akan lagi minum air anggurmu yang telah kamu peroleh dengan lelahmu. Melainkan mereka yang telah mengumpulkannya akan memakannya serta memuji-muji Tuhan; dan mereka yang telah mengumpulkannya akan meminumnya di dalam maligai-maligai kesucian-Ku”.

Umat Allah telah dirampas berkali-kali, dan perampasan yang sangat diam-diam telah dilakukan dan masih sedang dilakukan oleh saudara-saudara mereka sendiri dalam iman. Bagaimana? — Dalam setiap langkah maju dari Kebenaran, dimulai dengan para rasul, dan turun sampai kepada hari ini, orang-orang yang pernah memeluk kebenaran-kebenaran yang tidak dikenal yang sedemikian ini, setiap kali telah dikeluarkan dari sidang yang telah mereka bantu mendirikan. Ini dilakukan hanya karena pada satu pihak mayoritas orang-orang yang selalu berkuasa, dan pada pihak lainnya hanya sedikit orang yang terpengaruh kepada kebenaran sekarang, yaitu kepada “makanan pada masanya”. Sungguhpun demikian di sinilah masanya sekarang, di mana semua bentuk perampasan akan berakhir. Bagi mereka yang sedang mengalami pemecatan janji-janji yang membesarkan hati ini telah diberikan.

”Dengarlah akan firman Tuhan, hai kamu yang gentar terhadap firman-Nya; Saudara-saudaramu yang membenci akan kamu, yang telah melempar kamu keluar demi karena namaKu, mengatakan, bahwa biarlah supaya Tuhan dipermuliakan; tetapi Ia akan kelihatan bagi kesukaan kamu, dan mereka itu kelak akan malu”. Yesaya 66 : 5.

Yesaya 62 : 10
“Berjalanlah, berjalanlah melalui pintu-pintu gerbang, persiapkanlah olehmu jalan bagi orang banyak, bukalah, bukalah jalan raya, singkirkanlah semua batu; tinggikanlah sebuah panji-panji bagi orang banyak itu”.

Dengan memiliki janji-janji yang membesarkan hati ini di depan kita, maka Tuhan kini berulang kali meminta kepada kita supaya pergi dengan tidak usah takut melalui pintu-pintu gerbang Sion., yaitu sidang, di mana kita akan mengatakan. ”Tengoklah, keselamatanmu ada datang; tengoklah, upah-Nya adalah serta-Nya, dan kerja-Nya adalah di hadapan-Nya.”

Sebab itu kita tak dapat berbuat sebaliknya, melainkan pergi masuk, karena itulah tugas kewajiban pemberian Allah kita untuk mempersiapkan jalan bagi umat. Kita harus membuka sebuah jalan raya, sebuah jalan bagi mereka untuk datang kepada terang Allah dan dengan demikian kepada kerajaan-Nya. Kita harus membuang keluar setiap halangan yang berdiri menghalangi jalan, dan harus meninggikan sebuah panji-panji bagi umat, yaitu sebuah panji-panji yang dapat dilihat dan diikuti mereka yang akan menghantarkan mereka ke depan. Bagaimanakah panji-panji itu? Panji-panji yang akan dilihat dan diikuti oleh orang banyak itu ialah: Yesus dalam Kebenaran-Nya.

Yesaya 62 : 11
“Tengoklah, Tuhan telah memberitakan kepada akhir dunia, Katakanlah olehmu kepada puteri Sion, Tengoklah, keselamatanmu ada datang; tengoklah, upah-Nya adalah serta-Nya, dan pekerjaan-Nya adalah di hadapan-Nya”.

Ayat ini seperti yang kita telah pelajari pada permulaan penyelidikan kita, menjernihkan dua perkara. Pertama, bahwa pasal ini secara pasti berisikan sebuah pekabaran kepada sidang pada akhir sejarah dunia; kedua, bahwa karena kita diutus dengan sebuah pekabaran bagi sidang sementara pasal ini adalah kini untuk pertama kalinya diungkapkan dan dibawakan kepada perhatian kita, maka ia menunjukkan dengan pasti, bahwa kita telah sampai pada masa akhir zaman itu, masa di mana lembaga-lembaga ciptaan manusia akan berlalu untuk selama-lamanya.

Kata-kata “tengoklah” menunjukkan, bahwa kita hendaknya sekarang memperhatikan dan mampu melihat bahwa keselamatan kita ada datang, dan bahwa sementara upah-Nya ada berserta-Nya, pekerjaan-Nya masih ada di hadapan-Nya. Dan apakah artinya upah-Nya itu? — Apa lagi kalau bukan kehidupan kekal selamanya? Demikianlah kelak akan jadi bahwa buah-buah pertama itu, mereka yang 144.000 itu, hamba-hamba Allah yang akan segera berdiri di atas Gunung Sion bersama-sama dengan Anak Domba akan pertama-tama diberi upah. Sebagai hamba-hamba Allah mereka akan meneruskan pekerjaan yang ada “di hadapan-Nya”, yaitu pekerjaan pengumpulan buah-buah kedua. Inilah pekerjaan yang ada di hadapan-Nya itu.

“Maka Aku akan menaruh sebuah tanda di antara mereka itu, dan Aku akan mengutus orang-orang yang telah luput (dari pembunuhan Tuhan itu, ayat 16) dari antara mereka itu kepada segala bangsa, ke Tarshis, ke Pul, dan ke Lud, orang pemanah ke Tubal dan ke Jawan, ke segala pulau yang jauh-jauh, yang belum pernah mendengar kabar-Ku dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku; maka mereka itu akan memberitakan kemuliaanKu di antara segala bangsa Kapir. Dan mereka akan menghantarkan semua saudaramu bagi suatu persembahan kepada Tuhan dari antara segala bangsa dengan menunggang kuda, dan dengan kereta-kereta, dan dengan unta yang berpelana, dan dengan keledai, dan dengan kuda sembrani, ke bukit kesucian-Ku Yerusalem, demikianlah firman Tuhan, seperti halnya bani Israel membawakan persembahan makanan di dalam bejana yang suci ke dalam rumah Tuhan”, Yesaya 66 : 19, 20.

Kepada Yahya pembaptis telah diberikan suatu tugas yang sama dengan tugas-tugas kita, maka sungguhpun ia tidak memperoleh jaminan, bahwa ia akan terus hidup, namun ia secara pahlawan telah menyelesaikan tugasnya. Kita tidak dapat berbuat sebaliknya. Semangat kita harus sejalan dan bahkan lebih besar daripada itu, sebab hak-hak istimewa dan janji-janji bagi kita adalah lebih besar dari pada yang diberikan kepada Yahya.

Kebiasaan berpakaian Yahya dan makanannya berbeda dari pada yang dimiliki orang banyak itu. Dan demikian pula makanan dan pakaian patut menjadi sebagian dari standard kita juga. Jika kita tidak makan dan berpakaian sebagai orang Kristen, maka kemanakah akan kita bawa orang banyak itu? Tentu bukan kepada Kristus dan kebenaran-Nya. Dan bagaimanakah umat yang banyak itu akan dapat mengetahui segera siapa kita, kalau bukan oleh cara berpakaian kita yang rapih dan sederhana?

Dalam salah sebuah perumpamaan Yesus berbicara dari hal domba dan kambing. Sebagai Saudara ketahui, kambing berbeda dari pada domba dalam tiga hal yang terkenal, yaitu: (1) oleh pakaiannya, (2) oleh apa yang dimakannya. (3) oleh paham kebiasaannya. Kambing berlari kepada apa saja, domba tidak. Kambing mengangkat hidungnya ke atas sampai kepada duri-duri dan onak-onak, mereka makan sampai kepada kulit dan mematikan pohon-pohon. Domba mengarahkan hidungnya ke bawah ke dalam rerumputan, dan disitulah mereka mencari makanannya. Akan kita menempatkan diri kita pada sebelah kiri Tuhan seperti halnya kambing-kambing atau pada sebelah kanan-Nya seperti halnya domba-domba? Adakah kita berlaku, makan, dan berpakaian seperti orang-orang kapir ataukah sebagai orang-orang Kristen?

Sebab itu, sekaranglah “tahun penyambutan Tuhan itu” bagi kita. Sekaranglah waktunya di mana kita boleh mengambil keputusan apakah hendak berbakti kepada Allah atau berbakti kepada mammon. Pilihan yang akan kita ambil sekarang akan merupakan pilihan kita untuk selama-lamanya. Marilah kita mengambil pilihan yang lebih baik supaya jangan kita mendapatkan diri kita kelak dalam kegelapan di luar, di mana akan ada tangisan dan keretak gigi kita.

Yesaya 62 : 12
“Pada masa itu digelar oranglah akan mereka itu bangsa yang suci, orang tebusan Tuhan, dan engkau pun akan dinamai, Yang kekasih, Negeri yang tiada ditinggalkan”.

Jika kita melakukan semua itu yang dikendalikan oleh Roh Allah kepada kita untuk dilakukan, maka kita tak dapat tiada akan dipanggil “Bangsa yang suci, Orang-orang tebusan Tuhan”, ”Yang kekasih, Sebuah negeri yang tidak ditinggalkan”.

Dan sekarang kita simpulkan pelajaran ini sebagai berikut:

Pelajaran ini membuka dengan “Tengoklah, Tuhan memberitakan kepada hujung dunia”, keselamatan sidang “ada datang”, upah dari Tuhan ada serta-Nya.

Sidang akan menjadi sebuah mahkota kemuliaan di dalam tangan Tuhan, dan sebuah tengkuluk kerajaan di dalam tangan Allah.

Kelak tidak lagi sidang-Nya akan disebut “Telah ditinggalkan”, atau pun negeri mereka akan disebut “Sunyi”. Sebutan-sebutan ini akan dirubah masing-masingnya dengan Hephzibah dan Beulah, yang berarti Allah akan berkenan kepada umat-Nya dan akan negeri mereka.

Allah akan bersukacita karena sidang-Nya seperti halnya seorang pengantin lelaki bergembira karena permaisuri-Nya.

Allah telah menempatkan pengawal-pengawal pada semua pagar tembok Yerusalem, mereka tidak akan pernah melalaikan tugasnya. Mereka tidak akan berdiam diri, melainkan mereka akan memuji-muji Tuhan, dan mereka sangat bersemangat untuk berbuat apa saja untuk meneruskan kerajaan-Nya.

Lagi pula, bahwa Allah telah bersumpah demi tangan kananNya, dan demi lengan kekuasaan-Nya, bahwa Ia tidak akan lagi menyerahkan makanan anak-anak-Nya kepada musuh, bahwa orang-orang asing tidak akan lagi merampok mereka dari pada apa yang mereka telah kerjakan, bahwa apa yang mereka kumpulkan akan betul-betul menjadi milik mereka sendiri.

Kita saksikan, bahwa sidang telah berulang kali dirampok terang kebenarannya. Apabila ia berusaha mencari lebih banyak terang, maka musuh-musuh menyingkirkannya dari padanya lalu mengacaukan orang banyak itu, sedikit-dikitnya untuk sesuatu masa.

Kini kepadanya dinasehatkan supaya “mendengar akan Firman Tuhan”, untuk mana saudara-saudara (rekan-rekan anggota gereja) membenci kita sehingga mereka memecat kita keluar dari antaranya. Semua ini mereka lakukan dengan nama Tuhan, namun mereka kelak akan “m a l u”, apabila Ia muncul bagi kesukaan kita.

Kita diperintahkan untuk pergi memasuki semua pintu gerbang Laodikea dan mempersiapkan jalan bagi orang banyak itu; membentangkan jalan raya, menyingkirkan semua perintang, meninggikan sebuah standard bagi orang banyak itu; menunjukkan kepada mereka, bahwa Tuhan “telah memberitakan kepada ujung dunia; menceriterakan kepada “puteri Sion” bahwa selamatnya ada datang, bahwa upah dari Dia adalah serta-Nya, dan pekerjaan-Nya ada di hadapan-Nya,

Bahwa orang-orang yang luput dari pembunuhan Tuhan itu akan diutus kepada segala bangsa dan kepada semua pulau di lautan, yaitu kepada orang banyak yang belum pernah mendengar dari hal Juruselamat. Mereka akan menghantarkan semua saudaranya kepada rumah Tuhan.

Bahwa karena Yahya pembaptis harus diperkenalkan sebagai pertanda lahiriah tertentu, yaitu mengenai cara kebiasaan berpakaian dan makanannya, demikian pula umat Allah kini patut menunjukkan, bahwa mereka telah ditempatkan khusus untuk suatu tugas istimewa, agar makanan dan pakaian mereka hendaknya banyak berbeda seperti halnya perbedaan kambing dari pada domba, agar mereka dapat disebut “Umat yang suci, tebusan Tuhan”, Sebuah negeri yang tidak ditinggalkan”.

 

 

*****

 

 231 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart