<< Go Back
AMARAN SEKARANG
JILID 1 No. 47
MASA KESUSAHAN YAKUB,
YEHUDA DAN ISRAEL PULANG
NASKAH UNTUK BERDOA
HIMBAUAN KEMURAHAN ALLAH
Saya akan membaca dari buku The Mount of Blessing, halaman 217 dimulai dengan paragraf yang pertama:
“Tetapi pada waktu ini kemurahan menghimbau orang-orang berdosa. ‘Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan Hua, Aku tidak menyukai kematian orang jahat itu, melainkan supaya orang jahat itu berbalik dari pada jalannya dan hidup; berbaliklah kamu, berbaliklah kamu dari pada segala jalanmu yang jahat; karena mengapakah kamu hendak mati?’ Suara yang berbicara kepada orang-orang yang tidak bertobat pada waktu ini adalah suara dari Dia yang dalam hatinya yang hancur berseru sementara Ia memandang kepada kota kesayangan-Nya: Hai Yerusalem, Yerusalem, yang telah membunuh segala nabi, dan yang telah melempari batu terhadap mereka yang telah diutus kepadanya! Betapa sering Aku ingin menghimpunkan anak-anakmu bersama-sama, bahkan bagaikan seekor induk ayam menghimpunkan anak-anaknya ke bawah sayap-sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Tengoklah, bahwa rumahmu akan dibiarkan kepadamu sunyi’. Dalam Yerusalem Yesus memandang kepada suatu lambang dari pada dunia yang telah menolak dan meremehkan kemurahanNya. Ia menangis, hai kamu yang keras hati, karena kamu! Bahkan sewaktu air mata Yesus tertumpah di atas gunung itu Yerusalem masih dapat bertobat dan masih dapat menghindari nasib celakanya. Untuk suatu kurun waktu yang singkat Karunia Sorga itu masih tetap menunggu akan penyambutannya. Begitulah, hai hati, kepadamu Kristus masih berbicara dalam tekanan kata-kata kasih: ‘Tengoklah, Aku berdiri di pintu dan mengetok; jika seseorang mendengar suara-Ku, lalu membuka pintu, maka Aku akan masuk kepadanya, dan Aku akan makan bersama-sama dengannya, dan dia dengan Aku.’ Sekaranglah masa Aku berkenan; tengoklah, sekaranglah hari selamat itu”.
Kita hendaknya berdoa agar kita dengan senang hati menyambut akan himbauan kemurahan Allah; agar supaya kita menginsyafi bahwa tujuan-Nya ialah untuk menyelamatkan kita dari kebinasaan kekal; agar supaya kita akan menyambut sekarang juga dalam hari keselamatan; agar kita mengetahui bahwa Ia sedang menghimbau kita pada hari ini sama seperti Ia menghimbau Yerusalem pada kedatangan-Nya yang pertama dahulu; agar supaya pintu-pintu hati kita tidak akan pernah tutup dari pada-Nya.
239 total, 1 views today


