Apakah pendidikan itu berbahaya ?
<< Go Back


APAKAH PENDIDIKAN ITU BERBAHAYA ?

 

Pertanyaan No. 108 :

Apakah yang salah dengan pendidikan? Mengapakah ia itu menghasilkan sekian banyak orang yang tidak dapat menyesuaikan  diri? Berbahayakah saya mengirim anak-anak saya ke sekolah?

Jawab :

Kesalahannya bukan terdapat pada pendidikan itu sendiri, melainkan pada jenis pendidikan yang  diperoleh seseorang. Benar, ada dua jenis pendidikan — pendidikan yang bersifat Ilahi, pendidikan alami dan pendidikan rohani, pendidikan yang salah dan pendidikan yang benar. Karena manusia lahir dengan disertai kerinduan-kerinduan untuk mencintai yang alami dan membenci yang rohani, maka dengan sendirinya metode pendidikan manusia telah ditanam secara mendalam, dan metode pendidikan Ilahi sebagian besarnya, atau hampir sama sekali telah dilalaikan. Demikian inilah sebab dari pada adanya sekian banyak orang yang tidak dapat menyesuaikan diri itu.

Telah merupakan kenyataan yang tak dapat disangkal, bahwa metode pendidikan yang pertama itu benar-benar telah digunakan melatih siswa bukan untuk menjadi produktif melainkan untuk menjadi konsumtif — untuk menggaruk dan mementingkan diri sendiri, sedangkan metode pendidikan yang kedua itu dimaksudkan untuk melatih siswa menjadi produktif lebih dari pada yang ia konsumsikan — untuk menjadi pemurah dan tidak mementingkan diri sendiri, yang hidup bagi orang lain, bukan bagi diri sendiri.

Kemudian juga harus disadari bahwa sekalipun jika sekolah-sekolah memberikan jenis latihan yang benar, maka itu akan ditentang oleh para orangtua yang memperbolehkan anak-anak mereka menyia-nyiakan waktu, gantinya mendidik mereka untuk bagaimana meringankan beban seseorang dan untuk mencari nafkah. Oleh sebab itu,  jika tidak ada terdapat kerja-sama di antara sekolah dan rumah tangga, maka sekalipun terdapat suatu sistem pendidikan yang benar di sekolah-sekolah, anak-anak bagaimanapun juga akan dilatih menjadi beban bagi dirinya sendiri, menjadi tanggungan bagi para orangtuanya, dan merusak bagi dunia.

Gantinya membuat pendidikan mereka menjadi suatu persiapan bagi hidupnya, kebanyakan siswa justru membuatnya sebagai suatu Iiburan yang lepas dari kehidupan. Kemudian apabila tiba hari penamatan, maka mereka dengan sendirinya tidak tahu apa yang harus dikerjakannya kemudian. Dan bahkan apabila mereka “memiliki suatu pekerjaan di dalam pikirannya, ia itu seringkali membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya untuk memperoleh landasan kebiasaan-kebiasaan kerja yang dipersyaratkan dalam bidang-bidang mereka.”

Adalah suatu kenyataan yang teruji, bahwa selama pendidikan mereka senang sekali membonceng pada orang lain, yaitu sesuatu perkara yang telah menjadi kejahatan. Dan makin lama mereka pergi ke sekolah makin menjadi-jadi sifat mementingkan diri ini tampaknya. Dan itulah sebabnya mengapa DR. Henry C. Link, psikolog itu, menegaskan bahwa “para majikan tidak lagi tertarik di antara sesamanya untuk tergesa-gesa mempekerjakan para tamatan college. Lagi pula dalam menyeleksi mereka seringkali lebih banyak dipengaruhi oleh kegiatan-kegiatan ekstra-kurikulum seseorang siswa dan keberhasilan-keberhasilannya dalam hubungannya dengan rekan-rekan sesama siswanya, dari pada keberhasilannya bersama-sama dengan dosennya.”

Yang diperlukan oleh generasi masa kini untuk terutama dipelajari di sekolah ialah menghentikan membonceng pada orang lain dan supaya mulai berproduksi, yaitu perkara yang dicemaskan terus meningkat. Anak-anak harus diajari, bahwa bagaimanapun juga satu-satunya jalan bagi seseorang untuk berhak hidup dengan wajar ialah pertama kali menjadi seseorang yang produktif, yang menghasilkan lebih banyak dari pada yang ia konsumsikan, dan supaya berusaha dengan sungguh-sungguh, bukan untuk menerima, melainkan untuk memberi, dan supaya menyadari bahwa kebiasaan kebajikan dan tidak mementingkan diri yang sedemikian ini adalah merupakan pintu gerbang yang menuju kepada keberhasilan dan kebahagiaan.

Adalah pada masa Ibrahim mendemonstrasikan penyambutannya yang benar-benar murah hati dan ramah oleh mengundang secara persaudaraan dan kemudian memohon secara paksa kepada ketiga orang asing itu untuk berhenti beristirahat dan makan, maka janji akan hal seorang putera itu, yang telah diberikan bertahun-tahun sebelumnya, telah menjadi kenyataan. Dan kesetiaan Lot mendesak dua dari antara orang-orang asing yang sama ini untuk bermalam di rumahnya, telah melepaskannya dari kebinasaan Sodom yang kebakaran itu.

Janganlah kita Iupa, bahwa perwujudan prinsip-prinsip Ilahi ini adalah merupakan langkah pertama menuju kepada pertobatan seseorang kepada agama Kristus. Melalaikan persyaratan-persayaratan yang perlu ini sambil mencoba untuk menjadi seorang yang sekaligus-Kristen, adalah sama saja mustahilnya dengan mengundang pendeta untuk melaksanakan suatu upacara perkawinan tanpa memiliki sesuatu pihak pun yang bersedia untuk kawin.

Mengenai pokok masalah kepribadian, DR. Link menulis : “Pikiran-pikiran adalah bukan lahir dengan sendirinya, sekaliannya itu adalah didapat melalui latihan. Kepribadian adalah bukan dilahirkan, ia itu dikembangkan oleh praktek. Tetapi kita tidak memiliki perpustakaan buku-buku ilmiah mengenai yang terakhir ini. Buku pelajaran yang terbesar dan yang paling otentik mengenai kepribadian masih tetap adalah Alkitab, maka penemuan-penemuan yang telah dibuat oleh para ahli ilmu jiwa lebih cenderung untuk mengukuhkan dari pada menentang penyusunan mengenai kepribadian yang ditemukan di sana. Ilmu jiwa berbeda dari pada semua ilmu yang lainnya dalam hal yang penting ini. Sementara ilmu-ilmu lainnya mengajarkan kepada kita bahwa pendapat-pendapat dan kepercayaan-kepercayaan kita yang terdahulu mengenai alam adalah keliru, maka Ilmu jiwa membuktikan bahwa banyak dari pendapat-pendapat dan ajaran-ajaran kuno mengenai perkembangan sesuatu tabiat dan kepribadian yang baik adalah benar.

Catatan khusus yang membicarakan unsur-unsur atau kebiasaan-kebiasaan pribadi yang termasuk di dalam ujian ini adalah sebagai berikut : Anak mengembangkan suatu kepribadian yang baik, atau sedikit-dikitnya dasar-dasar dari suatu kepribadian yang sedemikian ini, dengan cara melakukan banyak perkara yang tidak dilakukannya dengan sendirinya secara alami, dan banyak perkara yang sesungguhnya tidak ia sukai. Makan dengan menggunakan pisau dan garpu mungkin telah terbiasa baginya pada waktunya, dan bahkan menyenangkan, tetapi bukan sebelum para orangtuanya menghabiskan empat sampai delapan tahun untuk berusaha dengan tak henti-hentinya untuk melatihnya menggunakan pisau dan garpu itu dengan sepantasnya. Tentunya, anak-anak secara alami dan keturunan berbeda-beda; tetapi betapapun baik mereka, kebiasaan-kebiasaan dasar harus ditanamkan melalui suatu proses disiplin. Mengingat akan keengganan yang tak dapat dielakkan terhadap disiplin yang dikembangkan oleh anak-anak dan lambannya mereka dalam mendapatkan banyak kebiasaan-kebiasaan yang didambakan, maka setiap pengaruh, tekanan, atau alat yang ada yang akan mempercepat mereka mendapatkan kebiasaan-kebiasaan ini harus dimanfaatkan. Kebanyakan para orangtua memerlukan setiap sumber bantuan atau tunjangan yang ada dalam proses ini. — The Return to Religion.

Perlu sekali menciptakan suatu keberhasilan yang nyata di dalam kehidupan, orang harus mendapatkan kecakapan-kecakapan yang menonjol, keunggulan dalam sesuatu yang sedikit, dan keunggulan yang nyata dalam sesuatu; juga suatu kerinduan untuk pertama-tama menyenangkan dan mendatangkan berkat bagi orang lain, dan hanya yang kedua memuaskan dirinya sendiri.

Allah telah sedemikian rupa mengasihi dunia ini sehingga telah dikaruniakan-Nya anak-Nya yang tunggal. Oleh sebab itu manusia pun harus baik sejauh mungkin sehingga mereka pun dengan bebas menggunakan waktu dan tenaga mereka untuk melayani kepentingan-kepentingan orang-orang lain. “Janganlah setiap orang memandang pada perkara-perkaranya sendiri, melainkan juga setiap orang pada perkara-perkara orang lain.” Pilipi 2 : 4. Dalam cara yang berbahagia sedemikian ini mereka akan memanfaatkan dirinya sendiri lebih dari pada orang-orang lain. “Carilah dahulu olehmu akan kerajaan Allah dan kebenaran-Nya,” demikianlah perintah Tuhan, “maka segala perkara ini akan ditambahkan kepadamu.” Orang yang memahami sepenuhnya akan kerjanya hukum Ilahi ini, dan tanpa ragu-ragu mematuhinya, ialah satu-satu orang yang benar-benar berhasil hidupnya. Dan dari kenyataan bahwa orang-orang yang membuat kepentingan majikannya menjadi pekerjaan utama hidup mereka adalah hanya orang-orang yang menerima promosi dan yang berhasil mencapai kedudukan-kedudukan tinggi yang bertanggung jawab, menunjukkan bahwa hukum Ilahi ini berlaku juga di antara orang-orang bukan Kristen.

Siswa yang maju perlu menguji teori-teori sementara ia mengikutinya dan sebelum ia mempelajari teori-teori yang baru. Artinya, gantinya mengaplikasikan dirinya hanya untuk mengejar pengetahuan, ia perlu mengaplikasikan pengetahuan yang diperolehnya itu untuk mengejar sesuatu mata pencaharian. Di samping itu, makin lama seseorang dikurung dari kenyataan-kenyataan suatu kehidupan yang bekerja, makin tidak mampu ia menghadapi kenyataan-kenyataan itu apabila ia ditantang oleh kebutuhan. Pendidikan yang sedemikian ini hanya dapat menghasilkan orang-orang yang canggung — yaitu orang-orang yang merupakan parasit-parasit sosial. Tetapi pendidikan yang benar “mempersiapkan siswa bagi pelayanan yang menggembirakan di dunia ini, dan bagi kegembiraan yang lebih tinggi dari pelayanan yang lebih luas di dalam dunia yang akan datang.” — Education, p. 13.

Sebab itu, para orangtua yang hendak membantu anak-anak mereka membuat kehidupan yang berhasil dan hidup dengan wajar, jangan sekali Ialai memberikan latihan kepada orang-orang muda sedemikian ini. Kemudian mereka akan menyaksikan dengan jelas, bahwa jenis pendidikan yang tepat bukan hanya merupakan sesuatu perkara yang bagus, meiainkan itu adalah segala-segalanya dalam pengembangan tabiat yang baik. Tidak seorangpun boleh membiarkan anak-anak mereka tanpa pendidikan yang sangat diperlukan ini. Sebab itu jika anak-anakmu belum menerima suatu pendidikan yang sedemikian ini di sekolah, maka tak dapat tiada mereka harus menerimanya di rumah.

Dan dalam mengambil tanggung jawab ini para orangtua harus senantiasa ingat, bahwa manusia secara alami lahir sebagai pembonceng pada orang lain. Seorang bayi tidak berbuat apa-apa untuk membantu dirinya sendiri. Apa saja yang perlu bagi kehadirannya dilakukan orang lain. Maka satu-satunya cara yang sempurna untuk menghentikan seseorang anak dari pada kebiasaan-kebiasaan mementingkan diri sendiri ini, ialah memulai sedini mungkin mengajarkan kepadanya untuk membantu dirinya sendiri, sehingga pada akhirnya ia akan menjadi tuan atas semua keinginannya. Segera setelah seekor burung keluar dari sarangnya, maka induk burung mengajarkannya untuk terbang dan untuk mencari makannya sendiri. Para orangtua yang lalai melatih anak-anak mereka sedemikian ini adalah kurang cerdik dibandingkan dengan binatang-binatang yang bisu itu, dan tentu sekali merupakan musuh-musuh anak-anak mereka yang terjahat.

Ada seseorang ayah yang lalai, seperti halnya imam Eli dari Israel kuno, untuk mengambil tanggung jawab ini, dan akhirnya mendapat kesulitan besar dengan puteranya yang berumur tujuh belas tahun. Kepada DR. Link ia menceriterakan keadaannya sebagai berikut :

“Saya yakin anak saya memiliki pikiran yang baik, namun selama beberapa tahun terakhir ini pekerjaannya di sekolah terus menerus merosot. Dalam masa semester ini ia gagal dalam tiga mata pelajarannya. Tetapi, yang bahkan lebih mengecewakan saya dari pada pekerjaan sekolahnya ialah sikapnya menghadapi hidup pada umumnya. la tampaknya menyangka, bahwa dunia dan terutama para orangtuanya wajib memberi nafkah kapadanya. Kebetulan karena kami tinggal di tengah-tengah suatu masyarakat yang kaya. Banyak dari keluarga-keluarga itu jauh lebih kaya dari pada kami, dan karena saya agak bermurah hati kapada anak saya, memberi kepadanya sejumlah uang saku yang cukup, pakaian-pakaian yang bagus, membiarkan dia membawa kendaraan keluarga, dan sebagainya, maka ia menjadi makin tidak puas. Kini ia menghendaki memiliki kendaraannya sendiri, dan selalu berbicara tentang banyak anak-anak di kota yang memiliki kendaraannya sendiri.

“Pada waktu saya meminta kepadanya untuk mengawasi tungku api atau membersihkan pekarangan, atau melakukan beberapa tugas lain, maka katanya kepada saya bahwa pemuda-pemuda lain tidak wajib melakukan jenis pekerjaan ini. Walaupun saya kadang-kadang membawanya melakukan sesuatu pekerjaan, namun saya tidak pernah berharap bahwa ia akan melakukannya dengan baik. la sama sekali tidak memiliki rasa tanggung jawab ataupun merasa berkewajiban, melainkan dianggapnya keluarganya berkewajiban untuk melakukan apa saja yang mungkin dikehendakinya untuk diperbuat. Pada kenyataannya, suatu pendapatnya di dalam hidup ialah bergembira, dan pendapatnya mengenai suatu masa yang baik,  sedemikian jauh yang dapat saya lihat, ialah berbuat apa yang dikehendakinya untuk dibuat, apabila ia hendak melakukannya, tanpa menghiraukan orang lain. Saya benar-benar takut kalau-kalau ia sedang mengembangkan suatu tabiat yang akan membuatnya tidak cocok bagi dunia; sama seperti yang telah membuatnya tidak cocok bagi “pelajaran-pelajarannya.”

Ada terdapat beribu-ribu orang malang yang sedemikian ini dari berbagai usia, yang sebab kegagalannya dalam hidup dapat ditelusuri ke belakang kepada para orangtuanya sendiri. Karena berbuat segala-galanya yang terlalu banyak bagi anak-anak mereka, maka mereka telah merampas dari anak-anak itu kesempatannya untuk mendapatkan kebiasaan-kebiasaan bergantung pada diri sendiri. Sebagai gantinya mereka telah berpendapat bahwa baik orangtua mereka sendiri maupun pada orangtua lainnya berkewajiban memberi nafkah kepada mereka, memberi pendidikan, dan memberikan barang-barang mewah yang benar-benar dianggapnya sebagai barang-barang kebutuhan.

Sementara manfaat-manfaat kebendaan bersekongkol membuat kehidupan seseorang lebih mudah, mereka justru membuat tabiatnya menjadi lebih lemah. Keinginan para orangtua yang tak terkendali untuk berbuat baik bagi anak-anak mereka, ditambah uang-uang untuk melakukannya, mendatangkan atas mereka itu kerusakan yang tak terperbaiki. Dan demikian inilah dosa-dosa dari kebodohan ayah dan dari kebahagiaannya yang telah dikendalikan secara tidak bijaksana ditimpakan ke atas anak-anak. Dalam kaitan ini terlihat berkali-kali kebenaran itu di dalam tegoran Ilahi : “Bahwasanya, inilah kejahatan dari adikmu Sodom, kesombongan, kepenuhan roti, dan kelimpahan pengangguran terdapat di dalamnya dan di dalam puteri-puterinya, tidak juga dikuatkannya akan tangan orang-orang miskin dan yang berkekurangan.” Yeheskiel 16 : 49.

Adalah suatu, kenyataan yang terkenal bahwa sebagai pedoman pada umumnya orang-orang yang sangat terpelajar adalah orang-orang yang paling ragu-ragu untuk menerima injil  Kristus, dan tergolong orang-orang yang paling terakhir dalam menyesuaikan langkah dengan Kebenaran. Dalam hal ini lebih dari pada di sesuatu yang lain berlakulah kata-kata yang berbunyi : “Berbahagialah kamu yang miskin, karena milik kamulah kerajaan Allah itu.” Lukas 6 : 20.

Para orangtua dapat menjauhkan anak-anak mereka dari keinginan untuk masuk memiliki kekayaan-kekayaan yang telah diperoleh orang-orang lain, hanya jika mereka sejak dini dalam kehidupan anak mulai mencabut keluar kebiasaan-kebiasaan mementingkan diri sendiri dan menanamkan kebiasaan-kebiasaan mementingkan orang lain sebagai penggantinya. Dalam perjuangan untuk mendapatkan tabiat, kepribadian, dan kegunaan, anak-anak dari para orangtua yang miskin lebih beruntung dari pada anak-anak dari para orangtua yang kaya.

Orang yang sangat terhormat di dunia berikut orang-orang laki-laki dan wanita yang sangat diperlukan, yang telah meninggalkan kepada dunia sesuatu yang berharga,  mereka itu datang dari keluarga-keluarga yang miskin. Melalui teladan, kami akan mengingatkan kepada pembaca hanya sejumlah kecil tabiat-tabiat yang sedemikian ini, sebagai berikut :

Pengalaman semasa kecil dari Jack London telah hangus di bawah kemelaratan dan berbagai kesulitan hidup, namun tergoda oleh suatu kemauan yang bergelora untuk menjadi seorang penulis yang besar, maka ia telah menjadi pengarang terkenal dari lima puluh satu buah buah buku maupun sejumlah cerita yang tak terhitung banyaknya. Penghasilan tahunannya telah menjadi lebih dua kali dari penghasilan Presiden Amerika Serikat.

Dan Helen Jepson, pernah begitu miskin sehingga ia tidak mampu untuk mengikuti pelajaran-pelajaran musik, namun ia telah menjadi salah satu dari penyanyi-penyanyi terbesar kita.

Andrew Carnegie mulai bekerja dengan hasil dua sen per jam, dan kemudia ia telah menghasilkan empat ratus juta dolar.

Almarhum John D. Rockefeller, yang telah menimbun kekayaan yang mungkin terbesar dalam seluruh sejarah, memulai hidupnya dengan menanam kentang di bawah terik matahari untuk mendapatkan upah empat sen sejam.

Thomas A. Edison, yang telah disebut sebagai warga dunia yang sangat berguna, melalui pekerjaannya sebagai seorang penjaja koran di Grand Railway. Laboratoriumnya yang pertama didirikan di dalam sebuah ruangan terpisah dari sebuah kereta bagasi.

Benjamin Franklin adalah seseorang yang terkenal dalam hampir setiap lapangan usaha. Pencipta, ilmuwan, pengarang, negarawan, pemikir, pencetak, diplomat, pembuat lucu, — sesungguhnva sedikit saja orang lainnya yang pernah mengadu nasib pada sekian banyak pekerjaan dan mengerjakannya dengan begitu berhasil. Namun ia lahir dari keluarga miskin penjual lemak lilin, dan sama sekali tidak memiliki keuntungan istimewa apapun sebagai anak kecil.

Luther Burbank, yang disebut  “Ahli Tanaman”, semula tidak mampu sekolah lebih jauh dari pada hanya akademi kota setempat, dan sewaktu masih muda mulai bekerja di sesuatu pabrik.

Kehidupan dan sejarah dari DR. G. W. Carver juga mengungkapkan kenyataan bahwa untuk membangun tabiat, untuk mendapatkan suatu pendidikan, dan untuk membuat suatu kehidupan yang benar-benar berhasil, maka adalah perlu bahwa seseorang memulai dari semula, membantu dirinya sendiri, dan membiayai jalannya sendiri melalui sekolah.

Kami mengutip dari sebuah sketse biografi dari ilmuwan yang besar ini, sebagaimana yang diterbitkan di dalam The Reader’s Digest, Desember tahun 1942, menjelang kematiannya :

Lahir di Missouri sekitar tahun 1864, DR. Carver tidak pernah mengenal ayah dan ibunya — mereka telah dibawa pergi oleh perampok-perampok budak sewaktu ia masih bayi. Seorang pemiIik kebun kulit putih, Moses Carver, telah membesarkan anak itu, memberi kepadanya namanya, dan karena sebab kesehatan anak itu buruk ia telah membiarkannya mengerjakan pekerjaan wanita, yaitu memasak, menjahit, mencuci pakaian.

Namun suatu api yang aneh telah membara di dalam dirinya. Satu-satunya buku yang diingatnya di dalam rumah Carver ialah Webster’s Speller. la telah menghafalkannya. Karena mereka sendiri jatuh dalam masa yang sulit, maka keluarga Carver tidak mampu mengirimnya ke sekolah. la terus sekolah menurut caranya sendiri; tidur di gudang-gudang dan di loteng-Ioteng jerami; ia bekerja apa saja demi untuk sesuap rotinya; menangkap semua pengetahuan yang ditawarkan oleh gedung sekolah beruangan satu itu. “Mencuci di keluarga-keluarga kulit putih” telah membiayainya sampai ke sekolah menengah atas.

la telah diterima masuk ke Universitas Lowa melalui pos, hanya untuk ditolak kembali sewaktu ia tiba, karena ia adalah seorang Negro. Kemudian ia telah membuka sebuah usaha binatu kecil dan pada akhir tahun ia telah berhasil menghimpun dana yang cukup untuk bisa masuk ke Simpson College di Indianola,  Lowa. la berusaha dengan mencuci, mengepel lantai dan membersihkan rumah selama tiga tahun di sekolah tersebut lalu terus maju untuk menyelesaikan empat tahun pendidikan pertanian di Lowa Stata College. Di sanalah kepandaian istimewanya dengan tanah dan tanaman telah memenangkan baginya suatu tempat di dewan fakultas, pada waktu penamatan.

Di bawah di pusat Alabama, di sekitar waktu yang sama ini, Booker T. Washington — pendiri dan president dari Lembaga Tuskegee — sedang memimpikan suatu emansipasi ekonomi bagi petani Negro. Mimpi-mimpinya itu membutuhkan seseorang. Washington kemudian memilih Carver yang muda itu.

Pada waktu Carver tiba di Tuskegee dalam tahun 1896, di sana tampaknya sedikit sekali kesempatan baginya untuk maju dan tidak ada apa-apa yang dapat digunakan. Washington menghendaki sebuah laboratorium pertanian; sedangkan tidak ada peralatan maupun uang. la menghendaki sebuah sekolah pertanian; sedangkan tanahnya sulit. la menghendaki rumput di kampus Tuskegee; sedangkan di sana hanya ada pasir.

Pada waktu ini, di dalam sebuah peti gelas di museum terdapat bahan-bahan yang oleh mana Carver telah membuat laboratoriumnya yang pertama. Untuk panas dipasangnya sebuah lampu lentera gudang yang berhasil dipungut. Lesung atau lumpangnya adalah sebuah baskom dapur yang berat; ia menggunakan sepotong besi yang datar untuk menghancur lumatkan. Gelas-gelas kimia dibuat dengan cara memotong kepala-kepala botol yang diambil dari gudang sekolah. la merubah sebuah botol tinta menjadi lampu alkohol dan membuat sumbunya sendiri.

Tanah pada 16 acre “kebun percobaan”nya itu adalah tanah pasir, yang erosi dan tandus. Ia menugaskan siswa-siswanya memasuki rawa-rawa dan semak-semak dan dipersenjatai dengan keranjang-keranjang dan ember-ember. Hari demi hari mereka membawa kembali kotoran dan daun-daunan busuk lalu menutupi tanah dengannya. Di atas tanah-tanah itulah ia mendemonstrasikan, bahwa tanah Selatan yang sangat tidak subur itu dapat dibuat menjadi tanah yang menghasilkan, bukan hanya satu panen kentang per tahun yang dihasilkan, melainkan sampai dua. Di sana juga dituainya kapas satu bal per acre sebagai hasil pertama dari Alabama.

Katanya : “Setiap orang mengatakan kepada saya bahwa tanah itu tidak subur. Tetapi itulah satu-satunya tanah yang saya miliki. Tanah itu bukan tidak subur. la itu hanya belum digunakan.”

la menemukan manfaat-manfaat lain baginya. Dari tanah liat yang berwarna-warni di Macon County dibuatnya kerajinan pot, tinta-tinta wallpaper, yang mewarnai cetakan-cetakan semen yang beraneka rias. Sebagai seseorang yang menentang sisa-sisa buangan yang sudah berakar, ia mengubah cabang-cabang gandum, kapas, dan sorghum menjadi papan-papan penyekat; ia menghasilkan kertas dari tangkai-tangkai wistaria, kembang  matahari, dan tanaman waru liar; menganyam tikar-tikar hiasan meja dari tanaman rawa; membuat hiasan meja, menggunakan cat warna tanah liat yang cerah sebagai warna dari makanan dan kantong-kantong benih.

Untuk membawakan injil Padang Rumput Hijaunya kepada petani ia mengubah sebuah andong bekas menjadi sebuah sekolah pertanian yang bersifat mobil, yang diisi dengan bahan-bahan pameran, dipinjamnya seekor kuda lalu melakukan kunjungan-kunjungan teratur ke seluruh daerah. Ini adalah “sekolah-sekolah keliling” yang pertama, yang kini dibangun di atas truk dan mobil trailer dan disponsori oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat, meliputi seluruh Alabama.

Macon County kemudian, seperti kebanyakan daerah di Selatan, menanam kapas dan sedikit lainnya. Untuk menyelamatkan tanah dan untuk menambah penghasilan pertanian, maka Carver telah menganjurkan menanam kentang dan kacang tanah. Pada waktu ini kentang adalah merupakan suatu tumpukan hasil pertanian di selatan; dan petani-petani kacang tanah kita di Selatan tahun ini akan memperoleh sekitar $ 70.000.000 untuk hasil pertanian mereka. Melebihi siapapun juga yang lainnya DR. Carver telah membantu memecahkan cengkeraman kapas di pertanian selatan.

Dalam kegiatan pionirnya di Macon County ia sedikit sekali menemukan sesuatu kebun sayur, hanya ada beberapa ekor babi, ayam dan kerbau. Penyakit kurang gizi pellagra, yang diakibatkan karena gizi yang tidak seimbang merajalela dimana-mana. Oleh sebab itu ia menganjurkan, pembuatan kebun-kebun sayur dan ia membuat resep-resep yang memperlihatkan bagaimana mempersiapkan dan memelihara sayur-sayur yang tahan lama. Pada waktu ini, sesuai keterangan dari agen pertanian daerah tersebut, hampir tidak ada satupun pertanian orang Negro di Macon County yang tidak memiliki kebun sayur, babi, ayam, dan, sedikit-dikitnya seekor kerbau. Penyakit pellegra sudah hampir lenyap sama sekali.

DR. Carver mendesak agar dalil tentang mulailah-dimana-anda-berada akan berfungsi dimana-mana. Beberapa tahun lalu ia berbicara di depan sebuah organisasi Negro di Tulsa, Oklahoma. Untuk bahan-bahan illustrasi ia tinggal pada sesuatu pagi hari di Sand Pipe Hill, dekat Tulsa. la kembali membawa 27 jenis tanaman, yang semuanya mengandung unsur-unsur obat.

“Kemudian,” katanya, “saya pergi ke apotik di Ferguson dan membeli tujuh obat paten yang mengandung unsur-unsur tertentu yang ditemukan di dalam tanaman-tanaman itu. Obat-obat itu telah dimasukkan dari New York. Sekaliannya itu sebenarnya telah datang dari Sand Pipe Hill. ‘Dimana tidak ada khayal maka binasalah umat’.”

******

la telah disebut, yaitu orang ini yang para orangtuanya adalah budak-budak Negro, sebagai seorang ahli chemurgist yang pertama dan terbesar. Usaha-usaha jutaan dollar telah dibangun seluruhnya atau sebagian dari hasil penemuan-penemuannya — yang terbesar di antaranya adalah sebuah industri kacang tanah yang bernilai $ 200.000.000. Hasil usaha pionirnya kini memasukkan berjuta-juta dollar setiap tahun ke dalam saku petani-petani di selatan.

la telah dihujani dengan berbagai penghargaan. Thomas Edison telah mengundangnya untuk menggabungkan diri dengan staffnya dengan upah $ 50,000 setahun. Henry Ford telah memberikan kepadanya sebuah laboratorium untuk menyelidiki makanan-makanan dalam masa perang. Bulan Juni yang lalu “The Progressive Fanner” telah memberikan kepadanya penghargaan tahunannya bagi “pelayanan yang luar biasa bagi pertanian di selatan.” Mendali Theodore Roosevelt telah dianugerahkan kepadanya dalam tahun 1939 sebagai “seorang pejuang pembebasan manusia kulit putih maupun kulit hitam.”

New York Times bertanya: “Manusia mana lagi yang lainnya di zaman kita yang telah berbuat begitu banyak bagi pertanian di Selatan?”

Dunia yang sedemikian ini mencari DR. George Washington Carver masih dapat menemuinya di daerah ilmiah di mana ia telah bekerja selama 46 tahun lamanya : Macon County, Alabama, dan kampus dari Lembaga Tuskegee, sekolah Negro yang terkenal itu.

Adalah falsafahnya sendiri yang telah membuatnya bertahan di sana, yaitu keyakinannya bahwa tidak ada lagi padang-padang rumput yang lebih hijau dari pada padang-padang yang terdekat. Secara ilmiah ia telah memeras keyakinan itu menjadi suatu formula: “Mulailah di mana anda berada, dengan apa saja yang anda miliki, perbuatlah sesuatu dari padanya, jangan sekali merasa puas.” Kini, dalam menjelang usia 80 tahun ia masih tetap membuat formula itu berfungsi.

Baru-baru ini ia membawa saya melalui Museum George Washington Carver di Tuskegee — yang dibangun dari tabungan-tabungannya untuk menampung hasil-hasil berbagai eksplorasi dan penemuan-penemuannya di sekitar tempat itu. la masih tetap memakai topi lapangannya yang biasa dan baju sweater abu-abunya yang sudah tua itu. Suaranya sudah melemah dan kedua bahunya sudah turun. Namun belum ada sama sekali tanda-tanda kelemahan dalam pikiran dan semangatnya.

Di sebuah lapangan kecil di belakang museum itu ia menunjuk kepada lima puluh baris papan cemara yang dihadapkan ke matahari. Sekaliannya itu baru saja dicat : biru menyala, kuning, merah, hijau.

“Mengapa para petani di sini tidak mencat rumah-rumah mereka,” katanya, “bukan karena mereka malas atau kurang perduli. Itu adalah karena mereka tidak mempunyai uang untuk membeli cat. Cat yang terlihat pada papan-papan ini tidak berharga apa-apa. Warna itu berasal dari tanah-tanah liat yang ada di sini di Macon County. Dasarnya digunakan minyak motor.”

Cat tumbuhan setempat ini, yang dibuat dan diuji oleh DR. Carver di Tuskegee, kini sedang digunakan oleh Penguasa Tennessee Valley dalam suatu demonstrasi memperindah rumah kampung di 14 tempat Tennessee Valley Authority.

DR. Carver adalah yang pertama dan masih merupakan eksponen terbesar yang menggunakan tanah-tanah nganggur di Selatan dan sisa-sisa produksi untuk mengimbangi makanan pertanian di Selatan. Ini memerlukan lebih dari pada hanya pengetahuan pertanian, sehingga ia telah belajar untuk menjadi seorang ahli gizi dan juru masak. Bukunya “Empat puluh tiga cara untuk Menyelamatkan Hasil Pohon Palem Liar” adalah sebuah kumpulan resep hasil pengujian Carver: selai jeruk, sirup, cuka, sup, kroket.

Percobaan-percobaannya yang terkenal terhadap kacang tanah telah menghasilkan lebih dari 300 bahan yang berguna. Di antara bahan-bahan itu yang kini sedang diproduksi secara komersial ialah mentega kacang dan tepung kacang, di samping berbagai minyak dan pupuk. Yang digunakan secara luas ialah sebuah pamphlet bagi istri petani : “105 Cara yang Berbeda-beda untuk Mempersiapkan Kacang di Meja”, termasuk resep untuk sup kacang, roti, kue pastel, kue kering, kue donat, keju. Dengan pemakaian yang lebih luas sedemikian ini hasil kacang telah meningkat dari 700 juta pount dalam tahun 1921 menjadi 1,400 juta pount dalam tahun 1941.

Bulan Maret yang lalu DR. Carver telah menerbitkan buletinnya sendiri mengenai Kebun Kemenangan yang berisikan : “Kebun Alami Bagi Kemenangan dan Perdamaian.” Halaman depannya dikutip dari buku Kejadian sebagai berikut: “Bahwasanya Aku telah mengaruniakan kepadamu tumbuh-tumbuhan ia itu akan menjadi makanan bagimu.” Di dalamnya terdapat sebuah daftar yang berisikan lebih dari 100 jenis rumput, rumput liar dan kembang-kembang liar yang dapat digunakan untuk makanan, dan resep-resep yang memperlihatkan bagaimana menggunakannya. Sekaliannya itu termasuk juga kopi yang dibuat dari akar tanaman yang dibakar — “sebagian orang lebih menyukainya dari pada kopi yang sebenarnya” — pastel “yang sama dengan apel atau semacam kelembak” dari rumput yang asam; “pucuk-pucuk asparagus” dari tangkai-tangkai rumput sutera; semanggi liar “untuk pelezat dan penghias sayuran lalapan”; roti berlapis rumput lalap yang banyak sekali digemari di kampus Tuskegee.

DR. Carver mengatakan kepada saya, bahwa Alkitab adalah sama pentingnya bagi pekerjaannya maupun bagi laboratoriumnya. la mempunyai dua ayat Alkitab yang paling dicintainya. Salah satunya sebagai jalan “terangnya”. Ia itu Amzal Solaiman 3 : 6 yang berbunyi : “Di dalam semua jalanmu akuilah akan Dia, maka Ia akan mengendalikan semua langkahmu.” Yang lainya ialah jalan “Kekuatannya.” Ia itu Pilipi 4 : 13 yang berbunyi : “Saya dapat berbuat segala perkara melalui Kristus yang menguatkan saya.”

“Inilah satu-satunya pertanyaan yang harus dijawab oleh orang-orang kulit berwarna,” demikianlah saya mendengar dia mengatakan kepada sekelompok penghotbah Negro : “Sudahkah kita memperoleh apa yang diinginkan oleh dunia? la bercerita dari hal mendengar sekelompok orang-orang kulit putih yang mencarikan seseorang yang dapat menentukan lokasi minyak. “Mereka itu lupa mengatakan apakah mereka menghendaki seorang kulit putih, seorang kulit merah, seorang kulit kuning ataukah seorang kulit hitam; mereka hanya mengatakan mereka menghendaki seseorang yang dapat menentukan lokasi minyak.”

Katanya : “Jangan pergi mencari kebun anggur Naboth. Setiap orang di antara kamu mungkin sudah memiliki semua kebun anggur yang dibutuhkannya.”

Hendaklah para orangtua menjawab sekarang pertanyaan yang mendesak ini : Apakah yang telah membuat DR. Carver menjadi seorang ilmuwan yang besar, dan memungkinkan pencapaian-pencapaiannya yang berguna itu? Bukankah itu karena diajarkan kepadanya oleh lingkungan yang miskin dan karena keseluruhan kerinduannya untuk membawa berkat bagi kemanusiaan telah mendorongnya untuk berbuat sedemikian itu?

Jelaslah bahwa semenjak dari permulaan sekali pendidikan mereka, anak-anak harus diajarkan mengenal nilainya waktu dan nilainya sesuatu rupiah, dan bahkan supaya dipaksa, jika perlu, untuk membantu dirinya sendiri dan untuk menghargai hak-hak dan milik orang lain — untuk menjadi pembangun, bukan perusak, dan bukan pembonceng pada orang, pemboros, atau pembuang-pembuang waktu. Kebiasaan-kebiasaan kerja yang ceroboh menghasilkan kepribadian yang jelek.

Dalam terang dari sepuluh perintah itu, prinsip-prinsip ini melebihi setiap prinsip lainnya, harus setiap hari ditanamkan di dalam pikiran anak-anak muda.

“Oleh sebab itu hendaklah kamu menaruh segala perkataanKu ini di dalam hatimu dan di dalam jiwamu,” demikian himbauan Tuhan, “dan ikatkanlah sekaliannya itu sebagai suatu tanda pada tanganmu, sehingga sekaliannya itu dapat merupakan alur depan di antara kedua matamu. Dan hendaklah kamu mengajarkannya kepada anak-anakmu, membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, dan apabila engkau berjalan di jalan, sewaktu engkau berbaring, dan sewaktu engkau bangun. Dan hendaklah engkau menuliskannya pada ambang pintumu, dan pada pintu-pintu gerbangmu : supaya segala hari hidupmu diperlipatgandakan, dan segala hari hidup anak-anakmu, di dalam negeri yang telah dijanjikan Tuhan dengan bersumpah untuk diberikan kepada para nenek moyangmu, akan bagaikan segala hari umur di atas bumi.” Ulangan 11 : 18 – 21.

 

 228 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart