Dapatkah seseorang menemukan kebenaran tanpa memperoleh khayal-khayal dibawah kesadaran ?
<< Go Back


DAPATKAH SESEORANG MENEMUKAN KEBENARAN
TANPA MEMPEROLEH KHAYAL-KHAYAL
DI BAWAH KESADARAN ?

 

 

Pertanyaan No. 111 :

Mengenai apa yang ditulisnya, Nyonya White mengatakan : “Kepada saya diperlihatkan” atau “Saya dibawa dalam khayal.” Bolehkah saya bertanya, bagaimana dapat kita percaya pada buku-buku “Tongkat Gembala” jika semua isinya itu bukan diungkapkan dengan cara yang sama — oleh sesuatu mujizat ?

Jawab :

Adalah tidak pernah terjamin bagi orang yang melandaskan keputusannya terhadap sesuatu pekabaran dari Tuhan pada cara dalam mana ia itu diperoleh. Pengalaman-pengalaman luar biasa bukanlah merupakan bukti yang terkuat hubungan seseorang dengan kuasa Ilahi. Pada kenyataannya sekalian itu sama sekali bukan merupakan bukti yang diperlukan, karena ada banyak doktrin dan iman yang dibangun di atas sesuatu mujizat ataupun lainnya, namun sama sekali hampa kebenarannya. Dan jangan seorangpun mengabaikan kenyataan, bahwa kepercayaan palsu yang akan datang yang akan melanda dunia ini akan diberi kekuasaan dengan mujizat-mujizat, sampai juga menurunkan api dari langit (Wahyu 13 : 13, 14). Meskipun demikian melalui Firman Allah kita diamarkan supaya jangan terbawa olehnya.

Juga jangan sekali dilupakan bahwa tidak semua nabi-nabi Alkitab memperoleh khayal-khayal di bawah kesadaran. Apa yang dicatat oleh Daud dan Solaiman itu bukan yang diberikan kepada mereka dalam khayal, melainkan yang mereka terima melalui cara-cara yang lain. Dan Yahya Pembaptis bahkan telah disebut sebagai melebihi seorang nabi, namun tidak ada satupun ucapan nubuatan yang dicatat olehnya, juga tidak ada satupun catatan bahwa ia pernah dibawa di bawah kesadaran lalu diberikan khayal-hayal. Ia hanyalah  seorang penterjemah tulisan-tuIisan para nabi. Demikianlah Allah telah berbicara pada berbagai masa yang berlainan dalam berbagai cara kepada nabi-nabi-Nya (Ibrani 1 : 1)

Sungguhpun demikian perlu dicatat, bahwa hanya sebagian kecil tulisan-tulisan Nyonya White yang telah diterima melalui khayal di bawah kesadaran. Dan perkara-perkara yang diperlihatkan dalam khayal-khayal yang sedemikian ini, sebagai aturannya, adalah bersifat nubuatan — yang memandang ke depan ke beberapa peristiwa masa depan — dan, lebih kurang merupakan suatu tambahan kepada nubuatan-nubuatan, bukan interpretasi dari nubuatan-nubuatan itu.

Ternyata umat Allah pada waktu sekarang ini tidak memerlukan khayal-khayal, melainkan sebaliknya memerlukan para penterjemah khayal-khayal nubuatan-nubuatan lama yang masih belum dimengerti. Dan itulah yang oleh-Nya dipandang pantas untuk diberikan kepada kita supaya kita dapat memahami Alkitab. Inilah mujizat yang terbesar yang berkaitan dengan Tongkat Gembala itu. (Lihatlah ilustrasi di dalam Buku Traktat No. 6, Mengapa Binasa!).

Tetapi janganlah iman Saudara bergantung pada mujizat-mujizat atau pada pengalaman-pengalaman manusia, melainkan bergantunglah pada ungkapan-ungkapan Firman nubuatan-Nya.

Maka sekarang satu-satunya prosedur yang aman dan sehat ialah membaca dengan seksama setiap halaman dari pekabaran penting yang terdapat di dalam terbitan-terbitan Tongkat Gembala. Jangan membiarkan satu barispun luput dari perhatianmu. Pelajarilah setiap kata dengan seksama dan dengan penuh doa. Berlakulah bersungguh-sungguh dan rajin dalam engkau mempelajari Kebenaran, dan “buktikanlah segala perkara; berpegang teguh pada mana yang baik.” 1 Tesalonika 5 : 21.

 

 262 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart