Bolehkah wanita membiarkan terus topinya di kepala sewaktu pria membuka topinya ?
<< Go Back


BOLEH KAH WANITA MEMBIARKAN TERUS TOPINYA
DI KEPALA SEWAKTU PRIA MEMBUKA TOPINYA?

 

 

Pertanyaan No. 119 :

Apakah yang dimaksud oleh Rasul Paulus di dalam 1 Korinthi 11 mengenai wanita yang menutup kepalanya? Bukankah ayat 15 menunjukkan bahwa rambutnya itu merupakan tudungnya?

Jawab:

“Tetapi Aku ingin kamu mengerti,” demikian kata Roh Suci, “bahwa kepala dari setiap orang laki-laki ialah Kristus; dan kepala dari orang perempuan ialah orang laki-laki; dan kepala dari Kristus ialah Allah.” 1 Korinthi 11 : 3.

Perhatikanlah urutan dimana keilahian dan kemanusiaan berkaitan : Allah, Kristus, orang laki-laki, orang perempuan. Demikianlah halnya, bahwa “setiap orang laki-laki yang berdoa atau bernubuat, dengan kepalanya tertutup, ia menghina kepalanya (Allah). Tetapi setiap wanita yang berdoa atau bernubuat dengan kepalanya terbuka, ia menghina kepalanya (orang laki-Iaki) : karena itu juga seolah-olah ia telah dicukur. Karena jika wanita tidak bertudung, maka hendaklah ia juga dicukur (artinya, jika wanita tidak mau memakai topi, maka hendaklah ia memotong rambutnya) : tetapi jika ia itu memalukan bagi seorang wanita untuk dicukur atau dipotong rambutnya, maka hendaklah ia bertudung (hendaklah ia memakai topi). Karena orang laki-Iaki sesungguhnya tidak perlu menutup kepalanya, sebab ia adalah peta dan kemuliaan Allah : tetapi wanita adalah kemuliaan dari orang laki-laki.” Ayat 4 – 8.

Ayat ini mengajarkan dengan jelas bahwa orang laki-laki harus membuka topinya apabila berdoa atau bernubuat (mengajarkan Injil), sedangkan wanita harus mengenakan topinya.

Orang tidak mungkin secara logis menyimpulkan dari ayat 15 bahwa rambut wanita ialah tudungan yang dimaksud. Sekiranya demikian itu halnya, maka secara logis orang laki-laki harus mencukur kepalanya untuk membuat perbedaan di antara keduanya.

Lagi pula, jika sekiranya rambut wanita merupakan tudungan yang dipersyaratkan, maka mengapakah Injil mengatakan ia harus mengenakannya pada waktu “berdoa dan bernubuat”? Apa lagi yang dapat ia lakukan? Dan mungkinkah ia melepaskan rambutnya (tudungan) sewaktu tidak berdoa, kalau bukan ia memakai wig (rambut palsu)?

Oleh sebab itu Injil memperjelaskannya, bahwa setiap kesempatan ibadah yang mempersyaratkan orang laki-laki untuk mebuka topinya, mempersyaratkan juga wanita untuk mengenakan topinya.

 

 

 

 256 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart