<< Go Back
BAGAIMANAKAH MENGENAI UPACARA
PERJAMUAN ?
Pertanyaan No. 120 :
Haruskah orang-orang percaya yang sudah dikukuhkan mantap di dalam pekabaran; merayakan upacara perjamuan apabila mereka bertemu bersama-sama ?
Jawab :
Dari hal memberi kuasa pelaksanaan upacara perjamuan di tengah-tengah kita sendiri, kita percaya bahwa karena kita semua sebagai orang-orang Masehi Advent Hari Ketujuh telah mencemarkan diri kita seperti halnya orang-orang Yahudi pada kedatangan Kristus yang pertama (The Desire of Ages, p. 104), dan karena upacara yang suci ini membuat bencana hukuman kepada orang-orang yang ikut menerimanya dengan tidak patut (1 Korinthi 11 : 29), maka sebab itu kita belum berani sekarang, sebagai orang-orang Davidian, mengambil bagi diri kita kewajibannya yang suci itu sebelum kehidupan kita sebagai umat membuktikan secara meyakinkan pertobatan kita dari kondisi Laodikea yang ada.
Pelajaran yang melarang menguasakan upacara yang penuh berkat ini dilaksanakan di tengah-tengah kita pada waktu ini, sebaliknya adalah sejajar dengan apa yang diajarkan oleh Yahya Pembaptis dalam meresmikan dan mempertahankan upacara baptisan di waktu itu; artinya, diadakannya upacara baptisan oleh Yahya di waktu itu menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi belum siap untuk menyambut Raja mereka, dan larangan mengadakan upacara perjamuan oleh Tongkat Gembala di waktu ini, menunjukkan bahwa kita pun belum siap untuk menyambut Raja kita, dan karena itulah kita harus cepat bertobat meninggalkan kesuaman kita, membeli “salp mata” itu, dan menggosok mata kita. Kemudian baharulah kita akan merayakan upacara perjamuan itu dengan gilang-gemilang mulianya, dan malu ketelanjangan kita tidak akan lagi tampak (Wahyu 3 : 18). Orang-orang yang tidak merasakan kebutuhan yang besar ini masih tetap buta terhadap kondisi sidang yang belum terselesaikan, dan terhadap kesucian Tuhan. Dengan hanya iman lahiriah yang kuat pada pekabaran itu sesungguhnya belum cukup; pekerjaannya di dalam, di dalam kehidupan kita adalah sangat penting dan pekerjaan yang paling tinggi yang harus terlaksana di dalam kehidupan kita semua sebelum kita dapat dengan sadar dan bermanfaat merayakan perjamuan Tuhan itu. Marilah kita mempercepatkan kedatangan hari yang menggembirakan itu.
235 total, 1 views today


