<< Go Back
BAGAIMANA HARUS KITA BERDOA ?
Pertanyaan No. 124 :
Kepada saya diajarkan bahwa apabila berdoa kepada Allah, Bapa, kita harus selalu mengatakan : “Dalam nama Putera-Mu Yesus yang berbahagia, Yang telah mati bagiku, dengan segala kerendahan hati saya mohon ………. dan sebagainya.” Benarkah cara ini untuk berdoa ?
Jawab :
Meskipun bentuk ucapan dalam doa di atas itu mungkin sangat baik, namun segala permohonan tidak perlu selalu memakai bentuk sedemikian itu. Dalam contoh doa dari Tuhan akan ditemukan cara yang sempurna. Di sanalah terdapat doa yang indah, doa yang sempurna, setiap perkataannya penuh dengan maksud dan arti — “Bapa kami,” bukan “Bapa saya” (terutama sekali dalam doa umum): “ampunilah kiranya kami ………. seperti,” bukan hanya “ampunilah kiranya kami”; “Datanglah kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi” — bukan di dalam sorga, melainkan “seperti halnya di dalam sorga.”
Singkat, namun meliputi semua dan tanpa mengulang-ulang, diajarkannya kepada kita supaya berbicara kepada Khalik kita menggunakan gelar kebapaan-Nya, Bapa kami, yang membawa kita ke dalam suatu ikatan persekutuan yang lebih dekat dengan-Nya daripada dengan sesuatu gelar-Nya yang lain. Ia itu membuat kita sadar akan ketergantungan kita yang menyeluruh pada-Nya untuk semua kebutuhan kita. la itu menutupi semua dosa kita dan memperdamaikan kita dengan Bapa kita, dan mempereratkan persaudaraan kita dengan sesama kita, juga terhadap orang-orang yang bersalah kepada kita. la itu menciptakan di dalam kita kasih terhadap Kerajaan-Nya, dan mengilhami kita dengan semangat untuk bekerja mengusahakan kedatangannya. Dan akhirnya, ia itu membawa kita untuk berbuat apa saja yang mampu bagi terlaksana kehendak-Nya di bumi ini.
Doa yang terbaik itu, diperintahkannya kepada kita penyelidikan dan kepatuhan yang penuh hormat kepada semua prinsip-prinsipnya yang mulia. (Bacalah Mount of Blessing, pp. 151 – 176).
224 total, 1 views today


