<< Go Back
HARUSKAH KITA BERLAKU SOMBONG
DAN TIDAK BERBUAT APA-APA ?
Pertanyaan No. 125 :
Bukankah itu menunjukkan suatu kekurangan iman apabila berdoa bagi orang sakit lalu kemudian berusaha menyembuhkan mereka ?
Jawab :
Dengan hanya berdoa bagi seseorang yang sakit tanpa berbuat sesuatu baginya, dalam analisa terakhir, hanya akan berarti, bahwa pemohon itu adalah lebih benar dan lebih menyayangi daripada Allah, dan karena itulah ia sedang berusaha meyakinkan Tuhan akan tugas-Nya untuk berbuat sesuatu bagi si sakit, seolah-olah Ia belum mau berbuat demikian itu.
Apabila kita berdoa bagi orang lain, janganlah kita memperkenalkan kepada Allah setiap perkara yang belum dikenal-Nya dengan lebih baik daripada kita. Oleh karena Ia mengetahui semua mengenai hal itu, maka alasan kita berdoa bukanlah untuk menginsyafkan Dia bahwa seseorang sedang membutuhkan pertolonganNya, melainkan untuk memohon kepada-Nya berkat atas apa yang mungkin dapat kita perbuat bagi orang yang malang itu. Orang Lewi dan imam tidak berbuat apa-apa bagi penderita yang luka itu, sehingga mereka dipersalahkan karena tidak menaruh kasih, sedangkan orang Samaria itu menolongnya, sehingga dipuji karena peri kemanusiaannya yang baik.
Oleh sebab itu, maka apakah kita berdoa bagi orang lain atau pun bagi diri sendiri, kita berdoa memohon berkat-Nya atas semua usaha kita sendiri yang lemah. Dengan begitu sekiranya Tuhan menganggap pantas untuk mengaruniakan kepada kita kepintaran dan keahlian untuk mendatangkan jawaban bagi doa-doa kita sendiri, maka bukankah lebih mulia jika Ia menyembuhkan si sakit itu oleh perantaraan usaha kita sendiri daripada Ia menyembuhkan mereka tanpa kita menggerakkan satu jaripun?
235 total, 2 views today


