<< Go Back
KAPANKAH BOLEH MENULIS DAN
KAPANKAH TIDAK BOLEH ?
Pertanyaan No. 126 :
Bolehkah pada hari Sabat menulis surat-surat (missionary letters) dan mendaftarkan sebagai langganan majalah-majalah gereja ?
Jawab :
Sekalipun adalah benar untuk berbuat baik pada hari Sabat, namun ada beberapa jenis usaha seperti misalnya menulis surat-surat (missionary letters) dan berjualan ataupun mengambil pesanan bagi majalah-majalah gereja, sekalipun semuanya itu dilakukan dalam kepentingan pekerjaan Tuhan, ia itu tidak diperbolehkan. (Bacalah Testimonies, vol. 1, pp. 471, 471; vol. 8, p. 250). Itu berarti merubah Sabat itu menjadi suatu hari kerja dan dagang, tidak menyucikannya sebagai suatu hari istirahat dan kebaktian. Dan sekiranya itu dilakukan di dalam rumah Allah, maka perdagangan yang sedemikian itu merupakan suatu perbuatan pencemaran terhadapnya.
Sekalipun menulis surat-surat gereja (missionary letters) itu tampaknya lebih dapat diterima daripada menjual majalah-majalah agama pada hari Sabat, namun itu pun juga merubah tujuan semula dari hari Sabat itu dari suatu hari istirahat menjadi suatu hari kerja. Pada hari Sabat Allah berhenti dari “semua pekerjaan-Nya.” Kejadian 2 : 2. Sebab itu, maka pada hari itu orang-orang Kristen harus juga berhenti dari semua pekerjaan mereka.
Untuk membantu mengendalikan dalam hal ini, maka hendaklah diingat sebagai pedoman umum, bahwa apa saja yang dapat dilakukan pada sesuatu hari yang lain, ialah dosa apabila itu dilakukan pada hari Allah yang suci itu.
Pembangunan tabernakel dan kurban-kurban sepenuhnya adalah sama besar pentingnya dalam perbaktian kepada Allah (dalam meneruskan injil dalam contohnya dalam sejarah Wasiat Lama) dengan penjualan buku-buku agama dan penulisan surat-surat (missionary letters) pada waktu ini. Namun sementara Israel kuno yang lalu mendirikan Tabernakel itu bagi pelayanan Allah sendiri, maka Ia melarang mereka untuk berbuat pekerjaan apapun di dalamnya pada hari Sabat.
Roh Nubuat mengatakan : “Petunjuk-petunjuk baru saja diberikan bagi pendirian tabernakel itu secepatnya bagi pelayanan Allah; dan kini orang banyak itu dapat mengakhiri, sebab objek itu dalam pandangan adalah kemuliaan Allah, dan juga karena kebutuhan mereka yang besar akan sebuah tempat sembahyang, sehingga mereka dibenarkan bekerja pada bangunan itu pada hari Sabat. Untuk mengendalikan mereka dari kekeliruan ini, maka amaran telah diberikan. (“………. barangsiapa melakukan pekerjaan apapun di dalamnya, orang itu harus ditumpas dari antara umatnya.” Keluaran 31 : 14). Bahkan kesucian dan kepentingan yang mendesak dari pekerjaan istimewa itu bagi Allah pun tidak boleh membawa mereka pada pelanggaran terhadap hari istirahat-Nya itu.” — Patriarchs and Prophets, pp. 313, 314.
Dan Yesus dengan sebuah cemeti yang terbuat dari tali-tali kecil mengusir dari kaabah orang-orang yang sedang berjual beli (Yahya 2 : 15), sekalipun binatang-binatang yang sedang diperjual-belikan itu akan digunakan untuk pelayanan kurban.
Sebagai pedoman, orang-orang yang mengira dapat dibenarkan menulis surat-surat (missionary letters) pada hari Sabat, mereka itu berbuat sedikit sekali bagi Allah selama enam hari kerjanya. Mereka tidak rela untuk memberikan kepada-Nya dari waktu mereka sekalipun hanva sebanyak yang digunakan untuk menulis sebuah surat. Oleh sebab itu, maka surat-surat yang mereka tulis pada hari Sabat itu, pada kenyataannya adalah surat-surat yang keluar bukan dari hati yang memiliki kasih, melainkan karena keinginan untuk menghemat waktu bagi diri sendiri. Korespondensi biasa seringkali dilapisi dengan agama untuk menenteramkan pikiran dan untuk mendapatkan dalih oleh mana untuk melindungi diri dari dosa menggunakan jam-jam Sabat. Setan mengilhami perbuatan-perbuatan yang sedemikian untuk membuat dosa itu makin lebih berdosa.
281 total, 1 views today


