Apakah baik untuk menantang ?
<< Go Back


APAKAH BAlK UNTUK MENANTANG ?

 

 

Pertanyaan No. 132 :

Jika kita harus “memeriksa segala perkara; berpegang teguh pada mana yang baik,” dan bersedia selalu untuk memberikan jawaban kepada setiap orang yang menanyakan kita akan alasan harapan yang ada di dalam kita, maka tidakkah kita harus menentang orang-orang yang memusuhi “Tongkat Gambala” yang mencari-cari kesalahannya ?

Jawab :

Bahkan orang-orang yang telah sekali menyelidikinya dan bagi semua bahwa Tongkat Gembala itu berisikan sebuah pekabaran kiriman sorga, tanpa menyebut orang-orang yang tidak mampu mempertahankannya dalam semua aspeknya, mereka sama sekali tidak dibenarkan untuk memamerkan mutiara Kebenaran mereka yang mahal itu kepada Musuh, yang tujuannya hanya untuk mengalihkannya dari mereka. Terutama sekali apabila itu bukan datang dengan sesuatu janji untuk memberikan kepada mereka sesuatu yang akan menyingkirkan apa yang sudah mereka miliki. Mereka tidak mungkin dapat mengundang tantangannya untuk membuktikan apakah benar ia dapat menipu mereka dari kekayaannya. Apabila hal itu lenyap, maka “pembuktian” itu akan menjadi penghiburan yang menyedihkan. Dengan menempatkan diri mereka sedemikian pada landasan Setan yang menguntungkan akan membuat mereka menjadi bersalah bukan hanya oleh kebodohan dan kesombongan, melainkan juga karena membuang-buang waktu maupun tenaga. Itu hanya akan berupa mengundang iblis untuk merampok mereka dari kehidupan kekalnya.

Kita semua harus menjaga dengan saksama kekayaan samawi kita, dan pertahankanlah iman kita dengan belajar memberikan jawaban kepada setiap orang yang menanyakan kita akan alasan pengharapan yang ada di dalam kita, tetapi bukan dengan cara menantangnya untuk menghujani kita dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyesatkan, lalu kemudian berdebat dengannya.

Jika sekalipun demikian, karena sesuatu alasan yang terpaksa anda mengambil resiko untuk menemui Musuh dalam peperangan rohani yang besar ini, maka anda sedikit-dikitnya harus menuntut daripadanya untuk menjawab seluruh Kebenaran; jangan membiarkan dia mengalihkan anda kepada sesuatu hal tertentu yang dapat diperdebatkan, yang barangkali pada saat itu tidak seorangpun dapat memperjelaskannya. Jangan sekali membiarkan diri mundur ke dalam posisi bertahan, melainkan tetapkan diri untuk terus menyerang, namun jangan sekali berdebat.

Jangan lupa, bahwa Musuh yang berusaha mengambil mahkotamu itu adalah lebih perkasa daripada kamu, dan karena itulah jika anda tidak mutlak menguasai pekabaran itu, maka bagaimanapun juga daripada belajar bersama dengan musuh-musuhnya, lebih baik anda pergi belajar bersama dengan orang-orang yang menyukai pekabaran itu. Setelah anda berbuat segala-galanya sedemikian ini untuk membiarkan semua utusan membuktikan benar tidaknya, dan anda masih yakin bahwa itu bukan Kebenaran Sekarang, barulah dapat anda dibenarkan belajar bersama dengan penentang-penentangnya. Berusahalah sekuat-kuatnya sampai meyakinkan bahwa tidak seorangpun menipu anda dari pekabaran yang datang dari Tuhan. Jangan membiarkan “seorangpun mengambil mahkotamu.” Wahyu 3 : 11.

Ingatlah, bahwa jika ada seseorang yang bersedia merusak sesuatu kebenaran, maka akan ada orang lain yang bersedia merusak kebenaran yang lainnya, dan demikian seterusnya. Sesungguhnya, Musuh itu siap sedia untuk membom setiap kebenaran yang ada, bahkan Alkitab itu sendiri, kalau saja anda memberikan kesempatan kepadanya. Sungguhpun demikian, adalah pasti bahwa Setan tidak akan mulai mendapatkan sama banyak kesempatan bagi sesuatu argumentasi melawan kebenaran-kebenaran Tongkat Gembala seperti halnya para penganut hari Minggu terhadap kebenaran Sabat.

Ingatlah selalu bahwa “usaha-usaha yang dibuat untuk menghalangi kemajuan kebenaran justru akan memperluaskannya” (Testimonies, vol. 5, p. 454), dan bahwa anda akan ditinggikan bersama-sama dengannya jika anda tetap dengan setia bertahan di tengah jalan, tidak lari mendahului dengan semangat yang tidak sesuai dengan pengetahuan.

“Keyakinan-keyakinan kita perlu setiap hari didorong oleh doa yang jujur dan rendah hati dan pembacaan firman. Sementara kita masing-masing memiliki kepribadian, sementara kita masing-masing harus mempertahankan keyakinan-keyakinan kita dengan teguh, kita harus mempertahankan sekaliannya itu sebagai kebenaran Allah dan di dalam kuasa yang diberikan Allah kepada kita. Jika tidak, maka sekaliannya itu akan melejit dari genggaman kita.” Testimonies, vol. 6, p. 401.

Oleh sebab itu, bagi orang yang sudah duduk dalam Kebenaran dan yang sedang mencari lebih banyak lagi untuk menantang Musuh itu, adalah bagaikan seseorang yang memegang pedang di dalam tangannya yang memberanikan dia memotong putus kepala seseorang.

Oleh sebab itu, jangan sekali menantang, melainkan senantiasa bersiaplah selalu untuk memberikan jawaban yang benar secara bijaksana dan meyakinkan kepada setiap orang. Jangan sekali berdebat, melainkan selalu mengajarkan Kebenaran. Jangan sekali pergi kepada seseorang musuh atau kepada seseorang yang tidak percaya terhadap sesuatu pekabaran untuk membuktikannya benar atau membuktikannya salah, melainkan lakukanlah semua pembuktianmu bersama-sama dengan orang-orang yang mencintai Kebenaran itu, bersama-sama dengan para pemiliknya — yaitu orang-orang yang tahu keseluruhannya.

 

 

 246 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart