Apakah yang akan diperbuat oleh orang yang bijaksana?
<< Go Back


APAKAH YANG AKAN DIPERBUAT OLEH
ORANG YANG BIJAKSANA ?

 

 

Pertanyaan No. 136 :

Apakah yang harus diperbuat seseorang di waktu ini apabila uang belum pernah sedemikian mudah diperoleh, tetapi sewaktu harga-harga menjunjung tinggi? Apakah ia sedemikian harus membelanjakan apa saja yang diingininya, ataukah ia harus menahan diri dari perbelanjaan yang berkelebihan lalu menabung sebanyak-banyaknya? Dan dimanakah ia harus menabung penghasilannya ?

Jawab:

Dari pengalaman yang lalu orang pandai sudah mempelajari segala pengaruh hukum kehidupan tentang inflasi dan depresi yang tidak mungkin dicegah oleh usaha seseorang. Mereka tahu bahwa jumlah uang dalam peredaran yang tidak normal mendorong permintaan akan barang-barang melebihi persediaan yang ada di pasar, dan dengan demikian mendorong harga-harga meningkat tinggi. Dalam hal ini mereka mengenalnya sebagai suatu alamat yang mengamarkan tentang adanya bahaya keuangan.

Orang yang bijaksana juga mengetahui bahwa kegila-gilaan liar yang membelanjakan apa saja yang mereka peroleh cepat ataupun lambat tak dapat tiada akan berakhir dalam suatu kemelaratan, kesusahan, dan penyesalan — kehancuran dari banyak rumah tangga. Sebab itu orang pandai sebelumnya mengambil langkah-langkah untuk menjamin diri mereka terhadap masa ledakan ekonomi yang tak terelakkan. Dalam masa inflasi harga mereka akan menolak dengan tegas keranjingan untuk lebih mempermewah standard hidup mereka yang ada. Dan dalam masa peningkatan peredaran uang mereka akan menyisihkan, menabung sebagai gantinya membelanjakan. Mereka tidak mau jatuh ke dalam sikap sembrono itu yang hanya cocok dengan bentuk-bentuk kehidupan hewan yang rendah, — yaitu “pesta pora hari ini dan kelaparan esok”, juga mereka tidak mau menggabungkan diri dengan orang-orang yang mengatakan : “marilah kita makan, minum, dan bersukaria (membelanjakan uang secepat kita memperolehnya) karena besok kita akan mati.”

Setiap orang kini yang menumpang kapal-keplesiran pada pelayaran gembira menuruni aliran sungai yang hampir bebas hambatan, akan pasti terhisap ke dalam riam salah urus keuangan. Ia akan sangat terlambat menemukan dirinya sendiri sebagai korban keborosan yang terjelek — kedudukan yang sombong. Kesamaan mental dari orang yang sedemikian ini dapat dipersamakan hanya dengan seekor lintah yang tak berperasaan — yaitu mahluk air bodoh yang kecil yang secara tak bergairah membiarkan dirinya mati kelaparan apabila tidak ada satupun objek yang cocok baginya untuk bergantung, dan kemudian membunuh dirinya sendiri karena kelebihan makan apabila pada akhirnya sesuatu mendatangi jalannya. Bentuk keborosan ini adalah jenis yang terburuk, karena bagi yang sedemikian ini tidak ada terdapat “rumah bapanya” untuk kembali pulang.

Sekiranya patokan pengalaman menggariskan bahwa harus diakui sejarah itu akan terulang kembali, maka dari peperangan ini tak dapat tiada akan datang suatu masa transisi dengan depresinya yang tak terelakkan. Selembar uang dollar kini mudah didapat, dan selembar uang dollar yang ditabung di waktu ini mungkin akan bernilai dua atau tiga dollar sesudah perang, apabila uang kelak akan jarang diperoleh daripada sebelumnya. Sebab itu sekaranglah waktunya untuk berbelanja sesedikit mungkin dan menabung sebanyak mungkin. Sekaranglah masa berkelimpahan dalam mana untuk mengumpulkan hasil dan menampungnya bagi masa kekurangan di depan — bukan untuk menghabiskannya untuk “apa saja yang diingini oleh jiwa.”

Di luar perbelanjaan-perbelanjaan yang perlu apapun dan pengurangan-pengurangan yang meningkat orang dapat dikenakan — Pajak Penghasilan, Pajak Kemenangan, Obligasi-obligasi Perang, Jaminan Sosial, perpuluhan-perpuluhan dan persembahan-persembahan — setiap penerima upah yang bijaksana setiap minggu akan mengesampingkan sejumlah tertentu tabungan, betapapun kecilnya, dan dengan sungguh-sungguh bertekad untuk tidak membiarkan apapun juga mengalihkannya daripada rencana ini, dan apapun juga untuk menghabiskan dana ini. Namun, orang ini akan menemukan kesulitan untuk melakukannya, karena godaan-godaan untuk berbelanja, dan karena orang-orang dagang yang pandai yang telah menghabiskan masa hidup mereka mempelajari cara bagaimana untuk mengexploitasikan tabungan-tabungan sesama rekannya. Oleh sebab itu Persekutuan (Davidian Masehi Advent Hari Ketujuh) telah menyediakan Bequeathment Certificates khusus (= Sertifikat-sertifikat Warisan Khusus) yang akan memberi jaminan kepada pemegangnya sesuatu tabungan bagi sesuatu ‘hari hujan’, atau untuk menjaminnya terhadap kesulitan keuangan dalam masa tua.

Lebah madu yang sibuk itu menyimpan dan menabung madunya sepanjang bulan-bulan musim panas. Kemudian apabila musim dingin datang ia bukan saja berkecukupan untuk memelihara dirinya sepanjang perjuangan yang berat itu, melainkan juga memiliki sebagian untuk diberikan kepada pemeliharanya. Para penganut kebenaran-sekarang harus lebih bijaksana daripada lebah kecil yang tak berarti itu. Hendaklah Sertifikat Warisan itu menjadi peringatan bagimu bahwa dimana ngengat tidak mungkin masuk dan dimana pencuri tidak mungkin berhasil menerobos, ialah tempat yang teraman untuk menyimpan hartamu. Dan sedikit ramalan yang sedemikian ini di waktu ini, akan sangat mempermudah bagi rumah Bapa apabila masa-masa yang sulit itu tiba, sebab pada waktu itu anda akan dapat mengambil dari dana simpananmu sendiri — dari Sertifikatmu. Adalah tidak mungkin pada waktu itu bagi Persekutuan untuk memberi bantuan kepada semua orang yang susah, maka orang-orang yang tidak menabung dalam waktu pendek yang tampaknya berkelimpahan sekarang ini, mereka kelak akan malu. Tentu, bahwa tidak seorangpun melainkan hanya orang-orang yang memiliki Keterangan Keanggotaan yang dapat menabung dalam Sertifikat Warisan — bagian saham di dalam sistem tabungan-tabungan dedikasi ilahi dan jaminan sosial pengabdian ini.

 

 

 240 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart