Apakah patriotisme sama dengan kekristenan ?
<< Go Back


APAKAH PATRIOTISME SAMA DENGAN
KEKRISTENAN ?

 

 

Pertanyaan No. 143 :

Dalam peperangan sekarang ini haruskah kita menolak ikut serta, ataukah ikut serta sebagai patriot-patriot bangsa ?

Jawab :

Setiap orang mengambil sesuatu pendirian yang lain daripada pendirian seseorang patriot tidak mungkin merupakan seseorang warga yang benar dari negaranya. Sungguhpun demikian, seorang Kristen harus selalu ingat, bahwa ia berada di bawah dua pemerintahan, yaitu sebuah pemerintahan rohani dan sebuah pemerintahan biasa, dan bahwa karena itulah ia wajib melayani keduanya, sekalipun mungkin sering terjadi apabila timbul berbagai keadaan yang menghalanginya memberikan kepada keduanya “pengabdian yang sepenuhnya sama besar.” Namun selalu dikehendakinya untuk dengan sebaik-baiknya melayani kedua-duanya sepenuhnya sejauh mungkin.

Alkitab mengajarkan dengan jelas, dan sejarah berkali-kali membuktikan, bahwa kelalaian seseorang terhadap hukum-hukum Allah adalah membahayakan bagi dirinya sendiri maupun bagi bangsanya. Kebenaran yang tragis ini berulang-ulang dilakukan selama berabad-abad lamanya, bukan saja di tengah-tengah bangsa pilihan Israel, melainkan juga di tengah-tengah semua bangsa di bumi, merupakan “nasehat bagi kita orang akhir zaman yang menghadapi akhir sejarah dunia ini.”

Dengan demikian karena pelanggaran seseorang terhadap perintah Allah harus menimbulkan gangguan bagi bangsanya maupun bagi dirinya sendiri, maka seorang Kristen memikul tanggung jawab rangkap untuk berbuat segala-galanya dalam kemampuannya untuk melindungi kebahagiaan dan untuk memajukan keberhasilan baik bagi kerajaan kerohanian maupun bagi kerajaan dunia ini. Dan untuk menjamin dia sepenuhnya terbebas dari tanggung jawab rangkap yang berat ini, ia perlu mematuhi sepenuhnya perintah Tuhan : “Berikanlah kepada Kaizar semua miliknya, dan kepada Allah semua kepunyaan-Nya.” Markus 12 : 17. “Maka Aku,” demikian firman Tuhan dalam janji-Nya kepada mereka yang patuh, “akan memberkati mereka yang memberkati kamu, dan mengutuk orang yang mengutuk kamu; dan dalam kamulah semua keluarga di bumi kelak akan diberkati.” Kejadian 12 : 3.

Israel kuno sebagai suatu bangsa dan suatu pemerintahan diwajibkan melindungi harta miliknya, bangsa, dan keluarga-keluarga mereka sendiri — bahkan dengan pedang. Tetapi mereka tidak boleh memerangi saudara-saudaranya sendiri. Pada waktu kerajaan sepuluh suku, Israel, bersekutu dengan Syria memerangi kerajaan dua suku, Yehuda, maka kutuk Allah didatangkan ke atas Syria dan Israel, dan masing-masing pada akhirnya pecah oleh raja Assyrya. (Bacalah Yesaya 7 : 1 – 8 ; 8 : 4).

Tetapi apabila dianiaya karena sebab injil, maka orang-orang Kristen diperintahkan supaya jangan sekali membalas: “Aku mengatakan kepadamu,” demikian firman Tuhan, “agar jangan kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan jika seseorang mengadukan kamu, dan mengambil bajumu, biarkanlah dia mengambil jubahmu juga. Dan siapapun yang hendak memaksakan kamu berjalan satu mil jauhnya, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari kamu.”

“Kamu sudah mendengar bahwa telah dikatakan : Kasihilah sesama manusiamu dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu : Kasihilah semua musuhmu, berkatilah mereka yang mengutuki kamu, berbuatlah baik kepada mereka yang membenci kamu, dan berdoalah bagi mereka yang memperalat kamu, dan menganiaya kamu; supaya dapatlah kamu menjadi anak-anak dari Bapamu yang di sorga: karena la menerbitkan matahari bagi orang jahat dan bagi orang baik, dan menurunkan hujan bagi orang benar maupun kepada orang yang tidak benar.” Matius 5 : 39 – 45.

Terang yang bercahaya baik dari Wasiat Lama maupun dari Wasiat Baru, menunjukkan bahwa seorang Kristen, sebagai seorang warga yang setia, dalam masa perang akan bekerja melindungi negaranya; tetapi jika peperangan itu melibatkan orang-orang Kristen pada kedua belah pihak seperti halnya perang-perang yang berlaku sekarang ini, maka ia sebagai seorang warga Kerajaan Kristus, secara sadar tidak mungkin melibatkan diri dalam menembaki sesama warganya dari Kerajaan itu. Karena “jika sebuah kerajaan terpecah memerangi dirinya sendiri, kerajaan itu tidak mungkin dapat berdiri. Dan jika sebuah rumah terpecah melawan dirinya sendiri, maka rumah iltu tidak mungkin dapat berdiri.” Markus 3 : 24, 25.

Tetapi meskipun di dalam suatu peperangan yang sedemikian ini, orang-orang Kristen tidak boleh mengangkat senjata membunuh sesamanya, mereka secara moral adalah terikat untuk melakukan pekerjaan kemanusiaan seperti yang dilakukan oleh orang Samaria yang baik hati itu — melayani orang sakit, orang luka, dan yang mati, tanpa memandang kebangsaan mereka.

 

 

 243 total,  1 views today

 

<< Go Back

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart